Sistem Gosip Putri Ke Empat

Sistem Gosip Putri Ke Empat
214


__ADS_3

Dalam diam-diam Pangeran ketiga melangkah keluar dari istana dengan hati yang berat. Langkahnya yang pelan untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang menyadari kehadiran nya di istana pengeran ini.


Dia sudah mengerak kan orang orang nya maju, membuat pertemuan di tempat rahasia.


Ketika Pangeran ketiga tiba di tempat pertemuan yang disepakati, para pendukungnya tampak cemas dan khawatir. Mereka telah mendengar berbagai gosip dan desas-desus tentang Pangeran ketiga, dan keadaannya yang terpuruk menjadi buah bibir di istana.


Walaupun demikian mereka tidak bisa buru buru untuk mundur karena mereka sudah terlanjur masuk lebih dalam dalam jaringan pengeran ke tiga ini.


Karena itu adalah masalah sembilan klan jadi setiap keputusan perlu di rencanakan ulang.


Hanya saja mereka belum mengkonfirmasi dengan pangeran ketiga.


Segera semua orang melihat ke arah pintu masuk ,dia.mana pangeran ketiga datang dan duduk di tempat yang sudah di sediakan untuk nya.


"Kalian semua mungkin telah mendengar kabar yang beredar," ucap Pangeran ketiga dengan suara yang penuh keyakinan. "Benar bahwa diagnosis tentang kemandulanku adalah kenyataan, tetapi jangan khawatir, masih ada harapan."


Para pendukungnya saling pandang, bingung dan penasaran. Mereka tidak menyangka bahwa Pangeran ketiga akan membicarakan masalah ini dengan jujur. Salah satu dari mereka akhirnya berbicara dengan nada ragu, "Tapi bagaimana mungkin ada harapan, Pangeran? Apa yang bisa kita lakukan?"


Pangeran ketiga tersenyum ,dia mencoba meyakinkan mereka. " pangeran ini telah melakukan konsultasi dengan beberapa tabib terbaik di kerajaan. Meskipun diagnosa itu benar, masih ada peluang untuk mengobati kondisi. Mereka memiliki rencana untuk menjalankan serangkaian perawatan dan pengobatan yang bisa memberi pangeran ini kesempatan untuk memiliki keturunan."


Dia menjelaskan tentang campur tangan Ratu yang tidak diketahui sebelumnya. Namun dia berkata berterima kasih kepada penulis itu karena mengungkapkan kejadian ini dan menurut tabib belum terlambat untuk dirinya diobati.


Walau bagaimanapun yang dikatakannya adalah sebuah kebohongan besar ,namun Pangeran ketiga memiliki keyakinan ke arah itu.


Dia tidak percaya jika tidak ada satu tabib pun di dunia yang tidak bisa mengobatinya.


Pasti ada tabib jenius di dunia ini dan dia hanya menghitung waktu untuk menemukannya.


Tapi untuk sekarang dirinya harus fokus dengan satu tujuan.


Pemberontakan


Pangeran ketiga mengambil nafas dalam-dalam sebelum dia mulai berbicara. " pangeran ini yakin kalian telah mendengar berita tentang buku anonim . Reputasi pangeran ini telah tercoreng dan hal ini berdampak pada dukungan yang kami terima dari rakyat. Kini saatnya untuk bertindak lebih awal daripada yang direncanakan."


Salah satu pendukungnya, seorang panglima prajurit berbicara dengan suara rendah, "Tapi Pangeran, pemberontakan ini harus dilakukan dengan cermat. Menghadapi Kaisar secara terang-terangan bisa berakibat fatal."


Pangeran ketiga mengangguk, mengerti akan resiko yang ada. "Tentu saja, kita akan melaksanakan ini dengan bijak. Kami akan mulai dengan melumpuhkan prajurit penjaga istana yang setia pada Kaisar. Beberapa dari mereka adalah orang kita sendiri dan kita akan memanfaatkan hal ini untuk keuntungan kita."


Seorang pendukung lainnya menambahkan, "Kami memiliki rencana untuk menyusup ke dalam istana melalui jaringan tersembunyi. Kita akan menyerang prajurit penjaga pada saat yang tepat, sehingga Kaisar akan lemah dalam perlindungannya."


Pangeran ketiga mengangguk, "Ketika Kaisar melemah, kita akan mengambil alih kendali istana. Dengan prajurit kita yang sudah siap, kita akan memberikan pesan bahwa pemberontakan ini adalah tindakan yang diperlukan untuk menyelamatkan kerajaan dari kepemimpinan yang lemah."


Para pendukungnya tampak semakin bergairah oleh rencana tersebut. Meskipun risikonya tinggi, mereka yakin bahwa inilah langkah yang perlu diambil untuk mengembalikan kehormatan Pangeran ketiga dan memastikan stabilitas kerajaan.


Rencana yang di susun matang ,siap di lakukan dalam waktu dekat.


Tapi mereka semua tidak mengetahui jika pergerakan mereka ini sudah diketahui oleh Paman pangeran.


Awalnya Paman Pangeran terkejut dengan rutinitas Pangeran ketiga yang memajukan rencana pemberontakan lebih awal.


Dia merasa ini adalah waktu untuk dirinya bertindak tapi bagaimana dengan karakter orang bodoh yang saat ini sedang dia pegang.


Selagi merenungkan beberapa rencana tiba-tiba saja seorang penjaga bayangan datang dari arah yang tidak diketahui.


Penjaga bayangan ini datang dengan berlutut dan mengatakan jika pil sudah siap.


Di tangannya ada sekotak sebuah kotak kecil yang berisi 3 butir pil sekaligus.


Karena Kaisar sudah terkena racun cukup lama dan durasi waktu hampir habis. Maka beliau tidak bisa meminum pil itu sekaligus.


Melainkan harus jeda 15 menit sekali paling sedikit,atau satu pil sehari untuk mengeluarkan racun itu sekaligus di dalam tubuhnya.


Tapi mengingat waktu yang hampir kritis, maka tidak ada waktu untuk menunggu waktu satu hari lagi.


"Putri,aku pergi ke istana negara"kata paman pangeran pada zhang Fei yang masih duduk di kursi malas nya.

__ADS_1


"Baik berhati hati lah suamiku,dan ingat akan janji mu"kata zhang Fei dengan serius.


Paman pangeran hanya mengangguk kan kepala dan pergi tanpa tergesa-gesa.


Kali ini,dia harus bisa memberikan penawar ini pada Kaisar entah bagaimana caranya.


Tapi sebelum dia pergi, zhang Fei memanggil nya lagi.


"Suamiku,ada kabar terbaru tentang pengeran ke dua"katanya.


Paman pangeran yang akan pergi, mengeryitkan dahinya sedikit tapi dia duduk lagi di tempat semula.


Pemberontak pengeran ke tiga tidak Kana terjadi hari ini, jadi masih da waktu untuk mendengar kan gosip.


Eh berita.


Zhang Fei tidak akan bicara jika sistem nya tidak mengabari.Ada untuk nya juga membuat daftar kerja khusus bagi sistem .Jika dia ketinggalan berita lagi seperti sebelumnya , zhang Fei tidak tahu kerugian apa yang akan mereka alami nantinya.


"Barusan ada kabar jika sekarang....


Pada saat itu,Pangeran ke-2 melaju dengan cepat melalui jalan-jalan sempit di perbatasan kota, dia tidak menyadari bahwa dia telah menjadi target bagi sekelompok pembunuh bayaran dari negara Yan yang bermaksud menghabisinya.


Di sekitarnya, para prajurit pengawal yang setia berada dalam posisi siaga, mata mereka waspada mencari tanda-tanda ancaman yang mendekati. Salah satu prajurit melirik ke arah jalan belakang dan dengan nada tegang berkata, "Pangeran, kita dikejar oleh sekelompok orang. Mereka terus mendekati kita!"


Pangeran ke-2 menggigit bibirnya, merasa tertekan oleh situasi ini. Dia menarik nafas dalam-dalam, mencoba untuk tetap tenang. "Berapa banyak jumlah mereka?" tanya Pangeran ke-2 kepada salah satu prajurit di sampingnya.


Prajurit itu melirik ke belakang lagi dan kemudian mengangguk, "Ada sekitar sepuluh orang, Pangeran. Mereka sedang mendekat dengan cepat."


Pangeran ke-2 mengutuk dalam hati, menyadari bahwa dia tidak punya banyak pilihan. Dia berhenti sejenak dan berbalik menghadap para prajuritnya. "Kita harus berdiri dan bertahan di sini," kata Pangeran ke-2 dengan suara tegas. "Siapkan diri kalian untuk pertempuran!"


Para prajurit segera mengambil posisi perang, mempersiapkan senjata mereka. Sementara itu, kelompok pembunuh bayaran dari negara Yan semakin mendekat, wajah mereka tertutup kain hitam yang hanya menunjukkan mata yang tajam.


Ketika jarak di antara keduanya semakin dekat, Pangeran ke-2 dan para prajuritnya bisa melihat senjata-senjata tajam yang dipegang oleh pembunuh bayaran itu. Perasaan tegang dan menegangkan memenuhi udara, seperti petir yang siap menyambar.


Dalam sekejap, pertempuran pecah. Suara benturan besi dan jeritan terdengar memenuhi udara. Pangeran ke-2 dan para prajuritnya berjuang dengan gigih melawan pembunuh bayaran yang terampil. Pedang bertabrakan, anak panah meluncur dan serangan-serangan bertenaga tinggi dilancarkan dari kedua belah pihak.


"jangan lengah, bunuh mereka semua" teriak Pangeran ke dua sambil meluncur maju dengan gesit.


Beberapa senjata tersembunyi, mulai muncul dari balik lengan dan punggung mereka. Pangeran ke dua merespons dengan gerakan yang lincah, menghindari serangan-sarangan mendadak tersebut.


Suasana semakin memanas ketika tombak-tombak dan pedang-pedang beradu di udara. Di sinilah Pangeran kedua menunjukkan keahlian beladiri nya yang selama ini selalu di sembunyikan dengan karakter playboy nya.


Dalam pertarungan ini bayangan jurus pembunuh terlihat elegan dan kuat. Teriakan-teriakan perjuangan terdengar, "Bertahanlah!" seru salah seorang dari pangeran.


Mereka memutar tubuh dan memutar senjata mereka dengan presisi yang menakjubkan, berhasil menahan serangan-serangan lawan.


Akkhh...


String...


Teriakan-teriakan kematian dan seruan bertahan bergema di lokasi kejadian.Untungnya arena pertarungan ini terjadi di tempat yang tidak ada penghuni nya sama sekali.


Jadi tidak ada penduduk yang terkena imbasnya.


Di tengah pertarungan, kelompok pembunuh bayaran mulai menggunakan senjata tersembunyi mereka.


Suuut...


Suuut...


Pisau-pisau tipis dilemparkan dengan cepat menuju pangeran-pangeran. Namun pangeran ke dua tersebut dengan cekatan menangkis dan menghindar, mengubah serangan-serangan itu menjadi bagian dari tarian pertarungan mereka.


Dengan pedang di tangan kanannya dan tombak di tangan kirinya. Angin berhembus pelan, menciptakan riak-riak halus pada kain pangeran.


Serangan cepat dari tiga lawan yang berusaha mengelilingi pangeran kedua. Pedang-pedang bertabrakan dengan suara mengejutkan, menciptakan dentingan logam yang bergema di udara.

__ADS_1


Ting.. Ting.. Ting..


Pangeran kedua merespons dengan lincah, mengayunkan pedang dan tombaknya dengan gerakan yang indah namun mematikan.


Jurus-jurus luar biasa pun ditampilkan oleh pangeran kedua. Dia melompat tinggi ke udara dengan lincah, menghindari serangan dua lawan yang datang dari depan dan belakang.


Di tengah udara, dia melayang sejenak sebelum mendarat dengan anggun, menyambut lawan-lawannya dengan serangan balasan yang mengagumkan.


Tidak hanya melompat, pangeran kedua juga menggunakan jurus berguling-guling di tanah. Dia menggelincir rendah dengan cepat, menghindari serangan tombak yang datang menghunus dari atas. Begitu tubuhnya menyentuh tanah, dia meluncur maju dengan cepat dan menusuk ke arah kaki lawan.


Hiyat...


Uh...ahhhh....


Meskipun pangeran kedua berhasil menghindari sebagian besar serangan, ada momen di mana salah satu dari tiga lawan mampu mengenainya.


Pangeran ketiga, yang berusaha menghindar dari serangan tajam, terdesak dan akhirnya terkena sabetan pedang di bagian dadanya. Dia mundur beberapa langkah, tangannya memegang luka dalam tersebut sambil bernapas berat.


Pertarungan terus berlanjut dengan intensitas yang semakin meningkat. Suara pedang bertabrakan, tombak menghunus, dan teriakan penuh semangat mengiringi gerakan-gerakan cepat para pejuang.


Kendati menghadapi tekanan dan terluka, pengeran ke dua ,terus mempertahankan kelincahan dalam menghadapi tiga lawannya yang berusaha merebut kemenangan.


Tidak lama kemudian pasukan dari pangeran kedua berhasil mengambil alih kendali. Pihak musuh banyak yang tewas, dan hanya tinggal tiga pembunuh bayaran yang berdiri tegar melawan pangeran kedua.


Sementara pihak pasukan pangeran kedua hanya kehilangan enam prajurit yang telah mengorbankan nyawa mereka demi kemenangan. Beberapa prajurit lainnya mengalami luka tusukan dan luka-luka ringan, tetapi semangat juang mereka tidak tergoyahkan.


Melihat pangeran kedua yang masih berdiri kuat melawan tiga prajurit pembunuh bayaran terakhir, enam prajurit dari pasukan pangeran memasuki area pertarungan. Mereka bergerak dengan cermat dan mantap, membentuk formasi yang solid untuk mengeroyok tiga lawan yang tersisa.


"Pangeran, kami dapat mengurus ini. Mohon mundurlah dan serahkan pertarungan kepada kami," ujar salah satu prajurit dengan suara tegas.


Pangeran kedua, mengangguk dan melangkah mundur dengan pedang dan tombaknya. Dia tahu bahwa pasukannya memiliki kemampuan yang kuat dan dia memiliki keyakinan penuh pada mereka.


Lagipula dia juga tidak baik baik saja.Ada luka yang menganga di dadanya.


Dengan kehadiran pasukan pangeran kedua yang baru tiba, dinamika pertarungan berubah. Keenam prajurit bekerja sama secara efektif, mengambil alih inisiatif serangan dari tiga pembunuh bayaran. Pedang dan tombak bergerak dengan gesit, membentuk serangan yang terkoordinasi dan tak terelakkan.


Huk..akhh..


Tiga pembunuh bayaran itu akhirnya tak mampu lagi menghindari serangan-serangan bertubi-tubi. Satu per satu, mereka terjatuh di medan pertempuran, meninggalkan luka-luka dan pendarahan.


Merasa kemenangan sudah berpihak kepada mereka, Pangeran kedua langsung merencanakan untuk melanjutkan perjalanan.


Mengenai luka yang sekarang dia derita, ini tidak ada masalah apapun karena dia bisa mengobatinya sambil berjalan.


Prajurit mana yang tidak pernah mengalami luka ketika bertarung.


"Tunggu, Pangeran! Ada sesuatu yang ganjil dengan luka Anda! Darahnya tidak merah seperti biasanya, tetapi mulai berubah menjadi warna hijau "


"Apa yang kau katakan? Warna hijau?" gumam nya dan langsung membelai luka nya dan melihat ujung jarinya dan...


Ini..ini..


"Iya, Pangeran. Biasanya warna darah tidak akan berubah begitu. Ini bisa menjadi tanda bahwa pedangnya sudah diracuni"


Pangeran Ke-2 dengan linglung, memegang luka dan wajahnya tampak khawatir."Keracunan? Tapi siapa yang.. bisa saja... " Dia tersentak dan menatap ke arah tiga prajurit yang tewas sebelumnya" ...ketiga pembunuh bayaran itu!"


"Pangeran,kita perlu mencari obat atau cara untuk melawan racun ini. Segera menuju penginapan terdekat dan mencari bantuan dari para tabib yang berpengalaman. Mereka mungkin tahu cara mengatasi racun semacam ini" kata prajurit tadi.


Dalam kebingungan dan kegelisahan Pangeran kedua. Nyatanya pasangan suami istri paman pangeran dan azafi yang sedang mendengarkan narasi itu.


Bukan saja bertepuk tangan tapi juga tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha karma,ini adalah karma. ibunya meracuni orang agar tidak memiliki keturunan dan sekarang putranya sendiri juga keracunan hahaha, ini adalah sebuah karma"kata Zhang Fei.


Paman pangeran yang mengkhawatirkan kondisi Kaisar juga ikut tertawa dan berharap Pangeran kedua dieliminasi dengan cara ini.

__ADS_1


Ah satu saingan jatuh dan sekarang jalan Pangeran ke-4 akan mulus-mulus jalan tol ,hahaha.


__ADS_2