
Zifa membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Ia merasa sedikit lelah. Beberapa hari ini ia memang ikut menyibukkan diri di pesta pernikahan Nara. Bahkan ia sudah menginap di sana tiga hari sebelum hari H. Dan tadi, dia baru saja pulang dari sana berhubung pesta sahabatnya itu sudah berakhir kemarin.
Zifa tiba-tiba teringat dengan lamarannya di perusahaan Lion Corp, kenapa sampai sekarang belum ada konfirmasi lebih dari perusahaan itu? Apa dia nggak keterima di sana? Ah, pasti sangat banyak orang-orang yang lebih berpotensi darinya yang juga mengincar kedudukan itu mengingat perusahaan tersebut adalah perusahaan yang lumayan terkenal.
Zifa menghela nafas pelan, sepertinya besok dia harus kembali mencari lowongan pekerjaan di perusahaan lain. Ah, sebenarnya Zifa sudah berharap banyak di perusahaan itu. Menurut Zifa, jika Papanya yang merekomendasikan, pasti pandangan Papanya tentang perusahaan itu sangatlah bagus.
Pagi ini, Zifa menuruni anak tangga dengan malas. Ia merasa, waktu tiga minggu lebih sudah sangat lama untuk berstatus menjadi seorang pengangguran.
"Anak gadis Mama, baru bangun bukannya mandi malah langsung turun makan" goda Ningsih pada sang anak.
Zifa hanya menyengir saja kemudian langsung mengambil tempat untuk duduk. "Asal Zifa udah cuci muka sama sikat gigi Ma" balas Zifa.
"Tapi tetap aja itu belum mandi namanya" Zifa kemudian tertawa kecil mendengar ucapan Mamanya.
__ADS_1
Tak berapa lama, Juna bergabung bersama dua perempuan terpenting di dalam hidupnya itu.
Selesai sarapan, mereka belum ada yang beranjak dari sana. "Gimana lamaran kamu di Lion Corp?" tanya Juna menyinggung tentang lamaran kerja Zifa dua minggu lalu.
"Sampai sekarang belum ada dikabari lebih Pa. Mungkin Zi nggak keterima kali" jawab Zifa sedikit lesu.
"Jangan pesimis gitu dong. Papa yakin kamu pasti bakal diterima. Ipk kamu kan tinggi, terus pengalaman kerja kamu juga cukup bagus untuk dipertimbangkan"
"Tapi tetap aja Pa. Pasti perusahaan itu banyak yang ngincar. Zi yakin, saingan Zi pasti banyak juga yang lebih baik dari Zi"
Setelah makan dan mengobrol sebentar dengan sang Papa, ia kemudian kembali ke kamarnya berniat untuk mandi. Saat akan melangkah ke kamar mandi, deringan di ponselnya membuat ia urung. Zifa memilih mengangkat terlebih dahulu panggilan tersebut. 'Nomor baru? siapa? Apa orang iseng?' batin Zifa saat melihat nomor yang menghubunginya.
"Halo"
__ADS_1
"Halo, selamat siang!"
"Si..ssiang!" balas Zifa sedikit kebingungan.
"saya dari pihak perusahaan Lion Corp, ingin mengabarkan pada ibu terkait lamaran pekerjaan Ibu di perusahaan kami, kalau Ibu diterima bekerja di perusahaan ini. Besok pagi jam sembilan Ibu silahkan datang ke Perusahaan untuk melakukan wawancara kerja"
Rasanya Zifa ingin sujud syukur seketika. Ternyata ia bisa masuk di sana meskipun harus menunggu lama.
"Iya. iya, Mbak. Baik, besok saya akan ke sana"
Buru-buru Zifa menjawab ucapan Mbak-mbak yang menghubunginya tersebut.
Setelah menyelesaikan obrolan dengan si Mbak tadi, Zifa melangkah ke kamar mandi dengan bersenandung. Aah, akhirnya. Masa penganggurannya akan segera berakhir.
__ADS_1
Sepertinya setelah ini Zifa akan mengabarkan pada Nara. Tapi, ah sudahlah! Zifa tak ingin mengganggu Nara dulu. Ini kan masih masa-masa pengantin baru bagi Nara dan Azraf. Nantilah ia akan mengabarkan Nara.
Ingat, like vote dan komentarnya jangan lupa😊