Senja Di Ujung Harap

Senja Di Ujung Harap
Promo Lagi


__ADS_3

"



Pokoknya ibu tidak ridho kalau kamu harus menikah mendahului kakakmu, apapun alasannya adik perempuan tidak boleh mendahului kakak perempuannya menikah" tangis ibu pun pecah setelah dia mengungkapkan semua yang mengganjal di hatinya beberapa hari ini.


Kedatangan Rafa beberapa hari yang lalu dan menyampaikan maksudnya untuk menikahi Maya membuat ibu murung. Bapak sudah berkali-kali mengingatkan ibu untuk tidak menunjukkan kegelisahannya di hadapan Maya, kasihan dia jika harus mengetahui kalau ibu tidak merestui maksud kekasihnya untuk segera menghalalkannya.


Bukan tanpa alasan ibu seperti itu, dia hanya tidak ingin jika anak keduanya Rahma harus menjadi omongan orang karena didahului menikah oleh adiknya.


"Bu, Rahma ikhlas jika memang Maya sudah ada jodohnya" Rahma mencoba memberi pengertian kepada sang ibu, namun sang ibu bersikukuh dengan pendiriannya. Kepercayaannya masih terlalu kental, jika anak perempuan didahului nikah oleh adik perempuannya akan susah mendapat jodoh. Ibu tidak mau itu terjadi pada Rahma, anak keduanya.


Naura Rahmania atau dipanggil Rahma adalah anak kedua dari empat bersaudara. Kakak sulungnya Budiman Ahmad seorang laki-laki sudah menikah dan tinggal jauh karena pekerjaannya memang di sana. Saat ini dia bertugas sebagai hakim di salah satu pengadilan negeri di Sulawesi.


Adik Rahma, Rismaya Aulia yang biasa dipanggil Maya saat ini tengah menyelesaikan kuliahnya jurusan manajemen bisnis dan sedang menyusun skripsi. Menunggu jadwal sidang dengan target dua bulan lagi akan mengikuti wisuda. Berbeda dengan sang kakak, Maya lebih mudah bergaul. Pergaulannya lebih luas, tidak heran jika dia sudah memiliki kekasih seorang pengusaha muda yang beberapa hari yang lalu datang ke rumahnya dan mengatakan akan menikahi Maya setelah lulus kuliah.

__ADS_1


Yusup El-Malik adik bungsu Rahma saat ini masih kelas tiga SMA dan akan melanjutkan pendidikan ke jurusan yang sama dengan sang kakak sulung, hukum. Rahma sendiri saat ini sudah bekerja sebagai guru honorer di sebuah sekolah SMA Swasta. Dia adalah satu-satunya penerus sang ayah yang merupakan pensiunan guru.


Di antara empat bersaudara itu hanya Rahma yang sekolah mengambil keguruan, pembawaannya yang lembut dan bijaksana sangat cocok untuk menjadi seorang guru dan sangat didukung penuh oleh sang ayah karena menurutnya pekerjaan yang pas untuk seorang wanita jika ingin berkarir adalah menjadi seorang guru. Selain sebagai profesi, kompetensi yang dimiliki seorang guru dapat diterapkan di rumah dalam mendidik anak-anaknya kelak.


Rahma menghela napasnya panjang. Sang Ibu bersikukuh tidak akan mengizinkan Maya menikah sebelum dirinya menikah. Rahma yang berangkat paling akhir dibanding adik-adiknya pamit. Hari ini dia ada rapat guru pukul sembilan, pembelajaran sengaja diliburkan. Rahma pun berangkat menuju sekolah tempatnya mengajar dengan mengendarai motor matic kesayangannya.


Kurang dari tiga puluh menit Rahma sudah sampai di halaman sekolah. Dia memarkirkan motornya di parkiran khusus pendidik. Melepas helm dan sedikit bercermin di spion motornya merapikan jilbab yang sedikit kusut karena memakai helm.


Rahma melenggang menuju aula sebagai tempat rapatnya hari ini. Langkahnya terhenti saat lengannya ditahan oleh seseorang yang tak lain adalah Lisna, sesama guru yang cukup dekat dengannya.


"Kamu tuh kebiasaanya, suka ngagetin orang" pekik Rahma masih dengan nada kesal akibat ulah guru kesenian itu.


" Hehe...maaf Bu Guru syantik, aku sengaja" ucapnya semakin membuat Rahma kesal.


"Hisshh, dasar" Rahma hanya bisa menoyor bahu Lisna yang tak lepas menertawainya.

__ADS_1


Rapat pun dimulai. Agenda rapat kali ini cukup banyak, selain persiapan untuk kegiatan akhir tahun pelajaran yang menjadi agenda rutin sekolah itu sebagai agenda akbar. Agenda lain dari rapat kali ini adalah perkenalan ketua yayasan baru yang menaungi sekolah tersebut. Sesuai isu yang sudah beredar jika pemilik yayasan saat ini sudah menyerahkan kepemimpinannya kepada putra bungsunya. Seorang pria yang tidak dikenal banyak orang. Pasalnya anak bungsunya itu baru saja menyelesaikan pendidikan doktoralnya di luar negeri.


Semua terkesiap memandang seseorang yang datang memasuki ruangan itu terutama guru-guru perempuan. Bagaimana tidak, seseorang yang masuk itu adalah orang yang sedang mereka gunjingkan. Ternyata benar, fakta membuktikannya bahwa sang penerus kepemimpinan yayasan adalah sosok anak muda dengan sejuta pesona.


"Nawnaw, lihatlah....." Lisna menunjuk dengan dagunya ke arah pemuda yang baru saja menjatuhkan bokongnya di kursi istimewa yang khusus disediakan untuknya. Selain rekan kerjanya Lisna juga adalah temannya sejak SMA, mereka kuliah di universitas yang sama dan program studi yang sama yaitu pendidikan dan sekarang pun mereka mengajar di sekolah yang sama. Lisna bahkan mempunyai panggilan khusus untuk sahabatnya itu, nawnaw yang merupakan kependekan dari Naura nama depan Rahma.


Rahma sejak tadi anteng dengan smartphonenya dia bahkan tidak menyadari saat ketua yayasan barunya memasuki ruangan yang membuat beberapa orang terutama guru perempuan terpesona. Begitulah Rahma, tidak mudah mengalihkan fokusnya jika sudah tertuju pada satu titik.


"Heumm" hanya kata itu yang keluar dari mulut Rahma, dia hanya melirik sekilas kemudian kembali menyelesaikan proyeknya di smartphonenya, membaca surat Ar-Rahman.


"Ishhhh" Lisna berdesis, dia tahu sahabatnya itu tidak mudah tertarik pada hal-hal seperti itu, apalagi ini menyangkut lawan jenis.


Rahma adalah tipikal perempuan yang tidak mudah tertarik pada lawan jenis, bahkan sangat sulit untuknya bisa jatuh cinta apalagi pada pandangan pertama, sungguh bukan kebiasaannya. Berbeda dengan dirinya yang selalu bersemangat untuk menjalin pertemanan dengan siapapun, sama-sama single tapi Lisna lebih agresif dalam menentukan calon pasangan hidupnya. Prinsifnya satu perlu seleksi dengan kandidat yang beraneka ragam untuk mendapat pasangan yang tepat. Kendatipun demikian dia lebih suka menjalin pertemanan untuk meluaskan jejaring pertemanannya.


Berbeda dengan Rahma yang justru tidak pernah menunjukkan ketertarikannya pada lawan jenis, bukan tidak mau dia hanya enggan harus melabuhkan hati pada pria yang belum halal untuknya. Prinsifnya kuat, ingin jatuh cinta pada pasangan halalnya. Mungkin itu yang membuat Rahma sampai saat ini belum juga mendapatkan pendamping.

__ADS_1


__ADS_2