
Jangan lupa like, vote dan komentarnya yah😊
Zifa mengeluarkan diary yang ia ambil tadi di kamar Bita dari dalam tasnya. Gadis itu memilih membukanya sambil menyandarkan dirinya di kepala ranjang.
Zifa perlahan membuka sampul buku tersebut dan kembali memperhatikan foto miliknya. Ia berusaha mengingat kapan dan di mana foto itu diambil. Sayangnya otaknya sama sekali tak menemukan memori itu.
Zifa membuka lembaran pertama kertas tersebut yang bertuliskan 'Curahan Hati Bintang Saputra Arsena'. Hati Zifa mulai tak karuan karena membaca tulisan itu. Ia berharap kalau foto yang ada di sampul buku tersebut hanyalah foto yang entah Bita dapat dari mana saja, asal bukan yang sengaja cowok itu letakkan di sana.
Zifa membuka lembar selanjutnya dengan jantung yang berdebar kencang. Bukan karena ia senang, tapi karena ia takut kenyataan yang ada di dalamnya.
26 Agustus
Hy! Sebelumnya kenalkan, aku Bita. Bintang Putra Arsena. Murid kelas dua SMP. Ini pertama kalinya aku nulis di sini. Hahaha, aku udah kayak cewek aja yah yang suka nulis diary. Tapi mau bagaimana lagi, kalau mau curhat aku nggak tahu ke siapa. Mau curhat ke orang tua aku terlalu malu, kan aku anak cowok. Mau ke teman-teman juga aku takut diledekin. Jadi deh, aku mutusin untuk curhat aja ke buku ini. Meski belum sekarang sih aku curhatnya, nanti yah kalau aku udah ada masalah. Eh, tapi masalah kok dinanti yah? hehehe. Maaf yah buku, aku enggak jelas.
Sampai di sini dulu, anggap aja ini perkenalan.
Zifa tersenyum melihat tulisan Bita, sejenak gadis itu melupakan keresahannya.
Zifa kembali membalik kertas tersebut untuk melihat halaman selanjutnya.
__ADS_1
28 Agustus
Jatuh cinta? Kira-kira bagaimana yah rasanya? Tadi teman-temanku berbicara tentang jatuh cinta. Katanya masa SMP seperti kami adalah kemungkinan terbesar kami jatuh cinta untuk pertama kalinya. Aku penasaran bagaimana rasanya.
Zifa terkekeh pelan. Ia pikir Bita tak penasaran rasanya jatuh cinta. Pasalnya sepupunya itu selama ini hanya terlihat belajar, belajar dan belajar. Sepertinya cowok itu menulis di sini hanya jika ia merasakan sesuatu. Buktinya, tidak setiap kegiatannya ia tuangkan di dalam.
15 September
Kata Erlan temanku, kalau kita jatuh cinta itu rasanya jantung kita berdebar kencang saat menatap wajah cewek yang kita sukai. Kita akan merasa gugup, dan tak tahu harus bertingkah bagaimana. Kita akan selalu ingin terlihat sempurna dan keren di mata dia. Apa benar seperti itu? Kalau begitu, berarti aku sedang jatuh cinta juga. Tapi kenapa harus dia?
Zifa semakin merasa penasaran. Dia? Siapa?
25 Desember
Hati Zifa mencelos. Walau di sana Bita tak menyebutkan siapa gadis yang ia sukai itu, tapi dengan kata 'adik' yang tersemat di sana membuat hati Zifa seakan tercubit. Ia merasa secara langsung membuat Zifa tersiksa sendirian meski ia tahu itu bukan salahnya.
25 Januari
Sudah sebulan aku pacaran sama Talia, tapi hatiku sama sekali tak berdebar saat bersamanya. Bahkan aku sering risih dengan Talia.
__ADS_1
Adikku manja, Talia pun manja. Tapi aku risih sikap manjanya Talia. Adikku cengeng, Talia juga cengeng. Tapi aku benci cengengnya Talia. Talia cantik, tapi bagiku adikkulah yang paling cantik. Begitu terus jika aku bersama Talia, aku akan selalu membanding-bandingkan Talia dengan adikku. Karena itu, aku putuskan untuk mengakhiri hubunganku dengan Talia.
Air mata Zifa mengalir, kenapa Bita bisa merasakan perasaan itu padanya. Meski mereka hanya sepupu, tapi Zifa merasa hubungan mereka terlalu dekat sebagaimana saudara kandung.
Zifa terus membuka dan membaca halaman demi halaman sampai tangisnya kembali pecah saat membaca kalimat Bita yang tertulis di sana.
23 November
Papi dan Mami tahu aku menyukai adikku. Mereka marah besar. Tapi mau bagaimana, aku tidak bisa menghilangkan perasaanku begitu saja. Bahkan mereka mendiamkan aku.
24 April
Sebentar lagi pengumuman kelulusan. Aku memutuskan untuk melanjutkan sekolahku ke luar negeri. Mami dan Papi juga setuju, aku tahu alasan mereka. Mereka ingin aku menjauh dari Zi dan menghilangkan perasaanku. Aku juga berharap begitu, aku mau melupakan dia. Bukan melupakan dia sebagai sepupu, tapi melupakan dia menjadi gadis yang kucintai.
Untuk pertama kalinya, Bita menuliskan nama gadis yang ia maksud. Dan benar, itu adalah Zifa.
30 April
Tadi aku berpamitan padanya. Aku mengatakan besok aku akan berangkat, dia menangis kencang. Aku senang karena dia pasti takut aku menjauh darinya, setidaknya itu mengobati sedikit luka hatiku. Oh yah, mungkin ini terakhirnya aku nulis di sini. Entah aku akan melanjutkannya kapan lagi. Aku akan meninggalkan kamu di sini yah buku, bersama kenangan aku akan sosok cinta pertamaku. Oh yah, aku juga ada foto Zi yang aku ambil. Nanti akan aku tempelkan di sini biar kamu tahu bagaimana wajah gadis yang aku ceritakan padamu.
__ADS_1
Sampai jumpa lagi My Diary.
Aduh, kenapa bisa yah?! Kok Bita suka Zifa?! Bagaimana menurut kalian readers?