Sang Pengiring Pengantin 2 (Ketika Mantan Terindah Kembali)

Sang Pengiring Pengantin 2 (Ketika Mantan Terindah Kembali)
Bersama Bima


__ADS_3

"Gimana?" tanya Bima saat Zifa kembali ke dekatnya.


"Mereka langsung balik karena Mamanya Nara mendadak nelpon. Ada hal penting katanya" jawabnya seperti yang disuruh Nara.


"Oh!"


Mendengar jawaban Bima, Zifa menarik nafasnya dan membuangnya perlahan. Kalau tak mengingat Misinya, Zifa sudah menarik kepala Bima agar terlepas dari badannya.


"Ayo! Ngapain diam di situ?" ketus Bima saat Zifa hanya diam. Zifa menurut saja, ia bahkan mendahului langkah Bima dan meninggalkan cowok itu untuk melihat koleksi Novel-novel terbaru.


Zifa mengernyit saat Bima mengekorinya. "Kamu ngikutin aku?" tanya Zifa.


"Ge-er!" cibir Bima sambil melewatinya. Zifa hanya mampu menghela nafasnya. Ia kemudian melanjutkan langkahnya ke arah Novel yang berjejer rapi. Ternyata Bima juga melihat-lihat Novel. Dan yang lebih mengejutkan, Cowok itu melihat-lihat koleksi Novel Romantis. Zifa tak bisa menyembunyikan tawanya, ia pikir tipe seperti Bima yang tak ada romantis-romantisnya itu lebih suka bacaan berbau Pelajaran atau se-enggaknya Novel petualangan. Tapi ini? Astaga! benar-benar kejutan!


"Kenapa ketawa?" tanya Bima.

__ADS_1


"Lucu aja liat kamu. Wajah yang keliatan mengerikan, ternyata bacaannya drama cinta menye-menye" ejek Zifa.


"Emang salah?"


Zifa mengangkat bahunya "Enggak sih! Hanya saja aku kasihan banget, tuh Novel romantis dibaca dengan wajah datar. Seharusnya kan bacanya menghasilkan banyak ekspresi" Jawab Zifa masih dengan ejekannya.


Bima memdengus kemudian melanjutkan kegiatannya memilih Novel yang menarik. "Kalau aku bacanya sambil senyum, Novelnya lebih kasihan. Entar dia jatuh cinta dan berakhir dengan aku yang menolak"


Zifa melongo mendengar kalimat panjang plus Pe-de dari Bima. Ternyata pria itu narsis juga.


"Tutup mulutnya. Entar rak Novelnya bisa masuk di mulut kamu" Ckk! Kenapa perkataan nih cowok selalu pedas sih? Padahal biasanya orang mengatakan kemasukan lalat, eh dia malah kemasukan Rak Novel, kan nakutin?!


"Mau ke mana lagi?" tanya Bima saat mereka sudah berada di perkiran.


"Pulang aja! Entar kalau ke mana-mana, isi dompet aku benar-benar ludes!" jawab Zifa ketus.

__ADS_1


Bima tersenyum kecil mendengar jawaban Zifa. Untung saja Zifa nggak melihat senyumnya. Kalau enggak, bisa-bisa tuh cewek jingkrak-jingkrak sambil salto. Eh?! gimana sih?


Zifa mengerutkan alis bingung saat Bima menghentikan Motornya di depan sebuah warung Bakso.


"Ayo turun! Aku udah lapar" ajak Bima saat Zifa hanya diam.


Zifa menggeleng "enggak! entar kamu minta trakrir lagi"


Bima menggeleng pelan "Kali ini aku yang traktir" Zifa tentu saja tak langsung percaya, ia memandang Bima menyelidik membuat pria datar itu berdecak kesal.


"Benaran!" ujarnya meyakinkan. Akhirnya Zifa menurut. "Baksonya Mang, Dua. Minumnya Es Jeruk aja. Dua juga yah" ujar Bima pada si Bapak penjual Bakso itu. Sepertinya Bima sering ke sini. Tak sengaja, mata Zifa melirik ke arah spanduk yang terpasang, menampilkan jenis-jenis makanan dan minuman lengkap dengan harganya.


"Nggak adil banget sih, aku tadi bayarin buku kamu Seratus Lima Puluh Ribu, kamu malah nraktir aku Bakso Lima Belas Ribu? Hello!" protes Zifa.


"Nggak adil gimana? Walau buku mahal, tapi nggak bikin perut kamu kenyangkan? aku kan sekarang nraktir kamu yang bikin kenyang" jawab Bima santai.

__ADS_1


"Ternyata selain wajah datar kamu yang ngesalin, kamu juga punya sikap yang naudzubillah yah!" cibir cewek itu. Astaga, sepertinya dia harus ekstra sabar menghadapi Bima.


Vote dan komennya jangan lupa😊


__ADS_2