Sang Pengiring Pengantin 2 (Ketika Mantan Terindah Kembali)

Sang Pengiring Pengantin 2 (Ketika Mantan Terindah Kembali)
Jalan Keluar


__ADS_3

"Kamu udah nemuin jalan keluar sama masalah permintaan Dosen kamu itu?" tanya Zifa pada Bima. Mereka kini baru saja selesai menikati makan siang di ruangan Bima.


"Bisa dibilang begitu. Nama anak pak Zahid itu Lia, aku sedikit tahu tentangnya saat Pak Zahid beberapa kali menceritakan tentang anaknya dulu"


Wajah Zifa terlihat cemburu, melihatnya membuat Bima tersenyum geli. "Jangan cemburu sayang, kan aku tahunya hanya dari cerita Pak Zahid bukan karena aku yang berininsiatif mencari tahu"


Zifa menghela nafas pelan "Ya udah, lanjutin cerinya!"


"Mereka itu sebenarnya asli orang Indonesia, namun pindah ke Singapura saat Lia lulus SMP. Kata Pak Zahid, dulunya Lia itu anak yang ceria. Hari itu dia dengan senangnya bercerita pada Pak Zahid kalau dia memiliki pacar. Pak Zahid tak melarang karena dia tau itu hal yang lumrah, asal anaknya tetap fokus belajar. Tapi beberapa hari kemudian, dia datang dengan wajah murung. Ternyata Lia putus dari pacarnya entah karena masalah apa" ujar Bima bercerita.


"Pak Zahid pikir patah hati sang anak tak akan berlangsung lama, ternyata sampai ia lulus SMP pun anaknya masih sering kedapatan murung dan melamun. Tak ada lagi Lia yang ceria seperti yang ia kenal. Akhirnya ia dan istrinya memutuskan untuk pindah ke Singapura, kebetulan ia mendapatkan tawaran untuk menjadi Dosen di salah satu Universitas ternama di sana. Mereka berharap kalau Lia akan segera melupakan cinta pertamanya itu. Namun ternyata mereka salah, sampai saat ini Lia masih tetap sama. Yang Pak Zahid tahu, anaknya itu masih sering memantau kegiatan mantannya itu melalui media sosial"

__ADS_1


Zifa terperangah mendengar cerita Bima tentang Lia. Bagaimana bisa cinta monyet bisa sampai seperti itu? Bukankah pemikiran anak SMP masih begitu labil, mereka bisa dengan cepat berpindah hati. Tapi Lia? Zifa benar-benar nggak habis pikir. Memangnya setampan apa pria itu? Atau sebaik apa pria itu?


"Jadi kamu mau gunain susah move onnya Lia untuk menolak permintaan Pak Zahid? Dia pasti bakal tersinggung Bim"


Bima menggeleng "Enggak. Maksud aku, alasan itu bisa membuka jalan untuk kita. Bukan dengan menolak langsung, tapi kita harus membantu Lia bersatu sama cinta pertamanya itu" ujar Bima menjelaskan.


Zifa sekarang mengerti. "Tapi bagaimana caranya?" tanya Zifa.


Zifa mengangguk setuju "Yah, benar! Sekarang kamu telepon Dosen kamu itu dan tanyakan Lia alumni SMP mana" suruh Zifa dengan semangat.


"Nanti aja ah! Aku masih mau ngobrol sama kamu, nanya sama Pak Zahid entar aja" tolak Bima. Sejujurnya Bima masih mau mengobrol sama Zifa, di luar dari masalah Pak Zahid.

__ADS_1


"Enggak! Lebih cepat lebih baik Bim. Semakin lama kamu nunda, bakal semakin lama juga masalah kita selesai" bantah Zifa.


Bima hanya mampu mengalah saja membuat Zifa tersenyum senang. "gitu dong! Menunda-nunda itu nggak baik" ia memberikan elusan di kepala Bima hingga pria itu memejamkan matanya sejenak menikmati kenyamanan elusan sang kekasih di kepalanya.


"Jangan tidur ih! Cepatan hubungi Pak Zahid!" ujar Zifa kesal karena Bima malah memejamkan matanya.


Bima mendengus, pria itu akhirnya memilih mengikuti ucapan Zifa, daripada kena semprot lagi.


Beberapa saat Zifa membiarkan Bima mengobrol bersama Pak Zahid. "SMP Bunga Bangsa" ucap Bima dan berhasil membuat Zifa tersentak "Itu SMP yang sama dengan Kak Bita!" Pekiknya.


Jangan lupa like, vote dan komentarnya😊

__ADS_1


__ADS_2