
Zifa tak pernah membayangkan, menjadi pacar seorang Pria dingin bernama Bima rasanya sebahagia ini. Ia ingat dulu dirinya merutuki sifat dingin dan ketus Bima, tak pernah ia sangka kalau pria itu berubah memperlakukannya begitu manis setelah mereka resmi berpacaran. Bukan sekali dua kali wajah Zifa memerah karena gombalan Bima. Iya, Bima jago menggombal. Zifa juga terkejut akan hal itu. Entah kemana image cool pria itu, dia akan selalu menyunggingkan senyumnya saat bersama Zifa. Benar-benar di luar dugaan.
Hari ini terhitung seminggu semenjak resminya hubungan mereka. Bima katanya ingin mengajaknya ke suatu tempat. Zifa penasaran, hal semanis apa lagi yang pria itu siapkan untuknya.
Tak henti-hentinya Zifa tersenyum sejak keluar dari kelasnya tadi. Bima juga sudah menghubungi orang tuanya, meminta izin untuk mengajak Zifa jalan-jalan sepulang sekolah. Juna dan Ningsih tentu saja mengizinkan, tetapi tetap memberikan wejangan akan batasan-batasan yang tak boleh mereka langgar.
"Itu mulut nggak pegal apa? Dari tadi senyum mulu perasaan" cibir Nara.
"Ternyata punya pacar sebahagia ini yah Nar" ujar Zifa membuat Nara tertawa. Ia teringat bagaimana dulu Zifa mengata-ngatai dirinya dan Azraf lebay. Namun lihat sekarang, bahkan Zifa dan Bima melebihi kelebayan mereka.
Seperti biasa, Bima sudah berada di parkiran sekolah mereka. Zifa bingung, bagaimana bisa cowok itu selalu sudah berada di tempat ketika menjemputnya pulang. Apa ia akan bolos mata pelajaran terakhir? Kalau iya, maka Zifa akan menyediakan omelan panjangnya pada Bima. Tapi memangnya dia sempat mengomeli Bima saat mereka lagi romantis-romantisnya? Jawabannya tentu saja tidak. Zifa pasti akan melupakan semuanya. Sepertinya benar kata orang, ketika orang saling jatuh cinta bersama, maka dunia seakan milik berdua. Yang lainnya hanya ngontrak.
__ADS_1
"Ayo berangkat!" Bima dengan sigap langsung memasangkan helm ke kepala sang kekasih. Azraf dan Nara hanya menggeleng melihat keromantisan keduanya. Dulunya mereka bertemu seperti Tom dan Jerry, tapi sekarang udah kayak Romeo dan Juliet saja. Tapi, semoga saja tak berakhir tragis seperti pasangan fenomenal di dunia percintaan itu.
"Kita duluan yah!" Pamit Zifa sambil melambaikan tangannya.
"Aku masih merinding loh beb, lihat perubahan Bima" ujar Nara sambil memperhetikan pasangan kekasih yang sudah menjauh itu.
Azraf terkekeh pelan. "Merinding, emangnya Bima setan"
Azraf mengangguk "iya. Kerasukan jin cinta kali" keduanya kemudian tertawa bersama.
"Kayaknya kita bakalan siap-siap ngeluarin banyak uang deh, untuk kemenangan Zifa" ucap Nara. Gadis itu kembali teringat dengan tantangan mereka pada Zifa.
__ADS_1
Azraf mengangguk setuju "Tapi, emangnya Zifa masih mau ngelanjutin tantangan konyol itu." Tanya Azraf.
Nara mengangkat bahunya "Entahlah! Nanti kita liat aja deh. Kalaupun dia nggak mau nerusin yah nggak apa-apa. Toh dia keliatannya bahagia banget"
"Iya sih! Lagiankan tantangan itu cuma rencana kita agar Zifa semakin dekat sama Bima aja" Azraf pun setuju. Ia yakin, mungkin saja Zifa juga sudah melupakan tantangan dan hadiah dari mereka.
Sementara di tempat lain, Zifa dan Bima sedang diperjalanan ke tempat yang dimaksud Bima. Bima sengaja memperlambat motornya. Selain karena ingin membuat Zifa semakin penasaran, ia juga ingin menghabiskan waktu begitu lama untuk sang pujaan hatinya itu. Sementara Zifa, ia tersenyum bahagia di boncengan Bima. Ingin sekali ia melingkarkan tangannya di perut Bima, sayangnya nasehat sang Mama dan Papanya membuat ia harus mengurungkan niatnya itu.
ingat zifa, jangan nakal. Ingat ucapan Mama Sisi sama Papa Juna😁
Oh yah, jangan lupa like, vote dan komentarnya😀 biar besok inshaa allah up lagi
__ADS_1