
Lokasi terbuka di mana perang kecil sedang berlangsung ini terletak di antara dua bukit hijau yang subur. Di sisi-sisi bukit terdapat pepohonan besar yang menciptakan bayangan lebat, namun di area tengahnya adalah dataran terbuka yang lapang. Langit cerah dan biru di atas menyaksikan aksi mematikan dari kedua pihak yang bertempur.
Terdengar suara panah meluncur dari busur yang menghasilkan whizzing suara saat mereka terbang melintasi udara. Beberapa panah mengenai tanah dengan keras, meninggalkan guratan kecil di permukaan tanah. Seorang pemanah berdiri di belakang perlindungan batu, bersembunyi dan bersiap untuk menembakkan panah berikutnya.
Di sisi lain dataran, beberapa prajurit mengayunkan pedang mereka dengan keahlian dan kecepatan yang mematikan. Tombak berputar di udara, menciptakan lingkaran yang mengintimidasi di sekelilingnya. Terdengar benturan logam saat pedang bertabrakan, menghasilkan percikan bunga api. Darah mengucur dari beberapa luka, menambah warna merah di tengah-tengah medan yang berwarna hijau subur.
Di antara para prajurit, puluhan orang tergeletak tanpa nyawa, mengenakan baju besi atau pakaian sederhana yang dililit darah merah menyala. Beberapa dari mereka mengepulkan napas terakhir, sementara yang lain terlihat sudah berjuang mati-matian untuk bertahan hidup. Bau darah dan keringat bercampur dengan aroma tanah dan rumput segar, menciptakan aroma yang campur aduk di udara.
Rintihan dan jeritan kepedihan berbaur dengan suara tombak yang menusuk tanah. Langit masih cerah di atas, menyajikan kontras yang kuat dengan kekeruhan medan perang di bawahnya. Pohon-pohon besar di tepi dataran perang menyaksikan dengan diam, menjadi saksi bisu dari pertumpahan darah di bawahnya.
Di tengah gemuruh perang kecil yang berlangsung, di balik pepohonan yang rimbun dan lebat, Pangeran keempat bersembunyi bersama sekelompok pengawalnya.
Tatapan wajahnya mencerminkan rasa ketegangan dan ketakutan, diiringi dengan ekspresi kesakitan yang tak terbendung. Dalam pelipisnya, sejumput luka yang masih segar mengeluarkan darah, membasahi wajahnya yang pucat.
Pangeran keempat terluka parah dalam pertempuran ini, dan pakaiannya yang dulu indah dan mewah kini sudah terlihat kusut dan kotor oleh darahnya sendiri. Luka-lukanya mencakup beberapa bagian tubuhnya, dan serpihan-sirpihan baju besi yang pecah menempel pada kulitnya yang lembut, menambah rasa tidak nyaman akibat kondisi luka yang semakin parah.
Dari jarak dekat, terdengar nafasnya tersengal-sengal karena usaha keras untuk bertahan hidup dan terus bersembunyi dari pandangan musuh. Tetapi meskipun cedera dan lemah karena kehilangan banyak darah, tekadnya masih tetap kuat dan gigih untuk bertahan.
Di sekelilingnya, sekelompok pengawal yang setia menjaganya dengan teliti. Tangan mereka siap dengan senjata, mata mereka waspada, dan hati mereka penuh dengan tekad untuk melindungi Pangeran keempat. Tetapi bahkan mereka pun tidak bisa menyembunyikan kekhawatiran yang mereka rasakan terhadap penguasa muda ini.
Kondisi di balik pepohonan ini mencerminkan keganasan dan ketidakpastian perang. Pangeran keempat, yang seharusnya dikelilingi dengan kehormatan dan kemewahan di istana, kini harus berjuang mati-matian untuk bertahan hidup di medan pertempuran. Darahnya mengalir deras, menyisakan jejak merah di tanah, sementara peluh dan keringat mencampur dengan bau darah di sekitarnya.
Di tengah situasi yang genting, seorang penjaga yang setia kepada Pangeran keempat berani mengambil inisiatif untuk menyelamatkan pemimpinnya. Dia mendekati Pangeran keempat dengan cepat, wajahnya penuh dengan tekad yang teguh.
"Pangeran,kita harus segera berpisah dari yang lainnya.Bawa beberapa penjaga yang akan mengawal Anda keluar dari sini untuk mengelabui para penyerang. Sisanya akan bertahan di sini dan bersama-sama kami akan mengakhiri pertempuran ini dengan cepat"
Pangeran keempat menggelengkan kepalanya dia jelas menolak ide ini dengan mantap." Tidak, ini adalah tanggung jawab Pangeran ini sebagai pemimpin untuk tetap di sini bersama semua orang. pangeran ini tidak akan meninggalkan prajurit nya di tengah bahaya!"
Penjaga itu segera berlutut dan memohon dengan tulus."Pangeran ,kami menghargai tekad dan keberanian Anda sebagai pemimpin. Tetapi saat ini, kehadiran pangeran di sini justru akan menjadi bumerang bagi kita semua. pangeran adalah target utama musuh dan mereka akan terus mengejar Anda. Jika pangeran pergi, kami akan mengatur semuanya sedemikian rupa sehingga mereka akan mengira pangeran masih di sini"
Beberapa prajurit yang mengawal di sekitar pepohonan itu tiba-tiba mengagumi tekad Pangeran keempat. Dia adalah seorang pangeran yang belum pernah terjun ke kancah peperangan tapi apa yang dikatakannya hari ini benar-benar menunjukkan sifatnya yang benar-benar bisa menjadi pemimpin yang baik di masa depan.
Tapi ini bukan waktu yang cocok untuk berbicara tentang hati nurani. Jadi beberapa prajurit lagi buru-buru mendukung agar dia pergi dari sini.
Pangeran keempat masih ragu-ragu, tapi dia mulai mencerna permintaan ini dan berpikir mungkinkah itu jalan yang bagus." Tapi bagaimana dengan keamanan kalian semua?"
"Jangan khawatir tentang kami, pengeran.Kami adalah penjaga bayangan yang terlatih dengan baik. Kami akan menjaga diri kami sendiri dan bersatu untuk menghadapi ancaman ini. pangeran adalah pewaris takhta dan masa depan kerajaan ini, kami tidak akan membiarkan apa pun terjadi pada pangeran. Percayalah pada kami"
Pangeran keempat melihat ketulusan dalam mata penjaga yang berbicara itu. Meskipun terdapat keraguan di hatinya, dia akhirnya setuju untuk meninggalkan lokasi tersebut bersama kelima penjaga bayangan tersebut.
Pangeran keempat segera menganggukkan kepala tanda setuju."Baiklah, jika kalian bersikeras. pangeran ini akan mengikuti rencana ini. Tapi kalian harus berjanji untuk melindungi diri dengan baik"
Penjaga yang berlutut segera menyatakan dengan sungguh-sungguh. "Kami berjanji akan melakukan segala yang terbaik, pangeran "
Kemudian, dengan hati-hati, Pangeran keempat dan kelima penjaga bayangan yang sebenarnya adalah penjaga bayangan Paman pangeran, segera berpisah dari sisanya dan mulai menyusup keluar dari lokasi perang.
Mereka berusaha untuk agar keberadaan mereka tidak di ketahui. Sekarang pangeran ke empat, mengandalkan keahlian mereka sebagai penjaga bayangan untuk tetap tersembunyi dari pandangan musuh.
Di sisi lain, sisanya dari rombongan bergerak dengan cepat dan penuh tekad masuk ke dalam pertarungan yang semakin intens. Mereka bersatu sebagai satu kesatuan, dengan tekad yang sama untuk mengakhiri pertempuran ini secepat mungkin dan melindungi Pangeran keempat dengan segala cara yang mereka miliki.
Di medan perang yang semakin gencar, kelompok prajurit yang ditinggalkan oleh Pangeran keempat berdiri teguh menghadapi kelompok musuh yang beragam.
__ADS_1
Para pemanah berusaha mengenai sasaran dengan panah-panah mereka yang mematikan, sedangkan kelompok berpedang bergerak dengan lincah untuk menyambar musuh-musuh mereka. Di belakangnya kelompok dengan tombak siap menyerang dengan kekuatan mematikan dari tombak mereka.
Para penjaga bayangan yang merupakan bantuan dari Paman Pangeran telah membaur dengan sempurna di antara prajurit kelompok Pangeran keempat. Mereka dengan lincah dan cepat menghindari serangan musuh dan dengan sigap menyerang balik dengan jurus-jurus penjaga bayangan mereka yang mematikan. Serangan mereka begitu terkoordinasi, sehingga musuh kesulitan menanggapi setiap serangan.
Dalam sorotan cahaya matahari yang redup di tengah kepungan debu dan asap, adegan pertarungan menjadi semakin dramatis. Setiap gerakan dan aksi memiliki arti tersendiri. Pedang beradu dengan pedang, panah berkelebat di udara dan tombak menusuk ke depan dengan garangnya. Setiap serangan membawa gelombang darah yang memercik di medan perang.
Prajurit kelompok Pangeran keempat memancarkan semangat juang yang tak tergoyahkan. Para penjaga bayangan kiriman dari Paman Pangeran juga memberikan kontribusi besar dalam membalikkan keadaan. Jurus-jurus penjaga bayangan mereka menghancurkan barisan musuh dengan efisiensi yang menakjubkan.
Seiring berjalannya waktu, kelompok musuh mulai terdesak. Para pemanah kehilangan akurasi mereka karena serangan balik yang intens dari kelompok Pangeran keempat. Kelompok berpedang menghadapi serangan mendalam dari para penjaga bayangan, sementara kelompok dengan tombak kesulitan menjangkau target mereka yang terlindungi oleh formasi yang kuat.
Sementara itu pangeran ke empat, sedang berlari tanpa kuda nya demi menghindari pengajaran dari kelompok musuh yang tidak diketahui olehnya.
walau bagaimanapun dia berusaha kecepatan berlarinya tentu tidak bisa menandingi kecepatan kuda. Ditambah lagi dengan kondisinya yang sedang terluka berat.
Seumur hidup Paman Pangeran keempat tidak pernah terluka. Walaupun rasanya sungguh menyakitkan .Tapi demi kehormatannya sebagai seorang pangeran ,dia harus menggerakkan giginya.
Berkat dengan bantuan penjaga bayangan yang memiliki pengalaman untuk menyembunyikan diri. Satu jam kemudian mereka akhirnya bisa menjauh dari arena pertarungan tanpa kekurangan apapun.
Dengan nafas yang tersengal-sengal dan darah yang kian banyak menitis di jalanan. Pada akhirnya Pangeran ketiga keempat tidak bisa berjalan lagi dan harus duduk di sekitar pepohonan yang runtuh.
"Pangeran, kita tidak bisa bersembunyi di sini kita belum terlalu jauh"Kata seorang prajurit.
Selagi berbicara matanya juga berkeliaran ke berbagai area. Bagi Pangeran keempat ini adalah pelarian yang sukses .Tapi bagi dirinya yang notabene adalah seorang penjaga bayangan mereka belum terlalu jauh.
"Huf..huf..tidak,Ki.. kita harus istirahat dulu"guman nya dengan wajah pucat.
prajurit itu ingin mengatakan sesuatu tapi segera dia tutup mulut ketika melihat wajah Pangeran 4 benar-benar pucat seperti orang yang tidak lagi memiliki darah.
"Pangeran, istirahat lah sejenak"katanya .
Setelah dia mengatakan itu prajurit ini langsung menghilang di tempat. Tapi itu tidak lama karena kemudian dia datang lagi dengan beberapa tumbuhan di mulutnya.
Tumbuhan yang tidak dikenal ini adalah tumbuhan yang bisa menghentikan darah.
Sebagai penjaga bayangan dia cukup tahu tentang tumbuhan apa yang bisa dipergunakan setiap kali dirinya terluka.
Ada juga beberapa tumbuhan yang bisa ditelan secara langsung. Gunanya untuk menghentikan luka dalam.
"Pangeran tolong telan tumbuhan ini, walaupun tidak bisa mengobati tapi ini sempurna untuk menghentikan luka dalam mu!"katanya.
Pangeran ke-4 memandangnya beberapa detik tapi tidak menolak untuk menggigit tumbuhan yang diberikan itu.
Hanya dalam satu gigitan saja dia menyadari rasa yang tidak enak dan juga pahit. Namun demi kehidupan dirinya tetap harus mengunyah itu dan menelannya.
Tenggorokannya juga terasa perih karena harus menelannya tanpa air. Sementara dia menggigit ramuan tersebut penjaga tadi bergegas membuka pakaian pangeran ke-4 dan mulai menyadari situasinya tidak normal di sini.
Dia harus mengagumi kemampuan mental dari pangeran keempat ini. Luka yang dideritanya tidak sedikit dan itu ada di beberapa titik sekaligus dan juga memiliki kedalaman yang bisa merenggut nyawamu.
Tanpa berpikir lagi penjaga ini mengoleskan ramuan yang tadi digigitnya sekarang ramuan tersebut sudah menjadi halus oleh giginya sendiri.
Ramuan yang sudah tercampur dengan air liur ini langsung dibalurkan ke dalam luka yang membuat Pangeran ke empat berdesis sebentar.
__ADS_1
"Tahan Pangeran"
Pangeran keempat hanya menganggukkan kepala dan terus-menerus menggigit tumbuhan obat tadi.
Setelah memberikan ramuan tersebut prajurit langsung mengenakan pakaiannya kembali. Meskipun pakaian sudah berlumuran darah tapi mereka tidak memiliki pilihan lain.
"Pangeran, bagaimana kabar mu sekarang?" tanya nya dengan raut wajah yang tidak memiliki ekspresi.
Mungkin ini adalah kekurangan dari seorang penjaga bayangan. Mereka tidak memiliki perasaan tentang sesuatu apapun selain dari perasaan memiliki dengan majikannya.
"Pangeran ini baik-baik saja tidak perlu khawatir, Hem...a.. ke mana kita pergi setelah ini?"tanya pangeran ke-4 yang pandangannya berangsur-angsur kabur.
Pada saat ini Pangeran keempat tidak sadar dengan apa yang terjadi sejujurnya ramuan yang baru saja ditolongnya lagi bukan saja untuk mengobati dan menghentikan pendarahan dari dalam .Tapi juga memiliki reaksi obat tertentu yang bisa membuatnya pingsan.
Prajurit ini sama sekali tidak memiliki pilihan apapun .Dengan kondisi pangeran yang terluka tentu saja perjalanan mereka akan terhambat .Jika pun mereka masih mampu berjalan tapi mereka mungkin harus diperlambat dengan kondisi pangeran yang terluka.
Karena itulah dirinya berinisiatif untuk memberikan Pangeran ketiga ramuan yang bisa membuat dirinya pingsan hanya dengan cara itu prajurit yang notabene adalah penjaga bayangan ini bisa bergerak cepat dengan memikulnya di pundak alih-alih membiarkan dia berjalan terseok seok di jalanan.
"Pangeran ke-4 kita akan bertemu dengan sebuah desa kecil sekitar 4 km dari sini. itu adalah desa terakhir sebelum kita sampai di provinsi x"
Mendengar itu pangeran ke-4 yang tadinya sudah tidak memiliki harapan lagi .Tiba-tiba saja mata berbinar binar, setelah perjalanan yang begitu panjang yang dihiasi dengan begitu banyak musuh di jalan, dia sekarang optimis bisa sampai ke provinsi itu.
Jadi perjalanan tidak jauh lagi melewati desa tersebut ,maka mereka sudah bisa sampai ke lokasi yang di tentukan.
Meskipun demikian sudah terlambat bagi Pangeran keempat untuk berbahagia. Karena perasaan pusing dan berkunang-kunangnya semakin berat dan dia tiba-tiba merasa sesuatu yang aneh.
"ada apa denganku?"tanyanya pada prajurit tersebut.
Menghadapi prajurit yang tidak memiliki perubahan wajah ini, dirinya tiba-tiba menyadari ada sesuatu pada ramuan yang tadi ditelannya.
Di dalam benaknya dia sama sekali tidak bisa memilih apakah prajurit di depannya ini teman ataupun musuh.
"A.. apa yang kalian lakukan!"suaranya semakin menghilang dan menghilang lagi .Di detik berikutnya dia menutup mata seperti orang yang sedang tidur.
para pengawal ini tidak buru-buru melanjutkan perjalanan tapi mereka menunggu untuk beberapa waktu dan memastikan Pangeran keempat benar-benar sudah tertidur.
5 menit kemudian mereka percaya dan langsung mengambil alih Pangeran keempat untuk dipikul.
Dengan gerak cepat mereka meloncat dari satu pohon ke pohon yang lain.
Perjalanan lebih cepat dengan cara seperti ini, namun tubuh Pangeran keempat juga tidak kecil akibatnya mereka harus bergantian untuk memikulnya.
Sementara itu di area pertarungan kemenangan segera didapatkan oleh pihak Pangeran ke-4 namun ada begitu banyak prajurit yang sudah kehilangan nafasnya.
Agar tubuh para korban tidak menjadi mangsa hewan buas mereka harus bertahan di situ untuk menguburkan jasad-jasad yang sudah tidak bernyawa ini.
Di setiap prajurit ada tanda untuk mengenali identitas mereka jadi setiap tanda ini disimpan untuk diserahkan pada departemen yang akan menindaklanjuti ke keluarga korban.
Hal ini membuat pergerakan mereka sedikit tertahan di sini.
tapi tidak satupun prajurit yang tersisa mengeluh karena prajurit yang mati juga adalah sahabat mereka dan berpikir apa jadinya jika mereka gugur saat itu dan diperlakukan dengan tidak wajar.
__ADS_1
Jadi mereka memberikan sedikit waktu untuk menghormati orang yang sudah mati.