Senja Di Ujung Harap

Senja Di Ujung Harap
Pengakuan


__ADS_3

Dua cangkir kopi sudah tersaji di hadapan dua pemuda tampan itu. Banyak kaum hawa yang curi-curi pandang ke arah mereka. Dibesarkan bersama membuat perbedaan usia meraka tidak kentara bahkan pernah ada yang menyangka mereka kembar.


Ahsan menyeruput kopi kesukaannya. Seperti biasa dia akan selalu memesan Espresso ketika berkesempatan ngopi seperti saat ini.


Espresso adalah jenis minuman kopi murni tanpa menggunakan campuran bahan apapun seperti susu dan gula. Biasanya kopi ini digemari oleh orang yang suka dengan rasa kopi yang kuat. Tekstur kopinya yang pekat dan hitam dengan buih putih di atasnya terbentuk dari tekanan minyak dalam biji kopi. Disajikan dalam cangkir khusus espresso berukuran 30 mililiter. Kopi ini juga bisa dibilang yang paling rendah kalorinya.


"Masih sama aja pesanannya?" cibir Akhtar.


"Karena aku orangnya setia", balas Ahsan.


Deg...jawaban Ahsan sangat menohok. Sejenak Akhtar menghentikan aktivitasnya, dia kembali menyimpan sendok yang sudah disiapkan untuk menyendok eskrim yanga sudah disirami kopi olehnya. Akhtar menatap Ahsan dalam sementara yang ditatap tampak biasa tidak menyadari.


Ahsan dan Akhtar sama-sama pecinta kopi, tapi Ahsan lebih condong pada satu jenis kopi yang sudah sangat dia sukai. Berbeda dengan Akhtar, dia selalu memiliki selera dengan sensasi rasa yang berbeda.


Kali ini Akhtar memesan Affogato. Di Eropa biasanya kopi affogato ini digunakan sebagai pencuci mulut yang disuguhkan selama musim panas dan setelah makan malam. Affogato ini terdiri dari campuran espresso yang kuat dan pahit dengan es krim vanilla yang nikmat. minuman kopi ini akan menjadi pilihan untuk yang ingin sensasi rasa tidak biasa dalam secangkir kopi. Kopi ini tercipta dengan perbandingan 2/5 espresso yang dipadukan dengan 3/5 es krim. Siang hari yang cukup terik di Bandung sangat cocok untuk menikmati secangkir kopi Affogato, sungguh perpaduan kopi dan seni yang luar biasa mantappsss...


Mereka berdua kembali menikmati kopinya masing-masing. Dulu kopi seakan menjadi minuman wajib bagi orang tua, namun kini kopi telah menjadi gaya hidup dan minuman yang digemari anak muda. Tiap tahun, mengonsumsi kopi semakin populer. Hal ini terbukti dengan menjamurnya coffe shop di berbagai daerah.


Entah apa yang membuat jenis minuman kopi begitu diminati dan digemari. Dalam beberapa tahun belakangan ini dengan mudah kita dapat menemukan kedai kopi. Tak hanya untuk sekadar penghilang kantuk, saat ini mengonsumsi kopi sudah menjadi tren dan lifestyle.


"Sepertinya kamu sudah tidak bisa mundur, Bro", ujar Ahsan.


"Ayah kemarin memanggilku dia memintaku untuk mengurus semua persiapan acara pertunanganmu. Dia merasa puas dengan hasil kerja tim yang aku pimpin dalam kegiatan kemarin jadi beliau memintaku dan panitia kegiatan kemarin untuk menangani semuanya",


Ahsan menjelaskan hasil pertemuannya dengan Ayah Akhtar, dia memanggil Ayah Akhtar sama seperti Akhtar dengan sebutan Ayah karena Ayah Akhtar adalah kakak dari papa nya.

__ADS_1


Sejak kecil Ahsan memang sudah tinggal bersama Akhtar dan keluarganya. Dua hari yang lalu Ayah Akhtar memanggilnya untuk menyampaikan hal ini.


Akhtar membuang napas kasar. Rasa sesak kembali menerpa ketika mengingat pertemuannya dengan sang ayah. Di hari yang sama dengan Ahsan bertemu ayahnya dia pun menemui sang ayah. Berusaha berbicara dari hati ke hati dengannya, untuk menolak perjodohan ini.


"Maaf Yah, sepertinya aku tidak bisa meneruskan perjodohan ini", akhirnya Akhtar mengungkapkan keadaannya pada sang ayah.


"Maksud kamu?" tanya sang ayah penasaran.


"Aku tidak mencintai Raina, selama ini aku sudah mencintai wanita lain sejak lama. Dia adalah seorang gadis yang aku temui ketika di Garut dulu. Kami pernah menjalin kasih hingga akhirnya harus berpisah. Selama ini aku salah mengira, aku kira dia sudah menjadi milik orang lain sehingga waktu itu aku diam saja saat Ayah mengatakan akan menjodohkanku dengan Raina",


"Jujur hatiku sedang tidak baik-baik saja saat itu Yah, masih belum bisa menerima kenyataan bahwa orang yang aku cintai memilih bersama orang lain. Aku masih sangat mencintai gadis itu dan ingin memilikinya. Dan ternyata selama ini kabar yang aku terima salah, dia masih menungguku dan keberadaannya sangat dekat denganku", Akhtar menghela napas menjeda ucapannya.


"Maafkan aku, Yah. Aku sudah kembali menemukan cintaku dan bertekad untuk kembali meraihnya. Aku tidak mau menyakitinya lebih lama lagi, cukup selama ini dia menungguku dan kini biarkan aku membayar semua waktu yang dia gunakan untuk menungguku dengan setia dan istiqamah. Aku harap Ayah mengerti", Akhtar mengatakan semua kebenaran tentang hati dan perasannya. Dia tidak mampu lagi menyelesaikan ini sendirian. Dia berharap Ayahnya mampu memberikan jalan keluar yang terbaik untuk masalahnya.


Akhtar mendongak mendengar nada bicara Ayahnya, ada kekhawatiran di hatinya.


"Dia salah satu guru di yayasan kita", jawab Akhtar jujur.


"Aku baru beberapa minggu ini mengetahui kalau ternyata keberadaan kami begitu dekat", lanjutnya.


"Kamu tidak bisa menolak perjodohan ini, lepaskan dia. Lupakan semua perasaanmu pada gadis itu. Anggap kalian tidak pernah bertemu kembali. Kalau pun bertemu anggap kalian tidak pernah saling mengenal", jawaban sang Ayah sontak membuat Akhtar emosi.


"Kenapa Yah? kenapa Ayah selalu memaksakan kehendak Ayah? tidak bisakah Ayah kali ini memahami perasaanku? mengerti apa yang aku inginkan?"


"Selama ini aku diam saja, bahkan saat Ayah tidak mengizinkanku untuk menemui Ibu. Ibuku Yah, Ibu kandungku. Wanita yang pernah sangat Ayah cintai dan telah melahirkan anak Ayah",

__ADS_1


"Sampai detik ini aku bahkan tidak tahu apa yang menyebabkan kalian berpisah, karena yang aku tahu Ibu adalah istri yang baik. Beliau melaksanakan kewajibannya, memenuhi semua kebutuhan Ayah dan aku. Aku pun tahu kalau Ayah adalah suami yang baik, Ayah yang bertanggungjawab pada anaknya"


Tapi kenapa sampai ada perpisahan? Ayah tahu? aku sangat kecewa Yah, aku terluka waktu itu. Tapi aku menerimanya dan lebih memilih diam karena menghargai Ayah dan Ibu. Dan gadis itu hadir menjadi pelipur laraku, aku mendapatkan kembali semangatku dalam belajar dan mengejar cita-cita. Walaupun aku jauh dari Ayah dan Ibu yang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tapi Kakek dan Nenek mendidikku dengan sangat baik."


Akhtar tersulut emosinya mendengar jawaban sang ayah, dia tidak terima. Selama ini dia selalu mengalah dan menuruti semua kehendak ayahnya, tapi kali ini dia menumpahkan semua kekecewaannya, berusaha memperjuangkan cintanya.


Ayah Akhtar kembali menarik napas dalam. Beliau menyenderkan tubuh di kursi kebesarannya yang berada di ruang kerja rumahnya. Keadaan mencekam, mereka saling terdiam mengondisikan emosinya masing-masing. Akhtar menunduk, menahan sesak yang menghimpit dadanya. Baru kali ini dia berani berbicara seperti itu pada Ayahnya.


"Maafkan Ayah, Nak", suara lirih sang Ayah memecah keheningan.


"Ayah sadar ayah salah. Tentang perpisahan kami, itu karena ibumu yang menginginkannya. Ayah sudah berusaha meyakinkannya bahwa Ayah akan bersikap adil" tutur sang Ayah.


Deg.....jantung Akhtar tiba-tiba berdetak kencang mendengar penuturan Ayahnya.


"Maksud Ayah?" Akhtar memotong pembicaraan. Ayahnya masih diam.


"Maksud Ayah, Ibu memilih berpisah karena tidak mau dipoligami?" tanya Akhtar penasaran. Ayahnya mengangguk tanda membenarkan.


"Astaghfirulloh..." ucap Akhtar mengusap kasar wajahnya. Dia menyugar rambutnya, merasakan dadanya semakin sesak mengingat nasib sang Ibu. Wanita mana yang rela berbagi suami, laki-laki yang selama ini selalu dia utamakan bahkan dia mengabdikan seluruh hidupnya untuk laki-laki itu.


"Maafkan Ayah karena Ayah tidak bisa menolak untuk menikahi Ibu sambungmu dan Ayah pun tidak bisa menghentikan keinginan Ibumu untuk berpisah", Ayah Akhtar masih berusaha menjelaskan.


"Dan sekarang giliran kamu, kamu yang melanjutkan estafet kepemimpinan perusahaan dan yayasan, dan salah satu syaratnya adalah kamu harus menikahi Raina", jelas sang Ayah.


Degg.....Ahsan membulatkan matanya mendengar alasan yang disampaikan ayahnya.

__ADS_1


__ADS_2