Sang Pengiring Pengantin 2 (Ketika Mantan Terindah Kembali)

Sang Pengiring Pengantin 2 (Ketika Mantan Terindah Kembali)
Asal bersama yang dicinta


__ADS_3

Zifa terbangun dari tidurnya, gadis itu mengucek matanya karena masih merasa sedikit ngantuk. Ia melirik jam di atas nakas, jam 07.00? Astaga! Bisa-bisanya ia kebablasan tidur setelah selesai shalat subuh tadi.


Ia melirik ke arah samping, namun tak menemukan Bima. Zifa beranjak dari atas ranjang, menuju kamar mandi. Ia menautkan alisnya bingung karena kamar mandi juga kosong. Ke mana suaminya itu sepagi ini? pikirnya.


Zifa kemudian mandi agar badannya terasa lebih segar. Gadis itu menuruni anak tangga, berniat untuk memasak. Namun, senyumnya tersungging manis saat melihat Bima yang tengah menyiapkan sarapan mereka di atas meja. Ternyata suaminya itu sudah memasak tanpa menunggunya.


"Kenapa nggak bangunin aku untuk masak?" tanya Zifa sambil memeluk Bima dan menyandarkan kepalanya di punggung lebar itu.


Bima menoleh, kemudian mengelus tangan sang Istri yang melingkar di perutnya.


"Kan kamu udah tiap hari masakin aku, sekali-sekali lah aku yang masakin kamu" Pria itu kembali melanjutkan kegiatannya, tak terganggu dengan Zifa yang tengah memeluknya dari belakang. Jarang-jarangkan, Istrinya ini bersikap manja. Jadi Bima malah menikmati saja. Kapan lagi? Pikirnya.


"Ayo kita makan!" ajak Bima saat ia telah selesai menyajikan makanan. Zifa mengangguk, ia melepaskan pelukannya dan beralih duduk di kursi yang ditarikkan Bima untuk ia duduki. Pria nya ini benar-benar romantis.


Zifa menyicipi masakan Bima, enak! Itulah kata yang terlintas di benaknya.


"Sejak kapan kamu bisa masak?" tanya Zifa di sela kunyahannya. Ia penasaran akan hal itu.

__ADS_1


"Sejak aku memutuskan untuk kuliah di Luar Negeri. Aku mulai berusaha belajar memasak, karena nggak mungkin kan, kalau aku hanya makan makanan cepat saji atau selalu mesan di restoran" cerita Bima.


Zifa mengangguk mengerti. "Belajar sendiri?"


Bima mengangguk. "Bisa dibilang begitu. Aku belajar sendiri, tapi resep sama cara-cara masaknya aku dapatin dari buku resep sama nonton di YouTube"


"Terus ras...."


"Makan dulu sayang! Nggak baik kita berbicara sambil makan" peringat Bima. Zifa hampir lupa hal itu. Padahal Juna juga menerapkan hal yang sama saat mereka di meja makan.


"Nggak! Kan kamu udah masak tadi, jadi nyuci piringnya giliran aku sekarang" tolak Zifa


"Enggak! Kamu hari ini istirahat aja, biar aku yang ngerjain semuanya" ucap Bima lagi.


Zifa menghela nafas pelan "Ya udah, gini aja. Aku yang nyuci, kamu yang bilas sabunnya. Gimana?" tawar Zifa.


Bima berpikir sejenak, sepertinya akan terlibat sangat romantis. Akhirnya pria itu mengangguk setuju. Keduanya kemudian mencuci piring tersebut, sambil sesekali bercanda. Benar-benar pasangan yang suka membuat orang iri.

__ADS_1


"Cuti kita tinggal seminggu lagi. Masa kita habisin waktu kita hanya diam di sini sih" ujar Bima saat mereka tengah menonton di ruang tengah. Posisi Bima kini tengah berbaring di paha Zifa dan Zifa yang sedang bersandar di sofa sambil membelai lembut kepala sang suami.


"Terus? Emangnya ada tempat yang mau kamu kunjungi?" tanya Zifa


Bima menggeleng tak tahu. "Terus?" tanya Zifa lagi.


"Emang kamu nggak bosan apa, kita gini-gini terus tiap hari? Kamu nggak mau ke mana-mana gitu? Aku ngikut di kamu aja" kata Bima seperti anak kecil.


"Emmm....Gimana kalau besok kita ke pantai?" usul Zifa.


Wajah Bima berbinar "Ide bagus tuh! Sekalian kita sewa fotografer untuk ngabadiin kegiatan kita di sana"


"Iya. Biar ada kenang-kenangan gitu. Walaupun kita nggak bulan madu kan, kita bisa ngisi waktu kita dengan hal indah seperti itu"


"Hmm! Terus kita simpan nanti di sebuah album, biar bisa kita ceritain sejarah kita pada anak-anak kita nanti" Ujar Bima senang. Ya, pasangan ini memang sedikit.....berbeda! Namun, dari sanalah sumber kebahagiaan mereka. Kebahagiaan yang didapatkan hanya dengan hal-hal sederhana. Tak ada bulan madu spesial seperti keliling dunia bagi mereka, berdua menghabiskan waktu di rumah atau di pantai yang tak terlalu jauh dari tempat tinggal mereka saja sudah cukup. Apapun akan terasa membahagiakan, asalkan dengan orang yang dicinta.


Dukungannya jangan lupa☺️

__ADS_1


__ADS_2