Sang Pengiring Pengantin 2 (Ketika Mantan Terindah Kembali)

Sang Pengiring Pengantin 2 (Ketika Mantan Terindah Kembali)
Kardus Kecil


__ADS_3

25 komentar dan 100 like aku lanjut.


Zifa membaringkan tubuhnya karena merasa lelah setelah selesai beres-beres barang. Ada beberapa barang yang ditambahkan di dalam kamar Bima yang kini sudah menjadi kamar keduanya, juga ada beberapa barang Bima yang tak diperlukan disingkirkan dari sana.


Bima lagi di luar sedang menerima telepon dari Rey, mungkin ada yang pria itu sampaikan mengenai masalah Kantor. Ngomong-ngomong tentang Rey, Istri pria itu sudah melahirkan. Tepatnya sehari sebelum pernikahan Bima dan Zifa sehingga mereka tak bisa turut hadir di sana. Nadin dan Rey hanya mengucapkan selamat melalui Video Call saja, sekaligus permintaan maaf karena tak bisa datang.


Untuk urusan Kantor, ada orang kepercayaan Agung yang mengurus sememtara, karena tak mungkin Bima merepotkan Rey yang pasti ingin mendampingi Istrinya yang masih menyesuaikan diri menjadi seorang Ibu. Walau bagaimanapun, Nadin pasti butuh kehadiran Rey di sampingnya untuk saat ini. Rey hanya memantau saja dari rumah, dan menelpon Bima untuk sekedar memberi tahu keadaan kantor.


Mata Zifa tak sengaja teralihkan ke sebuah kardus kecil yang tadinya dibawa oleh seorang anak buah Bima. Kata Bima itu adalah miliknya yang berada di Apartemen. Bima melarang Zifa untuk membukanya, membuat gadis itu sangat penasaran akan isinya.


Zifa bangun dan mengambil kardus yang ada di atas meja itu. Zifa ingin membukanya namun ragu karena larangan Bima. Tapi kalau tak dibuka, rasa penasaran bisa membuatnya susah tidur.


"Bandel banget sih Yang, udah dibilang jangan dibuka" suara Bima mengagetkan Zifa, membuat gadis itu merutuki sikap ingin tahu alias kepo yang ada di dalam dirinya. Zifa bahkan tak berani menoleh ke belakang untuk sekedar melihat ekspresi Bima. Kalau dinilai dari nada suaranya sih terdengar biasa saja, bahkan ada sedikit nada geli di dalamnya.

__ADS_1


Bima mendekat, kemudian memeluk Zifa dari arah belakang. menenggelamkan kepalanya di ceruk leher gadis itu membuat Zifa sedikit tak nyaman karena merasa kegelian.


"Emang isinya apaan sih? Kenapa coba aku nggak boleh buka?" tanya Zifa memberanikan diri.


"Sebenarnya masalahnya bukan di aku sih, kalau kamu buka itu. Tapi ada di kamu. Memangnya kamu siap liat isinya?"


Zifa melepaskan diri dan berbalik menghadap sang suami. Menatap lamat-lamat wajah itu, berusaha mencari penjelasan akan perkataan Bima melalui ekspresi pria itu.


Zifa mengerutkan alisnya bingung saat Bima terlihat seperti menahan tawa. Apanya yang lucu coba?


"Kamu jangan natap aku kaya aku pelaku selingkuh aja Yang!" ujar Bima sambil menarik pelan hidung mungil milik Istrinya itu. Kemudian pria itu merengkuh pinggang Zifa hingga posisi gadis itu berada dalam kurungan tangan besar milik Bima.


"Ya makanya izinin aku buka, kalau kamu nggak mau aku curiga" ujar Zifa kesal karena perlakuan Bima malah terkesan seperti meledeknya.

__ADS_1


"Aku kan udah bilang tadi, emang kamu siap liat semua yang ada di dalamnya? Kalau memang siap silahkan dibuka. Tapi jangan nyalahin aku kalau kamu nangis nanti" ucap Bima.


Zifa diam, ia benar-benar penasaran. Tapi, ia sedikit ragu untuk membuka isi kardus itu karena perkataan Bima.


"Emang apa isinya sih? Kasih tahu aku aja garis besarnya apa" pinta Zifa.


Bima menggeleng "Enggak! Biar nanti kamu tahu sendiri" (Dan readers juga😂)


Zifa mendengus karena penolakan Bima. Lagian, kenapa Bima membuatnya jadi ragu seperti ini sih?


Ayo kita main tebak-tebakan. Kira-kira, apa yah isi kardus kecil milik Bima itu? Ada yang bisa tebak enggak?


Jangan lupa dukungannya yah, Guys😍🥰

__ADS_1


__ADS_2