
Bima menghela nafas kasar sambil membaringkan dirinya di atas ranjang. Besok adalah hari pernikahannya, dan gilanya sampai saat ini Zifa masih belum mau berbicara dengannya membuat pria itu begitu frustasi.
Bima tidak tahu ingin menyalahkan siapa, karena kenyataannya semua yang terjadi karena mereka tak bisa memilih. Semua pilihan yang ada mempunyai resiko berat, dan berakhir seperti inilah jadinya.
Naren jadi menikahi anak Pak Lurah itu, gadis yang dijebak bersama Bima. Mereka gagal membuktikan semuanya, lebih tepatnya terlambat hingga pernikahan Naren sudah terjadi.
Bima berkali-kali meminta maaf pada sahabatnya itu, namun Naren selalu berkata menenangkan "Ini udah takdir aku Bim. Lagian, menikah dengan gadis secantik dan sebaik dia nggak buruk juga", Bima tahu pria itu hanya bohong. Secantik apapun, dan sebaik apapun wanita yang kita nikahi, namun kalau pernikahannya tanpa cinta jelas menyiksa kedua belah pihak. Apalagi pernikahan itu hanya karena kesalah pahaman.
Masalah Naren dan Sarah, Bima juga tidak bisa membantu banyak. Karena Naren pergi jelas karena ulah Sarah sendiri. Saat berpacaran dengan Naren, Sarah kembali dipertemukan dengan pria di masa lalunya. Dan yah, gadis itu lebih memilih kembali dengan si pria masa lalu dan melepaskan Naren. Bima hanya berharap, yang menjadi Istri Naren benar-benar jodoh yang dipilihkan Tuhan untuk mengobati luka hati pria itu.
Ponsel Bima berdering, membuat Pria itu kembali dari alam lamunannya. Nama Naren nampak di layar sana, membuat Bima bangun dari posisi tidurannya.
"Halo, Ren"
__ADS_1
"Halo, Bim! Kamu di mana?" tanya Naren.
"Aku di rumah" ujarnya.
"Iya, aku tahu. Posisi kamu yang sebenarnya lagi di mana? Aku sama Yuna di ruang tamu rumah kamu loh"
Bima reflek berdiri dan segera berlari ke bawah tanpa mematikan sambungan telepon. Ia mendapati ruang tamu rumahnya yang tengah ramai dengan banyak keluarga dari pihak Papi dan Maminya. Matanya mencari keberadaan Naren dan Istrinya yang ternyata sedang duduk di sofa sambil mengobrol bersama Kakek dan Neneknya.
"Nih, calon pengantinnya Baru turun. Udah kayak anak gadis aja sukanya ngitung diri di kamar" ledek Nenek Bima.
Kakek dan Neneknya mengangguk paham, mereka tak bisa menyalahkan Zifa juga. Karena gadis itu pasti masih dirundung rasa bersalah pada Naren. Ia pasti merasa tak enak karena harus bahagia sementara Naren mengorbankan kebahagiannya demi sahabatnya sendiri.
"Tenang aja Bim, kalau udah nikah kamu rayu aja sampai luluh" ujar Kakek Bima menenangkan sang Cucu.
__ADS_1
Bima hanya menghela nafas pelan, ia kemudian menyalami Naren dan Istrinya.
Ia dan Naren kemudian berbincang-bincang, sementara Nenek dan Kakeknya sudah pamit mengurus hal lain. Istri Naren sedari tadi hanya diam saja, wanita itu lebih banyak menunduk seolah menyembunyikan wajahnya. Sekali-kali Bima meringis merasa bersalah saat matanya menatap ke arah wanita itu. Gara-gara dirinya wanita itu jadi terseret masalah. Namun ia sadar, Mereka bertiga adalah korban, tak ada yang bisa terlalu disalahkan. semua yang terjadi hanya karena fitnah kejam.
Bima tersenyum tipis saat Naren menggenggam tangan wanita berhijab itu, seolah menenangkan sang Istri yang mungkin merasa canggung berada di sini.
"Jadi, kalian akan menginap di sini atau bagaimana?" tanya Bima.
Naren menggeleng "Enggak. Lagian, aku kan punya rumah di sini. Aku sama Yuna datang hanya untuk bantu-bantu sebentar. Besok pagi baru kita balik lagi ke sini" jelas Naren.
Bima mengangguk mengerti. Matanya kemudian tak sengaja melirik ke arah pintu menuju dapur, ia segera meluruskan duduknya saat melihat Sarah yang sedang berdiri di sana sambil menatap Naren dan Istrinya sendu. Bima kembali menghela nafas pelan, beginilah takdir mereka. Beginilah jalan tak terduga yang diberikan oleh Tuhan untuk hidup mereka. Mungkin sedikit banyak Sarah pasti masih memiliki rasa cinta untuk Naren, namun melepaskan pria itu di awal adalah pilihannya sendiri. Kenapa takdir mereka serumit ini?
Aku up bonus yah. Mungkin akan ada beberapa part sebagai bonus, tapi upnya tergantung mood dan juga kesibukan aku yah☺️
__ADS_1
Like, vote dan komentarnya jangan lupa☺️