
Jangan lupa berpartisipasi dalam menyemangati author, dengan cara ngasih vote, hadiah, dukungan dan juga komentarnya☺️
Zifa membaringkan tubuhnya di atas ranjang karena matanya sudah benar-benar mengantuk. Jam sudah menunjukkan pukul Sebelas malam, dan ia sudah berpamitan duluan untuk istirahat karena badannya terasa sangat lelah berdiri berjam-jam menyalami para tamu undangan saat resepsi mereka tadi. Belum habis lelahnya selesai akad, sudah waktunya resepsi. Makanya seluruh badannya terasa sakit semua.
Resepsi pernikahan mereka memang hanya diadakan di rumah kediaman Arjuna. Zifa menolak saat Keluarganya dan keluarga Bima menginginkan diadakan di hotel. Menurut Zifa, taman di rumahnya yang luas bisa dimanfaatkan untuk menggelar acara resepsi. Ya, dengan tema out door. Dan pendapatnya itu mendapat persetujuan Bima, tentu saja karena saat itu ia tengah berjuang meminta maaf pada Zifa. Jadi apapun keinginan calon istrinya itu akan ia penuhi, asal masih dalam batas wajar.
__ADS_1
Zifa juga belum berbicara lebih dengan Bima, bahkan setelah mereka resmi menikah pagi tadi. Keduanya mungkin masih merasa canggung karena mereka sudah berganti status. Zifa hanya menjawab beberapa pertanyaan penuh kekhawatiran Bima saja, seperti "Kamu lelah? Kalau iya, lebih baik nyalamin tamunya sambil duduk saja" tentu saja dijawab Zifa dengan gelengan. Menurutnya hal itu terkesan tak sopan, lagipula berkorban sehari ini nggak apa-apakan? Ini kan acara sekali dalam seumur hidupnya.
Atau saat Bima berucap sambil membawa piring berisi beberapa menu dan segelas air di tangannya "Kamu pasti udah lapar. Makanya aku bawain makanan" ujarnya saat Zifa menatapnya bingung. "Biar aku suapin" tambahnya. "Nggak perlu" hanya itu. Dan Bima menurut saja meski sedikit kecewa, Zifa pasti merasa malu karena dilihat banyak orang, atau mungkin gadis itu hanya tidak ingin mereka menjadi bahan ledekan karena keuwuan mereka. Juga saat Bima melihat wajah lelahnya "Kalau kamu udah capek dan ngantuk, kamu duluan aja. Biar aku yang nanganin tamu, mereka pasti bakal ngerti" dan Zifa hanya mengangguk setuju dan berpamitan untuk tidur duluan.
Mata Zifa sudah terpejam, di mana menandakan kalau sang pemilik sebentar lagi akan berlayar ke pulau mimpi. melupakan fakta bahwa malam ini adalah malam pertama yang biasanya dihabiskan oleh banyak pasangan baru dengan memaduh kasih. Bahkan dengan nyamannya ia malah tertidur di atas bunga-bunga yang memang sengaja ditabur di atas ranjang milik mereka, aroma yang menguar dari bunga-bunga tersebut seolah semakin membuatnya ingin segera sampai ke alam mimpi.
__ADS_1
Kalau ditanya apakah Bima tak kecewa ditinggal tidur di malam pertama? Jawabannya adalah tidak. Karena Bima tak akan tega melihat kelelahan yang nampak di wajah pujaan hatinya sejak SMA itu. Ia saja yang berfisik kuat merasa lelah menghadapi banyaknya tamu undangan, apalagi Zifa? Intinya, ia terlalu mencintai sang Istri sampai ego dalam diri dan nafsunya bisa teratasi dengan mudah.
Setelah hampir lima belas menit memandang wajah sang Istri yang tertidur, Bima beranjak mencari pakaiannya di dalam koper yang dibawakan oleh keluarganya tadi. Pria itu kemudian menuju kamar mandi untuk berganti pakaian di sana, sekedar berjaga-jaga saja jika Zifa tiba-tiba terbangun. Meski sudah sah, bisa saja Zifa akan syok mendadak kalau melihat Bima berganti pakaian tepat di depannya. Apalagi dengan kondisi baru bangun tidur, kan lucu kalau Zifa tiba-tiba berteriak dan memancing orang datang ke kamar mereka.
Setelah selesai, Bima kemudian ikut membaringkan tubuhnya di samping Zifa. Mengecup kening sang istri, dan lanjut membaca doa sebelum tidur, tak lupa pria itu mematikan lampu kamar dan membiarkan lampu tidur yang hanya memancarkan cahaya temaram menemani malam mereka.
__ADS_1
Jangan berisik, pengantin barunya lagi tidur guys🥱🤭
Oh yah, satu lagi yang mau aku ingatkan pada kalian. Di novelku nggak akan ada adegan ++ yah. Karena aku ingin novelku bisa dibaca semua kalangan. Jadi, jangan protes yah kalau aku nggak nyajiin adegan kayak gitu🤗☺️