
Like, vote dan komentarnya jangan lupa😊
"Bim, ajak Zifa ke tempat lain gitu! Soalnya kita para orang tua mau kangen-kangenan dulu" suruh Agung saat mereka selesai makan malam.
Zifa ingin buka mulut protes, namun Bima malah berdiri dan segera manarik tangannya keluar dari ruangan tersebut.
Zifa mengikuti langkah Bima dengan diam. Matanya tak berhenti menatap tangannya yang dipegang Bima.
Bima ternyata membawanya pada sebuah taman yang ada di halaman samping Restoran tersebut. Bima mendudukkan diri di sebuah bangku panjang yang ada di taman tersebut. Zifa mengikuti apa yang dilakukan Bima.
"saya pikir Bapak nggak bakalan datang" ujar Zifa membuka pembicaraan.
Bima menoleh padanya. "Hmm. Sekali-kali nggak apakan menyenangkan hati mereka. Yang jelas aku datang ke sini bukan karena kamu" jawab Bima begitu enteng.
Zifa seketika menarik tangannya yang masih di genggaman Bima. "Siapa juga yang bilang karena ada saya!" bantah Zifa tak terima.
__ADS_1
Bima terkekeh pelan. Ia kembali menarik tangan Zifa dan digenggamnya "Aku bercanda. Aku datang karena ada kamu! Kalau aku nggak ada, kasian kamunya nggak ada teman ngobrol. Iyakan?" Bahkan pria itu sedari tadi tak berbicara formal.
Zifa terkejut dengan perilaku Bima. Ia ingin menarik tangannya dari genggaman Bima namun cowok itu malah menahannya.
"Aku kedinginan Zi. Kalau aku genggam tangan kamu kayak gini rasanya hangat. Jadi pinjamin tanganmu sebentar yah!" Zifa ingin protes namun ia urungkan. Lagipula, Zifa tak memungkiri kalau ia merasa nyaman. Keduanya kemudian terdiam dengan pemikiran masing-masing.
"Zi, menurut kamu aku gimana?" tanya Bima tiba-tiba membuat Zifa menautkan alisnya bingung.
"Saya nggak tahu. Sifat Bapak membingungkan. Kadang baik, kadang dingin banget, kadang suka marah-marah, kadang nyebelin"
Bima tersenyum kecil. "Kok yang bagusnya cuma satu doang? yang selanjutnya malah jelek semua!"
Zifa tersentak kaget dengan perkataan Bima. Matanya melotot menatap pria yang juga sedang menatapnya dengan mata yang terlihat sendu itu. Zifa penasaran, apa sebenarnya yang ada di pikiran pria ini.
"Ma...maksud Bapak apa? kenapa tiba-tiba....."
__ADS_1
Bima langsung mengalihkan tatapannya ke arah lain. Bahkan pria itu melepas genggamannya di tangan Zifa.
"Enggak! Aku hanya asal bicara tadi. Mungkin terbawa suasana aja"
Zifa masih diam memperhatikan tingkah Bima yang begitu aneh.
"Pak!" panggil Zifa pelan. Bukannya menoleh, dia malah berdiri dari tempat duduknya. "Lebih baik kita masuk ke dalam saja. Di sini dingin, entar kamu masuk angin dan nggak bisa kerja lagi besok!" pria itu kini kembali dengan sifat aslinya yang dingin dan begitu menyebalkan.
Bima melangkah meninggalkan Zifa, namun ia menoleh ke belakang karena merasa gadis itu tak mengikutinya.
Bima berdecak sebal, ia kembali mendekati Zifa dan menggenggam tangan gadis itu. "Rupanya kalau ngajak kamu harus dengan cara ini yah! Atau kamu nyari-nyari kesempatan agar saya menggenggam tangan kamu?"
Zifa yang tadi bingung akan tingkah Bima tersadar. Ia mendelik pada Bima. "Siapa yang nyari-nyari kesempatan? Bukannya Bapak?"
"Iya. aku yang nyari kesempatan pada Sekertarisku yang cantik dan gemesin ini" goda Bima sambil mencolek dagu Zifa.
__ADS_1
Zifa menatap Bima ngeri, ia melepas paksa tangannya dari Bima dan segera berjalan cepat dari sana. Ia takut barangkali Bima kerasukan hantu genit di taman itu makanya sejak tadi dia aneh. Sementara Bima, ia tertawa di tempatnya melihat wajah ketakutan Zifa yang menjauhinya. Ia segera melangkah menyusul kepergian gadis itu.
Ingat! Aku hanya up satu kali, oke? jadi jangan tanya lagi kapan upnya😊