
Senang nggak aku double up? Karena aku upnya double, maka jangan lupa like, vote dan komentarnya juga.
Hari libur merupakan hari yang ditunggu-tunggu Zifa agar ia bisa menghabiskan waktu seharian di kamar untuk sekedar berbaring atau menonton drama Korea maupun Cina kesukaannya. Sayangnya hari ini, Zifa lebih memilih bangun pagi dan gadis itu kini sudah terlihat rapi. Sebenarnya ia malas ke mana-mana, namun satu alasan membuatnya harus tidak berada di rumah hari ini.
Bima, itulah alasan Zifa. Pria itu semalam mengirim chat padanya, bertanya apakah hari ini ia ada acaa atau tidak. Ia mengatakan ingin mengajak Zifa jalan. Zifa tak tahu entah itu benar-benar Bima yang mengirimkannya pesan atau tidak. Bisa jadi hantu genit penunggu taman restoran saat mereka makan malam itu masih berada di tubuh Bima. Pasalnya sejak pertemuan mereka saat makan malam itu, Bima bersikap aneh padanya. Pria itu terlihat seperti seorang pria yang ingin melakukan pendekatan pada wanita yang disukainya. Bahkan berkali-kali Bima berceletuk dengan kata-kata yang mampu membuat Zifa merona.
Hari ini, ia memutuskan lebih baik mengunjungi rumah Maminya ketimbang menerima ajakan Bima yang entah serius atau tidak. Semalam juga ia sudah menolak ajakan Bima tersebut dengan alasan akan ke rumah Tania.
Zifa mengetuk pintu rumah Tania saat gadis itu sampai. Ia memang belum memberitahu pada Maminya kalau akan berkunjung.
Pintu terbuka, menampakkan Tania yang sedang memakai celemek. Mungkin wanita itu sedang memasak mengingat ini masih pagi. Zifa sengaja berkunjung sepagi ini agar ia bisa merasakan masakan Tania. Katanya ia sudah kangen masakan wanita itu.
"Assalaamu'alaikum, Mami!" salamnya sambil menjabat tangan Tania.
"Wa'alaikumussalaam, Sayang! Kamu datang dengan siapa? Ayo, masuk sayang!" ajak Tania.
__ADS_1
"Zi sendiri kok Mi" ujarnya.
"Mami lagi masak di dapur, kamu duduk aja dulu. Kalau enggak, kamu bangunin Kakakmu aja! Mami mau lanjut masak!"
Zifa mengangguk "Zi mau bantuin Mami masak aja deh! Zi kangen masak sama Mami"
Tania terkekeh pelan, ia kemudian mengusap lengan gadis yang berjalan di sampingnya itu dengan sayang. "Ya udah, tapi simpan dulu tas kamu" Zifa menurut, ia menyimpan tasnya di atas meja yang berada di ruang tamu kemudian menyusul Tania yang sudah melangkah duluan ke arah dapur.
"Om Bimo di mana Mi?" tanya Zifa sambil mendekati Tania.
Setelah selesai memasak sarapan pagi ini, Tania kemudian menyuruh Zifa membangunkan Bita sedangkan dirinya mengatur makanan di atas meja.
Zifa membuka dengan pelan pintu kamar Bita karena setelah memberi beberapa kali ketukan cowok itu tak juga membukanya.
Zifa mendengus saat melihat ternyata Bita masih asik berlabuh di alam mimpi. Zifa mendekati pria itu dan menepuk pipinya pelan. "Kak, bangun! Udah siang"
__ADS_1
Ternyata Bita bukan tipe yang susah untuk dibangunkan. Pria itu membuka matanya perlahan, ia tersenyum saat melihat wajah Zifa yang berada di depannya.
"Aku mimpi lagi? Tapi walau ini mimpi tetap aja rasanya menyenangkan" ujarnya tersenyum.
Zifa yang tak mengerti dengan ucapan Bita segera menepuk pipi pria itu dengan sedikit lebih keras. Ia yakin kalau Bita sedang mengigo.
"AU!!" pekik Bita. pria itu langsung mendudukkan dirinya karena terkejut. Ia menatap Zifa dan mengerutkan alisnya "kamu ngapain di sini Zi?"
Zifa memutar kedua bola matanya "Yah bangunin Kakak lah, mau ngapain lagi emang? Eh, yang dibangunin malah ngingo sambil senyum-senyum sendiri lagi!"
Bita hanya menganggukkan kepalanya mengerti. "Ooh. Ya udah, kamu turun duluan aja. Kakak nanti nyusul" ujarnya sebelum meninggalkan Zifa ke kamar mandi. Zifa turun dari ranjang Bita dan berniat melangkah ke luar. Matanya tiba-tiba teralihkan pada fotonya dan Bita saat mereka masih kecil dulu. Ia tersenyum sambil memperhatikan figura itu. Tanpa sengaja, tatapan Zifa jatuh pada sebuah buku kecil lebih tepatnya diary yang ada di meja yang sama tempat foto tadi. Ia mengerutkan alisnya bingung, Bita menulis Diary? Zifa penasaran, ia membuka sampul buku tersebut. Zifa heran karena di sampul itu terdapat fotonya yang memakai gaun berwarnah biru sambil tersenyum ceria ke arah kamera. Dan di foto tersebut, terdapat kata yang membuatnya kebingungan. 'My First Love', begitulah bunyi tulisan itu.
Karena rasa penasarannya, Zifa akhirnya memilih membawa Diary tersebut untuk ia baca nanti di rumah. Urusan Bita mencari Diarynya atau tidak itu akan ia urus nanti. Lagipula, jika dia membacanya di sini tak akan sempat. Jadi lebih baik dia membawanya saja. Zifa tak akan sepenasaran ini kalau tidak melihat di dalam ada fotonya dan kata itu di sana. Ia hanya ingin memastikan kalau Diary tersebut bukan milik Bita.
Kira-kira itu punya siapa yah? Ada yang bisa tebak? Apa jangan jangan........
__ADS_1
(Silahkan jawab sendiri sesuka kalian😂)