Sang Pengiring Pengantin 2 (Ketika Mantan Terindah Kembali)

Sang Pengiring Pengantin 2 (Ketika Mantan Terindah Kembali)
Aura Mencekam


__ADS_3

Saat Zifa, Nara dan Azraf bersiap di meja makan, suara salam dan ketukan pintu membuat mereka menjeda sejenak rencana makan mereka. Azraf berdiri untuk membukakan pintu, penasaran siapa tamu yang datang sepagi ini. Perasaan mereka tak mengundang orang lain selain Zifa, karena itu yang diminta gadis itu pada Nara kemarin.


Setelah beberapa menit, Azraf kembali ke meja makan dengan diikuti dua orang di belakangnya. Zifa yang melihat itu segera mengalihkan tatapannya pada Nara dengan tajam. Nara menggeleng pelan tanda ia tak tahu.


"Eh, kalian berdua datang juga?!" Ujar Nara berbasa-basi pada Bima dan Sarah yang baru datang.


"Iya Kak. Oh yah, Mama nitip ini. Katanya cemilan untuk kita saat bersih-bersih nanti" Sarah meletakkan sesuatu yang dibawanya di atas meja.


Zifa menarik kesimpulan kalau Sarah ternyata begitu dekat dengan keluarga Bima dan Azraf. Bahkan dengan Nara pun ia sama sekali tak terlihat canggung. Pasti mereka sangat akrab, pikirnya.


"Ya ampun! Bilangin sama Mama makasih yah nanti pas kamu pulang" ujar Nara. Sarah mengangguk. Matanya kemudian tertuju pada Zifa yang ada di samping Nara.


"Kamu juga ada di sini? Kamu Zifakan?" Tanyanya memastikan.

__ADS_1


"Iya. Aku ngajak Zifa ke sini. Jadi kalian udah saling kenal?" Jawab Nara sekaligus mengajukan pertanyaan pada Zifa dan Sarah.


"Iya. Waktu pesta kamu" jawab Zifa sedikit malas.


Menurut Zifa Bima selalu saja muncul di mana-mana. Ia teringat saat dirinya dan Bita berada di Restoran tempo hari. Sebenarnya setelah pulang dari tempat itu mereka akan jalan-jalan, sayangnya Bima dengan tak pekanya malah duduk berlama-lama di sana sehingga Bita tak enak untuk berpamitan. Bima pun sama sekali tak berniat meninggalkan mereka. Alhasil acara jalan-jalan mereka batal karena ternyata hari sudah larut.


Dan sekarang, cowok itu lagi-lagi muncul di sini. Padahal Zifa ingin bercerita tentang kearoganan pria itu pada Nara. Sayang banget dia malah di sini, otomatis niat curhatan Zifa bakalan batal.


"Kalian sudah sarapan?" Tanya Azraf. Ia memperhatikan raut wajah Zifa. Sejujurnya ia merasa bersalah pada gadis itu karena semalam ia ikut berjanji bersama sang istri jika tak ada orang lain selain mereka, tapi ia benar-benar tak tahu kalau Bima akan datang ke mari bersama Sarah.


"Ya sudah, ayo kita makan bersama. Sayang, ambilkan peralatan makan untuk mereka"


Nara berdiri menyiapkan peralatan makan untuk Sarah dan Bima, sedangkan Zifa mendadak jadi pendiam.

__ADS_1


"Kalian kok pada diam?" Tanya Sarah penasaran saat di meja makan hanya diisi dengan keheningan.


"Emm, nggak baik berbicara di meja makan" dalih Azraf. Dia yakin kalau Sarah tak tahu menahu akan masalah Bima dan Zifa.


Setelah selesai makan, ke lima orang tersebut langsung bekerja merapikan rumah baru pasangan Nara dan Azraf itu. Sarah, gadis itu merasa gelisah sendiri di tempatnya. Entah mengapa ia seolah merasakan aura mencekam di rumah Azraf dan Nara. Ia tidak tahu aura itu entah berasal dari mahluk halus penghuni rumah ini atau dari para mahluk kasat mata di depannya ini.


"Kamu kenapa Sarah?" tanya Bima sambil mendekati Sarah yang tengah menata bunga ke dalam vas. Zifa tentu mendengarnya, dan ia menangkap kekhawatiran di dalam nada bicara datar itu.


Sarah menggeleng "Kak Azraf!" Panggilnya pada Azraf yang tengah menggantung foto pernikahan mereka di dinding. Azraf menoleh, menghentikan sejenak kegiatannya. "Kakak yakin bakal tinggal di rumah ini?" Tanya Sarah sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru rumah.


"Iyalah! Emang kenapa?"


"Kok aku ngerasa aura di sini semenjak tadi mencekam banget yah? Apa jangan-jangan di sini ada mahluk halus yah? Bahkan bulu kuduk aku merinding"

__ADS_1


Nara dan Azraf saling pandang dan menutup mulut menahan tawa. Bukan cuma Sarah yang merasakan hal tersebut, tapi mereka berdua juga merasakannya semenjak kedatangan Bima dan Sarah tadi. Mereka jelas tahu itu bukan berasal dari mahluk halus. Tapi berasal dari dua orang yang pernah menjalin kasih di masa lalu.


Like, vote dan komentarnya jangan lupa😊


__ADS_2