Sang Pengiring Pengantin 2 (Ketika Mantan Terindah Kembali)

Sang Pengiring Pengantin 2 (Ketika Mantan Terindah Kembali)
Karma


__ADS_3

"Kak Bita merasa tertarik pada Kak Lia dan ingin mendekatinya" ucapan Zifa membuat Bima terkejut.


"Benaran?"


"Iya. Kenapa kamu kaget gitu? Jangan bilang kamu cemburu" tuding Zifa.


Bima menggeleng "Ya enggaklah!" bantahnya cepat. "Aku cuma kaget aja, emang Kakak kamu itu nggak punya pacar?" tanya Bima.


Zifa menggeleng "Kayaknya enggak! Selama ini dia hanya sibuk dengan pekerjaan, pekerjaan dan pekerjaan. Jadi mana ada waktu dia mengurus hal yang bernama cinta" sungut Zifa kesal sendiri dengan sifat Bita yang satu itu. Bahkan pria itu saat di Jepang dulu sering lupa mengabari keluarganya sendiri.


"Emang Kakak kamu ketemu Lia di mana?" tanya Bima.


"Semalam aku ajak dia ke rumah Mami Tania. Dan mereka ketemu di sana" jelasnya. "Tapi, sejak dari rumah Mami Kak Lia itu jadi aneh. Dia jadi lebih pendiam dan kebanyakan melamun. Aku penasaran apa yang ada di pikirannya"


"Kenapa nggak kamu tanyain aja?"


"Sudah, tapi dia jawabnya nggak apa-apa"

__ADS_1


"Tipikal cewek yah gini!" dengus Bima. Zifa mendelik "Maksud perkataan kamu itu apa yah?" Bima seketika gelagapan, "Enggak! Maksud aku....udahlah! Kita kembali ke cerita Lia dan Kakak kamu aja. Terus gimana rencana Kakak kamu itu?" Bima sebisa mungkin mengalihkan pembicaraan, membuat Zifa mendengus.


"Ya aku nggak tahu. Yang jelas dia mau dekatin Kak Lia"


Bima mengangguk mengerti "Ya udahlah! Kita doakan saja semoga mereka berjodoh, dan kita nggak perlu susah-susah lagi nyari tau mantannya Lia"


"Oh yah, Azraf tadi nelpon. Dia ajak kita makan malam di rumahnya. Nara nggak sempat ngabarin kamu karena dia lagi sibuk belanja semua bahan makanan untuk entar malam" ucap Bima menyampaikan pesan Azraf.


"Emang ada perayaan apa?"


Bima mengangkat bahunya tak tahu. "Mungkin aja mereka kangen kali sama kita"


Bima menggeleng "Belum sih! Enggak sempat juga curhat ke dia. Kamu gimana? Udah ngasih tahu Nara?" tanya Bima balik.


Zifa juga menggeleng "Belum. Udah beberapa minggu aku belum saling kabar-kabaran sama Nara. Aku nggak enak aja gitu, ganggu suasana pengantin baru"


"Tapi kok dia nyuruh nyampein pesannya melalui kamu yah? Apa Azraf sama Nara bermaksud comblangin kita lagi?" tanya Zifa.

__ADS_1


Bima juga sepemikiran, keduanya kemudian saling pandang dan tersenyum menyeringai. Sepertinya mereka akan mengerjai pasangan itu sebentar malam.


"Kamu tahukan apa yang aku pikirkan?" tanya Bima yang langsung diangguki Zifa.


"Ngerjain pasutri itukan?" Bima menjentikkan jarinya "Yes! Ternyata kita memang ditakdirkan bersama, buktinya kita sepemikiran"


"Kalau gitu, entar malam kamu nggak usah jemput aku. Kita ke sana beda mobil aja gimana?" usul Zifa mulai menyusun rencana.


Bima tentu langsung memberikan gelengan tegas "No! Kita tetap semobil" tolaknya mentah-mentah.


"Issh, entar mereka curiga!"


Bima tetap tak setuju "Kamu lupa, sebelum kita baikan juga kita sering ke mana-mana bersama? Jadi mana mungkin mereka curiga! Lagian, kita kan bisa pakai banyak alasan. Mobil kamu kempes atau mogok di jalan dan ketemu aku bisakan kita gunakan?"


"Ya udah deh, terserah!" ujar Zifa mengalah. Bima menggaruk pelipisnya saat tersadar akan sesuatu. Perasaan mereka mau mengerjai Nara dan Azraf deh, kenapa jadi berdebat gini?


"Kamu kenapa tiba-tiba diam?" tanya Zifa bingung.

__ADS_1


"Aku cuma mikir aja, kok kita jadi berdebat yah? Padahal tadi aja kita sepemikiran" Zifa langsung tertawa menanggapi. Benar juga dih. Kayaknya itu karma untuk mereka deh, karena berencana mengerjai orang.


Jejak...jejak......jejak😊


__ADS_2