
Suara Juna dan Bima bersahutan saat menjalani akad nikah terdengar. Zifa yang berada di dalam kamar tiba-tiba menjadi gelisah. Keringat mengucur hampir di seluruh tubuhnya, tangannya juga menjadi dingin. Kenapa ia bisa segugup ini? pikirnya. Padahal yang mengucapkan Lafadz saat prosesi ijab Qabul kan bukan dia. Bahkan Nara tak berhenti tertawa sambil melap keringat di wajah Zifa dengan tisu.
"Ya Allah, Zi! Kenapa bisa kamu segugup ini sih? Harusnya kan pihak pria yang gugup. Dengar, Bima aja ngucapin Ijab Qabulnya dengan mantap tuh, nggak kedengaran gugup" ujar Nara sambil tertawa. Ia benar-benar tak habis pikir dengan sahabatnya ini. Seingat Nara, saat pernikahannya ia tak sampai seperti ini.
"Aku juga nggak tahu kenapa. Issh, bahkan aku benci diri aku sendiri saat ini" gerutu Zifa membuat tawa Nara kembali pecah.
"Udah ah! Tenang yah. Tarik nafas, tahan....." Nara melirik Zifa yang mengikuti instruksinya. "Tahan lagi, tunggu sampai besok" tambahnya.
Zifa mendelik saat menyadari Nara mengerjainya, namun gadis itu juga ikut tertawa karena bisa-bisanya ia termakan jebakan Nara.
"Nah, gitu dong, ketawa! Udah nggak gugup lagikan?" tanya Nara.
Zifa tersenyum dan menggeleng "Udah enggak. Makasih yah, seenggaknya dengan intruksi bodoh kamu itu kegugupan aku hilang begitu saja"
Nara mengangguk. Ia kemudian langsung memeluk Zifa. Ia benar-benar tak menyangka, akhirnya kisah cinta Zifa dan Bima yang manis namun penuh drama akhirnya berujung di pelaminan juga. Meski terpisah bertahun-tahun, namun yang namanya jodoh pasti tetap akan bersatu.
"Akhirnya kita jadi iparan" ujar Nara yang diangguki Zifa.
Ketukan di pintu membuat pelukan keduanya terlepas. Ningsih masuk bersama Wita dan Widya. Ketiga wanita itu mendekat.
__ADS_1
"Kamu cantik banget sayang!" ujar Widya takjub melihat wajah sang menantu yang berkali-kali lebih cantik dari biasanya.
"Iyalah, siapa dulu yang rias!" ujar seorang wanita yang baru memasuki kamar Zifa. Dia Lila, sepupu Mamanya Zifa. Wanita itu jugalah yang dulu merias Mamanya saat menikah.
"Iya, iya. Tangan perias terhandal mah nggak bisa diragukan lagi" celetuk Widya. Mereka memang sudah saling mengenal, tepatnya saat Ningsih memperkenalkan jasa make up yang akan mereka pakai di pernikahan Zifa.
"Ayo kita turun ke bawah! Temui suami kamu" ujar Ningsih sambil membimbing Zifa berdiri dari kursi yang berada di depan meja rias.
"Iya. Kasihan pangeran berkudanya kalau nunggunya kelamaan. Entar kudanya ngamuk dan malah bawa pangerannya kabur" ledek Wita. Ia sengaja mengucapkan hal seperti itu karena melihat mata sahabatnya mulai berkaca-kaca. Wita mengerti, pasti berat bagi semua orang tua untuk melepas sang anak saat dipersunting seorang pria. Namun ia tak ingin melihat kesedihan di mata sahabatnya itu di hari bahagia seperti ini.
Semuanya kemudian turun ke bawah, menemui para tamu dan juga pengantin pria yang sudah menunggu.
Bima pun tak kalah, pria itu bahkan sudah senyum-senyum sendiri di tempatnya. Melupakan bahwa, ia dan Zifa belum benar-benar berbaikan hingga saat ini.
Zifa menautkan alisnya bingung karena Bima masih tak bergeming padahal ia sudah duduk di samping pria itu, Bima masih menatapnya sambil tersenyum membuatnya malu karena digoda beberapa orang di belakangnya.
"Bim!" panggilnya pelan guna menyadarkan Bima.
"Bima, Issh!" suaranya sedikit kuat Karena Bima masih tetap diam menatapnya.
__ADS_1
Bima gelagapan membuat para tamu tertawa karena tingkahnya.
"Papi tahu kalian sudah sah, tapi pandang-pandangannya nanti aja yah" ujar Agung sambil menggeleng pelan karena kelakuan Putranya yang begitu absurd menurutnya.
"Benar. Zifa, kamu cium tangan suami, kamu juga Bima" suruh Juna.
Zifa menurut, saat giliran Bima ia menatap ke arah Papi dan Papa mertuanya. "Kalau Bima ciumnya di mana?"
Juna dan Agung sontak berdecak pelan. "Yah di keninglah, masa di bibir" ucap Agung tanpa saringan. Wajah Zifa langsung memerah mendengar ucapan mertuanya itu.
"Emang kenapa? Kan udah halal" Balas Bima.
Zifa mendelik "Diam deh Bim, aku malu tau" bisik Zifa, Bima tertawa kecil. Pria itu kemudian langsung meraih kepala Zifa, membaca doa di ubun-ubun gadis yang sudah resmi menjadi pasangan halalnya itu lalu beralih mencium keningnya. Semua yang menyaksikan itu ikut terbawa suasana, pasangan baru tersebut terlihat sangat manis. Apalagi perlakuan Bima pada Zifa yang bisa membuat baper siapa saja yang melihatnya.
Maaf yah, kalau kurang feel-nya😓
Soalnya belum pernah ngerasain sendiri di posisi Zifa😂😅
Jangan lupa dukungannya☺️
__ADS_1