Senja Di Ujung Harap

Senja Di Ujung Harap
Bak Tersambar Petir


__ADS_3

Sekitar pukul dua siang acara pun berakhir. Aula sudah kosong. Orang-orang beristirahat sejenak sebelum melanjutkan kegiatannya untuk menyiapkan pesta sesi dua yang akan digelar nanti malam.


Shanum dan Liani memilih kembali ke rumah dinasnya. Setelah briefing semua sepakat akan kembali ke lokasi acara ba'da maghrib. Semua persiapan sudah selesai dilakukan, panitia dan WO bekerja sama bahu membahu dalam menyelesaikan setiap pekerjaan, sehingga semua acara berjalan lancar dan sukses sesuai keinginan sang empunya hajat.


Waktu menunjukkan pukul empat sore, Shanum dan Liani yang akan pergi meninggalkan ruang panitia tidak bisa melanjutkan rencananya karena Ahsan meminta Shanum untuk menemuinya.


"Assalamu'alaikum", ucap Shanum saat memasuki ruangan tempat Ahsan berada.


"Bapak memanggil saya?" tanya Shanum formal.


Ahsan yang melihat Shanum sudah datang dan bertanya dengan formal tiba-tiba memberenggut. Dia tidak senang jika saat berdua Shanum memanggilnya seperti itu. Shanum faham dengan ekspresi wajah Ahsan.


"Kakak, memanggil saya?", Shanum mengulangi pertanyaannya dengan mengulum senyum. Ahsan pun tergelak mendengarnya, dia senang Shanum mengerti keinginannya.


"Bisa dirubah gak itu panggilannya? tanya Ahsan sambil memainkan alisnya.


"Apa?" Shanum balik bertanya.


"Sayang, hubby, dear, baby, abi, mungkin?" goda Ahsan. Shanum hanya mencebikkan bibirnya mendengar godaan Ahsan.


"Okay, tenang aja sebentar lagi ya?sabar." ucap Ahsan sambil mengusap dada.


"Apanya?" tanya Shanum pura-pura tidak mengerti.


"Panggilan kamu, aku mau setelah kita menikah nanti kamu memanggil aku dengan panggilan hubby dan aku akan memanggilmu honey",


Ahsan berbicara dengan nada manja, bukan seperti Ahsan yang biasanya. Dia tampak bahagia dengan keinginannya. Shanum yang melihat ekspresi Ahsan hanya tersenyum malu dan geleng-geleng kepala.


"Ya, mau ya?" tanya Ahsan meyakinkan.


"Apa?" jawab Shanum.


"ishhhh", Ahsan gemas dengan kepura-puraan Shanum.


"Hahaha..." tanpa sadar Shanum tertawa cukup keras melihat ekspresi kesal Ahsan. Ahsan yang melihatnya pun turut tersenyum bahagia karena berhasil membuat Shanum tertawa lepas hari ini.


Ahsan tahu sejak tadi pagi Shanum terlihat tidak fokus, ada kesedihan yang berusaha disembunyikannya. Ahsan tidak tahu apa yang menyebabkan Shanum bersedih, dia hanya berpikir bagaimana caranya membuat Shanum kembali ceria dan dia berhasil.


Shanum sadar dia kelepasan, segera dia menghentikan tawanya dan kembali serius.


'Cantik!', gumam Ahsan dalam hati.


"Sebenarnya Kakak ada perlu apa manggil aku ke sini?" tanyanya lagi,


"Eumhh.....apa ya?" goda Ahsan lagi.


"Ck..." Shanum berdecak kesal. Dia tahu Ahsan sedang menggodanya.


"Ayolah Kak, mau apa? aku mau istirahat nih lumayan masih ada waktu dua jam buat rebahan, hhe.." protes Shanum diakhiri kekehan.


"Mau kamu!", goda Ahsan lagi dengan wajah tanpa dosanya.


"ishhh, Kakak...!", bentak Shanum.


"Hahaha..." kali ini Ahsan yang tertawa tertawa lepas karena berhasil kembali menggoda Shanum.


"Enggak ada....aku cuma mau bilang yang tadi aja dan sekarang kamu boleh pergi dan beristirahatlah!", jawab Ahsan santai.


Shanum menggeleng-gelengkan kepala, dia sekarang tahu kalau Ahsan hanya mengerjainya.


"Ya sudah, aku pergi." ucapnya tegas.


Shanum pamit dan beranjak dari tempat duduknya dan langsung berjalan menuju pintu keluar.


"Num, jangan marah dong", jegal Ahsan panik dia langsung berdiri saat melihat Shanum yang langsung beranjak dari tempat duduknya.


Shanum menghentikan langkahnya, dia membalikkan badan dan kembali menghadap Ahsan dengan tersenyum manis.


"Tidak Kanda Ahsan yang baik hati, mana berani dinda marah sama Kanda. Sekarang dinda mau pulang, mandi dan istirahat, boleh ya?!" Shanum berkata dengan nada memelas manja bergaya seperti tuan putri.


Ahsan kembali tertawa melihatnya, dia senang ternyata Shanumnya tidak marah. Dia pun menganggukkan kepalanya.


" Okey, selamat istirahat ya", ucapnya.

__ADS_1


''Alhamdulillah, kemajuan yang luar biasa", gumamnya setelah Shanum keluar dari ruangannya.


***


Perayaan pertunangan sesi dua sengaja digelar karena permintaan Raina. Mengusung tema keep it intimate dengan dekorasi minimalis estetik semakin memeriahkan suasana pesta.


Dia ingin lebih intim merayakan pertunangan ini dengan teman-temannya. Dia mengundang teman-teman SMA dirinya dan Akhtar, juga teman-teman dekat saat kuliah yang tahu perjuangan Raina mengejar Akhtar, seolah ingin menunjukkan kalau akhirnya dia berhasil mendapatkannya. Laki-laki yang sudah disukainya sejak SMA.


Ruang aula yang memang sudah didekorasi dengan mewah, tampak ada sedikit perubahan. Pencahayaan yang diatur ulang dan ditata dengan apik menyesuaikan dengan tema dan situasi malam hari membuat pesta terlihat semakin meriah.


Shanum dan seluruh panitia juga WO sudah bersiap di posisinya masing-masing. Tak ada lagi briefing panitia, karena semua sudah jelas saat breifing terakhir tadi sore.


Para tamu sudah tampak berdatangan, acara malam ini dipenuhi dengan kaum muda. Banyak dari mereka yang datang bersama pasangan bahkan ada yang datang dengan membawa anak-anak mereka. Tetapi tidak sedikit pula yang datang hanya seorang diri.


Perayaan pesta pertunangan Akhtar dan Raina benar-benar dijadikan sebagai ajang reuni. Semua orang terlihat bahagia dan berkumpul sesuai kelas mereka saat sekolah.


Shanum sedang memastikan pengisi acara yang akan tampil malam ini sudah siap. Dia tampak sibuk berkoordinasi dengan beberapa orang.


Tibalah waktunya sang MC memanggil pasangan yang menjadi raja dan ratu malam ini. Akhtar dan Raina berjalan berdampingan memasuki aula, berjalan di atas red carpet dengan taburan bunga, mereka tampak serasi.


Meskipun tidak ada sentuhan antara keduanya tetapi kali ini jarak mereka cukup dekat. Kedatangan mereka pun menjadi pusat perhatian, semua orang bertepuk tangan menyambutnya.


Raina tidak berhenti menebar senyum sepanjang berjalan di atas red carpet, tangan kanannya menggenggam buket bunga sementara tangan kirinya melambaikan tangan kepada teman-teman yang menyapanya. Sementara Akhtar berjalan lurus dengan ekspresi datar dan hanya sesekali menganggukan kepalanya saat ada teman yang menyapa.


Acara berlangsung semakin meriah ketika band yang didaulat mengisi acara menaiki panggung. Suasana bertambah riuh ketika lagu-lagu yang dinyanyikan adalah lagu kenangan mereka semasa sekolah. Banyak yang turut bernyanyi di atas panggung ataupun sekedar berjoget di depan panggung yang sengaja dibuat space yang cukup luas.


Suasana kebersamaan yang penuh keakraban sangat terasa sekali di antara mereka. Akhtar duduk dengan Ahsan dan teman-teman mereka sewaktu SMA, begitupun Raina yang duduk di meja berbeda bersama teman-teman seangkatannya.


"Keren ya lu Ray, akhirnya bisa dapetin juga tuh cowok kulkas, hahaa...." ucap salah satu teman Raina. Mereka duduk berempat di meja yang sama.


"Bener, keren banget. Gue kita lu depresi karena gagal bersanding dengan Kak Akhtar, secara berkali-kali berjuang jatuh lagi-jatuh lagi..hhihi..", timpal yang satunya lagi.


"Kayanya ada trik dan tips khusus deh buat ngegaet doi, secara dulu dia tuh dingin banget bahkan gak pernah sedikitpun melirik lo", tutur teman Raina yamg satunya lagi.


Raina hanya tersenyum seolah membenarkan perkataan mereka.


"Tapi akhirnya, lihatlah I'm the winner", ucap Raina dengan jumawanya.


Ketiga orang itu sangat tahu bagaimana perjuangan Raina mencari perhatian Akhtar saat mereka sekolah, berbagai cara sudah dilakukan tetapi Akhtar tetaplah Akhtar, pria dingin dengan sejuta pesona.


***


Shanum pun terlihat menikmati alunan musik, sesekali dia pun turut bernyanyi pelan. Liani lega, karena Shanum sepertinya sudah mulai bisa move on atau memang dia berusaha profesional dengan tugasnya, entahlah.


Semua berjalan sangat kondusip, kehadiran seseorang di atas panggung membuat suasana semakin meriah.


"Cek...cek..", seorang gadis cantik dengan perawakan bak model kelas atas, tengah berdiri di atas panggung sudah siap dengan mic di tangannya. Dia terlihat begitu menguasai panggung, pembawaannya yang santai ditunjang dengan kostum yang elegan membuat ia terlihat tampil begitu sempurna.


"Selamat malam semuanya", ucapnya mengawali penampilannya di atas panggung. Semua orang tampak terdiam, mereka memusatkan perhatian mereka pada sumber suara.


"Selamat untuk teman baikku Raina dan Akhtar, yang telah berhasil menyatukan cinta mereka yang sempat tertunda, haha..."


"Malam ini, aku turut berbahagia atas kebahagiaan kalian berdua. Sekaligus aku pun mengucapkan terima kasih karena aku bisa pulang kembali ke tanah air di momen yang pas dengan hari istimewa kalian berdua."


"Dan malam ini, aku pun kembali untuk seseorang yang sejak dulu selalu memberiku cinta yang begitu besar dan sepanjang masa, haha... aku tahu dia tidak pernah bisa menerima wanita lain dalam hidupnya, karena cinta dan hatinya hanya untukku", dengan lantang dan penuh percaya diri gadis itu terus berbicara di atas panggung, semua orang tampak fokus memerhatikannya.


"Sebuah lagu yang selalu dia nyanyikan untukku sejak kami menjalin cinta di putih abu-abu dan sampai hari ini selalu menjadi nada panggilan gawainya. Sekarang aku yang akan bernyanyi untuknya, selamat mendengarkan.". prok..prok..prok... suara tepuk tangan menggema mengisi setiap sudut aula.


Suara alunan musik mulai terdengar mengisi setiap telinga yang sejak tadi menjadi pendengar setia sang gadis.


Gadis itu menyanyikan lagu yang berjudul Sempurna milik Andra and The backbone dengan penuh penghayatan.


Kau begitu sempurna, di mataku kau begitu indah


Kau membuat diriku akan selalu memujamu


Di setiap langkahku, 'ku 'kan selalu memikirkan dirimu


'Tak bisa 'ku bayangkan hidupku tanpa cintamu


Janganlah kau tinggalkan diriku


Takkan mampu menghadapi semua

__ADS_1


Hanya bersamamu 'ku akan bisa


Kau adalah darahku


Kau adalah jantungku


Kau adalah hidupku, lengkapi diriku


Oh, sayangku, kau begitu sempurna


Sempurna


Kau genggam tanganku saat diriku lemah dan terjatuh


Kau bisikkan kata dan hapus semua sesalku


Janganlah kau tinggalkan diriku


Takkan mampu menghadapi semua


Hanya bersamamu 'ku akan bisa


Kau adalah darahku


Kau adalah jantungku


Kau adalah hidupku, lengkapi diriku


Oh, sayangku, kau begitu sempurna


Sempurna


Janganlah kau tinggalkan diriku


Takkan mampu menghadapi semua


Hanya bersamamu 'ku akan bisa


Kau adalah darahku (darahku)


Kau adalah jantungku (jantungku)


Kau adalah hidupku, lengkapi diriku


Oh, sayangku, kau begitu-


Kau adalah darahku (darahku)


Kau adalah jantungku (jantungku)


Kau adalah hidupku, lengkapi diriku


Oh, sayangku, kau begitu-


Sayangku, kau begitu sempurna


Sempurna


Sempurna (Andra and the backbone)


Semua lirik lagu milik Andra and the backbone yang dinyanyikannya terasa sangat menyentuh, seakan mampu menghipnotis semua orang yang berada di ruangan megah itu untuk diam dan ikut menghayati.


"Terima kasih Hubby, kamu sudah setia menungguku dan sekarang aku sudah kembali untukmu. I miss you so much Muhammad Ahsanu Amala, priaku, cintaku...I'm come back."


Gadis itu memberi epilog yang terdengar begitu romantis di telinga semua orang. Hampir semua yang mendengar pun bersorak memberi semangat kepada gadis itu.


Dia turun dari atas panggung dan berjalan menuju meja tempat Ahsan berada, tanpa ragu dia langsung mensejajarkan tubuh tingginya dengan Ahsan yang sejak tadi duduk terpaku, kemudian memeluk mesra pria itu.


Semua orang melihat adegan itu, tak terkecuali Shanum. Bagaikan tersambar petir di siang hari, tubuhnya membeku mendengar pengakuan cinta gadis itu ditambah dengan adegan yang baru saja terjadi di hadapannya.


Wajahnya menunjukkan ekspresi yang sulit diartikan, tatapannya tertuju pada meja tempat Ahsan dan gadis itu berada. Shanum memalingkan wajahnya saat melihat gadis itu tanpa malu memeluk Ahsan begitu saja. Walau terlihat Ahsan menghindar, tapi gadis itu tak kehabisan cara, dia tetap mampu mendaratkan wajahnya di dada Ahsan.


'lagu itu? gadis itu? panggilan itu?', gumamnya dalam hati.

__ADS_1


Sementara Liani tanpa sadar menjatuhkan garpu yang dipegangnya, mulutnya menganga terkaget dengan apa yang baru saja dilihatnya. Pria yang selalu dia puja puji, baik hati, penuh perhatian, pengertian, setia bahkan dia bantu untuk mengambil hati sahabatnya ternyata selama ini sudah memiliki kekasih.


__ADS_2