Sang Pengiring Pengantin 2 (Ketika Mantan Terindah Kembali)

Sang Pengiring Pengantin 2 (Ketika Mantan Terindah Kembali)
Bonus IV


__ADS_3

...Lima belas komentar untuk lanjut!!...


Zifa terbangun di tengah malam karena merasakan ada sebuah tangan yang memeluknya dari belakang. Zifa tidur sendiri, jadi mana mungkin itu Mamanya. Lagipula, tangan ini terlalu besar untuk ukuran tangan seorang perempuan. Keringat dingin sudah membanjiri tubuhnya, Zifa ketakutan. Pikiran buruk sudah menghantui otaknya, ia takut kalau itu orang yang bermaksud jahat.


Karena sudah benar-benar merasa takut, Zifa langsung menyingkirkan tangan itu dan melompat dari ranjang. Sayangnya, selimut yang dipakainya membuat gadis itu terjatuh dengan keras di atas lantai.


"AUU!!" Pekik Zifa membuat Bima terbangun. Pria itu segera menyalakan lampu kamar, dan terkejut mendapati Zifa yang tengah terduduk di lantai dengan wajah pucatnya.


"Zi, kamu kenapa?" tanya Bima mendekat.


Zifa yang tengah meringis kesakitan mendongak, gadis itu merutuki otaknya yang bodoh. Bagaimana bisa ia lupa kalau yang tidur di sampingnya adalah Bima?


"Bi....B..Bima! Sakit....!" rengeknya.


"I..iya, tapi kamu kenapa bisa duduk di situ?" Bima mendekat dan langsung menggendong Zifa ke atas ranjang.

__ADS_1


"Aku tadi ngiranya yang meluk aku penjahat!" jelas Zifa.


"Hah? gimana gimana?" Bima masih belum mengerti.


"Aku pikir yang meluk aku orang jahat. Makanya aku langsung loncat aja dari atas ranjang berniat lari. Eh, malah gara-gara selimut ini aku jatoh!"


Bima terdiam tak tahu harus bagaimana. Ia sebenarnya ingin tertawa karena kelakuan istrinya itu, sayangnya ia tak mau Zifa tambah marah lagi padanya.


"Terus, itu....gimana? Mm...bokong kamu masih sakit?" tanya Bima hati-hati, Ia khawatir karena dari tadi Zifa mengeluh sakit sambil memegang bokongnya.


"Lagian, kenapa juga kamu bisa lupa sih kalau itu aku?" tanya Bima.


"Yah kan biasanya aku tidur sendiri. Kan kamu tahu, orang baru bangun tidur mana sadar sekitar?!"


Bima duduk di samping istrinya itu, dan menarik Zifa untuk dipeluknya. "Ya udah, maaf deh! Terus itu gimana? Masih sakit? Mau aku elus-el...AUU!! Kok kamu malah narik rambut aku sih Zi?"

__ADS_1


"Ya siapa suruh kamu mesum!" ucap Zifa kesal.


Bima kebingungan "Mesum? Siapa yang mesum sih sayang? Aku cuma nany.....Astaga! Maksud aku bukan itu. Maaf, tadi aku cuma khawatir sampai lupa di bagian mana tubuh kamu yang sakit! Benaran deh, nggak ada niatan untuk mesum sama sekali!" ujarnya setelah sadar akan kesalahannya.


"Terserah! Udah ah, aku mau tidur. Kamu juga tidur!" Zifa melepaskan pelukan Bima dan langsung membaringkan tubuhnya membelakangi Bima. Bima yang ada di belakang gadis itu mengelus kepalanya yang sakit, kenapa ia jadi serba salah yah? Akhirnya Bima imut membaringkan tubuhnya di samping Zifa. Pria itu kembali melingkarkan tangannya di perut Zifa, Bima bersyukur istrinya itu tidak memberontak.


"Kamu masih marah?" tanya Bima pelan. Tanpa di sangka Zifa justru berbalik sehingga posisi mereka saling berhadapan.


Zifa membelai pipi Bima, "Aku udah nggak marah! Waktu itu aku hanya bingung aja harus bagaimana. Tapi tadi, saat melihat Naren dan Istrinya, keliatannya mereka bahagia. Aku jadi legah" ujar Zifa menjelaskan.


"Benaran?!" tanya Bima tak percaya.


"Iya. Udah ah, sekarang tidur. Aku ngantuk!"


Bima mengangguk sambil tersenyum, ia mengeratkan pelukannya membuat Zifa tenggalam di dada bidang pria itu. Zifa pun ikut tersenyum di pelukan suaminya.

__ADS_1


...Jangan lupa dukungannya☺️...


__ADS_2