
Pagi yang cerah menyambut rapat dewan istana. Kaisar yang baru, duduk di tahtanya, wajahnya tampak serius, siap untuk memulai hari ini dengan membahas perubahan yang dia rencanakan.
"Buka departemen sensus penduduk, Kita perlu mengetahui jumlah penduduk kita dengan tepat untuk mengatur kebijakan yang lebih baik."
Menteri Keuangan menolak, bukanlnya apa apa, tapi masalahnya negara tidak memiliki uang untuk membayar orang yang baru.
"Tapi Kaisar, sensus penduduk akan memerlukan sumber daya besar. Anggaran kita..."
Kaisar memotong "Anggaran akan diatur ulang. Ini adalah langkah penting untuk masa depan Dayun."
"mulai saat ini atur kembali bangsawan kelas 10 sampai 3. Perjelas lagi apakah mereka bekerja atau tidak jika tidak bekerja maka tidak ada gaji gratis yang diberikan"
Semua orang menolak lagi, pengaturan semacam itu sudah dibuat berabad-abad. Seorang yang mendapatkan gelar kebangsawanan, berhak mendapatkan uang bulanan gratis .Meskipun dia tidak bekerja sama sekali.
Tapi sekarang semuanya akan dipotong dan dihitung menurut pekerjaan. Hanya saja tidak ada pekerjaan sebanyak itu tidak.
"Dayun hanya menghargai orang-orang yang berusaha keras untuk mengembangkan Dayun bukan untuk memberi makan orang yang malas"
Seluruh rapat diam sejenak, tapi Kaisar benar sekali,lalu beberapa orang mengangguk sebagai tanda persetujuan.
Seseorang yang bekerja di bagian keuangan segera di minta pergi untuk menghitung berapa dana kekaisaran setelah itu.
Tidak lama kemudian dia datang lagi dan membawa kembali setumpuk buku besar yang bahkan tidak bisa dia pegang.
Segera saja informasi meluncur dari mulutnya.Setiap 3 tahun sekali negara mengadakan ujian dan itu menghasilkan lima orang bangsawan kelas 6 sekaligus.
Juga bangsawan kelas 10 yang saat ini benar-benar menganggur.
Belum lagi status ke bangsawan yang diberikan sebagai hadiah oleh kaisar di masa lalu. Pada dasarnya Dayun memiliki lebih dari 200 tipe bangsawan yang menganggur.
Lalu setelahnya,ada juga bangsawan bangsawan lain yang mengikuti gelar kebangsawan dari orang tua.
Misalnya bangsawan kelas 6 ini memiliki dua putra, dengan identitas kebangsawannya ,dia bisa melaporkan usulan untuk memberikan gelar yang sama kepada salah satu Putra tersebut.
Tapi nanti ketika dia meninggal, gelar masih akan diwarisi kepada Putra yang lain.
Jadi dayun selama bertahun-tahun, awalnya 200 orang yang memiliki gelar itu, tapi kemudian menjadi menumpuk lagi dan menumpuk lagi, sampai sekarang hampir 1000 orang.
Dari situlah Dayun kehilangan uangnya.
Mendengar informasi itu semua orang melong lagi. sekarang mereka tidak memiliki alasan untuk mu mencegah perombakan reformasi yang dilakukan oleh kaisar baru.
Setelah semuanya disetujui maka Kaisar mulai mencanangkan satu rencana lagi.
Yaitu membuat rakyat Dayun melek huruf tanpa terkecuali. langkah pertama adalah membuat sebuah perpustakaan yang bisa dinikmati oleh siapapun.
dan belajar dari buku anonim, maka Kaisar Dayun akan bergerak membuka buku yang hampir mirip namun isinya adalah segala sesuatu yang terjadi di Dayun.
artinya satu departemen lagi dibuka untuk melihat Apakah isi buku tersebut berdasarkan kenyataan atau hanya sebuah kebohongan publik.
Semua yang ditulis di sana harus dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Sebenarnya apa yang dibicarakan oleh kaisar yang baru ini adalah metode pembukaan jika bakal koran pertama di dayuni atau mungkin di seluruh benua.
Menteri Kebudayaan maju dan berkata" Kaisar, harga koran sangat rendah, bahkan hanya setara dengan dua butir telur. Apakah ini memungkinkan?"
"Ya, itu akan menjadi harga yang pantas. Setiap warga Dayun harus memiliki akses untuk melek huruf. Dan untuk mendukung ini, koran bisa membuat sesuatu dengan nama iklan, iklan inilah yang membuat koran bisa untuk dan menggaji pekerja yang berada di karena itu koran adalah pekerjaan swasta bukan milik negara. tapi mereka masih harus membayar pajak juga pada akhirnya"
Mendengar penjelasan Kaisar mereka membahasnya lagi hampir satu jam kemudian. Pada dasarnya hari itu adalah hari pertama rapat dengan kaisar yang baru Namun rapat juga menjadi rapat pertama terlama di dayun
tapi agenda yang paling membuat berdebar adalah reformasi perpajakan. dulu bangsawan kelas 10 dan ke atas tidak perlu membayar pajak sama sekali walaupun satu sen.
ini juga keuntungan resmi seseorang yang disebut bangsawan.
__ADS_1
Tapi sekarang Kaisar mengatakan pajak tidak dihitung dengan status tapi dengan harta yang dimiliki setiap orang. Jadi dibuka lagi departemen yang menuliskan harta pribadi seseorang menurut sensus penduduk tadi.
orang yang pertama menolak ide ini tentu saja para menteri yang akan dirugikan. pajak tidak besar tapi jika dihitung dengan harta yang mereka miliki saat ini, ini pasti bisa membuat mereka gantung diri.
bayangkan saja seorang budak pun dikatakan sebagai harta benda.
satu budak harus membayar 20sin pada negara, sementara mereka memiliki lebih dari 100 budak di rumah.
belum lagi tentara di bawah dianggap sebagai bawahan pribadi yang setara dengan budak-budak tersebut .Tapi harga pajaknya naik lagi.
mereka sudah menjadi satu perak per orang. bangsawan mana yang tidak memiliki penjaga bayangan. bahkan bangsawan terkecil sekalipun memiliki 10 atau 20 penjaga bayangan sekaligus.
Ahh Kaisar tidak menyebutkan jika penjaga bayangan memiliki harga tersendiri untuk perpajakan.
nah sekarang mari hitung pajak tanah.
Yang membuat rakyat tidak bisa memiliki tanah adalah kebebasan dari pajak tersebut. Rakyat akan dibebankan beberapa perak per tahun untuk satu hektar tanah yang begitu memberatkan mereka.
Sekarang harga pajak tanah akan diturunkan lagi, yaitu 1 perak per tahun untuk satu hektar.
Rakyat kecil pasti senang tapi bagaimana para bangsawan yang terlanjur memiliki sebuah zhuangzi?
Zhuangzi sebenarnya adalah sebuah pedesaan kecil terkadang lengkap dengan latar belakang gunung.
Jika dihitung dari sejak awal maka berapa hektar kah itu. Yang mengerikan lagi ,seorang bangsawan tidak memiliki satu Zhuangzi saja, mereka terkadang memiliki empat atau lima sekaligus di kota-kota lain.
Bukan itu saja setiap usaha juga perlu didaftarkan kepada negara dan pendaftaran itu juga akan dikenai pajak lagi.
Bagaimana mereka setuju dengan reformasi ini,karena ini benar-benar akan menekan dan mencekik leher para bangsawan.
Menteri Pajak dengan ragu "Tentu, ini adalah rencana yang mulia, tetapi reformasi pajak... akan memicu banyak perlawanan. Apakah ini akan menjadi kebijakan tetap?"
"Ya, perubahan perpajakan akan menjadi kenyataan. Setiap orang harus membayar pajak yang sama, tetapi akan didasarkan pada kekayaan yang mereka miliki." kata kaisar Xian
Menteri Kesehatan erbicara perlahan "Tapi Kaisar, ini akan menjadi langkah yang kontroversial. Semua orang harus membayar pajak tanpa memandang status sosial mereka?"
Satu persatu semua orang maju untuk membantah reformasi perpajakan ini. Kaisar juga sudah memberikan beberapa alasan tapi semuanya ditolak tanpa perlu dipertimbangkan lagi.
Alasannya mereka khawatir akan terjadi demonstrasi besar-besaran dan menolak kaisar yang baru saja di angkat.
Tidak berdaya menghadapi penolakan para menteri pada akhirnya Kaisar berkata"Ini adalah kebijakan yang adil dan akan mendukung pembangunan Dayun. Dan ingatlah, ini adalah ide yang datang dari sang Ratu."
Semua yang hadir menundukkan kepala mereka dalam kepatuhan. jika ini adalah perintah Kaisar maka baik-baik saja tapi jika ini adalah perintah Ratu maka menolak kau akan mati 9 keturunan.
Jadi...
"Dengan hormat, Kaisar, kami semua mendukung kebijakan-kebijakan ini."
"Ini semua adalah untuk Dayun dan kami mencintai dayun lebih dari uang"
Kaisar Xian merasa puas dengan persetujuan mereka, andai nama ratu tidak di gunakan , mungkin rapat akan menjadi betele tele.
Dan rapat dewan pun berlanjut untuk membahas rincian dan rencana pelaksanaan dari reformasi yang akan membawa perubahan besar dalam kehidupan rakyat Dayun.
Di perbatasan antara Dayun dan Kekaisaran Yue, pemandangan tandus dan gersang membentang. Padang pasir terbentang di sisi yang kering, sementara perbukitan menjulang di seberangnya.
Di tengah kondisi alam yang keras ini, seorang wanita dengan pakaian sederhana melangkah ragu menuju sebuah rumah yang terlihat cantik dan megah di perbatasan tersebut.
Wanita ini telah lama bertanya-tanya di mana letak rumah penjaga pintu gerbang yang menjadi menantunya. Beberapa orang yang ia tanyai memberikan jawaban bahwa rumah itu adalah yang paling cantik di seluruh perbatasan.
Setelah mendengar jawaban seperti itu, ia akhirnya memberanikan diri untuk mengetuk pintu. Saat dia mengetuk pintu, pintu itu terbuka, dia merasa gugup ketika melihat bahwa orang yang membukanya bukanlah putrinya.
Orang yang membuka pintu bertanya dengan sopan, "Saudari mencari siapa?" Wanita itu menjawab dengan gemetar, "Apakah ini rumah Zhang Muhua?" Orang itu mengangguk, mengakui bahwa dia adalah pelayan di sana.
__ADS_1
Tak lama kemudian, Zhang Muhua, pemilik rumah yang cantik ini, muncul untuk melihat apa yang terjadi. Namun, saat dia melihat wanita di depan pintu, matanya terbelalak.dan dia terpaku di tempatnya.
Beberapa saat kemudian, dalam keheningan yang tegang, dia mulai menangis dan berseru, "Ibu, kapan kau datang?"
Selir Sun ibu kandung zhang muhua,yang telah lama terpisah dari putrinya ini, segera menepuk pundak sang putri sambil berkata dengan suara gemetar, "Syukurlah, kau hidup dengan baik. Syukurlah kau memutuskan untuk pergi ke perbatasan ini."
Mereka berdua kemudian memeluk erat, sementara matahari terbenam di perbatasan yang keras ini, memberikan sentuhan hangat pada momen menyentuh hati ini.
Meskipun perbatasan ini memiliki tanah yang gersang yang sulit ditanami, perdagangan yang berlangsung dengan Kekaisaran Yue telah memberikan harapan bagi penduduk di sini.
Zhang Muhua dan ibunya duduk bersama di dalam rumah yang cantik itu, terpisah begitu lama dan akhirnya bersatu. Ibu Zhang, dengan tatapannya yang lembut, mulai bicara, "Aku tidak punya jalan lain selain pergi ke tempat putriku. Tapi, jika ini menyusahkanmu, aku bisa pergi ke mana pun. Jangan pernah merasa bersalah karena ibu selalu mengerti posisimu."
Zhang Muhua tersenyum lembut, "Ibu, jangan khawatir. Aku sekarang memiliki pekerjaan sendiri. Tahukah ibu, ketika aku menikah, aku mendapatkan mahar dari kakak berupa tiga toko yang sekarang sudah menghasilkan. Jadi, untuk membesarkan ibuku yang sudah tua, aku tidak memiliki masalah apapun."
Ibu Zhang mengangguk, tetapi kemudian bertanya, "Di mana cucuku? Aku belum melihatnya tadi."
Zhang Muhua menjawab di dalam hati."Putraku sedang bersama ayahnya. Dia mengikuti ayahnya untuk menjadi pengemis sebagai persyaratan mengikuti partai pengemis. Ini untuk membuat karakternya lebih rendah diri dan menghargai orang-orang yang tidak memiliki."
Tapi dia hanya berkata putranya pergi melihat-lihat ke tembok di mana ayahnya sedang bekerja.
Kedua wanita itu tertawa bersama, dan dalam tawa mereka terpancar kebahagiaan yang tulus.
Tapi kebahagiaan itu berbanding terbalik dengan keluarga Zhang saat ini.
semua keluarga yang terlibat dalam pemberontakan yang dikepalai oleh pangeran ketiga berakhir dengan hukuman mati.
Tapi keluarga zhang beda lagi, karena mereka adalah keluarga kelahiran dari Ratu dayun
Status Menteri kanan dicabut , harta benda mereka disita, dan ada larangan keras bagi keluarga mereka yang memiliki nama belakang Zhang untuk masuk ke ibukota selama seratus tahun.
Penderitaan dimulai, dan keluarga Zhang yang dulunya terhormat sekarang terpaksa hidup dalam keterbatasan. Perkelahian pun tak terhindarkan, terutama ketika selir Mo, mengirim surat dan surat balasan dari keluarga mo datang hari itu juga.
Mereka menawarkan untuk memberikan uang jika mantan Menteri Kanan, Tuan Zhang, melepaskan identitas dua Putri mereka sebagai keluarga Mo.
Awalnya, banyak yang tidak setuju dengan usulan ini karena dua Putri ini adalah anggota berharga keluarga. Mereka bisa membantu dalam pekerjaan rumah karena tidak adanya pelayan dan memiliki potensi yang baik untuk pernikahan di masa depan.
Tapi akhirnya, mereka memutuskan untuk menerima tawaran tersebut dan dua Putri ini pun mengambil nama belakang Mo.
tapi tidak ada yang mengetahuinya sebenarnya keluarga mo. mereka masih menginginkan keuntungan dengan adanya hubungan darah antara dua putri ini dan Ratu dayun.
jika pun jika tidak bisa mengambil keuntungan dari situ 2 Putri ini sudah layak untuk menikah dan ketika menikah mahar bisa diambil sebagai milik keluarga mo.
Selir mo, meskipun masih keluargamu tapi dia sudah lama tidak tinggal dalam keluarga itu. jadi cari keluarga baru lebih awal dan ambil maharnya lagi.
Selir Mo tidak tahu niat keluarga kelahirannya, di sini dia masih merasa bahagia dan kembali ke rumah kelahirannya dengan senang hati dengan yakin bahwa keluarganya sangat menyayanginya dan dua Putri tersebut.
Tapi kebahagiaan ini masih tidak di rasakan oleh Jiang moyun,dia segera terguncang ketika ia mengingat saat Zhang Mei, putrinya dikeluarkan dari penjara dalam kondisi yang sudah meninggal.
Penjaga penjara mengatakan bahwa jika mereka memiliki uang, mereka bisa memberikan pemakaman atau kremasi yang layak bagi Zhang Mei. Namun, karena mereka tidak memiliki uang, mayatnya akan dibuang di alam liar, menjadi santapan hewan buas.
Tapi keluarga zhang tidak memiliki satu sen pun di tangan,dan mayat zhang Mei terpaksa di perlakukan dengan cara yang ketiga.
Jiang Moyun, sebagai seorang ibu, merasa sangat membenci kenyataan ini. Hatinya hancur melihat anaknya harus menerima akhir yang sangat tidak pantas seperti itu.
Dalam perjalanan menuju perbatasan, keluarga ini bertengkar lagi dan akibatnya nenek tua yang meninggal dunia. Di mana dia dikebumikan di pinggir jalan dan pada akhirnya akan dilupakan begitu saja.
Adapun kenapa ibu Zhang Mei bisa tiba di perbatasan lebih awal itu karena, ibu Zhang Fei memberikan tumpangan pada kelompok pengusaha yang akan pergi ke perbatasan.
Mungkin perlu berbulan-bulan untuk keluarga ini tiba di perbatasan. tidak tahu berapa orang yang sanggup untuk meneruskan perjalanan ini sampai tiba di tujuan.
Tapi bisa dipastikan karena pengaturan perpajakan tadi maka, satu batalyon yang dipikirkan oleh mantan menteri kanan ini ,sebenarnya adalah sia-sia.
Bukan saja sia-sia tapi dia juga menanggung utang yang tidak sedikit ketika dia tiba di perbatasan. Pada saat itu pengaturan reformasi pajak sudah berlaku.
__ADS_1