Sistem Gosip Putri Ke Empat

Sistem Gosip Putri Ke Empat
172


__ADS_3

Sampai saat ini Kaisar sekalipun tidak menyadari jika Paman Pangeran tidak ada di istana kecil.


Dikatakan Kaisar sendiri dan beberapa Pangeran meletakkan mata-matanya di sana namun semuanya sudah menjadi orang-orang zhang Fei. Karena itu laporan yang diterima oleh kaisar dan beberapa orang menyatakan jika saat ini Paman Pangeran masih berada di istana kecil.


Terlepas dari itu,beberapa pelayan di sana masih melakukan aktivitas mereka seperti biasanya.


Di istana kecil, begitu musim dingin tiba, para pelayan sibuk berbenah dan melakukan persiapan untuk menghadapi cuaca yang semakin dingin. Mereka bekerja dengan cekatan untuk mengganti semua produk dan peralatan yang sesuai dengan musim dingin.


Para pelayan dengan sigap mengganti selimut di kamar-kamar istana dengan selimut yang lebih tebal dan hangat. Mereka juga membersihkan dan menyapu salju dari tanah dan atap agar istana tetap bersih dan aman dari bahaya selama musim salju. Beberapa pelayan bahkan harus memanjat ke atap untuk membersihkan salju yang menumpuk.


Selain itu, mereka juga memastikan bahwa semua ruangan di istana selalu hangat dan nyaman. Salah satu cara yang umum digunakan untuk menghangatkan ruangan adalah dengan menggunakan arang. Para pelayan menambahkan arang ke dalam tungku atau perapian di setiap ruangan, sehingga api tetap menyala dan memberikan kehangatan di tengah cuaca yang dingin.


Jenis arang yang digunakan biasanya adalah arang kayu atau arang bambu. Arang kayu lebih umum digunakan karena mudah didapatkan dan memberikan panas yang cukup baik. Namun, di beberapa istana mungkin juga menggunakan arang bambu, terutama jika kayu langka atau sulit didapatkan.


Dengan perapian yang menyala dan tambahan arang yang tepat, istana kecil tetap menjadi tempat yang hangat dan nyaman bagi para penghuninya, bahkan di tengah musim dingin yang penuh dengan salju dan cuaca yang dingin.


Di dalam kamar istana kecil, tiga pelayan budak dari Zhang Fei bekerja dengan cekatan. Salah satunya mencari pakaian yang cocok untuk sang putri ketika dia bangun dari tidurnya. Dia mengambil beberapa pakaian dari lemari, mempertimbangkan musim dingin, dan memilih baju yang terbuat dari kain yang lembut dan hangat.


Pelayan budak lainnya sibuk memerintahkan para pelayan lain untuk bersiap-siap memanaskan air. Mereka tidak tau kapan sang Putri bisa bangun.Tapi mereka harus memastikan air masih tetap panas agar sang Putri bisa mandi dengan nyaman.


"Cepat, siapkan pakaian yang nyaman untuk Putri. Pastikan dia merasa hangat dan nyaman di musim dingin ini." kata gadis Persik pada melati"


" aku pergi memerintahkan para pelayan untuk memanaskan air dengan segera. Air panas harus siap jika sang Putri bangun."


"Dan pastikan airnya cukup hangat, jangan terlalu panas atau terlalu dingin. Kita ingin Putri mandi dengan nyaman."


Sementara itu, pelayan-pelayan lain bergegas untuk mengisi bak mandi dengan air panas. Mereka memastikan agar api di tungku tetap menyala agar air tetap hangat.


"Air sudah hampir siap, Putri pasti senang bisa mandi dengan air hangat di pagi hari ini."


"Ya, semoga dia bangun dalam waktu dekat. Kita ingin semuanya sempurna untuknya."


Tiga pelayan budak ini bekerja dengan penuh dedikasi dan rasa tanggung jawab. Mereka ingin memastikan bahwa Putri mereka mendapatkan perawatan terbaik dan merasa nyaman di istana kecil ini.


Sementara orang yang sedang mereka bicarakan ,sebenarnya masih berada di dalam kamar kosnya.


Di dalam kamar kos tidak ada cuaca seperti dingin dan juga panas .Udara di sini masih relatif stabil. Jika tidak ada alarm yang berbunyi dengan keras kemungkinan besar , zhang Fei tidak akan mau bangun dari tempat tidurnya.


"Uhh sebentar lagi mama"


("Putri, jika kau tidak bangun sekarang kapan saja gadis pasti akan masuk ke dalam kamar dan dia akan menyadari jika kau tidak ada di dalam kamar saat ini. pada saat itu kau jangan salahkan Mama oke")


"Ehh ...


Zhang Fei segera membuka matanya dan mengucek-nguceknya sebentar. Rupanya tidur berlama-lama di kamar kos membuat dirinya merasa seperti dia masih tinggal di era modern.


Baru kemudian dia menyadari situasi dan tidak benar.


"Ah Untung aja pakaian tidak aku ganti tadi malam"kata zhang Fei.


Dia langsung mengalihkan pikirannya dan berubah lagi di kamar ,di dalam istana kecil.


Tapi begitu dia keluar cuaca dingin mulai kontras jika dibandingkan dengan udara nyaman di dalam kamar kosnya.


Dingin banget.


Bukannya bangun tapi , zhang fei malah lebih merapatkan selimutnya lagi, satu selimut tidak cukup tapi dia mengambil selimut lainnya.


"Mama biarkan aku tidur lebih lama.Kan tidak ada jadwal hari ini"kata zhang Fei.


("Iya sih, Tapi kasihan para pelayan sudah menunggu di depan pintu mereka juga kedinginan loh.Tuh air mandi sudah dua kali dipanasin, mereka melakukannya dengan manual bukan dengan kompor gas kan")


"Eh begitu kah,ahh kasihan sekali "kata zhang Fei.


Zhang Fei mengambil lonceng dan bunyi lonceng itu lah pertanda jika dirinya sudah bangun.


Dulu dia sama saya tidak menggunakan lonceng.Tapi sejak dirinya tidur satu kamar dengan Paman pangeran.Zhang Fei harus mengunakan ini agar tidak terganggu.

__ADS_1


Bunyi lonceng berdentang, dan tiga pelayan budak Zhang Fei, yaitu Gadis Persik, Mawar dan Melati, segera membuka pintu kamar Putri dengan lembut. Mereka menyambut Putri dengan sopan dan membantunya membuka pakaian untuk memulai mandi paginya.


Mereka membimbing Zhang Fei ke kamar mandi yang megah. Di tengah kamar terdapat sebuah bak mandi besar yang dipenuhi dengan air panas, dan uap hangat mengepul dari permukaannya. Di sekelilingnya, terdapat lilin-lilin harum yang memberikan nuansa relaksasi dan ketenangan.


Tiga pelayan budak dengan cermat dan penuh perhatian membantu Zhang Fei dalam mandi dan keramas. Mereka memastikan airnya tetap hangat dan menyediakan beragam minyak wangi untuk ditambahkan ke dalam air mandi, memberikan kesan mewah dan menyegarkan.


Setelah selesai mandi, Zhang Fei dibantu untuk mengenakan pakaian yang cocok dengan cuaca dingin. Pakaian yang dikenakan adalah pakaian khas para putri di istana, terbuat dari kain yang lembut dan hangat, dihiasi dengan sulaman yang indah. Gaun panjang dengan lengan panjang dan hiasan emas membuatnya terlihat anggun dan elegan.


Ketika semuanya selesai, Zhang Fei duduk di ruangan dengan pemanas, dikelilingi oleh tiga pelayan budaknya yang setia. Mereka dengan cermat menyajikan teh hangat dan camilan untuknya, sambil memastikan dia merasa nyaman dan bahagia.


"Putri, cuaca semakin dingin saja. ada baiknya Putri tidak selalu keluar dari ruangan"Kata gadis Persik.


"gadis persik, sebenarnya apakah biaya pemanas di istana ini relatif tinggi?"tanya zhang Fei.


Ini adalah tahun pertamanya zhang Fei mengalami musim dingin di setelah dia berinkarnasi. Jadi dia tidak memiliki pengalaman apapun tentang masalah pemanas di negara Dayun ini.


Tapi bagi gadis Persipura dia merasa pertanyaan ini mengarahkan pengalamannya dan ketika hidup di Zhang mansion dulu.


Sebagai seorang gadis mana mungkin dia perlu mengetahui hal masalah biaya pemanas. Tapi sekarang dia adalah seorang putri yang memiliki tanggung jawab penuh atas biaya yang dikeluarkan di istananya. Jadi wajar jika dirinya bertanya tentang masalah itu.


"Putri, rendahan ini sudah bertanya kepada Steward, dia sudah meneliti tahun lalu untuk biaya pemanas saja sudah menghabiskan dana sekitar lima sampai enam koin emas.Dan itu hanya untuk satu bulan saja".


"Begitu mahalnya?"


Gadis Persik mulai menjelaskan duduk permasalahannya. Setiap kali neinei memesan kayu mahal untuk pembakaran di ruangnya sendiri Sementara di ruang pelayan mereka menggunakan kayu yang biasa saja.


Tidak semua ruangan diberikan pemanas dan itu disebut sebagai sebuah penghematan jangka pendek.


Selagi berbicara sampai tiba-tiba teringat tentang sistem kang, yang menurutnya tidak menggunakan terlalu banyak kayu.


Dia ingin mencoba teknologi ini dan bertanya kepada sistem.


("negara Dayun begitu terbelakang dan teknologi tentang pemanas kang memang belum ada di tahun ini.")


Zhang Fei, yang terinspirasi oleh percakapan tentang sistem pemanas kang yang lebih efektif, segera bersemangat untuk menciptakan cetak biru atau rencana mendetail tentang sistem kang.


Meskipun tidak yakin berapa penghematan yang bisa dilakukan dalam menyediakan sistem pemanaskan ini tapi dia masih harus mencobanya.


Lagi pula satu ruangan bisa tetap hangat sepanjang malam.


"gadis Persik ambilkan aku kertas dan juga kuas"


Tidak perlu ribet gadis Persik memang selalu membawa dua barang itu di dalam tubuhnya .Jadi dia langsung menyerahkan itu dan berdiri dengan diam.


Dalam membuat cetak biru , zhang Fei sama sekali tidak memiliki pengalaman apapun. Tapi dia memiliki sistem yang mampu mengarahkannya ke arah itu.


Pertama tama Struktur Lantai Kang.


Zhang Fei merancang sebuah lantai khusus yang terbuat dari bahan yang dapat menyimpan panas dengan baik, seperti batu bata atau tanah liat. Lantai ini akan dipanaskan dengan bantuan aliran udara panas yang dihasilkan dari bawah lantai.


Cetak biru juga mencakup rencana untuk mengintegrasikan sistem pemanas dengan berbagai komponen di dalam ruangan, termasuk dinding, plafon, dan lantai. Ini akan menciptakan distribusi panas yang merata di seluruh ruangan.


Dinding Kang di rancang khusus dengan material yang dapat menyimpan panas, sehingga dinding itu sendiri akan berfungsi sebagai sumber panas tambahan untuk ruangan.


Rencana tersebut mencakup sistem rute aliran udara yang cermat untuk memastikan udara panas dari kayu bakar atau sumber panas lainnya akan mengalir secara efisien ke seluruh area ruangan.


Zhang Fei juga menyertakan perencanaan untuk menempatkan sumber panas, seperti tungku atau perapian, dengan strategis di bawah lantai kang agar panas dapat menyebar ke seluruh area dengan optimal.


Cetak biru tersebut juga mencakup ide untuk mengatur suhu dalam ruangan dengan lebih baik, seperti menggunakan ventilasi atau sistem kontrol suhu sederhana.



Dalam cetak biru tersebut, Zhang Fei mempertimbangkan penggunaan kayu bakar atau sumber panas lainnya dengan lebih efisien agar penggunaan energi dapat dijaga dengan bijaksana.


cetak biru sudah dibuat dan dia mengirimnya kepada gadis Persik.


"cari seseorang yang mengerti pertukangan dan meminta dia melakukan hal yang sudah di tulis ini"

__ADS_1


"Hem, kita akan melakukan ini di istana terlebih dahulu jika berhasil maka perlu diimplementasikan pada pertokoan dan juga Zhuangzi.Mintalah dana anggaran pada steward "kata zhang Fei.


Gadis Persik eh tahu membaca tapi tidak mengerti tentang cetak biru. Namun begitu dirinya menyimpan kertas tersebut di dalam lengan dan pergi untuk melaksanakan apa yang diperintahkan oleh sang putri.


Setelah gadis Persik pergi, zhang Fei melihat udara di sekitar begitu sejuk, dan langit di luar jendela masih tertutup salju yang perlahan-lahan turun.


Di ruang makan ini sudah terdapat beberapa hidangan hangat yang dihidangkan untuk sarapan.


Mereka semua di tempat kan dalam mampan porselen cantik dengan motif bunga.


Bubur nasi hangat dengan sentuhan jahe segar, diberi taburan bawang goreng dan seiris telur rebus di atasnya.


Selembar telur dadar yang lembut, digulung dengan isian tumis sayuran dan potongan daging.


Sup ayam dengan kaldu hangat yang kaya rasa, berisi potongan ayam lembut, sayuran segar, dan mie tipis.


Meskipun ada beragam hidangan lezat di meja makan, Zhang Fei tidak terburu-buru saat menyantap sarapannya. Dia sibuk dengan pikirannya tentang cetak biru untuk sistem kang yang baru ia ciptakan, dan kepergian Gadis Persik yang tadi pagi untuk melakukan tugas-tugasnya.


Semangkuk bubur nasi dengan jahe, disiram dengan sup ayam panas, juga diberi dengan irisan telur dadar.


"Hem lebih bagus kalau pakai telur mata sapi, tidak apa-apa lah, telur dadar juga telur kan"


Zhang Fei tidak memiliki pekerjaan saat ini, eh belum, sebentar lagi pasti pengawal satu akan datang untuk meminta setoran informasi yang akan dikirimkan ke Paviliun anggrek.


Tapi tidak perlu buru-buru, cuaca yang dingin mungkin akan menghambat orang-orang untuk pergi mencari informasi di paviliun anggrek.


Mawar dan Melati, dua pelayan budak setia Zhang Fei, berdiri diam di sisinya, selalu siap membantu jika dibutuhkan.


Setelah selesai menyantap sarapan, Zhang Fei masih duduk di sana.


Mawar dan melati segera membersihkan meja tadi dari sisa-sisa makanan.


Setelah Zhang Fei selesai menghabiskan sarapan paginya, Pengawal 1 dengan sigap menghadap ke hadapan putri dan mempersiapkan diri untuk menuliskan informasi yang diperlukan oleh Paviliun Anggrek.


"Kau datang"kata zhang Fei.


Pengawal 1 adalah seorang pria muda yang tegap dan cekatan. Tubuhnya yang kuat dan tangkas mencerminkan latihan dan disiplin yang ketat sebagai seorang pengawal istana.


"Putri, rendahan ini siap"katanya.


Dengan sikap penuh hormat, Pengawal 1 membungkukkan tubuhnya sebelum duduk di meja kerja yang telah disiapkan untuk menuliskan informasi


.


Di hadapannya, terdapat selembar kertas yang kosong dan kuas yang siap digunakan. Ia segera mengambil kuas dan mencelupkannya dalam tinta hitam yang tersedia.


"Baik lah, informasi pertama hari ini adalah bla..bla..bla...


Dalam ketenangan, Pengawal 1 mulai menuliskan informasi dengan tulisan yang rapi dan indah. Dia memegang kuas dengan mantap dan gerakan tangannya yang lincah membuat setiap goresan tinta menghasilkan karakter-karakter yang terbentuk dengan sempurna.


Tidak ada orang lain yang bisa menggosokkan batu tinta ,jadi selagi menulis dia juga menggosokkan tinta sekali-sekali.


Walaupun ini bukan tugasnya yang biasa, Pengawal 1 berusaha dengan sungguh-sungguh untuk melakukan pekerjaan ini dengan baik.


Dengan teliti, Pengawal 1 menuliskan setiap informasi yang diperlukan oleh Paviliun Anggrek. Setelah selesai, ia menyerahkan kertas itu kepada sang putri untuk di periksa kembali tulisannya demi memastikan tidak ada kesalahan.


Dia kembali membungkukkan tubuh sebagai tanda penghormatan dan menunggu petunjuk lebih lanjut.


Meskipun seorang pengawal, Pengawal 1 menunjukkan bahwa ia adalah seorang yang multifungsi, siap untuk membantu dalam berbagai situasi yang memerlukan keterampilannya.


Zhang Fei menasehati pengawal 1 agar dia memakai pakaian yang lebih tebal ketika mengirimkan dokumen itu ke Paviliun anggrek.


Penjaga satu mengangguk kepala dan langsung pergi untuk melakukan tugasnya.


Sementara zhang Fei yang sedang malas, langsung masuk ke kamarnya untuk menunggu kabar baik dari gadis persik.


Dingin-dingin seperti ini enaknya apa?

__ADS_1


Bobok hahaha


__ADS_2