
"Assalaamu'alaikum" salam Zifa sambil mengetuk pintu rumah Tania.
"Wa'alaikumsalaam" Tania yang membukakan pintu sedikit terkejut "Loh sayang! Kamu kok kemari nggak ngabarin dulu" tanyanya sambil membawa Zifa ke pelukannya.
"Biar surprise Mi" jawab Zifa sambil tersenyum.
Tania melepas pelukannya pada keponakannya itu "Kamu itu yah! Selalu bilang surprise saat datang nggak bilang! Padahal kalau kamu ngasih tahu duluan, Mami bisa nyiapin sesuatu gitu buat kamu" marahnya.
"Iya, Mi. Iya. Zi minta maaf deh"
Tanpa sengaja mata Tania teralihkan pada seorang gadis berhijab yang berada di belakang Zifa.
"Ini siapa Zi?" tanya Tania. Zifa menarik Lia ke sampingnya untuk ia perkenalkan ke Tania "Ini Kak Lia Mi. Teman Zi"
"Halo cantik! Kenalin, Tania. Maminya Zifa"
"Lia tante" ucap Tania sambil mengambil tangan Tania untuk ia salami.
"Panggil Mami aja, kayak Zi dan anak tante"
"Mi, kapan kita di ajak masuk? Capek tahu Mi ngobrol sambil berdiri, di depan pintu lagi" Tania tertawa mendengar keluhan Zifa.
"Maaf deh, habis kamu nggak bilang-bilang dulu jadinya Mami malah ngomel dan lupa ngajak kalian masuk. Ya udah ayo ke dalam" ajaknya.
"Om Bimo sama Kak Bita mana?" tanya Zifa.
__ADS_1
"Ommu itu, lagi nonton TV di ruang tengah. Bita lagi di atas, kamu panggil sendiri gih!" suru Tania.
Zifa terlihat ragu memenuhi perintah, Tania, mengingat saat ia mengunjungi kamar Bita terakhir kali ia ke sini. Walau ia dan Bita sudah berdamai, tapi rasanya masih sedikit canggung.
"Zi capek Mi. Mami aja deh, yang manggilin" tolaknya sehalus mungkin agar tidak ketahuan Tania kalau dia dan Bita ada masalah meskipun itu sudah selesai sih.
"Ya udah, kamu tunggu di ruang tengah aja kalau gitu. Mami manggil Bita dulu"
"Oke Mi!" ujar Zifa memberikan acungan jempolnya pada Tania. "Pi, ada Zi tuh! sama temannya" ucapnya pada Bimo yang sedang asik menonton sampai-sampai tak menyadari keberadaan mereka.
"Loh Zi? kok nggak bilang dulu ke sini?" tanya Bimo, Zifa tersenyum geli. Nggak Istri nggak suami, pertanyaannya sama. "Duduk, duduk! Om lagi asik nonton tadi, sampai nggak sadar ada tamu"
"Iya Om, nggak apa-apa kok"
"Oh yah, ini siapa?" tanya Bimo. "Kenalin Om, ini kak Lia. Teman Zi" ujar Zifa memperkenalkan. Lia mengangguk sebagai bentuk sapaan pada Bimo "Lia Om"
Zifa menegang "Eh, itu Om. Anu....Zi sedikit sibuk gitu di kantor. Jadi pas libur malah jadi malas ke mana-mana" ujarnya beralasan.
"Oh yah? Tapi kata Mama Papa kamu, tiap libur kamu keluar bareng sama Bima. Anaknya Widya sama Agung itukan?" Bimo tersenyum meledek, sedangkan Zifa meringis karena ia ketahuan berbohong. Kenapa ia bisa lupa kalau Mama dan Papanya pasti akan bercerita pada Mami dan Omnya sih?
"Eh, itu....enggak tiap libur juga kok Om. Kayak Om nggak tahu aja kadang Mama sama papa suka berlebihan" sangkalnya.
"Ya udah nggak apa-apa. Tapi lain kali, sering-seringlah berkunjung ke sini Zi. Panggil Bima juga kalau perlu, biar Om nantangin dia main catur nanti"
Zifa hanya mengangguki perkataan Bimo. Tak berapa lama, terdengar suara Tania yang mengomeli Bita sambil menuruni anak tangga.
__ADS_1
"Mami, kenapa ngomel-ngomel? lagi ada tamu loh Mi" peringat Bimo.
"Ini Pi, si Bita. Masa jam segini udah tidur. Udah kayak anak perawan masih SMA aja, lebih parah malah!"
Zifa dan Bimo terkekeh, sedangkan Bita terlihat cemberut mengikut di belakang Tania yang tengah mencak-mencak.
"Mami harusnya paham, anak kita itu kan jomblo. Jadi diwajarin aja" ucap Bimo, entah itu sebuah pembelaan atau sebuah ejekan.
"Sini kamu, kenalin nih. Ada teman Zi, siapa tahu aja kamu kecantol. Biar nggak jombo lagi"
Bita mengangkat wajahnya yang daritadi tertunduk kesal karena Maminya menarik paksa dirinya untuk turun. Begitupun Lia, ia mendongak tepat saat Bita menatap ke arahnya. Mata mereka bertemu, membuat salah satu di antara mereka terpaku.
"Malah melamun! Baru liat bidadari yah?" goda Zifa pada Bita.
Bita tersadar, begitupun Lia. Keduanya membuang muka karena malu. "Apaan sih Zi, biasa aja kali" ketus Bita.
"Yee, salting!" ledeknya. Bita mendengus pelan. "Kenalin kak, ini Lia teman Zi"
"Bita" hanya itu. Tak ada senyuman ramah yang biasanya selalu ia berikan pada orang terdekatnya.
"L..li..a" cicit Lia nyaris tak terdengar.
Zifa menatap Bita kesal "Issh! Nggak boleh galak-galak kak!" marahnya. Bita menghela nafas pelan dan memaksakan senyumnya "Kenalin, Bita!"
Lia terdiam lalu mengangguk sebagai balasan sapaan tersebut. Pikirannya kini kosong, ia terlanjur terkejut dengan kenyataan di hadapannya. Apa pria ini tak mengenalinya? batinnya berteriak.
__ADS_1
Jangan lupa jejaknya😊