
"Kayaknya ada beda hari ini" tegur Nara pada Zifa saat melihat gadis itu diantar oleh Bima kw sekolah. Bima sudah berpamitan ke sekolahnya, sedangkan zifa terjebak bersama Nara dan Azraf yang tengah menatapnya dengan tatapan menggoda.
"Apaan sih!" ujar Zifa menghindar. Nara mendekat dan mencolek-colek lengan Zifa, membuat gadis itu kesal dan risih.
"Udah deh Nar, nggak usah godain aku bisa nggak sih" wajah Zifa memerah, tawa Nara seketika pecah karena wajah kepiting rebus milik Zifa.
Azraf memperhatikan Zifa. Ia tak menyangka, gadis galak itu bisa malu-malu kucing hanya karena sepupunya yang dingin itu. Zifa galak, dan Bima yang dingin. Akan seperti apa kisah mereka nanti Azraf makin penasaran.
"Jadi, benaran kalian udah jadian?" tanya Nara saat mereka sudah duduk di kelas.
Zifa mengangguk pelan. "Waaah, Bima ternyata gentel banget yah. Nggak berlama-lama biarin kamu tanpa kepastian" ledek Nara, Zifa hanya mampu tersenyum malu.
ponsel milik Zifa bergetar, ada pesan masuk yang berasal daru nomor Bima.
Aku udah sampai sekolah! semangat belajarnya, sayang💕
__ADS_1
wajah Zifa kembali memerah mendapati pesan kekasihnya itu. Hah, masa muda memang begitu membahagiakan yah.
"Cieee......!" seru Nara. Zifa tersadar, ternyata gadis itu ikut mengintip di layar ponsel Zifa. Dengan kesal, Zifa mengambil buku pelajaran yang ada di atas mejanya dan memukulkannya di lengan Nara.
"Nara, isshh!! Aku malu banget tau nggak sih!" pekiknya.
....................................................
Sudah waktunya jam pulang, Zifa dan Nara mulai membereskan alat-alat tulis mereka. Zifa mengecek sekali lagi, untuk memastikan tak ada yang ketinggalan.
"Berarti Bima jemput kamu lagi?" tanya Nara yanh diangguki Zifa.
"Itu mereka, udah nunggu" tunjuk Nara pada Azraf dan Bima yang sudah berdiri di parkiran.
"Gimana hari ini?" tanya Bima saat Zifa dan Nara sampai di dekat mereka.
__ADS_1
Zifa mengernyit bingung "Gimana apanya?"
"Maksud aku kegiatan kamu di sekolah hari ini, menyenangkan nggak?" Bima memperjelas maksud ucapannya. Azraf dan Nara yang mendengar itu saling menatap dan menahan tawa. Mereka sangat tak mampu membayangkan cowok sedatar dan sekaku Bima bertanya penuh perhatian seperti itu pada sang kekasih. Tapi, bukankah cinta bisa merubah segalanya? Mungkin begitulah yang terjadi pada Bima.
"Ya seperti biasa sih! melelahkan, tapi mau bagaimana lagi. Itukan udah kewajiban" jawab Zifa berusaha sesantai mungkin. Ia tahu kalau Nara dan Azraf sedang tertawa ngakak di dalam hati.
"Ya udah, karena kamu udah berjuang belajar seharian ini, aku traktir kamu makan. Gimana?"
Tawa Azraf dan Nara akhirnya pecah saat kalimat itu keluar dari mulut Bima. "Aduh Bim, Zifa udah kayak anak yang belajar ogah-ogahan aja, sampai harus ditraktir seperti itu hanya karena belajar seharian. Kan setiap harinya juga gitu" goda Nara.
Bima memutar bola matanya malas, "Itu romantis versi aku ke Zifa loh! Jadi jangan diejek, jangan ditiru juga"
Tawa Nara dan Azraf kembali pecah, romantis versi dia katanya? romantis apanya?
"Romantis apanya kayak gitu. Lagian, bukan kita yang ngejek. Tapi kamu yang keliatan ngejek Zifa, seolah-olah baru kali ini dia berusaha menyelesaikan waktunya sampai pulang sekolah!"
__ADS_1
Bima hanya mendengus pelan, ia menggandeng tangan Zifa yang wajahnya sudah memerah. "Ayo, nggak usah peduliin mereka. Pasangan sableng emang gitu, sukanya ngiri saat liat kita romantis-romantisan"
maaf baru lanjut. Doakan yah, semoga aku bakal sering up di novel ini. soalnya pekerjaan lagi sibuk-sibuk banget😣 bahkan novel aku yang terkontrak aja upnya hanya sekali-kali.