
Zhang Fei sudah lama terlelap dalam tidurnya ketika sistem mengatakan jika Paman pangeran akan datang.
walaupun merasa sedikit enggan dengan prosesi ini sampai mau tidak mau masuk kembali ke kamar pengantin.
bertepatan dengan itu pintu dibuka dan masuklah Mak comblang dengan sehelai kain sutra berwarna putih bersih.
Zhang Fei tidak berbicara apapun hanya memperhatikan apa yang sedang dilakukan oleh wanita setengah baya itu.
Kain itu diletakkan pada posisinya dan Mak comblang keluar begitu saja setelahnya.
Hem alasan klasik.
segera beberapa suara berisik terdengar dari depan pintu. ketika pintu dibuka lagi Paman pangeran sudah masuk bersama beberapa pemuda yang tidak dikenal.
Tapi pemuda-pemuda itu hanya membisikkan beberapa kata di telinga Paman pangeran yang membuat pemandangan menjadi merah.
Mereka pergi setelahnya yang membuat pasangan yang baru menikahi ini ditinggal sendirian di dalam kamar tertutup.
"Putri...itu..Hem .
"Apa?"kata zhang Fey dengan nada galak nya. Paman pangeran ingin mengatakan sesuatu tapi dia mundur beberapa langkah ketika mendengar nada galak yang dikeluarkan oleh putrinya.
Zhang Fei tidak lagi memakai penutup merah di kepalanya sehingga wajahnya begitu terlihat nyata.
Segala riasan pengantin sudah pun dihapus terlebih dahulu.Jadi dia sekarang tidak memakai riasan apapun selain lipstik yang memamerkan keindahan bibirnya.
Tapi itu saja sudah bisa membuat Paman pangeran menelan ludah.
"Putri kata teman-temanku ada permainan baru yang harus dibuat malam ini hehe jadi....
Belum selesai si bodoh itu menghabiskan kata-katanya sampai sudah pun tertawa lebih. Paman pangeran yang sudah gugup menjadi bertambah gugup lagi karenanya.
"berpura-pura bodoh itu mungkin bagus tapi keseringan berpura-pura pada akhirnya akan menjadi bodoh beneran, his, tapi aku tidak ingin terjangkit virus bodoh seperti ini"kata zhang Fey yang tidak menyembunyikan nada penghinaan untuk ke pria di depannya ini.
Tentu saja kata-kata ini tidak begitu dimengerti oleh Paman pangeran dengan otaknya yang kecil.
"Putri,apa,apa maksud nya? apa teman-temanku bohong tidak ada permainan malam ini?"kata Paman pangeran lagi.
"Hahahaha permainan itu memang ada,mau main apa?buat anak? hahahaha, dasar bodoh aja di pelihara. kalau bodoh itu bodoh aja sendiri jangan ngajak-ngajak"kata Zhang Fei yang menguap dengan lebar.
Dia sebenarnya ingin tidur di kamar kosnya saja berbanding dengan di kamar pengantin ini. Tapi dia tidak bodoh sampai mengekspos rahasia terdalamnya pada si bodoh kan.
Hanya ada satu selimut di sini, zhang Fey sama sekali tidak ingin berbagi selimut dengannya.
Paman pangeran menggaruk kepalanya sedikit dan duduk di ujung ranjang dengan wajah yang tersipu-sipu.
"Putri...
Brak...
Zhang Fei tidak kira-kira dia langsung menerjang tubuh Paman pangeran sehingga pria itu terjengkang ke lantai.
Ahh...
"Huhuhu putri,ini sakit,kau..kau lebih galak dari Neinei huhuhu"kata Paman pangeran yang sudah menangis sedih.
Tubuhnya cukup besar dan juga memiliki otot-otot. Jadi jatuh begitu tidak akan melukainya sama sekali. tapi itu melukai harga dirinya sebagai seorang pria.
Ups seorang anak.
"Terserah kau, mulai hari ini jika kau masuk ke kamar ini harus tidur di lantai, tahu"kata zhang Fey tidak peduli.
Betapa kejamnya dia kan.
"Putri kata teman-temanku Putri akan menemani aku main semalaman. tapi kenapa sekarang aku disuruh tidur di lantai? huhuhu permainan ini tidak asik ,aku tidak mau melakukannya lagi, huhuhu neinei kemana? Neinei Paman pangeran mau keluar huhuhu " katanya lagi dengan wajah penuh air mata.
Dia bangkit dan mencoba pergi ke arah pintu. Di dalam pemikirannya pasti sang putri akan berteriak memanggilnya kembali.
Kata teman-temannya tadi ,akan memalukan jika Paman pangeran keluar meninggalkan pengantinnya di malam seperti itu.Bahkan Putri pasti akan memohon-mohon padanya agar tetap tinggal di dalam kamar.
__ADS_1
Jadi Paman pangeran melakukan hal seperti ini karena sudah dikatakan lebih dulu oleh teman-temannya tadi.
Tapi sampai Paman pangeran sudah berdiri di depan pintu, putri istana kecil bahkan tidak bergerak dari tempat dia berbaring.
Sepertinya Putri yang baru saja masuk ini ,benar-benar tidak mempedulikan suaminya yang akan pergi meninggalkan kamar pengantin.
Deg...
"apa jangan-jangan Putri sudah menebak ini ya?"pikir nya dalam hati.
Paman pameran memutar kakinya dan berjalan ke arah ranjang di mana dan sedang berbaring aman tanpa peduli apapun.
"Putri...
"Apa lagi? Katanya pengen pergi ya pergil sana"kata zhang Fey yang bahkan tidak repot-repot untuk membuka matanya.
"Putri kenapa kau tidak berlaku seperti yang dikatakan oleh mereka tadi?"tanya Paman pangeran dengan nada yang polos tidak lupa dengan matanya yang berkedip-kedip lucu.
Lucu sih jika yang melakukannya anak-anak .tapi jika yang melakukan adalah pria dewasa itu ,cis itu menjijikan sekali.
ditanya seperti itu sampai yang beneran ngantuk bangkit dan duduk. dia memandang ke arah Paman pangeran dengan wajah yang benar-benar menghina.
"Aku tidak seperti seseorang yang pandai berpura-pura. aku orangnya jujur dan berterus terang. tidak perlu berpura-pura senang karena kau ada di sini. jadi pergilah kemanapun kau mau, mau mati juga nggak apa-apa"kata zhang Fey.
Tentu saja Paman pangeran terkejut dengan perkataannya. Apa yang dikeluarkan oleh putri istana kecil bener-bener tidak merefleksikan posisinya sebagai wanita terhormat.
Bicaranya blak-blakan seperti wanita tua dari pedesaan yang tidak tahu dengan peraturan dan sopan santun.
Seperti inikah warna asli dari wanita yang sudah dia nikahi.
"Putri apa kau sakit?"tanya Paman pangeran yang sedikit khawatir. jika dirinya tidak sedang sakit jadi alasan apa yang membuat putri istana kecil ini mengatakan hal yang mengerikan seperti itu.
Apa jangan-jangan dia...
"Ya ya, Aku sakit. tapi bukan tubuh Hanya hatiku. obatnya hanya perlu kau menjauh semakin jauh semakin sehatlah aku jadinya"kata zhang Fey.
"Putri...
Geram saja ketika orang sudah benar-benar mengantuk dengan mata yang seperti kena lem, tiba-tiba dibawa berbicara seperti sekarang.
Jadi jangan salahkan cantik jika emosinya sedang naik.
"Putri, Paman pangeran ini tidak mengerti .katanya kita akan bermain malam ini kenapa Putri malah marah-marah dan berkata aku buat bersandiwara?" tiba-tiba saja nada bicara Paman pangeran baru bahagia tidak lagi menangis dan terdengar cengeng seperti tadi.
Tersinggung saja ketika dikatakan Dia sedang. Padahal sebenarnya zhang Fei tidak mengacu pada dirinya tapi pada diri sendiri.
Zhang Fei benar-benar tidak ingin bersandiwara dan pura-pura menyukai kejadian hari ini. Jika dia pandai berakting mungkin dirinya lebih baik menjadi aktris di abad 21.
Kalau berpura-pura hanya dalam kisaran menit mungkin dia masih bisa bertahan.Tapi setelah menikah dengan paman pangeran, tidak mungkin dia bisa bersandiwara selama 24 jam. Dan itu harus berlangsung seumur hidup.
OMG, 1000 kali ogah.
Durasi yang lama seperti itu membuat Zhang Fei tidak tahan dan membiarkan Paman pangeran secara alami terbiasa dengan perlakuan dan sifat kasarnya seperti ini.
tapi di sini segera menimbulkan kesalahpahaman dengan apa manfaat pangeran yang berpikir zhang Fey menuduhnya bersandiwara.
Zhang Fei juga mengerti perkataan Paman pangeran itu .Tapi dia tidak akan pernah meluruskan kesalahpahaman ini. Biarkan saja apa Paman pangeran dengan pemikirannya sendiri.
Yang penting mereka tidak akan saling bersinggungan di masa depan.
"taman pangeran aku ini capek, bangun segini jam 04.00 .makan hanya sepiring kecil dan sekarang juga belum makan malam tapi syukurlah ada kue yang tadi aku habiskan sendiri. dari semua itu sekarang Aku hanya ingin tidur. daripada melayani Paman pangeran yang bicara tidak jelas, lebih baik aku tidur. Aku beneran capek tahu"kata zhang Fey yang langsung berbaring lagi dan menutup kan tubuhnya dengan selimut bertebal.
Paman pangeran malah bingung lagi.
Dia juga merasa capek tapi kata teman-temannya permainan harus dilakukan. Jika tidak sia-sia saja hal yang terjadi hari ini.
Tapi karena Putri tidak mau bermain apakah dia harus ikut tidur atau pergi menjadi gadis lain untuk bermain.
"Putri tapi aku mau main, ayolah sebentar saja ya.hem?"kata Paman pangeran yang ikutan masuk ke dalam selimut dengan paksa.
__ADS_1
Zhang Fei merasa nyaman dan berpikir gangguan ini akan terus ada di setiap malam saja saat ini.
"Hei kalau mau main permainan itu panggil saja Neinei. pergi dengannya dan bermain sampai besok"Kata zhang Fey setelah menendang lagi Paman pangeran sehingga laki-laki itu jatuh lagi ke atas lantai.
"Putri kau..kau jahat Huhuhu"
"Ya aku jahat,dan paman pangeran adalah yang terbaik kan. aku sudah mengakuinya dan sekarang biarkan aku tidur"kata zhang Fey lagi yang sudah tidak mengantuk karena perdebatan yang sepele ini.
"Paman pangeran jangan pikir aku tidak tahu ya, selir ibu mu mengajarkan kau berpura-pura bodoh seperti ini seawal empat tahun.Sekarang usiamu sudah 16 tahun dan itu sudah 12 tahun juga.hahaha pada akhirnya kau akan menjadi bodoh beneran"
Paman pangeran yang masih berada di atas lantai menengadahkan kepalanya menatap ke arah zhang Fey dengan pandangan ngeri.
Dia menggeleng-gelengkan kepalanya seolah-olah ingin mengatakan ketidaksetujuannya atas perkataan itu.
Tapi sampai malah semakin bersemangat karena menurutnya apa yang dikatakannya ini mudah dimengerti oleh si bodoh.
Bukankah ini artinya dia...
Zhang Fei bangkit dari tempat tidur dan berdiri meninggalkan kasurnya yang hangat.
"Selir favorit ya,ohh dia adalah Putri seorang pedagang yang kaya waktu itu tidak heran memiliki mahar yang begitu banyak bukan. biasalah seorang gadis cantik dengan kekayaannya begitu mulia dikirim masuk ke dalam harap kaisar terdahulu"kata zhang Fey bergumam sendiri dengan nada rendah.
Dia berjalan berputar putar seolah-olah sedang berbicara pada dirinya sendiri.
"Kau tahu Paman pangeran yang bodoh. bisa masuk ke dalam harem kaisar terdahulu mungkin bisa dikatakan sebuah prestasi yang mengagumkan bagi seorang wanita apalagi jika Dia berasal dari keluarga pedagang bukan"
"masuk boleh saja tapi mempertahankan posisi itu yang sangat mengagumkan sekali"
"Hahaha seorang gadis cantik dari berlatar belakang keluarga pedagang masih begitu polos dan naif ketika masuk tapi ketika tercebur ke dalamnya tangannya juga berlumuran darah dan penuh dosa. Dia belajar melakukan beberapa intrik dan menyingkirkan saingannya dengan hal yang sama berdarah nya"
Kata-kata zhang Fey itu berhasil membuat perubahan wajah pada Paman pangeran.
Bukan rahasia umum jika pertarungan di halaman belakang benar-benar sebuah pertarungan hidup dan mati meskipun tidak begitu kentara.
Jika tidak begitu bagaimana mungkin dengan ratusan selir kaisar tidak memiliki ratusan anak.
Ini hanya sebuah perlombaan yang tidak ada habis-habisnya. Selain dari menggunakan kemampuan sendiri para selera di dalamnya juga diwajibkan memiliki latar keluarga yang baik untuk mendukung posisi itu tetap di dalam genggaman.
Paman pangeran tidak begitu bodoh sehingga tidak tahu apa yang terjadi di halaman belakang.
Selir ibunya juga sudah mengatakan beberapa intrik yang pernah dia lakukan sebelum ini.
Paman pangeran juga sadar jika sang ibu tidak lebih bersih daripada para selir yang lain.Tapi sebagai seorang anak yang sangat menyayangi ibu kandungnya dia tidak suka jika almarhum dari ibunya ini dihina sedemikian rupa dan itu pun oleh gadis yang baru saja memasuki istana kecil hari ini.
"Putri , kau jangan pernah melewati batasan mu. tidak ada seorangpun yang boleh menghina seluruh ibu di sini"kata paman pangeran yang tidak lagi memiliki wajah kekanak-kanakan seperti tadi.
Ini adalah wajah asli dari seorang anak yang benar-benar sedang melindungi martabat ibunya.
jika sang ibu bisa melihat kejadian ini, dia pasti sangat berbahagia sekali karena pengorbanannya tidak sia-sia.
Perubahan wajah Paman pangeran dalam sekejap benar-benar membuat pencerahan di benak zhang Fey saat ini. Tiba-tiba saja ada rasa takut di dalam hatinya yang tidak bisa dijelaskan.
Tapi kemudian dia sudah santai lagi mengingat dia memiliki kemampuan yang tidak dimiliki oleh siapapun di era ini.
Infomasi.
"Hahaha Paman pangeran aku tidak pernah melampaui batasan mu. Tapi kaulah yang sedang memancing kemarahan ku saat ini.
Selemah-lemahnya wanita dia masih akan mampu menggoncang sebuah kerajaan. Apa selir ibumu tidak pernah mengajarkan hal itu?" katanya dengan semangat.
Zhang Fei tiba-tiba ingat dengan pepatah yang mengatakan tangan yang mengguncang buaian, masih mampu menggetarkan dunia.
Ahh tidak disangka saat ini dia berkesempatan untuk mengatakan hal itu sebagai kiasan.
Wajah Paman pangeran yang tadinya sudah jelek sekarang pertama jelek lagi. Dia yang sudah menekan emosinya selama ini tiba-tiba mengalami hal yang tidak pernah terduga sama sekali.
Selir ibunya adalah batasan yang tidak pernah bisa dilanggar oleh orang lain. Kau boleh menghina dirinya semaumu tapi jangan pernah menghina ibu ku.
Tiba-tiba saja zhang Fey merasa kan aura pembunuh yang kental. Paman pangeran yang awalnya berada sekitar lima langkah, secepat kilat sudah pun berpindah kepadanya dan itu pun sedang menggenggam leher dengan mata yang merah darah.
__ADS_1
Dengan cepat zhang Fey di cekik Paman pangeran.