
Sebuah berita berhasil menghebohkan dunia pendidikan di Kota Bandung dan beberapa kota lainnya, dan kini tengah menjadi perbincangan hangat beberapa hari ini. Pasalnya berita tersebut tersebar luas hampir di setiap portal berita online yang menghiasi jagad maya.
Semua orang yang mengenal Shanum berusaha menghubungi Shanum melalui nomor yang terdaftar atas nama Shanum di gawai mereka masing-masing untuk mengklarifikasi ketidakbenaran berita tersebut namun ternyata nomor Shanum sudah tidak aktif.
Sejak kepergiannya dari yayasan dan memutuskan tinggal di Bogor, Shanum memang mengganti nomor teleponnya. Tidak ada tujuan lain selain dirinya yang ingin terbebas dari teror Suraya dan Raina saat itu. Namun ternyata sekarang keputusannya mengganti nomor telepon pribadinya itu justru membuat berbagai spekulasi negatif menjamur di luaran sana.
Mereka tidak menyangka Shanum berani berbuat senekad itu. Di balik penampilan islaminya ternyata berperilaku jauh dari norma agama. Pendidikan tingginya berbanding terbalik dengan attitude yang dimilikinya.
Di setiap halaman berita itu terpampang jelas foto kebersamaan Shanum dengan Akhtar. Jelaslah foto-foto itu cukup menjadi bukti jika antara mereka berdua memang ada hubungan istimewa, tepatnya hubungan gelap karena sebelumnya portal-portal berita itu memberitakan tentang pertunangan Akhtar dengan Raina.
Liani yang baru saja mengetahui berita itu pun tak kalah kaget. Dia yakin Shanum sahabatnya tidak mungkin berbuat segila itu.
Liani pun segera mencari nomor Ibu Shanum yang dia simpan di kontak gawainya. Sebelum pergi Shanum memang memberi tahunya jika dia akan menonaktifkan nomor gawainya. Shanum menyuruhnya untuk menghubungi ke nomor ibunya saja jika Liani ada perlu.
Semenjak berpisah Shanum dan Liani hanya beberapa kali bertukar kabar melalui telepon. Liani menghubungi Shanum melalui gawai ibunya, karena kadang merasa tidak enak dengan ibunya Shanum Liani pun jarang menghubunginya jika tidak ada hal-hal yang benar-benar urgent.
"Assalamu'alaikum, Ibu. Apa kabar?" Liani mengawali percakapannya di telepon yang baru saja terhubung dengan terlebih dulu mengucapkan salam dan menanyakan kabar ibunya Shanum.
"Wa'alaikumsalam warahmatullah'' jawab Ibu Shanum tak kalah antusias menjawab ucapan salam dari Liani sahabat putrinya yang sudah lama tidak menghubunginya.
'Alhamdulillah Ibu baik, kamu gimana? kemana aja sekarang jadi jarang nelpon Ibu' kata Ibu Shanum.
"Alhamdulillah Liani juga baik Bu, Liani akhir-akhir ini agak repot di sekolah. Maaf Bu, Liani ada perlu sama Shanum. Bisa ikut bicara dengan Shanum?" Liani langsung bicara tentang tujuan utamanya.
'Ouh...maaf, Ibu sekarang sedang tidak di rumah. Sudah dua hari Ibu di rumah saudara di Garut mau ada hajatan. Jadi kamu coba telepon saja langsung ke nomor Shanum, dia ada di rumah kok' jelas Ibu Shanum.
"Begitu ya Bu, baiklah kalau begitu Liani mau minta nomor telepon Shanum yang baru" pinta Liani
'Iya baik, Ibu kirimkan sebentar ya.... Kalau begitu ibu tutup dulu teleponnya. Kapan-kapan kamu main ke Bogor ya, Ibu kangen'
"Iya Bu, Insya Allah Liani pasti ke sana"
'Iya, Ibu tutup teleponnya ya. Assalamu'alaikum' pungkas Ibu di ujung telepon dan dijawab dengan ucapan salam yang sama oleh Liani.
Setelah mendapatkan kiriman nomor telepon Shanum yang baru Liani pun segera menghubunginya.
__ADS_1
Tanpa menunggu lama telepon pun terhubung. Shanum tersenyum saat mendapati nama sahabatnya menghiasi layar gawainya itu berarti Liani sudah tahu nomor barunya. Selama ini dia masih menggunakan nomor ibunya untuk berkomunikasi dengan Liani.
'Assalamu'alaikum... ' sapa Shanum saat menerima panggilan di gawainya.
"Shanuuuuuummmmmm" seperti biasa teriakan khas Liani kembali dia dengar setelah cukup lama mereka tidak saling berkabar.
'Jawab dulu salam aku, Li' tegur Shanum diakhiri kekehan.
"iya, wa'alaikumsalam" jawab Liani buru-buru.
'Nah gitu dong kan adem dengernya' sindir Shanum.
"Aku lagi gak adem Num, aku kepanasan dari tadi gara-gara mikirin kamu" cerocos Liani.
'Kenapa emangnya? kangen?' jawab Shanum dengan nada meledek.
"Ishhh.....kamu itu ya, gak perlu ditanya kalau soal itu mah" tukas Liani.
"Shanum, dengarkan aku baik-baik. Pertama, aku kangen sebenernya sama kamu karena beberapa pekan ke belakang kita jarang komunikasi, aku malu kalau harus menghubungi ibu dulu kalau mau bicara sama kamu. Jadinya aku tahan sendiri deh", rengek Liani.
Shanum hanya tertawa pelan sambil terus mendengarkan ocehan Liani. Dia jadi membayangkan sendiri ekspresi Liani saat mengatakan semua itu pasti sangat menggemaskan pikir Shanum.
"Ketiga, aku mau ngasih tahu kamu barangkali kamu belum tahu kalau Pak Ahsan sudah hampir empat bulan ini enggak ada di yayasan. Beliau mengajukan cuti semester ini, katanya sih ada urusan penting tentang keluarganya di Surabaya. Tapi aku enggak tahu pasti juga sih cuman kabar yang sekarang beredar Pak Ahsan katanya sudah bertunangan dengan dokter itu"
Deg...mendengar kabar itu napas Shanum tiba-tiba berhenti sejenak, ada sesuatu yang menggelitik hatinya saat mendengar berita itu mengingat Ahsan pernah mengatakan bahwa dia akan menikah jika Shanum sudah menikah.
"Num, Shanum, halo...Shanum kamu masih di sana kan?" Liani memanggil-manggil nama Shanum karena tidak terdengar suara apapun dari ujung sambungan teleponnya.
'Iya....aku masih di sini' jawab Shanum singkat.
"Kamu gak apa-apa kan?" Liani memastikan keadaan sahabatnya.
'Enggak apa-apa, Alhamdulillah aku turut berbahagia atas pertunangan Kak Ahsan dan Kak Suraya mereka memang serasi. Semoga dimudahkan segera menuju pasangan halal menjadi keluarga sakinah, mawaddah warahmah' ucap Shanum tulus mendo'akan.
Tidak ada rasa sakit di hatinya, Shanum memang menginginkan Ahsan bahagia. Dia berharap semoga Suraya dapat memberikan kebahagiaan untuk Ahsan.
__ADS_1
"Oke, dan yang keempat......" Liani menjeda ucapannya.
'Yang keempat apa?' tanya Shanum penasaran.
Terdengar Liani menghembuskan napasnya kasar di ujung telepon. Dia berusaha menyiapkan diri untuk mengabari Shanum tentang berita yang saat ini sedang beredar. Mendengar nada bicara Shanum sepertinya dia memang belum mengetahui berita yang sedang menyeret namanya itu.
"Yang keempat......kamu belum membuka berita online?" tanya Liani ragu.
'Heum? berita online?' tanya Shanum memperjelas.
"Iya, portal berita online" ujar Liani menegaskan.
'Eumhh....enggak, sejak tinggal di Bogor aku jadi jarang ber-online ria..hehe..' jawab Shanum diakhiri kekehan.
"Coba kamu buka sendiri deh, dan setelahnya aku harap kamu baik-baik saja. Aku sekarang lagi di jalan menuju Bogor aku bawa mobil sendiri" jelas Liani, saat menelepon Ibunya Shanum dia memang sudah berada di perjalanan menuju Bogor, dia sengaja meminjam mobil inventaris sekolah agar bisa lebih cepat sampai ke Bogor.
'Hah? kamu mau ke sini?' tanya Shanum lagi memastikan, dia sedikit tidak percaya jika sahabatnya itu dari tadi menelepon sambil berkendara. Shanum jadi khawatir.
"Iya, tunggu aku ya. Aku tutup dulu teleponnya, sampai jumpa dua jam lagi. Assalamu'alaikum" pungkas Liani mengakhiri percakapan mereka di telepon.
"Wa'alaikumsalam warahmatullah" jawab Shanum lirih karena Liani sudah menutup sambungan teleponnya.
Mendengar informasi yang disampaikan oleh Liani tentang berita yang sedang viral di portal berita online membuat Shanum pun penasaran.
Dia segera membuka aplikasi berita online yang ada di gawainya. Dan........
Deg...deg...deg...
Jantung Shanum berdegup kencang, napasnya tiba terasa sesak, dadanya kian bergemuruh seketika saat membaca judul berita itu.
'Modus Mengundurkan Diri, Ternyata Menjadi Kekasih Gelap Ketua Yayasan'
Seorang guru berprestasi berinisial SNA di salah satu sekolah favorit di Bandung, mengundurkan diri dalam waktu dekat ini. Pengunduran diri yang terkesan mendadak awalnya tidak menjadi perhatian pihak manapun namun setelah ditelisik ternyata dia memilih mengundurkan diri agar lebih leluasa dalam menjalin hubungan gelap dengan ketua yayasan yang jelas-jelas sudah memiliki tunangan.
"Astaghfirullah..." ucapnya pelan seiring dengan nadanya yang merendah. Matanya yang sayu mulai berembun.
__ADS_1