Sang Pengiring Pengantin 2 (Ketika Mantan Terindah Kembali)

Sang Pengiring Pengantin 2 (Ketika Mantan Terindah Kembali)
Tulusnya Cinta Bima


__ADS_3

Like, vote dan komentarnya jangan lupa😊


"Aku tahu kalau dulu kamu dekatin aku karena tantangan Nara dan Azraf" Zifa tersentak mendengarnya. Ia memperhatikan wajah Bima yang kini tengah menatap ke depan dengan tatapan kosong. Sangat terlihat kalau pria itu begitu terluka.


"Hari itu, aku datang seperti biasanya. Saat aku melihat anak sekolahan kalian sudah pulang, aku mendekati seorang siswa di sana untuk menanyakan kamu karena kamu belum terlihat. Dia bilang kamu dan Nara lagi ke kantin, aku yang kebetulan juga sedang haus akhirnya menyusul kalian sekalian membeli minuman" cerita Bima.


"Saat aku melihat kamu dan Nara yang sedang memilih minuman di lemari pendingin, aku mendekat. Aku dengar pertanyaan Nara tentang tantangannya dan Azraf ke kamu. Dia bertanya apa kamu akan segera memutuskan aku atau tidak" Zifa kembali memgingat hari itu. Nara memang bertanya padanya tentang bagaimana hubungannya dan Bima selanjutnya karena pria itu sudah terlihat bertekuk lutut pada Zifa.


"Aku benar-benar kecewa sama kalian bertiga. Kenapa kalian tega mempermainkan perasaan aku, padahal aku begitu tulus" Hati Zifa tersentil mendengar penuturan Bima. Yah, ia akui mereka benar-benar keterlaluan waktu itu. Tapi bukankah ia juga benar-benar tulus mencintai Bima?

__ADS_1


"Aku memutuskan untuk pulang, karena terlalu takut mendengar jawaban kamu. aku menenangkan diri sejenak. Bahkan aku mendiamkan Azraf hampir dua minggu lamanya gara-gara masalah itu meski Azraf tak tahu kalau aku sudah mengetahui semuanya"


"Tapi kamu cuma mendengar pertanyaan Nara saja kan? Aku tahu kamu pasti nggak menunggu jawaban aku, iya kan?" air mata Zifa sudah mengalir, rasa sakit saat menunggu Bima namun pris itu tak kunjung datang seolah kembali ia rasakan. Apa salahnya meminta penjelasan padanya? Atau mungkin bisa bertanya pada Azraf maupun Nara bisakan? Karena mereka tahu bagaimana perasaannya pada Bima.


"Kenapa kamu nggak temuin aku untuk minta penjelasan?!" tuntut Zifa.


"Kamu tanya kenapa aku nggak nemuin kamu setelahnya kan? jawabannya sekali lagi karena aku takut akan kenyataan yang bakal kamu katakan. Aku takut kamu mutusin aku Zi, makanya aku nggak mau nemuin kamu! Setidaknya dengan cara tak menemui kamu, hubungan kita tetap bakal terjalin meski kita tak baik-baik saja. Bodoh banget kan akunya, karena masih berharap ke kamu meski aku hanya jadi mainan?" Bima tersenyum miris.


"Aku memilih kuliah di luar negeri, cepat-cepat lulus dan bekerja agar saat kita ketemu kamu nggak akan pernah aku lepas lagi!"

__ADS_1


"Tapi aku kembali kecewa Zi, karena ternyata saat bertemu aku bukannya menatap aku penuh kerinduan kamu malah menatap aku penuh kebencian! Kamu juga selalu ketus ke aku. Jadi aku nggak punya pilihan lain selain membuat kamu terus-terusan kesal agar aku bisa sering berbicara dan melihat berbagai ekspresi di wajah kamu" senyum miris kembali tercetak di bibirnya.


Air mata Zifa tak berhenti mengalir, ia merasa begitu keterlaluan pada Bima. Ternyata mereka sama-sama tersiksa padahal hanya karena kesalah pahaman.


"Di saat aku meminta kita berdamai dan kamu menyetujuinya, rasa bahagia aku benar-benar tak bisa aku ungkapkan. Aku pikir dengan begitu kita bakal semakin dekat, ternyata aku kembali salah. Kamu malah terlihat sering meragukan semua ucapan dan sikap aku ke kamu. Hatiku lagi-lagi kembali terluka Zi, dan itu dengan orang yang sama. Kamu!" Zifa sudah tak tahan lagi mendengar semua ucapan Bima. Ia tak menyangka sikapnya membuat Bima begitu terluka.


"Terkadang aku capek Zi, tapi kata menyerah tak pernah terlintas di kepala aku. Yang ada hanya hayalan aku akan kehidupan bahagia kita di masa depan, membuat aku kembali bangkit dari jatuh karena mengejar kamu!" Zifa kali benar-benar sudah tak bisa menahan diri. Dengan segera, ia menghambur memeluk Bima. Ia menumpahkan tangisnya di dada pria itu. Zifa sudah tak peduli jika ada yang memergoki mereka, baginya semua ungkapan Bima yang terdengar sangat tulus lebih penting.


"Maaf! Maaf karena aku raguin kamu. Maaf Bima, maaf!" ujar Zifa sambil terisak. Bima membalas pelukan gadis itu "Aku salah! Tapi kamu harus tahu satu hal, aku juga mencintaimu. Tulus, bahkan sejak dulu. Maafkan aku kalau selama ini aku meragukan kamu! Maafkan aku juga karena berkali-kali membuat kamu tersakiti dan bertingkah seolah akulah yang paling tersakiti. Aku minta maaf, aku mencintaimu Bima"

__ADS_1


Betapa bahagianya hati Bima saat ini karena akhirnya mendengar ucapan cinta dari gadis pujaannya. "Aku lebih mencintaimu Zi!"


Maaf yah kalau terkesan drama. Tapi kalau ada yang mencintai aku setulus Bima juga aku bakal rela dikatakan drama😂


__ADS_2