Sistem Gosip Putri Ke Empat

Sistem Gosip Putri Ke Empat
216


__ADS_3

Suasana istana tampak berbeda dari sebelumnya. Kaisar sekarang terlihat lebih baik dari sebelumnya, dia menghela nafas lega saat ia berusaha untuk duduk di ranjangnya . Meskipun masih dalam kondisi yang lemah,dia jelas merasakan sebuah perubahan yang kentara sekali.


Sementara itu Paman Pangeran,masih duduk di sampingnya dengan pakaian berwarna-warni yang mencerminkan kedudukannya yang tinggi.


Kehadiran para tabib di ruangan itu ,entah kenapa malah membuat kaisar sedikit jengkel.Bagaimana mungkin mereka yang katanya bagus dalam dunia medis, tidak dapat merawat dirinya.Tapi permen dari Paman pangeran mampu membuat perubahan yang besar.


Mereka semua nya tidak berguna kecuali gelar yang hanya di permukaan saja.


Dasar bodoh.


"Kalian bergerak lah untuk kakak Kaisar ku, bodoh semua nya,pergi periksa lagi"kata Paman pangeran menatap ke arah para tabib kekaisaran.


Sayang sekali mereka jelas tidak mengangap Paman pangeran dengan serius.


Melihat bagaimana para Tabib tidak bereaksi, Kaisar akhirnya berkata.


"Apa yang kalian tunggu lagi?apa menunggu kaisar ini mati?"


Suara kaisar mengelegar membuat Tabib menggigil,eh bukan nya Kaisar sedang sakit, kenapa masih memiliki tenaga untuk berteriak dengan keras.


Para tabib, yang selama ini tak pernah meninggalkan ruangan Kaisar, tidak memiliki pilihan selain mengikuti perintah tersebut. Mereka dengan sigap bergerak, membawa peralatan medis mereka, dan segera merawat Kaisar di tempat.


 Mereka bergerak dengan hati-hati, memeriksa ulang setiap tanda-tanda penyembuhan yang telah mulai terlihat.


Pemandangan ini menciptakan suasana yang penuh ketegangan, di mana kekuasaan dan tanggung jawab saling berbenturan.


Dengan hati-hati, tabib utama membungkuk di samping Kaisar, menaruh jari-jari tangannya di pergelangan tangan Kaisar untuk merasakan nadi yang lemah.


Matanya terfokus pada gerakan halus nadi, mencari petunjuk tentang keadaan kesehatan Kaisar. Sementara itu, beberapa tabib lain memeriksa kulit matanya dengan cermat, mencari tanda-tanda vitalitas yang hilang.


Ketika para tabib mengamati lebih dekat, wajah mereka terlihat mengkerut dengan kebingungan. Gejala-gejala yang seharusnya mengindikasikan kondisi yang memburuk, sekarang tampak membaik secara dramatis dalam waktu singkat. Mata mereka saling berpandangan, mencerminkan perasaan keheranan yang tak terucapkan.


"Apa yang terjadi, padahal tadi Kaisar tidak bisa bergerak tapi ...


"Ahh apa ini?"


Tidak satu dari Tabib yang berbicara tapi wajah mereka jelas menyiratkan ke arah itu.


Saat itulah, tabib utama dengan penuh keberanian menghampiri Kaisar. Dengan suara bergetar yang penuh hormat, dia mengatakan, "Pengampunan, Kaisar. Gejala-gejala Kaisar telah mengalami perbaikan yang luar biasa dalam waktu singkat. Anda sekarang tampak jauh lebih baik daripada setengah jam yang lalu."


Kaisar dengan wajah yang masih pucat, menatap tabib tersebut dengan lemah. "Apakah ini benar, para tabib? Kaisar ini merasa sedikit lebih baik, tapi masih merasa lemah."


Tabib tersebut dengan lembut menjawab, "Benar, Kaisar. Namun, kami masih merasa perlu untuk mengingatkan Anda agar lebih banyak beristirahat. Perjalanan pemulihan Anda akan lebih baik jika Anda memberi tubuh Anda waktu yang cukup untuk pulih sepenuhnya."


Kaisar menatap jendela besar di sampingnya, merenung sejenak. Setelah itu, dengan suara lemah, Kaisar imengangguk. " mengerti"


Para tabib saling bertukar pandangan dengan lega, merasa lega bahwa nasihat mereka diterima dengan baik.Dan syukur lah jika Kaisar tidak marah.


Mereka kembali ke peran mereka lagi dan melanjutkan pengamatan juga perawatan .Dalam hati mereka jelas mendoakan pemulihan penuh bagi Kaisar yang mereka layani dengan setia.


Hidup mati Kaisar juga akan mempengaruhi hidup mati para tabib kekaisaran ini


Tapi tidak ada yang Mehr apa yang di pikir kan oleh kaisar saat ini.Kaisar merasa perbedaan yang tak terduga dalam tubuhnya setelah mengonsumsi permen yang diberikan oleh Paman Pangeran. Energinya yang sebelumnya redup kini terasa lebih stabil, dan rasa lelah yang mendalam tiba-tiba berkurang.


Kaisar memandang ke arah Paman Pangeran dengan ekspresi campuran antara kebingungan dan keraguan. Pikirannya dipenuhi dengan pertanyaan tentang asal-usul permen tersebut dan tujuan sebenarnya di balik pemberiannya.

__ADS_1


Pemandangan di sekitarnya tiba-tiba terasa berbeda. Kaisar merasakan detak jantungnya yang lebih kuat dan nafasnya yang lebih teratur.


Namun, ada keheranan yang menggelitik dalam dirinya. Ia tidak bisa sepenuhnya menerima fakta bahwa sebuah permen dapat menyebabkan perubahan seperti ini dalam tubuhnya.


Sementara ragu dan keraguan masih menyelimuti pikirannya, "Jika permen ini adalah penyebab perubahan dalam diriku, apakah mungkin Paman Pangeran memang memiliki pengetahuan tentang obat-obatan yang jarang diketahui orang lain? Ataukah ini hanya kebetulan semata?"


Kaisar memandang Paman Pangeran lagi, kali ini dengan pandangan yang lebih dalam. Wajah Paman Pangeran yang kekanak-kanakan menghadirkan perasaan campuran di dalam hati Kaisar.


Dalam diam, Kaisar merenung, merenungkan apakah ia bisa mempercayai perasaan aneh yang merayap dalam dirinya.


Namun begitu ,ada sentuhan optimisme yang tumbuh dalam batin Kaisar. Pengalaman nyata yang dirasakannya tidak bisa diabaikan begitu saja.Entah kenapa Kaisar memutuskan untuk memberi sedikit kepercayaan kepada perasaan perbaikan yang ia alami. "Mungkin kah permen ini memang memiliki manfaat. Mungkin aku perlu memberi kesempatan lagi dan melihat apa yang akan terjadi selanjutnya."


Dengan pandangan penuh rasa ingin tahu, Kaisar memandang Paman Pangeran yang berdiri di depannya sambil memegang kotak permen. Matanya terbelalak sejenak pada kotak permen yang terlihat menggoda di tangan Paman Pangeran,.


Rasa penasaran Kaisar segera berubah menjadi tekad saat ia melihat kotak permen itu. Dengan hati yang bersemangat, Kaisar dengan lembut, ingin meraih kotak itu dan mengangguk pada Paman Pangeran dengan penuh harapan, sebagai permintaan tanpa kata-kata.


Seiring dengan tangan yang terulur, Paman Pangeran tiba-tiba menarik tangannya kembali dan memiringkan kepalanya dengan manja, mengubah ekspresi seriusnya menjadi tampilan yang agak nakal dan penuh bercanda.


Dengan suara yang berbisik, ia berkata, "Nah, nah, kakak Kaisar kamu ingin permenku lagi, ya? Tapi, tapi... ini permen spesial, tahu! Bukan sembarang orang yang bisa mendapatkannya."


Bukan nya Paman pangeran tidak mau memberikan, tapi dia menunggu waktu yang cocok untuk pemberian pil penawar racun yang kedua.


Bukan kah harus ada jeda waktu paling sedikit lima belas menit.


Kaisar tidak tertarik oleh respons Paman Pangeran yang tak terduga Dengan nada lembut, dia berkata "Paman Pangeran, berikan kakak Kaisar permen itu. kakak kaisar merasa lebih baik setelah memakannya.Rasanya enak dan juga manis,Hem biarkan kakak Kaisar mencuba satu lagi Hem?"


Paman Pangeran mempertahankan pose "nakal" dan sedikit ngambek, dia berperilaku seperti seorang anak kecil yang tidak ingin berbagi mainan kesukaannya. Melalui senyum tipisnya, ia menjawab, "Baiklah, baiklah, . kakak Kaisar. Tapi hanya satu permen, ya! Jangan lupa, ini adalah permen khusus dari putriku."


Kaisar dengan cepat mengangguk, penuh rasa terima kasih dan dengan tangan gemetar, ia membuka kotak permen tersebut. Matanya menyapu pilihan permen yang ada di dalamnya, mencari yang sama dengan yang pernah ia makan sebelumnya.


Paman Pangeran, meski masih terlihat cemberut dan enggan, pada akhirnya merelakan permen itu dari genggamannya dan menyerahkannya pada Kaisar. Namun, sebelum tangan Kaisar bisa meraihnya, Paman Pangeran dengan tiba-tiba dan dengan gaya yang agak nakal, memutuskan untuk langsung memasukkan permen itu ke dalam mulut Kaisar.


Kaisar terkejut oleh tindakan mendadak ini, tetapi sebelum ia bisa bereaksi, permen itu sudah ada di dalam mulutnya.Dan itu langsung meleleh di dalam mulutnya


Wajah Kaisar tampak campuran antara kejutan dan rasa aneh. Sebelum ia sempat mengucapkan kata-kata, Paman Pangeran tertawa kecil, "Apa? Kakak kaisar tidak suka makan permen dari tanganku?" Dengan tatapan yang penuh penantian, ia menunggu reaksi Kaisar.


Kaisar, setelah sedikit tercengang, akhirnya tersenyum. "Tentu saja tidak, Paman Pangeran. Terima kasih atas permen ini."


Paman Pangeran memiringkan kepala dengan mata berbinar. "Baiklah, kamu boleh memuji permen ini setelah mencobanya, Kaisar. Jangan lupa, ini adalah karya putriku sendiri."


Kaisar ingin mengatakan sesuatu tapi tiba-tiba saja ,ada perasaan aneh yang langsung menyebar dalam tubuhnya, dan ia merasakan perbaikan yang lebih kuat daripada sebelumnya. Namun, perasaan yang mendalam ini tidak datang sendiri.


Kaisar tiba-tiba merasa keringat dingin menutupi tubuhnya dan yang lebih mencengangkan, keringat itu berwarna hitam dan memiliki bau yang tidak sedap.


Dalam pikiran Kaisar, kebingungan bercampur dengan kejutan."Apa yang terjadi? Mengapa keringatku berwarna hitam seperti ini? Apa efek samping dari permen ini?" Pikirannya berputar cepat, mencari jawaban atas perasaan yang baru ia alami.


"Ih Kakak Kaisar nya bau banget,jorok ah"kata Paman pangeran yang menutup hidung nya dengan nakal.


Paman pangeran tidak tahu jika pil ini memiliki efek seperti itu tapi dia hanya senang saja dan ikut bahagia dengan kabar ini.tapi karena karakter yang sedang dia mainkan sekarang,jadi dia hanya bisa mengejek Kaisar dengan nada tinggi.


Beda lagi dengan kaisar yang berpikir ini adalah reaksi obat yang aneh tapi dia suka dengan rasa ringan di tubuhnya.


"Aku merasa lebih baik daripada sebelumnya. Mungkin ini adalah bagian dari proses pemulihan."


Dengan rasa percaya diri dan optimisme yang tumbuh, Kaisar berusaha mengabaikan perasaan aneh itu dan lebih fokus pada rasa perbaikan yang ia alami.

__ADS_1


Tabib juga sedikit heran ketika tubuh Kaisar mengeluarkan keringat hitam dan berbau tidak sedap.


Jadi mereka buru-buru membantu kaisar berganti pakaian dan menyeka tubuh Kaisar dengan air hangat.


Sementara itu,Kaisar, dengan perasaan yang campuran antara keingintahuan dan harapan, akhirnya mengajukan pertanyaan kepada Paman Pangeran, "Paman Pangeran, dari mana Anda mendapatkan permen ini?"


"Oh, sudah ku bilang,ini berasal dari putri istana kecil.Dia sangat mahir dalam seni meracik ramuan dan membuat permen-permen .Aku punya banyak rasa di rumah.Tapi jangan bilang bilang jika aku memberikan ini untuk kakak kaisar.Nanti dia marah dan tidak akan memberi kan aku lagi." katanya dengan wajah cemberut yang membuat kaisar tertawa.


Kaisar memandang Paman Pangeran dengan kekaguman, kemudian menatap permen yang terletak di tangannya. "Jadi, ini adalah buatan putri istana kecil? Dia begitu pandai dan baik hati."


Paman Pangeran mengangguk. "Ia memang seorang putri istana yang luar biasa. Cantik, baik hati dan sangat pandai. Dia juga pintar bermain dengan ku hehehe "


Biasanya Kaisar akan mencibirkan bibirnya jika Paman pangeran berbicara ke arah tabu seperti itu.


Tapi sekarang perhatian nya hanya jatuh pada pil yang katanya adalah permen manis.


"Apakah putri istana kecil benar-benar sebaik itu? Dan apakah pil ini memang memiliki efek yang mujarab dan ampuh untuk pemulihan tubuhku?"


Kaisar kemudian bertanya lagi, "Dan dari mana putri istana kecil mendapatkan ramuan ini? Apakah ini ramuan keluarganya?"


Paman Pangeran menggelengkan kepala, "Tidak, kakak Kaisar. Keluarga putri tidak pernah memiliki ramuan semacam ini sebelumnya. Sepertinya putri istana kecil menemukan ini sendiri dengan bermain gula di dapur kami"


Dalam pikirannya, Kaisar merasa semakin penasaran dan bingung. "Putri Peipei sebagus ini ? Dan permen ini benar-benar memiliki efek untuk mengobati penyakit Paman Pangeran ndam tanpa sengaja paman pangeran memberikan padaku?"


Tiba-tiba saja Kaisar berspekulasi jika ini sebenarnya adalah obat untuk paman pangeran agar dia menjadi pria yang normal.


Tapi Paman pangeran tanpa sengaja membiarkan dirinya mencuba satu dan efek nya pas di tubuhnya.


Dalam artian lain,ini adalah pil yang bagus tapi juga sebuah masalah jika Paman pangeran menjadi normal karena nya.


Bukankah dia kan menjadi batu sandungan lain untuk putra nya mewarisi tahta kerajaan Dayun.


Paman pangeran tidak tahu jika kaisar sudah berpikiran aneh tentang dirinya.


Dia sudah begitu senang dengan perubahan Kaisar dan perlu menunggu satu jam lagi untuk pil terakhir.Jadi dia berencana untuk tinggal di istana utama entah bagaimana caranya.


Sementara itu, Paman pangeran tidak tau jika Pangeran ketiga sudah mulai bergerak.


Prajurit dari Pangeran Ketiga saat ini sedang bergerak diam-diam di sekitar koridor istana. Dengan pakaian serba hitam yang memudarkan diri mereka dengan bayang-bayang.


Mereka meluncur di bawah kegelapan. Mereka merayap menuju pos jaga, menghindari pandangan cahaya obor yang redup.


Sesaat kemudian, prajurit dari Pangeran Ketiga tiba di dekat pos jaga. Dengan gerakan yang cepat dan terlatih, mereka melepaskan belati tajam dari balik pakaian mereka. Dalam serangan mendadak yang tak terduga, mereka menyerang prajurit istana yang sedang berjaga, menutupi mulut mereka dengan cepat untuk menghindari teriakan.


Pertempuran terjadi dalam keheningan. Prajurit istana yang asli berusaha melawan serangan yang tiba-tiba, tetapi prajurit dari Pangeran Ketiga telah siap dengan gerakan yang tenang dan teratur. Mereka menggunakan belati mereka dengan cepat dan presisi, memastikan pertempuran tidak menimbulkan kebisingan yang dapat membangunkan prajurit lainnya.


Setelah pertarungan singkat, prajurit dari Pangeran Ketiga berhasil meringkus prajurit istana yang asli. Mereka menekan leher mereka dan menarik mayat nya ke sisi lain agar tidak ada yang curiga.


Sambil bergerak perlahan untuk menghindari perhatian yang tidak diinginkan, mereka membawa puluhan mayat prajurit istana ke tempat persembunyian mereka.


Sementara itu, di sudut lain istana, keributan mulai terdengar. Pasukan Pangeran Ketiga yang bertenaga tinggi telah masuk ke istana, mengambil posisi strategis untuk mengamankan area. Pintu-pintu tertutup dan tangga-tangga dijaga ketat. Pasukan itu bekerja cepat, menghindari pertempuran terbuka yang dapat mengganggu rencana mereka.


Dengan prajurit istana yang asli berhasil ditahan, prajurit dari Pangeran Ketiga telah berhasil mengambil langkah pertama dalam upaya mereka untuk mengambil alih kendali atas istana.


Adegan ini di sampaikan oleh sistem pada Zhang Fei.Hanya saja Zhang Fei tidak bisa mengabari paman pangeran.Dia hanya mengatakan ini pada penjaga bayangan paman pangeran.Setelahnya serahkan ini pada mereka semua.

__ADS_1


__ADS_2