
Kabar tentang kehamilan Zhang Fei dengan cepat mencapai telinga Paman Pangeran. Wajahnya yang masih mencerminkan kesedihan atas kepergian Kaisar tiba-tiba diberikan sentuhan tipis senyuman. Meskipun begitu, situasi berkabung yang melanda istana mewajibkan Paman Pangeran untuk tidak menunjukkan ekspresi kegembiraan yang terlalu jelas.
Namun, saat waktunya untuk istirahat tiba, Paman Pangeran mengambil inisiatif untuk meminta izin dan pergi mengunjungi Zhang Fei, sang Putri. Di dalam kamar, Zhang Fei masih terbaring lemah dan lesu, matanya kosong saat dia memandang ke kekosongan.
"Sejujurnya, aku hanya lupa tentang kontrasepsi ketika Paman Pangeran pergi mencari tanaman langka untuk penawar racun Kaisar. Tapi tidak mungkin aku bisa hamil begitu cepat, kan?" Zhang Fei merenungkan dalam hatinya, tetapi perlahan-lahan dia mengucapkan kata-kata tersebut dengan rasa bingung.
Saat dia bertanya pada Sistem, jawaban yang diterimanya hanya berupa gelengan. Sistem bukanlah entitas yang bisa merencanakan kehamilan, melainkan hanya seorang pencuri informasi dari dunia luar. Itu membuat Zhang Fei semakin bengong dan tidak dapat menerima kenyataan yang ada di depannya.
Ketika Paman Pangeran tiba, Zhang Fei masih tetap terdiam, seolah-olah kejadian yang terjadi hanyalah khayalan. Namun, ketika tangan Paman Pangeran meraih tangannya dan menggenggamnya erat, getaran tersebut menyadarkan Zhang Fei bahwa ini adalah kenyataan.
"Paman Pangeran..."
"Putri, aku tidak pernah membayangkan bahwa kita akan menerima berita baik di saat-saat yang penuh duka seperti ini. Tapi, terima kasih karena kau akan memberikan generasi baru untukku," kata Paman Pangeran dengan suara lembut tetapi tulus.
"Tapi, aku tidak berencana untuk memiliki anak sekarang. Tubuhku masih terlalu muda," keluh zhang Fei dengan sedih.
Kau tau, pernikahan adalah suatu hal yang dibenci zhang Fei akibat trauma yang dialaminya di kehidupan sebelumnya. Jika dia tidak pernah berpikir untuk menikah apalagi untuk memiliki anak.
Menikah dengan paman Pangeran itu juga Karena terpaksa tapi dia sudah menelan serangkaian pil kontrasepsi untuk menghalangi adanya anak di antara mereka tapi...
Apa yang terjadi sekarang.
Paman Pangeran menatapnya dengan ekspresi heran "Putri, apakah kau tidak menginginkan anak dariku?"
Zhang Fei bingung, dia tidak ingin membuat Paman Pangeran kecewa. Tapi dia ragu apalagi dengan usianya yang masih muda. Dia ingin berbicara, tapi dia tahu jika alasan usia bukanlah alasan yang bisa diterima.
Pada tahun ini ada begitu banyak gadis yang menikah di usia mereka yang ke-14. Jika memungkinkan seorang gadis bahkan bisa melahirkan ketika mereka di usia 16 tahun.
Zhang Fei juga menikah pada usianya yang ke-15 tapi tidak pernah berpikir akan hamil tahun ini.
"Apapun yang terjadi, dia adalah keturunan naga. Aku tidak ingin memaksa kau untuk mencintaiku, tapi harap hargai keturunanku," kata Paman Pangeran dengan mata serius.
Paman pangeran dan Zhang Fei adalah pasangan yang suka berdebat. Tapi dalam perdebatan seperti itu Paman Pangeran mengerti satu hal.
Putri peipei adalah seseorang yang memiliki pemikiran berbeda dan cara pandangnya terhadap dunia juga berbeda dibandingkan dengan gadis-gadis di luar sana.
Setelah berbicara beberapa hal pada akhirnya Paman Pangeran keluar dari ruangan itu. Dia hanya kecewa melihat reaksi dari zhang Fei saja.
ketika berjalan dengan linglung Paman Pangeran bertemu dengan seorang tabib kecil.
tapi ini adalah salah satu tabib yang pernah mencoba mengobati Paman Pangeran tapi tidak pernah berhasil sekarang melihat Paman Pangeran berjalan dengan wajah yang dewasa membuat Dia sedikit takjub hanya saja status mereka tidak sama sehingga dia harus menunduk.
Tapi siapa tahu paman Pangeran memanggilnya.
"Tabib, paman pangeran ini ingin bertanya . Putri memiliki reaksi aneh, ketika mendapatkan kabar kehamilannya. bagaimana menurutmu?"
"Paman Pangeran. Reaksi aneh ini mungkin adalah respons emosional yang umum terjadi pada saat pertama kali wanita mengetahui mereka hamil.Banyak faktor yang bisa memicu perasaan mereka,seperti perubahan besar dalam hidup, pertanggungjawaban baru sebagai ibu, dan kekhawatiran mengenai masa depan"
"Jadi, ini bukanlah penyakit atau gejala yang mengkhawatirkan?"
"Tidak, Paman Pangeran. Reaksi ini adalah hal yang normal dan wajar"
Setelah mendapatkan jawaban dari tabib tadi Paman Pangeran merasa lebih rileks.
Sekarang dia harus kembali pergi ke Aula untuk melanjutkan ritual berlutut. tapi sebelum itu dia berpesan kepada koki agar lebih memperhatikan asupan makanan untuk Putri karena kondisinya yang sedang hamil.
Sementara itu zhang Fei yang di tinggal kan sedang mengadu pada sistem nya.
"Kenapa aku tidak sadar jika sedang hamil Mama juga nggak pernah cerita"
("Say seharusnya kamu itu mikir, Putri sudah mengkonsumsi pil kebugaran yang akan selalu menjaga kesehatan tubuh. Jadi segala sesuatu mengenai morning sick atau semacam itu pasti tidak akan terjadi. tapi selamat ya akan jadi ibu hehehe ")
"Huh rencanaku berantakan semua. nggak pengen menikah, terpaksa menikah. nggak pengen punya anak, sekarang malah hamil.Hei ..."
("Ya tapi karena hamil nggak jadi berlutut deh kan ,jadi jangan marah ")
"marah sih nggak tapi kesel"
Zhang Fei yang merasa kesal tiba-tiba ingat jika beberapa waktu yang lalu, zhang Mei juga hamil meskipun saat ini sudah keguguran.
__ADS_1
Apa kabar nya dia sekarang.
"Mama,apa kabar zhang Mei sekarang? sepertinya aku tidak mendengar kabarnya lagi sejak beberapa waktu yang lalu?"
("Tuh kan, baru sekarang nanya kemarin ke mana aja Buk")
"Eh emang mama pernah nanya?"
Jika sistem memiliki tangan mungkin dia akan mencubit tuan rumahnya saat ini. Kemarin juga sudah diingetin ada karakter yang hilang. berhubung gak ada yang nanya, sistem nya diam.
"Oh mama, kupikir sekarang mama punya emosi yang kompleks deh. sekarang mama juga bisa marah kan. jangan marah nanti cepat tua, eh Mama bahkan nggak punya wujud gimana mau tua ya kan hehehe"
"("Hum")
"Oke ayolah mah,cari zhang Mei ,apa kabarnya sekarang??"
("Ohh mari kita mundur kejadian ini 3 hari sebelum hari pemberontakan oke. kalau langsung kejadian hari ini ntar nggak pada nyambung")
"Oke , tiga hari sebelum hari pemberontakan"
Hari itu, zhang Mei di tangkap dan dikurung di istana dingin. sebenarnya yang disebut sebuah istana dingin adalah sebuah halaman yang memiliki tembok tinggi yang bisa dikunci dari luar.
Ada bangunan di sana tapi itu adalah bangunan yang ditinggal sehingga tidak pernah diurus. Bahkan ada rumput yang lebih tinggi daripada manusia.
seseorang yang diusir dan tinggal di istana dingin ini dalam seminggu pasti akan dikirimin makanan bahkan ketika mereka pertama kali ditempatkan nanti juga akan diberikan persiapan.
hanya saja di dalam sana tidak akan ada pelayan yang mengikuti hatinya seseorang harus tinggal sendirian.
("Tapi dia dibenci oleh para selir.Karena tidak adanya Putri di istana Pangeran maka para selir berkuasa.Karena kesal,pada hari pertama, mereka bahkan tidak memberikan persediaan makanan walau sebutir beras pun")
"Tolong, siapapun....
Hari itu zhang Mei mulai merasakan apa namanya neraka. Walaupun tahu jika dirinya melakukan kesalahan tapi dia hanya berharap mereka lebih manusiawi dengan mengirimkan beberapa bahan makanan untuk dia bertahan di istana dingin.
Zhang Mei berteriak untuk mengingatkan orang-orang ,Jika dia belum memiliki bahan makanan .Tapi siapa yang peduli dengan teriakan itu jika sebenarnya di luar kondisi begitu mengkhawatirkan untuk pihak Pangeran ketiga.
Lelah berteriak pada akhirnya zang Mei mengelilingi istana dingin untuk menemukan sesuatu bisa dimakan.
Meski kotor,peralatan masak di sini masih sedikit lengkap. Hanya saja semuanya harus dibersihkan terlebih dahulu jika ingin menggunakannya.
Mungkin peralatan makan di sini sudah tidak pernah digunakan lagi empat atau 5 tahun.
"Ada pisau"
Zhang Mei bahagia hanya melihat sebuah pisau yang berkarat.
Dengan pisau dia berkeliling lagi ke sekitar area. Dia juga dengan rajin mengumpulkan ranting-ranting kering yang berjatuhan dari pohon pohon besar yang sengaja ditanam di dalam istana dingin ini.
"jadi dia kelaparan dong mah??"
("Nggak juga sih, kemampuan bertahan hidup nya cukup bagus.Dia bisa menyalakan api tanpa korek,ada tikus di sana dan sekarang itu lah daging untuk zhang Mei")
"Eh a..huek....!"
Huek...
Gadis Persik tidak tahu isi pembicaraan dengan sistemnya.Tapi dia sedikit khawatir mendengar zhang Fei muntah.Dia buru buru mengambil baskom untuk zhang Fei muntah di situ.
("Is masak kalah sama zhang Mei, Ckckck")
"Mama ini..ti..kus,huek....!"
("Kalau sudah lapar, semua nya habis.")
" oh putri,apa tidak nyaman"tanya gadis Persik khawatir.
Beberapa saat kemudian sistem kembali melanjutkan kisahnya, dan ini terjadi pada hari keempat dia di dalam istana dingin dan juga pada hari pertama pemberontakan terjadi.
Zhang Mei mental nya sudah demikian terpuruk. Sekarang dia berbicara sendiri dengan suara lembut.
__ADS_1
"Apakah ini semua kesalahanku? Apakah aku pantas mendapatkan ini?" gumamnya perlahan. Suaranya terbawa angin dingin dan terdengar seperti bisikan di dalam istana yang sunyi.
Tangis kecil pecah dari bibirnya saat dia mengenang ibunya di zhang mansion"Ibu, apakah kau masih ingat aku ? Aku merindukanmu. Aku merindukan pelukan hangatmu. Aku tahu aku membuat kesalahan tapi bantu aku, ibu."
Zhang Mei berlutut di atas lantai dingin istana "Ibu, aku sudah tidak tahan lagi. Tolong, cepatlah menjemput aku dari istana ini."
Sambil menutup matanya, Zhang Mei mencoba membayangkan ibunya hadir di sisinya. Dia merasakan kehangatan pelukan ibunya, seolah-olah dirinya kembali menjadi anak kecil yang melindungi dalam pelukan Jiang moyun.
Matanya terpejam lembut dan dalam khayalannya, dia kembali ke meja makan di Zhang Mansion.
Di atas meja itu, berjejer hidangan lezat yang menggugah selera. Aromanya menguar dan mengisi ruangan, mengundang air liur untuk menetes di bibirnya.
Ada sup gurih dengan irisan daging lembut, sepiring mi goreng yang harum dan menggoda serta sepiring nasi putih yang pulen. Hidangan-hidangan itu menghadapinya dengan memikat, seolah-olah memanggilnya untuk segera menyantap.
Dia adalah putri tertua Zhang yang cantik dan dia selalu mendapatkan prioritas dalam hal makanan. Semua hidangan enak selalu diletakkan di depannya.Sebagai putri tertua,dia memiliki hak untuk memilih dan menikmati yang terbaik. Adik-adiknya menatapnya dengan mata berbinar-binar menunggu dengan sabar giliran mereka.
Tapi kenangan manis itu tiba-tiba berubah menjadi rasa getir saat Zhang Mei kembali ke kenyataan dingin di istana yang sunyi. Dia merasakan kontras antara masa lalu yang indah dan kenyataan yang pahit. Rasa lapar dan kesendirian membuatnya putus asa, dan tangis serta teriakannya menghancurkan keheningan ruangan.
"Aku adalah Putri Zhang yang cantik dan mulia," serunya dengan suara lirih yang hancur. "Tapi mengapa, mengapa aku harus berakhir seperti ini?" Suara terisak-isaknya.
Tiba-tiba saja seekor ular berwarna gelap merayap dengan gerakan yang tenang. Sinar matahari yang temaram menerangi sisiknya yang mengkilap, mungkin dia sedang mencari makanan atau tempat berlindung.
Tapi zhang Mei yang sedang menangis, segera melihatnya.Dengan tiba-tiba, tangannya yang gemetar menangkap ular tersebut.
Ular itu berontak, berusaha melilitkan tubuhnya untuk melepaskan diri, tetapi Zhang Mei dengan kuat segera menahannya. Dia juga tanpa pikir panjang, segera menguliti ular tersebut dengan cara merobek sisiknya satu per satu.
("Orang yang ingin bertahan hidup sebenarnya sungguh mengerikan sekali.Dulu zhang Mei pasti takut dengan ular tapi sekarang karena masalah perut maka dia jadi berani")
Tiba-tiba saja, sistem merasa dia salah memilih tuan rumah.
Untung saja, zhang Fei tidak tahu.
Setelah menguliti ular itu, Zhang Mei mengumpulkan ranting-ranting kering dan membakarnya dengan peralatan sederhana yang dia temukan di dapur istana. Api kecil berkobar dan membara, mengubah daging ular yang tadinya hidup menjadi daging panggang yang harum.
Saat daging ular panggang selesai, Zhang Mei memegang potongan-potongan daging itu dengan tangan gemetar. Air matanya jatuh ke atas daging panggang.Dia menangis, menghadapi kenyataan pahit yang telah mengubah hidupnya secara drastis.
Sambil menggigit potongan daging ular panggang, air mata Zhang Mei juga jatuh . Dia memakan daging ular antara keharusan dan rasa mual.
Sambil mengunyah daging ular Zhang Mei bertanya pada dirinya sendiri "Kenapa aku jadi begini? Kenapa bisa?"
Meskipun zhang mantion tidak begitu kaya, tapi makanan macamr apa yang belum pernah dia makan.
Jika di bandingkan dengan dulu dan sekarang,maka perbedaan sangat jauh sekali.
"Uhh mama kasihan sekali,mah"
("Di Dayun kehidupan seperti ini sudah biasa.Dia hanya tidak pernah mengalami ini.Eh tapi putri juga tidak kan, itulah kenapa kalian begitu lembut, ckckck")
Zhang Fei teringat film dokumenter tentang bertahan hidup di alam liar. Gambaran pemandangan pegunungan, hutan, dan perjuangan tokoh utama menginspirasinya.
Meskipun berada di istana yang dingin, Zhang Mei memiliki semangat dan kekuatan yang sama dengan tokoh dalam film dokumenter .
"Ya Mama benar kami hanya terlalu lembut"desah Zhang Fei.
Tanpa sadar dia mengelus perutnya yang datar.
"Mama jika dia lahir,aku akan mendorong nya untuk belajar tentang hidup di alam liar.Tau membaca saja tidak benar, seseorang harus memiliki kemampuan untuk bertahan hidup dan beberapa keterampilan yang nyata kan"
("Hem mungkin ")
Apakah ini yang di pikir kan oleh para selir istana ketika mereka melahirkan seorang putra?
Bertahan hidup di istana ,tidak lebih buruk daripada bertahan hidup di alam bebas.
Misalnya paman pangeran yang memaksa kan diri untuk di cap sebagai pria bodoh.
Bukankah ini seni mempertahankan diri juga.
Lalu apakah nasib anak yang akan di lahirkan nya nanti juga harus begitu?
__ADS_1
Heh tiba tiba saja zhang Fei kehilangan semangat juangnya.