Sang Pengiring Pengantin 2 (Ketika Mantan Terindah Kembali)

Sang Pengiring Pengantin 2 (Ketika Mantan Terindah Kembali)
Lima Tahun Kemudian


__ADS_3

Zifa merutuk dalam hati akan tingkah Mama dan Papanya. Semenjak lulus sekolah, Zifa memilih melanjutkan kuliahnya di luar kota. Setelah lulus kuliah, ia juga memutuskan bekerja di perusahaan di kota tempatnya menimbah ilmu itu. Namun, saat ia sudah menjalani masa beberapa waktu bekerja di sana dan sebentar lagi akan naik jabatan karena kinerjanya yang bagus, orang tuanya malah menyuruhnya pulang. Mau protespun tak bisa, akhirnya Zifa memilih mengalah.


Bukan masalah ia marah pada Mama dan Papanya. Ia jelas mengerti keinginan keduanya karena ia sudah terlalu lama jauh dari mereka. Tapi memikirkan kembali mencari lowongan pekerjaan, kemudian melamar di sana dan melakukan interview dan segala macamnya membuat Zifa berdecak kesal. Ia terlalu malas kembali mengulang hal-hal seperti itu. Belum lagi ia harus kembali menyesuaikan diri dengan lingkungan dan teman-teman di kantor barunya nanti.


"Udahlah Zi, pulang aja. Lagiankan bentar lagi aku nikah. Kan enak kalau kamu udah di sini, aku jadi punya teman ngurus ***** bengek pesta pernikahanku nanti" ucap Nara saat ia selesai melakukan sesi curhat pada gadis itu.


Iya, sebentar lagi Nara akan menikah. Dengan siapa lagi kalau bukan bersama si mantan playboy unta, julukan yang Zifa sematkan dulu pada Azraf saat SMA.


"Itu mah enak di kamu doang Nar!" Cibir Zifa. Nara tertawa di seberang telepon sana. "Jangan gitu Zi. Kan nanti bakal gantian. Kalau kamu nikah, janji deh bakal aku bantuin juga"


Zifa hanya mendengus pelan. Memangnya dia mau nikah sama siapa? Jangankan pacar, gebetan aja dia nggak punya. Kadang Zifa ngenes sendiri memikirkan kejombloannya.

__ADS_1


"Ckk, kenapa jadi ke pernikahan sih bahasannya? percuma curhat sama kamu Nar"


"Hehehe, okey kita kembali ke topik. mau gimana lagi, Zi. Menurut aku, tindakan Tante Sisi sama Om Juna itu udah tepat. Memangnya mau sampai kapan kamu tinggal di kota orang? Dan kamu mikir nggak selama ini, kedua orang tua kamu pasti sangat kesepian saat kamu tinggal. Atau kamu lupa kalau posisi kamu adalah anak tunggal?"


Ucapan Nara seakan menyadarkannya. Benar, kenapa selama ini ia tidak berpikir kesana. Apa iya Mama dan Papanya selalu kesepian. Walau bagaimanapun juga, hanya ialah yang sering meramaikan rumah itu. Hatinya seketika merasa bersalah. Sepertinya saat pulang, Zifa harus berlutut meminta maaf pada kedua orang tuanya itu.


"Lagian yah Zi, masalah melamar pekerjaan dan sebagainya, kalau kamu nggak mau repot, kenapa nggak langsung kerja di perusahaan keluarga kamu aja? Kan kamu satu-satunya penerus"


"Aku belum siap Nar kalau masalah itu. Aku juga sengaja bekerja di tempat lain biar bisa belajar banyak untuk persiapan kepemimpinanku nanti" jelas Zifa.


Zifa terdiam. Benar juga apa yang dikatakan Nara. "Nar, kok kamu jadi pintar yah. Apa gara-gara nggak lama lagi bakal nikah?" Candanya.

__ADS_1


Nara berdecak kesal di seberang sana. "Ckk, orang serius juga. Eh, tapi benar juga sih. Mungkin efek itu kali"


Zifa tertawa pelan sampai ucapan Nara seketika menghentikan tawanya. "Makanya Zi, cari pacar sana. Atau sekalian cari calon suami, biar kamu bisa bijak mendadak kaya aku. Jangan cuma mentok di masa lalu terus"


"Apaan sih, siapa juga yang mentok di masa lalu" bantah Zifa tak terima. Enak aja? Zifa yang cantik gini mikirin masa lalu. Rugi besar tau nggak.


"Kalau gitu kenapa sampai sekarang kamu belum punya pacar? Gebetan aja enggak ada kan?" Cecar Nara.


Zifa sejujurnya terlalu malas membahas masalah ini. Nggak punya pasangan bukan berarti belum move on kan? Zifa hanya merasa rugi jika waktunya terbuang sia-sia lagi hanya untuk hal menye-menye yang bernama cinta.


"Kita udah sering bahas ini loh Nar. Sekali lagi kamu nyinggung masalah ini, aku nggak bakalan pulang bahkan saat pernikahan kamu sekalipun" Ancaman Zifa akhirnya membuat Nara seketika menyerah. Padahal ia hanya ingin menggoda sahabatnya itu, tapi Zifa begitu sensitif jika  sudah mengarah ke kehidupan percintaannya.

__ADS_1


Kita lompat jaauh guys! Kenapa? kan emang dari awal cerita ini menceritakan tentang si mantan pacar yang kembalu bertemu Zifa.


Dan, aku juga selalu berharap like, vote dan komentar dari kalian agar aku makin semangat upnya😊


__ADS_2