Sang Pengiring Pengantin 2 (Ketika Mantan Terindah Kembali)

Sang Pengiring Pengantin 2 (Ketika Mantan Terindah Kembali)
Mengerjai


__ADS_3

Jangan lupa gunain jempol yah, untuk like komen dan vote😊


Pagi ini Bima mendatangi rumah Zifa dengan wajah yang lebih cerah dari biasanya. Efek panggilan 'sayang' dari Zifa kemarin meski hanya melalui pesan masih membuat hati pria itu berbunga-bunga.


"Senyum mulu dari tadi, ada hal menyenangkan apa Pak?" Tanya Zifa saat mereka sudah berada di mobil.


Bima yang tengah menyetir menoleh sejenak ke arah sang kekasih sebelum kembali fokus ke depan "Menyenangkan banget malah!"


"Oh yah? Menang give away yah?" Tanya Zifa pura-pura menebak.


Bima menggeleng, "lebih menyenangkan dari menang give away. Soalnya udah lama banget ditunggu-tunggu, akhirnya kemarin tercapai juga"


Zifa terkekeh pelan, ia mencubit pipi Bima karena gemas akan kelakuan pacarnya itu. "Dasar bucin!" Cibirnya.


Bima ikut terkekeh "Bucin sama calon istri sendiri ini" balasnya. Sepanjang perjalanan menuju kantor mereka isi dengan candaan. Kadang Bima melemparkan gombalannya yang berhasil membuat pipi Zifa memerah.

__ADS_1


Saat mereka sampai dan berjalan menuju ruangan Bima, beberapa karyawan menyapa mereka. Bima hanya mengangguk pelan dengan wajah datar, sementara Zifa yang berada di belakangnya tersenyum sebagai tanggapan. Benar-benar sikap yang berbanding terbalik.


"Kita makan siang di ruangan aku lagi yah! Biar nanti aku nyuruh Rey mesanin kita makanan di kantin" ujar Bima saat waktu makan siang tiba.


Zifa menggeleng "Nggak perlu. Gimana kalau kita makan di kantin aja?" Tawar Zifa. Mengingat perkataan Lia semalam, Zifa bertekad untuk tak lagi menyembunyikan hubungan mereka. Meski nggak dengan cara mengumumkan langsung juga sih. Tapi setidaknya Zifa akan memperkenalkan Bima pada teman-temannya terlebih dahulu.


Bima terkejut "kamu yakin?" Tanyanya ragu.


Zifa mengangguk "iya. Atau kamu nggak mau makan sama aku?" Tuduh Zifa. Apa jangan-jangan kali ini Bima yang nggak mau hubungan mereka diketahui banyak orang?


Bima tentu saja menggeleng "mana ada. Aku cuma takut kamu ngerasa nggak nyaman Yang, makanya aku nanya. Lagian, kenapa kamu tiba-tiba berubah pikiran sih? Biasanya kan kamu nggak mau terlihat dekat banget sama aku jika di kantor"


Bima menatap Zifa berbinar "Ya udah, nggak penting juga alasannya apa. Asal kita nggak perlu kucing-kucingan lagi aku udah senang banget"


Keduanya kemudian berjalan menuju kantin. Sesampainya di sana, tentu saja keduanya menjadi pusat perhatian. Lebih tepatnya Bima. Karena pria itu selama bekerja di sini ia berkunjung ke kantin bisa dihitung dengan jari. Bahkan jari di sebelah tangan pun kelebihan kalau dipakai menghitungnya.

__ADS_1


"Kamu cari tempat duduk aja. Biar aku yang pesan" ujar Bima. Zifa menganguk, ia langsung menuju tempat yang ia lihat kosong.


"Sendirian aja Buk kayak jomblo ngenes!" Zifa mendongak pada seorang yang meledeknya. Ia mendapati Wika sedang berdiri di depannya, lebih tepatnya di seberang meja yang di depannya.


"Si Ibu juga nggak sadar diri lagi sendirian, kayak jomblo ngenes" Zifa membalikkan perkataan Wika, keduanya kemudian terkekeh.


"Kamu nggak pesan makanan?" Tanya Wika.


"Lagi dipesanin" jawabnya. "Sama siapa?"


"Sama pacar aku!" Jawab Zifa jujur. Mata Wika membulat "kamu punya pacar? Anak sini juga?"


Zifa mengangguk "Kenalin ke kita dong, Zi! aku hubungin teman-teman dulu, biar mereka nggak penasaran kalau aku cerita" sebenarnya Wika ke kantin untuk memesan makanan untuknya dan teman-temannya. Mereka berencana makan di taman samping kantor, katanya mau suasana baru. biar nanti pegawai kantin yang mengantar ke sana. Taman itu begitu luas, dilengkapi dengan beberapa bangku panjang yang berdekatan. Bisa juga mereka duduk lesehan di atas rumut hijau yang tumbuh di atas tanah. Jadi akan terasa seperti piknik. Tapi kayaknya akan ditunda dulu, lebih asik makan di kantin sambil berkenalan dengan pacar Zifa.


Zifa hanya terkekeh pelan "Ya udah. Sekalian aja, hari ini biar pacar aku aja yang traktir" Zifa yakin Bima tak akan keberatan mentraktir karyawannya sendiri.

__ADS_1


Wika seketika berbinar senang "Ya ampun, baik banget sih! Oke, aku langsung hubungi mereka nih. Kita bakal buat dompet pacar kamu tipis hari ini" Zifa hanya mengangguk. Ia sudah memperkirakan bagaimana reaksi teman-temannya jika mereka tahu siapa sebenarnya pacar Zifa. Mana berani mereka heboh kalau di dekat Bima. Apalagi sampai memguras isi dompet Bima.  Dasar sifat jahil Zifa, dari dulu masih nggak ilang-ilang juga. Padahal dulu hanya pada orang tuanya, sekarang kebawa-bawa sampai pada teman kantornya.


Like, vote dan komentarnya jangan lupa biar author makin semangat upnya😊


__ADS_2