
Zifa kini tengah menikmati makan siang bersama Wika di kantin kantor. Mumpung tak ada meeting dengan klien di saat jam makan siang, Zifa memanfaatkannya untuk bertemu dengan teman barunya itu.
"Eh Zi, kamu dengar nggak gosip yang lagi panas-panasnya sekarang tentang si Pak Bos" tanya Wika.
Zifa menggeleng "Emang gosip apaan?" Zifa malah bertanya balik. Wika mendekatkan jaraknya dengan Zifa "ada karyawan yang sempat memergoki Pak Bos sedang bersama wanita di sebuah Cafe dua malam yang lalu" bisik Wika.
"Pacarnya kali" ujar Zifa membuat Wika menatapnya penasaran. "Emang Pak Bos udah punya pacar? Kamu kenal sama pacarnya?"
Zifa menggeleng pelan. "Mana aku tahu. Tapi kayaknya ada satu orang yang keliatan akrab banget sama dia. Nggak tahu juga hubungan mereka apa" ujarnya pelan.
Wika makin penasaran "Oh yah? Siapa?" tanya Wika.
"Miss Nadin. Bahkan sepertinya ia udah sering banget ke sini"
Wika seketika menatap Zifa datar. Ia kembali duduk memberi jarak antara dirinya dan Zifa membuat gadis itu heran akan respon Wika.
__ADS_1
"Kenapa? Kok ekspresi kamu kayak gitu?" tanya Zifa.
Wika menghela nafas pelan. "Ya iyalah Zifa Miss Nadin emang sering ke sini. Orang suaminya kerja di sini"
"Oh, jadi mereka berdua udah nikah? Dan gosip itu berarti mengarah pada perselingkuhan Pak Bos dong?" tebak Zifa dengan mata melotot. Ia tak habis pikir Bima seplayboy itu sampai-sampai menduakan istrinya. Padahal kalau di lihat-lihat, apa kurangnya Miss Nadin coba?
"ngaco kamu Zi! Suaminya bukan Pak Bima, tapi Pak Rey!" ujar Wika gemas.
Zifa kembali melotot "Pak Rey? Jadi..."
Zifa menggeleng tak percaya, orang dia lihat sendiri Bima dekat dengan wanita yang bernama Sarah saat di pesta pernikahan Nara dan Azraf. Wanita itu adalah orang yang sama, yang Zifa dapati bersama Bima saat ia pergi ke Sekolah Bima dulu. Mungkin Karyawan kantornya saja yang tak tahu.
Tapi Zifa memilih diam. Kalau dia mengatakan pada Wika, bisa-bisa gadis itu akan bertanya banyak padanya. Zifa malas membahas tentang Bima, bisa-bisa pembahasan mereka akan merembet ke masa lalu lagi.
"Emang di Cafe mana karyawan itu mendapati Pak Bos lagi kencan?" tanya Zifa.
__ADS_1
"Vanesia Cafe"
Jawaban Wika membuat Zifa terdiam berpikir. 'dua malam yang lalu', 'Vanesia Cafe' Ah, sepertinya Zifa harus memastikan terlebih dahulu. "Jam berapa?"
"Jam setengah sembilanan kayaknya kata si Tri, dia yang melihat Pak Bos waktu itu"
Zifa berdehem pelan. Benar Bima ada di sana bersama seorang wanita, tapi tentu saja itu bukan kencan. Kenapa Zifa tahu? karena Zifa sendirilah orangnya. Ingat saat ia minta diturunkan di jalan dan memilih memasuki cafe di dekat situ? Iya, itu Vanesia Cafe nama tempatnya.
"Apa....apa Dia liat wajah perempuan itu?" tanya Zifa sedikit gelisah. Jangan sampai mereka tahu itu dia, bisa-bisa ia menjadi bahan gosip satu kantor.
"Enggak, soalnya perempuan itu posisinya membelakangi Tri. Hanya wajah Pak Bos saja yang ia lihat. Bahkan kata Tri, saat pulang Pak Bos terlihat mengejar wanita itu yang sepertinya lagi ngambek"
Zifa melotot. Ngambek? Astaga! Dasar penggosip bodoh! Bisa-bisanya ia menggosipkan hal yang sama sekali nggak benar.
"Zi? Kok melotot? Kamu nggak percaya pasti yah kalau Pak Bos bertingkah seperti itu? Mengejar wanitanya yang sedang ngambek, pasti manis banget tuh! Andai aja perempuan itu aku, pasti senang banget!" Zifa mendengus malas saat Wika menyalah artikan responnya. Tapi biarlah, asal mereka nggak tahu aja kalau perempuan itu adalah Zifa. Lagipula, ia dan Bima kan tidak berkencan waktu itu. Semoga aja si Tri Tri itu tidak mengenali ciri-cirinya.
__ADS_1
hari ini Dua kali up. Jadi dukungannya juga jangan lupa yah😊