
Pagi ini, Zifa sudah siap dengan setelan kerjanya. Sesuai dengan yang dikatakan wanita kemarin, ia akan mulai dibimbing untuk posisi sekertaris selama dua minggu kedepan oleh orang yang dipercayakan Bos mereka.
Saat Zifa sudah sampai di lobi kantor Lion Corp, seorang pria menghampiri Zifa. Pria itu memperkenalkan dirinya sebagai orang yang akan membimbing Zifa.
"Nama saya Rey. Saya orang yang dipercayakan Pak Bos untuk membantu dan membimbing kamu tentang pekerjaan kamu selama dua minggu ke depan. Kebetulan Pak Bos sedang ada urusan di luar kota, dia berharap kamu sudah bisa melakukan tugasmu tanpa kesalahan saat ia kembali nanti" jelas Rey panjang lebar sambil melangkah menuju lift yang membawa mereka ke ruangan Direktur Lion Corp.
"Jadi maksud Bapak, saya akan dilatih tanpa kehadiran Pak Direktur? begitu? Lalu bagaimana saya akan mengerti tentang mengatur jadwal dan segala macamnya kalau Pak Direkturnya nggak ada di sini?" tany Zifa.
"Kamu tenang saja. Untuk latihannya, kamu akan mulai mengatur jadwal saya. Karena selama Pak Bos pergi, saya yang dipercayakan untuk mengurus masalah perusahaan di sini" ujar Rey memberi tahu. Zifa mengangguk mengerti. ia berpikir, pasti Rey bukan sembarang orang juga. Mengingat pria itu benar-benar dipercayai oleh Bos Mereka.
Setelah mereka sampai di ruangan yang dituju, Rey menunjukkan meja milik Zifa yang berada tepat di depan pintu ruangan tersebut.
"Ini ruangan Pak Bos, dan ini meja Bu Zifa" ujar Rey.
Rey kemudian meminta Zifa menunggunya di situ, sedangkan ia masuk ke dalam ruangan sana. Tak berapa lama, Rey keluar sambil membawa beberapa berkas di tangannya. Ia kemudian menjelaskan pada Zifa yang dibalas anggukan tanda mengerti gadis itu.
.........
__ADS_1
"Aku dengar dari Om Juna kamu udah keterima di Lion Corp yah? Terus gimana kerja di sana? kamu udah mulai masuk hari inikan?" Tanya Nara beruntun melalui Via telepon.
"Iya. lumayan melelahkan sih. Apalagi masih banyak banget yang harus aku pelajari" jelas Zifa.
"Emang gimana ceritanya kamu bisa keterima di bagian Sekertaris? Aku masih nggak ngerti deh pas Om Juna bilang kamu diterima di posisi itu"
Zifaa menghela nafas pelan. Ia juga masih bingung. Menurutnya, penjelasan wanita yang kemarin itu belum terlalu bisa diterima otaknya. Meskipun masuk akal, namun menurut Zifa aneh saja. Bukankah Direktur perusahaan sebesar Lion Corp harusnya mempunyai Sekertaris yang handal dan sudah berpengalaman?
"Ya aku juga masih bingung, Tapi mau gimana lagi. Lagian, gajinya lumayan sih. Lebih dari cukup malah"
"Ya udah deh. Selamat kalau gitu. Semoga betah kerja di sana. Dan semoga cepat menemukan jodoh biar hati kamu nggak nyesek tiap hari bertatapan sama mantan"
"Eh, Emm....maksud aku siapa tau aja kan kalian bakal ketemu nanti. Apalagi dia kan udah di Indonesia, satu kota lagi sama kita. Gitu"
"Terserah deh Nar. Lagian, mau ketemu juga bodoh amat Nar. Aku udah nggak peduli, toh kita punya kehidupan yang membahagiakan masing-masing sekarang. Itukan hanya cinta remaja labil"
Nara hanya diam. Meski Zifa mengeluarkan kata seperti itu, ia yakin gadis itu hanya menutupi hatinya yang masih menyimpan luka saja.
__ADS_1
"Udah dulu ya Nar. Lagian, kamu lagi di tempat bulan madu malah hubungin aku!" ujar Zifa terkekeh geli.
"Ya habisnya aku kangen. Kalau aja bisa, aku pengen ngajak kamu ikut tahu Zi"
Zifa kembali tertawa mendengar ucapan konyol Nara. "Dasar! Udah ah, kasian si Mantan Playboy Unta, pasti udah nungguin dari tadi. Oh ya, jangan lupa oleh-olehnya yah kalau pulang nanti"
"Kamu minta oleh-oleh apa?" tanya Nara.
"Nggak perlu yang susah-susah. Oleh-oleh ponakan aja Nar, aku pasti bakal bahagia banget" goda Zifa.
"Wahai anak Muda! Kamu pikir nyetaknya itu nggak susah? Udah ah, sampai ketemu nanti!"
"Hahahaha. Oke Nar, Assalaamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalaam".
Maaf, baru upðŸ˜
__ADS_1
like, vote dan komentrnya jangan lupa😊 Inshaa Allah sebentar up satu bab lagi.