Sang Pengiring Pengantin 2 (Ketika Mantan Terindah Kembali)

Sang Pengiring Pengantin 2 (Ketika Mantan Terindah Kembali)
Bos Aneh dan Gosip Yang Ahrus Disebar


__ADS_3

"Tumben ke kantin Zi! Nggak ada meeting di luar?" tanya Wika sambil duduk di depan Zifa yang tengah menikmati makan siangnya.


Zifa menggeleng "Hari ini nggak ada" jawabnya.


"Hadeh! Nasib berteman sama sekertaris bos itu yah, ingin ketemunya tunggu jadwal bosnya kosong dulu" canda Wika. Wika memang beberapa kali mengajak Zifa makan siang bersama melalui chat, sayangnya selalu tak bisa karena Bos mereka itu lebih sering bertemu klien di jam makan siang.


Zifa tertawa "Yah mau gimana lagi Ka, udah tugas jadi ngikut aja apa kata bos. Apalah daya kita sebagai bawahan" Wika mengangguk dan ikut tertawa.


"Tapi yah Zi, akhir-akhir ini kok Bos kita nggak pernah pergi ke luar kota lagi? padahal biasanya dia paling lama di perusahaan ini satu minggu karena seringnya ikut pertemuan-pertemuan atau acara lain di luar kota secara langsung. Kalau aku dengar, bos itu katanya lebih suka turun langsung daripada ngutus orang" ujar Wika.


Zifa mengangkat bahunya tanda tak tahu. "Mungkin aja dia lelah! lagipula kan sekarang ada Pak Rey yang gantiin dia"


"Ya iya sih. Tapikan dari dulu juga ada Pak Rey. Bedanya selalu Pak Rey yang ia suruh menangani kantor sini saat ia tinggal" Wika masih menyuarakan kebingungannya.


Zifa hanya menggeleng, mana dia tahu. Lagipula, mending Bima di sinilah. Daripada nanti jika ia pergi-pergi jauh dan Zifa harus tetap ikut? Mana mau dia bersama pria itu sampai berhari-hari.

__ADS_1


"Kamu enggak curiga kalau Pak Bima bertahan di sini karena ada sesuatu?"


Zifa melirik Wika aneh. Kenapa harus curiga? Toh dia bos di sini. Yah suka-suka dialah.


"Jangan-jangan pacarnya melarang yah, kalau dia sering-sering pergi? Yah pasti sih! Pasti pacarnya itu takut Pak Bima selingkuh atau......"


"Emang Pak Bima udah punya pacar?" Potong Zifa. Beberapa hari inikan Bima terlihat selalu mendekatinya entah karena motif apa, kalau pacarnya Bima tahu bagaimana? Kalau dia datang melabrak Zifa dengan tiba-tiba kan gawat.


"Yah kan aku udah pernah cerita sama kamu waktu itu ada yang liat Pak Bima sama pacarnya lagi makan di cafe! Malah Pak Bima keliatan seperti bucin banget lagi saat ngejar pacarnya yang ngambek!"


"Emang kamu tahu gadis itu siapa?"


Zifa seketika salah tingkah. Kalau dia menjawab itu dirinya mana mungkin kan? Bisa-bisa Wika bertanya kenapa dirinya marah pada Bima dan kenapa mereka bisa berada di sana saat bukan jam kantor.


"Dia memang bukan pacar saya, tapi calon istri saya!" suara berat tersebut membuat dua orang yang tengah bergosip itu menegang. Terlebih Zifa, bukannya menyelamatkannya dari pertanyaan Wika kalimat itu tentu saja membuat Wika semakin ingin bertanya padanya.

__ADS_1


"P...pak Bi..ma?!" ucap Wika terputus-putus.


"Tugas kamu sekarang adalah ngasih tau ke teman-teman kamu tentang gosip itu agar mereka nggak penasaran gadis itu siapanya saya!" Zifa menatap Bima tajam namun tak dihiraukan Bima.


Ia malah dengan santai duduk di kursi kosong yang masih tersisa satu di meja yang ditempati Wika dan Zifa.


"Be...benaran Pak harus disebar?" tanya Wika ragu. Bos mereka ini sangat aneh menurutnya. Masa dia malah nyuruh karyawannya nyebarin gosip tentang dia sih.


"Kamu pikir saya bercanda?" Wika menelan ludahnya saat mendengar nada dingin Bima.


"O..oke, Pak! Ss...saya permisi dulu kalau gitu" Wika segera menyingkir dari sana meninggalkan makanannya yang bahkan belum sampai setengahnya ia cicipi. Sementara Bima, pria itu malah duduk dengan tenang di tempatnya melihat kepergian Wika.


"Dasar nggak waras!!" umpat Zifa pada Bima dengan suara pelan agar tak terdengar penghuni kantin yang lain, kemudian gadis itu segera berlalu dari sana. Bima memang benar-benar tak waras menurutnya. Kalau sampai kata-katanya di dengar seisi kantin bagaimana? Bisa-bisa mereka langsung heboh. Kedatangan Bima saja membuat mereka diam dan memusatkan perhatian pada pria itu. Bagaimana tidak, Bima sangatlah jarang ke kantin. Paling kalau mau makan siang jika tak ada pertemuan di luar pria itu akan menyuruh Rey yang membelikan makanannya.


"Zifa...Zifa! Kamu pikir aku akan ngelepasin kamu? Jangan harap" gumamnya sambil tersenyum kecil. "Lagipula, berteman kok sama tukang gosip"

__ADS_1


Yah, ini Bima benar-benar berharap Zifa calon istrinya nggak sih? atau dia hanya main-main? Tetap pantengin terus yah ceritanya. Jangan lupa like, vote dan komentarnya😊


__ADS_2