Sang Pengiring Pengantin 2 (Ketika Mantan Terindah Kembali)

Sang Pengiring Pengantin 2 (Ketika Mantan Terindah Kembali)
Jatuh Cinta?


__ADS_3

"APA? JADI BIMA ANAK SAHABAT OM JUNA?" teriak Nara saat Zifa menceritakan perihal Bima padanya.


"Biasa aja kali Nar! nggak usah lebay kayak gitu" cibir Zifa.


"Ckkk! Kamu kayak nggak pernah liat aja ekspresi orang kaget di sinetron-sinetron" balas Nara. Zifa memutar bola matanya malas, dasar korban sinetron.


"Berarti misi kita bakalan makin lancar dong" ujar Nara. Zifa menjentikkan jarinya "Justru itu! Aku mau ngomong sama kamu tentang itu"


Nara memandang bingung pada ekspresi wajah Zifa yang tengah serius. "Mau ngomong apaan emang, Zi?"


"Aku kayaknya mau nyerah deh, Nar"


Nara terkejut, "Loh, bukannya hubungan kalian semakin dekat? Bahkan respon Bima di kuar dugaan"


Zifa mengangguk "Iya sih. Tapi justru itu yang aku takutkan. Lagian yah, Nar. Awalnya aku setujukan karena aku penasaran sama Bima. Tapi seperti yang kamu bilang tadi, responnya nggak terduga kan? Berarti itu menunjukkan kalau dia normal, Nar. Jadi untuk apa aku lanjutin?" jelas Zifa, mengemukakan alasannya.

__ADS_1


Nara memandang Zifa sejenak. "Yah, aku tahu hal itu. Tapi kok aku ngerasa bukan itu alasan utamanya" selidik gadis itu. Zifa meringis, ini susahnya kalau memiliki sahabat. Kita nggak bakal pernah bisa bohongin dia.


"Bilang yang sejujurnya aja Zi. Nggak usah pakai rahasia-rahasiaan" desak Nara.


Zifa menghela nafasnya pelan. "Aku...cuma ngerasa nggak siap aja Nar, akan semua perubahan Bima jika bersama aku. Aku ngerasa nggak nyaman" ujarnya mengungkapkan apa yang ia rasakan.


"Maksud kamu, kamu nggak suka perubahanya? gitu?" tanya Nara. Zifa menggeleng "Bukan gitu. Aku juga sejujurnya bingung. Aku senang dia bersikap seperti itu ke aku, tapi aku ngerasa nggak nyaman aja di dekat dia"


"Emang nggak nyaman kenapa?" tanya Zifa lagi.


Nara berusaha mencerna semua perkataan Zifa. Setelah kalimat tersebut diserap sepenuhnya oleh otaknya, gadis itu malah terbahak menertawakan kepolosan Zifa.


"Ya ampun, Zi. Please yah, kita udah SMA. Masa gitu aja kamu nggak tahu artinya apa" Maksud Nara itu begini loh, dia tahu Zifa belum pernah pacaran dan merasakan jatuh cinta. Tapi, masa iya yang anak SD saja mengerti ia nggak tahu? Padahalkan banyak lagu-lagu yang mendefinisikan perasaannya saat jatuh cinta.


"Isssh! Kok ketawa sih Nar? Emang ada yang lucu" rajuk Zifa.

__ADS_1


Nara mengangguk semangat "Iya. Bahkan saking lucunya aku pengen giling kamu di mesin cuci Zi" ujarnya membuat Zifa bergidik.


"Nar, ini benaran kamu atau enggak sih? Jangan-jangan kamu kerasukan jin psikopat yah, sampai-sampai ingin membunuh aku dengan menggunakan mesin cuci?"


Nara menghentikan tawanya, lama-lama ia benaran memasukkan Zifa ke mesin cuci. Padahal IQ cewek itu tinggi, kenapa tiba-tiba jadi bodoh gini? Apa itu efek jatuh cinta?


"Oke, serius Zi" ucap Nara dengan serius. Ia harus segera menyadarkan sahabatnya ini. "Gini yah Zi. Selama ini kamu sering dengar lagu-lagu percintaan kan? terus kamu juga suka baca novel kan?"


Zifa mengangguk. "Terus, definisi orang jatuh cinta menurut lagu dan novel itu gimana?" Tanya Nara.


"Emm...jantung berdebar tak normal, terus hati kita sering menghangat saat ia lakuin sesuatu untuk kita. Terus, perut kita seperti banyak ribuan kupu-kupu yang membuat kita mules, dan juga....tubuh kita bahkan melemas saat dia memperlakukan kita dengan manis" Zifa menyebutkan semua ciri-ciri orang jatuh cinta.


"Emang kenapa sih, kamu nanyain itu" tanya Zifa.


"Kamu masih nanya? kamu nggak sadar semua yang kamu rasakan itu sama seperti yang kamu sebutkan tadi?" tanya Nara balik. Zifa berusaha mencerna kalimat Nara. Jangan bilang, ia......jatuh cinta?

__ADS_1


__ADS_2