Sang Pengiring Pengantin 2 (Ketika Mantan Terindah Kembali)

Sang Pengiring Pengantin 2 (Ketika Mantan Terindah Kembali)
Dilema


__ADS_3

Zifa memasuki kelasnya dengan menahan rasa kantuk. Ia semalam tak mampu memejamkan matanya karena memikirkan Bima. Ia benar-benar penasaran dengan jalan pikiran cowok itu. Apa iya dia benar-benar menyukai Zifa dan mengerti akan Zifa? Jalan pikiran Bima terlalu membingungkan baginya.


"Melamun aja pagi-pagi" Suara Nara menarik gadis itu dari lamunannya. Ia menoleh, mendapati Nara yang berdiri di sampingnya sambil menatapnya bingung.


Zifa tersadar kalau dirinya masih berdiri di dekat bangkunya sendiri. Buru-buru ia duduk, bisa-bisanya ia pagi-pagi gini melamunkan Bima.


"Yah, dia malah diam" sindir Nara, namun tak dipedulikan Zifa.


"Aku lagi bingung Nar" jawabnya.


"Bingung kenapa? Lah, ini mata kamu kenapa menghitam? kamu begadang?" cecar Nara saat ia memperhatikan wajah Zifa lebih dekat.


"Satu-satu Nar!" dengus Zifa.


"Oke. Kamu bingung kenapa?" tanya Nara.


"Bima nembak ak....."


"APA?! KAN UDAH AKU BILANG KAL....AU! AU! Ih, jangan nyubit Zi" ringis Nara saat Zifa mencubit lengannya karena jengkel.


"Nar, volume toanya bisa dikurangin nggak?" peringat Zifa.


Nara menyengir dan mengatupkan ke dua tangannya untuk meminta maaf. "Sorry Zi! Habis aku terkejut banget. Emang sih, dia keliatan banget suka kamu. Tapi aku pikir nggak bakalan secepat ini ngungkapinnya. Sahabat aku emang luar biasa banget yah, bisa bikin si es batu langsung lebur gitu" cerocosnya.

__ADS_1


Zifa menggeleng pelan. Lebur? emang Bima apaan.


"Terus gimana? kamu jawab apa?" Tanya Nara penasaran.


"Ckk! nggak tau" kesal Zifa.


Nara melongo. "Hah? kok nggak tau"


"Issh! Pokoknya yah, tuh cowok ngesalin parah, sumpah! Akhhh" Nara menatap ngeri pada Zifa yang bertingkah seperti orang setres.


"Jadi mata panda kamu penyebabnya juga itu?"


Zifa mengangguk, membuat Nara menghela nafasnya pelan.


.................................................


Saat ini Zifa, Nara dan Azraf tengah duduk di kantin. Azraf mengode Nara melalui mata karena penasaran akan Zifa yang mendadak jadi pendiam. Bahkan gadis itu tak melayangkan tatapan atau ucapan sinisnya pada Azraf.


"lagi dilema dia" jawab Nara yang mengertu akan rasa penasaran kekasihnya.


"dilema kenapa?" Azraf menelan ludahnya saat Zifa menatapnya datar. Sepertinya gadis itu baru menyadari kedatangan Azraf. Padahal Azraf sudah di sini sejak tadi.


Azraf menghela nafas legah saat Zifa kembali melanjutkan makannya. "Nggak tau. Tanya sama sepupu kamu gih"

__ADS_1


Azraf semakin bingung, namun ia tak berani bertanya lagi. Bisa-bisa ia menjadi santapan Singa siang ini juga. Biarlah nanti ia akan bertanya pada Bima.


Dentingan pesan masuk membuat mereka menatap Zifa, karena ponsel gadis itulah yang berbunyi.


Jangan lupa makan


Zifa mengumpat pelan saat membaca pesan itu. Bisa-bisanya cowok itu kembali menambah kebingungannya.


"Zi? Kamu baik-baik saja?" tanya Nara saat melihat wajah Zifa memerah. Entah karena marah atau blushing hanya Zifa sendiri yang tahu.


"Hmm"


Nara berdecak kesal mendengar jawaban Zifa. "Zi, ayolah! nggak usah ngikutin gaya bicara Bima juga kali. Kamu itu manusia paling cerewet, bawel, pemarah yang aku kenal! Jadi jangan bertingkah jadi pendiam begini deh" marah Nara.


"Bodo amat Nar" balas Zifa acuh.


Nara mengelus dadanya, mengingatkan dirinya untuk sabar menghadapi Zifa mode baru itu.


"Yang, pokoknya kamu harus mencari tahu perasaan Bima yang sebenarnya. Aku setres ngeliat sahabat aku jadi kayak gini! Suruh juga tuh si Bima meyakinkan Zifa kalau dia benar-benar serius. Bukannya malah diam kayak nggak terjadi apa-apa!"


Azraf hanya mampu pasrah saat dia yang menjadi sasaran sang kekasih. Untung Azraf anak baik dan penyabar.


Like, vote dan komentarnya jangan lupa😊

__ADS_1


__ADS_2