Sang Pengiring Pengantin 2 (Ketika Mantan Terindah Kembali)

Sang Pengiring Pengantin 2 (Ketika Mantan Terindah Kembali)
Resep Zifa


__ADS_3

"Sayang!" panggil Bima pelan saat ia dan Zifa sudah berada di mobil untuk kembali ke kantor.


"Kenapa?" tanya Zifa heran. Bahkan pria itu masih belum menjalankan mobilnya, ia hanya memperhatikan Zifa lamat-lamat.


"Kamu...... enggak apa-apa kalau Lia tinggal di rumah kamu?" tanya Bima hati-hati. Pasalnya tadi di kantor Zifa benar-benar terlihat tak suka akan kedatangan Lia.


"Udah berapa kali sih aku bilang enggak apa-apa. Malahan aku senang ada teman saat di rumah!" ujar Zifa meyakinkan.


Bima menghela nafas pelan "Aku cuma takut kamu nggak nyaman yang. Aku hawatir kalau kamu...."


"No, jangan mikir macam-macam. Entah kenapa melihat Lia, aku yakin kalau dia nggak sejahat itu untuk ngerebut kamu. Meski aku sendiri ngerasa sedikit nggak percaya diri jika dibandingkan dia"

__ADS_1


Bima mengelus puncak kepala Zifa "Hei, jangan bandingin diri kamu sama orang lain. Siapapun itu. Kamu yah kamu, semua orang punya kekurangan dan kelebihan. Dan asal kamu tahu, sebanyak apapun kelebihan Lia ataupun orang lain, aku akan tetap milih kamu" nasehat Bima. Mata pria itu memancarkan kelembutan dan ketulusan, juga cinta yang begitu besar.


Zifa menatap Bima dan tersenyum haru, ia mengambil tangan Bima yang ada dipuncak kepalanya dan dikecupnya. "Makasih Bim, kamu selalu sabar menghadapi aku. Maaf kalau sikap aku sedik...."


"Nggak perlu makasih. Udah seharusnya aku ngingatin kamu, juga selalu mendukung kamu. Bagaimanapun sikap kamu, aku akan terima apa adanya. Jika ada yang buruk, maka aku akan berusaha mengarahkan kamu. Dan aku harap kamu juga akan melakukan hal yang sama padaku" Bima melakukan hal yang sama dengan yang Zifa lakukan tadi. Ia membawa tangannya dan Zifa yang saling menggenggam itu ke bibirnya.


"Aku jadi pengen cepat-cepat halalin kamu deh Zi" ujarnya terkekeh. Zifa ikutan tertawa "Makanya cepat selesaiin masalahnya"


Zifa mengangguk "Tergantung keseriusan kamu aja sih" balas Zifa tersenyum geli melihat wajah Bima yang berbinar seperti anak kecil yang dijanjikan mainan baru.


"Udah ah! Sekarang mending jalanin mobilnya, waktu istirahat udah selesai sejak tadi. Kita itu udah terlambat tau nggak"

__ADS_1


"Eh, iya yah! Lagi-lagi aku nggak sadar tempat dan waktu" kekeh Bima. Zifa menggeleng melihat kelakuan aneh pacarnya itu.


"Lama amat Bim. Ada berkas yang harus kamu tanda tangani tuh, udah aku taruh di atas mejamu" ujar Rey yang baru saja menutup pintu ruangan Bima, pria itu mengantarkan berkas yang harus ditanda tangani Bima.


"Hmm!" balas Bima. Ia membuka pintunya dan berlalu dari sana, namun sebelum itu ia mengelus puncak kepala Zifa dengan lembut. Hal itu mampu membuat Rey berdecak sebal karena dirinya tak dihiraukan. Bahkan ucapannya hanya dijawab dengan kalimat 'hmm'. "Dasar bucin! Untung aja di sini nggak ada ruangan karyawan lain, hanya kalian"


Zifa hanya tertawa melihat kekesalan Rey. "Zi, bagi-bagi dong resepnya agar Bima bisa banyak omong. Kan dia banyak omong hanya kalau lagi sama kamu" Zifa lagi-lagi tertawa karena permintaan absurd Rey.


"Buat dia jatuh cinta sama Pak Rey" balas Zifa bercanda.


Rey bergidik ngeri "Aku masih normal Zi. Bahkan istri aku lagi hamil sekarang, masa kamu nyuruh aku buat Bima jatuh cinta"

__ADS_1


Like, vote dan komentarnya jangan lupa.


__ADS_2