Sang Pengiring Pengantin 2 (Ketika Mantan Terindah Kembali)

Sang Pengiring Pengantin 2 (Ketika Mantan Terindah Kembali)
Klakson


__ADS_3

Zifa berjalan dengan buru-buru saat jam pulang kantor telah tiba. Ia benar-benar sudah tak sabar ingin bertemu Bita.


Zifa mengedarkan pandangannya saat sampai di halaman kantor. Ia menghela nafas kasar saat tak mendapati orang yang ia cari. Zifa seketika menunduk lesu, ia yakin kalau Bita kembali tak bisa bertemu dengannya lagi.


Zifa berjalan dengan langkah malas menuju gerbang. Gadis itu berencana memesan Taksi karena ia sengaja tak membawa Mobilnya tadi pagi. Saat melihat sebuah kaleng minuman di depannya, Zifa mempunyai ide untuk melampiaskan kekesalannya pada kaleng minuman itu tanpa berpikir ia berada di mana saat ini.


'DDUUKK!!'


"Au!" terdengar suara ringisan membuat Zifa tersadar. Ia memukul jidatnya pelan karena tak menyadari saat ini ia masih berada di area kantor. Ia mengedarkan pandangannya mencari sumber suara tadi. Matanya memicing saat melihat seseorang yang berdiri membelakanginya sambil mengusap kepalanya yang Zifa yakini terasa sakit karena ulahnya tadi.


"Astaga Zifa, kenapa bisa seceroboh ini sih?" gumamnya pada dirinya sendiri.


Ia buru-buru mendekati orang tersebut. Lagipula, Zifa tadi tidak melihat keberadaan orang itu di sana. Atau mungkin karena ia kesal makanya tak sadar akan sekitar.


Dengan ragu Zifa menepuk pundak pria yang masih mengelus kepalanya itu. "P..Pak, Sa...say minta maaf. Saya nggak sengaja tadi" cicitnya pelan.


Pria yang menjadi korbannya tadi berbalik dengan wajah kesal, siap menyemburnya dengan amarah mungkin?! Namun wajahnya seketika berubah saat memperhatikan kembali Zifa dengan teliti.

__ADS_1


"Ll..Loh, Kak Bita?" Pekik Zifa tak menyangka.


Bita pun terlihat tak percaya kalau yang di depannya itu adalah Zifa, sepupunya yang dulu sangat manja dan jahil itu. Gadis itu kini sudah terlihat dewasa, meski kesan imutnya tetap ada.


"Kamu Zifa? Benaran Zifa?"


Zifa mengangguk, keduanya kemudian berpelukan tak sadar di mana mereka berada.


"Aku pikir Kakak nggak bakal jemput aku lagi tadi!" sungut Zifa. Mata gadis itu bahkan sudah berkaca-kaca.


Bita menggeleng pelan "Ya nggak mungkinlah Kakak ingkar janji lagi. Semalam Kakak benar-benar minta maaf yah!" ujar Bita dengan wajah menyesal.


Bita tersadar kalau ia tadi akan memarahi si pelaku yang membuat kepalanya sakit. "Iya yah, padahal aku tadi mau marahin orang yang membuat kepalaku berdenyut gini. Tapi nggak apa-apa deh kalau kamu nganggap itu sebagai penebusan kesalahan Kakak semalam!" Zifa tertawa mendengar ucapan Bita.


Zifa tak bisa membayangkan jika korbannya tadi bukan Bita, pasti Zifa akan dimintai pertanggung jawaban entah dalam bentuk apa. Bisa-bisa ia kerepotan, untung saja itu sepupunya dan sepupunya itu tentu dengan ikhlas akan memaafkannya begitu saja.


"Hahahaha, thank you Kak atas pengertiannya!" ucapnya sambil kembali memeluk Bita.

__ADS_1


"sama-sa..."


PIIIIIIIPPPP!!!!!


PIP!PIIPPPP!!!!


Suara klakson yang memekakan telinga itu menyadarkan keduanya di mana mereka sekarang. Zifa buru-buru melepas pelukannya dan mengajak Bita untuk segera pulang. Meski mereka tak menghalagi jalan orang yang lewat, pasti ada beberapa orang yang akan terganggu melihat interaksinya dengan Bita karena mereka tak tahu hubungan keduanya.


Zifa berbalik sebentar untuk melihat si pelaku pembunyi klakson tadi untuk meminta maaf. Namun matanya membulat saat mendapati Bima yang kini sudah berada di samping mobilnya. Ternyata Bimalah pelakunya. Pria itu kini menatap Zifa dengan tatapan tajamnya. Zifa meringis dalam hati, pasti besok ia akan mendengar kembali omelan pedas milik Bosnya itu.


Aku up lagi loh, aku makin semangat karena kalian banyak ngasih aku semangat. Jadi, like vote dan komentarnya tetap jangan lupa yah.



Ini dia, Bita. Ganteng nggak?


Oh yah, siapa di sini yang ngira Bita perempuan? wkwkwkwk😂 Pasti belum baca Sang Pengiring pengantin 1 yah, makanya bingung? Tapi nggak apa-apa walau nggak baca karena meski berkaitan tokohnya, tapi alurnya sama sekali nggak berkaitan kok.

__ADS_1


Oh yah, hanya mau bilang. Sang pengiring pengantin 1 Itu menceritakan kisah cinta para orang tua. Juna-Ningsih, Wita-Noval, Tania-Bimo juga ada. Jadi kalau penasaran silahkan mampir😊


__ADS_2