
Like, Vote dan Komentarnya jangan lupa😊
"Kenapa? Ada yang aneh?" tanya Bima dengan wajah yang ia buat sepolos mungkin.
"Zi, perasaan terakhir kita ketemuan gini kamu masih benci banget sama Bima. Tapi ini kenapa jadi lengket gini?" tanya Nara menatap Zifa bingung.
Azraf pun sama "Iya. Bahkan Zifa keliatan banget nggak ikhlas berbagi udara di satu ruangan sama Bima" tambahnya.
Sarah juga tak mau kalah "Iya. Bahkan di restoran waktu itu Kak Bima dan Kak Zifa nggak seakrab ini" gadis itu kembali mengingatkan pertemuan mereka di restoran waktu itu saat ia dan Naren kepergok oleh Bima.
"Jadi kalian nggak senang aku sama Zifa baikan?" tanya Bima. Ia kemudian menatap Zifa yang dibalas senyuman geli gadis itu "Ya udah, ayo Bim kita berantem lagi!"
Nara mendengus melihat dua orang tersebut. "Emang benar-benar keterlaluan yah kalian berdua. Balikan nggak cerita-cerita. Kalian sebenarnya nganggap kami apa sih?" omel Nara.
__ADS_1
Bima mengangkat bahunya acuh "Siapa yang balikan sih Nar! Ngaco aja kamu!" ucapan Bima sontak mendapat tatapan tajam dari semua mata yang ada di meja itu, terkecuali Zifa tentunya.
"Jadi kalian nggak balikan?" tanya Azraf melongo.
Nara menatap Zifa marah "Zi, masa kamu mau aja hubungan kalian gantung? Kalau saling suka kenapa nggak balikan aja kalian berdua?" tanyanya beruntun.
Sementara Sarah dan Naren hanya menyaksikan perdebatan mereka. Dua manusia itu hanya jadi penonton karena hubungan Bima dan Zifa yang mereka ketahui hanya garis besarnya saja. Di mana keduanya berpisah karena kesalah pahaman.
"Zi, jawab dong jangan diam aja! Kamu kok tiba-tiba jadi lembek gini sama Bima?" Nara benar-benar kesal pada dua orang tersebut. Apalagi pada Bima. Bisa-bisanya ia menggantung hubungan sahabatnya itu. Nara nggak akan semarah ini kalau memang mereka kembali menjalin hubungan, tapi kalau tanpa status siapa yang nggak kesal coba? Apalagi ia tahu bagaimana tersiksanya Zifa selama ini setelah berpisah dengan Bima.
"Jangan malu-maluin kaum cowok Bim. Masa udah gandengan gini nggak mau kembali menjalin hubungan. Kalau kayak gini mending aku lebih dukung kalian musuhan aja kayak dulu!" Azraf ikut menumpahkan kekesalannya, memotong ucapan Bima yang bermaksud menjelaskan.
Bima mendengus, ia tak menyangka respon Nara dan Azraf sampai segitunya. "Jangan potong dulu kenapa sih?"
__ADS_1
"Kenapa? Bahkan kalau perlu bukan cuma kalimat kamu yang aku potong tapi juga senjata kamu!"
Zifa, Sarah dan Naren langsung terbahak mendengar ucapan Azraf. "Sialan! Dengarin dulu kenapa sih?" kesal Bima.
"Maksud aku itu aku sama Zifa nggak perlu balikan. Toh kami saat pisah dulu nggak pernah ada kata putus! Otomatis status kami tetap pacaran dong!" akhirnya Bima mampu menjelaskan semuanya.
Empat orang yang sudah menyusun rencana itu seketika melongo. Jadi maksudnya mereka nggak balikan karena keduanya beranggapan tak pernah putus?
"Astaga! kalian berdua itu yah......ngesalin banget tau nggak!" hanya itu kalimat yang mampu Nara ucapkan karena kejutan dari pasangan itu.
"pantesan aja kalian kompak nggak datang waktu itu. Kalian berdua janjian yah?" tebak Azraf yang diangguki zifa dan Bima.
"Sekarang jelasin ke kita semua. Tanpa ada yang terlewat sedikit pun!" desak Nara. Zifa dan Bima kembali mengangguk tanpa keberatan, toh kedatangan mereka kali ini juga bermaksud menjelaskan semuanya.
__ADS_1
Maaf yah, hampir seminggu nggak up. Soalnya masih ada beberapa urusan, harap maklum😊