Sang Pengiring Pengantin 2 (Ketika Mantan Terindah Kembali)

Sang Pengiring Pengantin 2 (Ketika Mantan Terindah Kembali)
Jadi selama ini....


__ADS_3

Like, vote dan Komentarnya jangan lupa😊


Bima mencengkram kuat stir mobilnya menyalurkan amarah yang ia tahan sejak tadi di dalam restoran. Zifa malah menatap pria itu kasihan.


"Pak, Bapak yang sabar yah! Saya tahu bagaimana rasa sakitnya diselingkuhi, Bapak harus tegar yah!"  Ujar Zifa berusaha menghibur.


Bima menatap Zifa, ekspresi marah pria itu malah berganti dengan kebingungan. "Kamu ngomong apa sih? Siapa yang diselingkuhi?"


Zifa berdecak sebal. Masa Bima tiba-tiba lupa ingatan, padahal baru beberapa detik yang lalu ia masih marah akan kejadian tadi.


"Yah, oke. Saya tahu kata diselingkuhi begitu terdengar nggak enak untuk orang sekeren Bapak!"


"Jadi kamu akui saya keren?" Tanya Bima memotong pembicaraan.


"Ckk! Bukan saya Pak! Kata orang lain. Udah ah, lanjut! Saya tahu kata diselingkuhi nggak enak di dengar untuk ukuran orang modelan Bapak. Apa perlu saya ganti kata dihianati?"


Bima menyandarkan dirinya di kursi mobil. "Yah, saya memang merasa terhianati sekarang!" Gumamnya namun masih bisa didengar oleh Zifa.


"Dia Naren, sahabat saya saat di Singapura dulu"

__ADS_1


Zifa menganga tak percaya. Kenapa pria itu tega menghianati sahabatnya? Apa nggak ada cewek lain selain Sarah?


"Dia asli orang indonesia dan dulu tinggal bersama keluarganya di Singapura. Kami bertemu tanpa sengaja dan akhirnya menjadi dekat layaknya sahabat. Tapi semenjak tiga tahun lalu, dia menghilang tanpa kabar enggak tahu ke mana. Bahkan ia berhenti dari kuliahnya. Keluarganya sudah berusaha mencari dia ke mana-mana, namun anak itu rupanya sangat pandai bersembunyi sehingga ia susah ditemukan"


Zifa serius mendengarkan meski ucapan Bima menurutnya terlalu bertele-tele.


"Aku juga berusaha mencarinya. Apalagi saat tahu dia pergi karena dia tak suka keluarganya selalu membanding-bandingkan aku dengan dia. Keluarganya selalu memuji-muji aku, sementara semua usahanya selalu dianggap sia-sia. Aku jadi merasa bersalah dan semakin berusaha menemukannya"


'Jadi ini tentang hilangnya pria itu? Jangan bilang pria bernama Naren itu memacari Sarah karena ia dendam ke Bima' tebak Zifa dalam hati.


"Aku sangat kecewa dengan Sarah yang ternyata mengetahui keberadaan Naren namun tak pernah memberitahuku"


"Zifa, daritadi kamu bahas selingkuh-selingkuh mulu. Memangnya siapa yang selingkuh sih?"


"Loh, bukannya Sarah itu pacar Bapak?"


Bima menatap Zifa lama dan seketika pria itu terbahak kencang.


Zifa menatap Bima heran. "Tadi marah, terus sedih, sekarang malah tertawa. Bapak itu sebenarnya kenapa sih? Jangan bilang gara-gara diselingkuhi Bapak langsung jadi gila?"

__ADS_1


Bukannya berhenti, Bima malah makin tertawa. Zifa menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Kamu ini. Sarah itu bukan pacar saya, tapi sepupu saya. Dia adiknya Azraf. Dan saya marah bukan karena merasa diselingkuhi, tapi saya marah karena Sarah sudah tahu keberadaan Naren dan nggak pernah memberi tahu saya!" Jelas Bima masih dengan sisa tawanya.


Zifa berusaha mencerna ucapan Bima. Berarti selama ini, dia...."salah paham dong!" Pekiknya.


Bima menganguk "iya. Kamu salah paham masalah tadi!"


Zifa tersadar dan tertawa canggung. Bukan masalah yang tadi sebenarnya yang ia pikirkan, tapi masalah antara dirinya dan Bima selama ini yang ternyata hanya salah paham.


"Te...terus, kenapa Sarah bisa kenal Naren?" Tanya Zifa berusaha mengalihkan pembicaraan agar ia tak terpikir ke arah sana lagi.


"Mereka memang saling mengenal. Karena setelah lulus SMA di sini, Sarah menyusul aku ke Singapura untuk melanjutkan kuliahnya di sana juga. Makanya ia mengenal Naren karena Naren sering berkunjung ke apartemen aku. Sarah juga sama, karena apartemen kami bersebelahan ia sering memghabiskan waktu di tempatku. saat kami jalan-jalanpun juga mengajak Sarah"


"Kamu....kenapa diam Zifa?" Tanya Bima saat melihat gadis di depannya itu malah melamun.


"Eh? Enggak apa-apa Pak. Saya tadi cuma terlalu mendalami cerita Bapak saja!" Ujarnya beralasan.


Ada beberapa orang yang tebakannya benar. Oh yah, aku mau tanya. Kenapa kalian sangat yakin kalau Sarah itu bukan pacar Bima? silahkan jawab di kolom komentar😊

__ADS_1


Aku juga mau bilang sama reader, mulai sekarang sampai beberapa hari ke depan mungkin aku hanya bisa up satu bab perhari. Karena mulai hari ini aku bakalan sibuk nanganin kerjaan aku, bahkan akan sering lembur. Jadi mohon pengertiannya yah😊


__ADS_2