
"Kamu temani saya bertemu Miss Nadin setelah ini" ujar Bima. Zifa mengangguk. Ia tak tahu siapa itu Miss Nadin. Yang ia tahu, hari ini Bosnya itu ada pertemuan dengan Wanita itu. Jika menyangkut masalah pekerjaan, Zifa kurang yakin. Karena saat pertemuan nanti, tak ada berkas apapun yang harus ia siapkan. Apa mungkin Miss Nadin itu pacar Bosnya? Terus Sarah bagaimana? Ah, bodoh amatlah! Kenapa juga ia harus penasaran. Kalau kata orang, penasaran itu sangatlah berbahaya dan Zifa tidak ingin mendekati bahaya itu.
Tak berapa lama Bima di ruangannya, pria itu sudah kembali dan mengisyaratkan untuk Zifa mengikutinya melalui mata.
"Apa salahnya bicara? Apa mulutnya berubah jadi bisu?" ucap Zifa dengan pelan takut Bima mendengarnya.
"Apa jalanmu tidak bisa dipercepat sedikit? Kamu mau membuat Miss Nadin menunggu?" Bentak Bima.
Zifa terkejut karena bentakan itu. seumur-umur, Baru kali ini ia dibentak. Dan itu dilakukan oleh mantan brengseknya yang sialnya kini menjadi bosnya. Kurang sial apalagi coba kehidupannya.
__ADS_1
Sekilas Zifa melihat perubahan di raut wajah Bima, namun dengan cepat berganti dengan wajah datar seperti biasa. Zifa tak mampu membaca ekspresi apa itu, dan Zifa juga tak peduli. Meski rasanya ia ingin menangis karena bentakan Bima, namun Zifa berusaha menahannya. Ia segera bergegas, dan mengejar langkah bosnya tersebut.
Ternyata Bima dan Miss Nadin berjanji bertemu di sebuah Restoran yang jaraknya sekitar dua puluh lima menit perjalanan dari Lion Corp.
Sesampainya di Restoran tersebut, Bima langsung menuju sebuah meja yang di duduki oleh seorang wanita yang berwajah blasteran. Mungkin itu Miss Nadin, pikir Zifa.
Saat akan menarik kursi, Bima menghentikan kegiatannya dan berbalik menatap Zifa.
Sejujurnya Zifa sangat kesal. Untuk apa Bima membawanya kalau dia hanya di suruh menunggu di tempat lain? Namun apalah daya Zifa yang hanya menjadi bawahan Bima. Gadis itu hanya bisa mengangguk patuh dan berbalik mencari meja lain. Zifa dapat mendengar sayup-sayup suara tawa Bima dan Miss Nadin. Zifa tertunduk, apa mereka menertawakan dirinya? Apa Bima membawanya ke sini hanya untuk dipermalukan di depan wanita cantik itu?
__ADS_1
Zifa memanggil pelayan dan kemudian memesan minuman. Gadis itu benar-benar tak berselera makan. Sambil menunggu Bima selesai, Zifa hanya mengutak-atik hpnya saja.
"Kenapa tidak pesan makanan?" Zifa mendongak saat mendengar suara Bima. Ia menghela nafas pelan sebelum menjawab. "Saya masih kenyang" balasnya sambil memaksakan senyuman.
Zifa menoleh sekilas ke arah meja yang di tempati Bima tadi. Miss Nadin masih ada di sana. Lalu kenapa Bima mendekatinya?
"Saya mau mengantarkan Misa Nadin pulang karena dia tidak membawa kendaaan. Kamu naik Taksi saja pulang ke kantor" ucap Bima membuat Zifa kembali merasa kesal. Bima meletakkan uang seratus ribuan dua lembar di atas meja milik Zifa kemudian meninggalkan gadis itu begitu saja.
Zifa mengambil uang tersebut dan meremasnya. Kenapa ia merasa Bima kini tengah menginjak-injak harga dirinya? Apa Bima sadar ia memperlakukan Zifa begitu memalukan? Zifa bisa simpulkan sekarang apa maksud pria itu menjadikannya sekertaris. Pria itu ingin membuatnya tersiksa.
__ADS_1
Kalau readers yang jadi Zifa, apakah kalian akan sedih?
Like, vote dan komentarnya jangan lupa😊