
Paman pangeran benar sedang berada di istana.Dia di layani dengan baik di sana untuk melihat proses akhir dari pangeran ke enam.
Memakai pakaian bagus dengan bercanda bersama para pelayan budak seperti anak keterbelakangan mental.
Pangeran ke empat, sudah tahu identitas nya . dia melihat saja perilaku Paman pangeran yang benar-benar meresapi karakternya seperti orang-orang yang kehilangan akal.
Pangeran ke-4 menggelengkan kepalanya dengan serius. Dia sendiri tidak bisa membandingkan antara orang yang sedang berlari ini dengan pria serius yang berani menculiknya waktu itu.
Sudah 12 tahun, selama itulah Paman pangeran berakting bodoh.
"Paman pangeran, jangan bermain dengan bunga itu. nanti tanganmu terluka "kata pelayan budak.
" kalau tidak bermain dengan bunga bermain dengan siapa. kamu pelayan bodoh itu saja tidak tahu"kata nya dengan pipi di gembung kan.
"Paman pangeran bukannya pelayan ini tidak ingin bermain tapi kami masih banyak pekerjaan di belakang"kata pelayan budak itu yang mencoba menghormati Paman pangeran sesuai dengan statusnya.
"Apakah pekerjaan di belakang itu lebih penting daripada aku Paman pangeran ini hah?"
"bukan begitu Paman pangeran jika tidak Ayo pergi istirahat dulu di kamar nanti jika pekerjaan kami sudah selesai kami akan membawa Paman pangeran bermain sepanjang hari"kata pelayan lagi.
"Ahh tidak mau nanti maunya sekarang. jika tidak aku pulang nih ya, di rumah masih ada Putri yang mau bermain denganku"katanya garang.
Dengan cepat pelayanan budak perempuan itu didorongnya sehingga pelayan itu jatuh ke tanah. mereka adalah pelayanan tapi bekerja di istana.
Jarang menemukan seseorang yang berani memperlakukan mereka dengan cara seperti itu. Tapi siapa itu Paman pangeran. Dia adalah adik satu-satunya dari kaisar yang saat ini sedang berkuasa.
Pelayan itu meringis sebentar tapi dia berusaha bangkit lagi dan masih menunduk dengan hormat.
Di istana mereka memiliki Nany yang galak. Nany akan ditugaskan untuk mengawasi para pelayan budak yang tidak mengikuti peraturan. Jika ketahuan oleh Nany mereka membentak Paman pangeran Bukan tidak mungkin mereka akan dihukum oleh nya.
Jadi rasa takut dan rasa hormat ini sebenarnya didatangkan dari pengaruh Nany, bukan benar-benar karena posisi Paman pangeran.
"Paman pangeran, maafkan pelayan ini karena tidak bisa menyenangkan Paman pangeran"
"Tidak..kau..
"Hem ehem, Paman pangeran?"sapa pangeran keempat dengan kepala yang menunduk.
jika disebut sebagai posisi maka lebih tinggi posisi dia sebagai pangeran dibandingkan dengan posisi Paman pangeran sendiri.
Dengan cara ini dia masih memiliki kemungkinan besar untuk menjadi seorang kaisar di masa depan dibandingkan dengan paman pangeran yang bahkan tidak akan pernah dipikirkan lagi oleh orang lain.
Tahta hanya akan diturunkan dari ayah pada putra.Sangat jarang dilakukan dari kakak pada saudara laki-laki. Inilah kenapa banyak orang yang mengabaikan posisi Paman pangeran di negara Dayun.
Ini juga lah yang dipikirkan oleh pangeran keempat. Paman pangeran anak pura-pura bodoh selama ini tapi dia masih memiliki beberapa kemampuan di balik lengan nya.
Dengan kemampuan ini dia bisa mendukung seorang pangeran untuk naik. Beruntung paman pangeran memilih dia sebagai calon.
"Pangeran ke empat"Sapa semua pelayan budak ketika melihat pangeran keempat yang baru saja tiba.
__ADS_1
Pangeran ke-4 menjaga wibawa wajahnya dan menjentikkan tangan meminta semua orang mundur.
Para pelayan budak ini memang tidak ingin berlama-lama melayani Paman pangeran yang terkenal bodoh. mendapatkan perintah seperti itu mereka buru-buru kabur dari tempat.
Beberapa bahkan memandang pangeran keempat dengan tatapan terima kasih.
Jika tidak karena pangeran keempat bukan tidak mungkin mereka masih terjebak di situ dalam beberapa waktu yang tidak diketahui.
"Paman!"Bisik pangeran ke empat.
"pangeran keempat ,aku sudah capek bermain di sini sepanjang pagi, Ayo ke kamar"Kata paman pangeran dengan nada yang masih kekanak-kanakan.
Tidak seperti biasanya pangeran ke-4 mengikuti Paman pangeran dengan patuh. Mereka benar-benar masuk ke dalam sebuah kamar yang dialokasikan untuk pangeran keempat kali ini
Setelah semua orang menghindar Paman pangeran merubah wajah nya dengan wajah dewasanya.
"Paman"siapa pangeran ke-4 lagi kali ini dengan wajah tertunduk demi menyapa seorang tetua.
Meskipun mereka memiliki usia yang tidak berbeda jauh. Tapi demi status memang , Paman pangeran layak dihormati oleh pangeran ke-4.
"Duduk"Kata paman pangeran yang langsung meminta pangeran ke-4 untuk duduk dia sendiri duduk di kursi yang tidak jauh.
Tidak ada pelayan di sekitar jadi mereka bersikap sewajarnya pria dewasa.
"pangeran ketiga benar-benar sudah menghabisi saudaranya sendiri. kali ini pangeran ke-7 juga dalam bahaya"kata taman pangeran dengan wajah yang serius.
" paman sepertinya aku mendengar informasi jika pangeran ke-6 benar-benar jatuh dan itu adalah penyakit murni hanya sebuah kecelakaan"kata pangeran ke-4
Dia sudah mendukung pangeran ke-4 untuk naik tahta kali ini jadi dia bekerja sama dengan jujur.
Karena itu rahasia kematian dari pangeran ke-6 segera dikatakan. Informasi ini membuat pangeran ke-4 geleng-geleng kepala.
Yang lebih membuat dari terkejut adalah pangeran kecil yang saat ini dikatakan sedang mengalami demam tinggi.
Untuk mencegah kematian lebih awal Paman pangeran bahkan sudah membuat beberapa trik agar pria kecil itu dihindari air sebanyak mungkin.
Bahkan beberapa tabib kerajaan juga didatangani dengan cepat. Tapi sampai saat ini belum ada kabar yang bagus.
"pangeran keempat aku katakan padamu sekali lagi, jika suatu hari kau bisa naik tahta maka ingatlah. seburuk apapun mereka adalah kerabatmu sendiri. Jangan pernah kau mencoba menghilangkan nyawa selalu darahmu dengan cara yang keji. itu adalah perilaku hewan bukan manusia"katanya dengan mata setajam pisau menetap ke arah pangeran keempat.
Pangeran ke-4 dikatakan seperti itu tiba-tiba menjadi merinding. Dia tidak pernah menyangka jika pria yang selama ini dikatakan bodoh sebenarnya memiliki aura pembunuh yang lebih kental dari yang pernah dia lihat pada seorang jenderal sekalipun.
Untuk bertahan hidup di dunia yang kejam ini,sudah berapa nyawa yang hilang di tangannya saat ini.
Untung saja Paman pangeran berpikir untuk mendukungnya jika tidak maka dia tamat.
"Jadi apa yang harus aku lakukan Paman? jika ada sesuatu yang bisa aku lakukan maka katakan saja"Kata pengeran ke empat lagi.
"awalnya aku memiliki beberapa rencana untuk mengurangi kekuatan pangeran ketiga. Tapi untuk saat ini terjadi kendala di pihakku. Jadi kali ini kita harus mengandalkan diri sendiri untuk menang"
__ADS_1
Kendala yang di mulut Paman pangeran tentu saja adalah dukungan dari Zhang Fei. Meskipun dia adalah seorang wanita tapi kemampuan informasinya luar biasa. Sejauh ini Paman pangeran bahkan tidak pernah melihat ada seseorang yang mampu menghadirkan informasi seakurat dan sedetail yang dihadirkan oleh putrinya itu.
bukan itu saja kecepatan dia mendapatkan informasi juga bisa dikatakan sebagai hal yang di luar nalar.
tim yang dikirim oleh Paman pangeran terkadang memerlukan waktu yang tidak sebentar bahkan mengakibatkan kematian di pihak mereka.
Tapi Zhang Fei Hanya duduk di rumah seharian dan informasi datang kepadanya seolah-olah informasi itu adalah hal yang jatuh dari langit.
Tapi sekarang hanya karena masalah marah sesaat kerjasama antara dia dan Zhang Fei terpaksa dibatalkan.
Sulit menemukan orang yang berbakat seperti itu tapi kerjasama dengan wanita yang berambisi adalah sesuatu yang tidak ingin dilakukan oleh Paman pangeran.
"kalau begitu kehilangan informan ini adalah hal yang buruk. tapi aku tetap akan mendukung rencana yang dilakukan oleh paman. bukannya aku benar-benar ingin menjadi putra mahkota tapi aku hanya ingin hidup"kata pangeran ke-4 lagi.
Jika pergerakan pangeran ketiga tidak dihentikan maka dia mungkin tidak akan bisa hidup lebih lama.
Kemampuan pangeran ketiga benar-benar besar dan dia juga memiliki hati yang besar juga. Kebesaran hati inilah yang membuat dia berpikir lebih baik membunuh semua saudara yang berpotensi naik tahta.
"Bagus aku malah menyukai pangeran yang benar-benar tidak berambisi seperti kamu. tapi jangan takut aku sebagai Paman akan selalu mendorong dan membantu menyelesaikan beberapa masalah di belakang. harap kau selalu berhati-hati agar tidak makan sembarangan dan selalu bersiap-siap bahkan ketika kau ingin tidur. Apa kau mengerti apa yang aku maksudkan?"Kata paman pangeran dengan serius.
Pangeran keempat benar-benar mengerti apa yang dimaksudkan oleh pamannya ini.
Bukankah selir ibu juga mengatakan bahwa ada banyak jebakan di istana termasuk dengan istana mereka tinggal.
Jika masih ingin hidup maka berhati-hatilah dalam setiap gerakan.
"untuk sekarang kita hanya bisa mengikuti proses pengeboman pangeran ke-6. Aku harap kau bisa berpura-pura jika tidak ada pembicaraan hari ini"
"baik Paman" jawab pangeran ke-4 lagi.
Setelah itu mereka berbincang-bincang tentang hal sepele sebelum berpisah. Ketika keluar dari kamar pangeran ke-4. Paman pangeran benar-benar membawa beberapa hal di dalam pelukannya.
Ini seolah-olah dia diberi hadiah oleh pangeran ke-4 sehingga dirinya tersenyum. Beberapa pelayan budak dan para Kasim yang lewat melihat itu. Dan berpikir tentang betapa tampannya dia tapi betapa bodohnya paman pangeran.
"Paman pangeran,kau disini rupanya, aku mencarimu kemana-mana kenapa pergi nggak bilang sih "kata Kasim pendamping Paman pangeran yang datang entah dari mana.
Sebenarnya Kasim ini juga sedang berpura-pura .Bagaimana mungkin dia tidak tahu hal yang disembunyikan oleh Paman pangeran sementara dia selalu mendampinginya saja dia masih di dalam buaian.
"Bou lihat pangeran ke-4 memberi aku apa? kau tahu ada begitu banyak makanan di sana ada juga manisan semuanya nanti kalau kita pulang Ayo ambil kembali beberapa oke"katanya dengan nada lucu.
"Paman pangeran di istana kecil juga memiliki ini .Jadi untuk apa capek-capek membawanya kembali. Ayo sini biar rendahan simpan nanti pakaianmu bisa kotor"kata Kasim itu dengan gaya yang tidak kalah hormatnya.
"Nggak usah, paman pangeran ini masih punya tangan kok"
Dengan cepat terjadilah perbincangan antara mereka berdua. Hal ini tidak ayal membuat orang-orang yang lewat menggelengkan kepala.
Bahkan pelayan wanita yang hilir mudik juga tersenyum manis tapi menyimpan rasa pahit di hati masing-masing.
Ini berkembang menjadi topik hangat di setiap kesempatan di antara para pelayan budak yang bekerja di istana.
__ADS_1
Tapi reaksi semacam ini yang diinginkan oleh Paman pangeran.