Sistem Gosip Putri Ke Empat

Sistem Gosip Putri Ke Empat
204


__ADS_3

Di dalam kegelapan malam yang tebal di sertai dengan salju putih di mana aman.Pangeran Ke-3 kembali meluncur ke tempat persembunyiannya dengan bantuan kuda putih yang kuat.Bulan purnama menyinari langit, menciptakan lapisan tipis cahaya yang memainkan bayangan misterius di sekelilingnya. Kuda itu melaju dengan bunyi berderak. Kaki-kakinya menyusuri jalan setapak yang tersembunyi di antara pepohonan lebat.


Tempat persembunyiannya terletak dalam jarak tiga jam perjalanan dari pintu gerbang ibukota. Ini adalah tempat yang jauh dari sorotan dan intrik istana, di mana dia dapat merenungkan rencananya tanpa interupsi.


 Di dalam kegelapan, tidak ada yang menyadari bahwa Pangeran Ke-3 dan Paman Pangeran pernah bersentuhan di tengah jalan. Mereka tampil dengan serba hitam, wajah mereka dilindungi oleh tudung yang menutupi identitas mereka.Di tambah lagi dengan udara malam juga dengan kuda yang berlari secepat angin.


Jadi keduanya tidak sadar jika mereka sedang berpapasan di jalan.


Paman pangeran yang akan masuk ke dalam ibukota dan pengeran ke tiga yang keluar dari ibukota.


Di ujung perjalanan yang panjang ini, Pangeran Ke-3 akhirnya tiba di rumah pedesaan yang tersembunyi di balik pepohonan rindang. Cahaya temaram dari beberapa lentera segera menyambutnya. Dengan lembut, dia turun dari punggung kuda putih yang setia, tangannya menyentuh bulu kuda dengan penuh kasih.


"istirahatlah "katanya ketika dia menepuk punggung kuda itu.Seseorang segera mengambil alih kuda nya.


Pangeran ke tiga segera menghirup udara pedesaan yang segar, Pangeran Ke-3 merasakan ketenangan yang jarang dia dapatkan di istana yang penuh intrik. Ia melangkah masuk ke dalam rumah dengan langkah perlahan, mengenakan penutup wajahnya dengan lepas. Cahaya api unggun memancarkan sinar hangat di dalam ruangan. Di sinilah dia bisa merenung, merencanakan dan menjalankan operasi rahasianya.


Dengan hati yang penuh perasaan campuran, Pangeran Ke-3 menyadari betapa jauhnya dia melangkah dari masa kecilnya di istana. Kehidupan yang dulu dijalani dengan penuh kehangatan dan kasih sayang dari Kaisar, kini telah berubah menjadi pertempuran yang gelap dan mematikan. Namun tekadnya tidak pernah goyah.


Pangeran ketiga duduk dengan perasaan yang gelisah di atas kursi yang rusak, mencoba untuk merenungkan situasi yang semakin kompleks. Namun, sebelum dia bisa berpikir lebih jauh, seorang bayangan tiba-tiba muncul di hadapannya dengan gerakan yang begitu halus, hampir tidak meninggalkan suara sedikit pun. Dia dengan cepat menyadari bahwa ini adalah seorang penjaga bayangan.


Dengan suara yang seolah menyapu angin, penjaga bayangan itu berbicara, "Pangeran, Jenderal Su tidak mengalami kerugian apapun. Semua asetnya telah dikembalikan dalam kondisi semula."


Kata-kata itu menggetarkan udara di sekitar Pangeran ketiga. Kegelapan di sekelilingnya terasa semakin tebal, dan dia merasa dirinya seperti sedang terjebak dalam lingkaran kegelapan. Kemarahan merayap di dalam dirinya, seperti api yang tiba-tiba menyala dalam hatinya.


"Pernyataan itu tidak masuk akal!" Pangeran ketiga meledak dengan suara yang menggelegar. Matanya menyala dengan marah dan ia merasa seperti jantungnya berdetak dengan keras di dada.


Penjaga bayangan itu tetap tenang, meskipun dihadapkan dengan ledakan emosi Pangeran ketiga. "Saya hanya menyampaikan apa yang telah saya lihat dan ditemukan, Pangeran."


Ironis memang, segalanya sudah terlanjur dan ini tidak bisa di putar ulang.


"Jenderal Su berpura-pura kehilangan segalanya dan dia sudah mengembalikan segalanya dengan mudah?!" Pangeran ketiga hampir berseru, merasakan kepalanya berdenyut hebat karena amarah.


"Ya pengeran"kata penjaga bayangan itu.


"Di mana dia sekarang?"tanya pangeran ke tiga dengan suara rendah.Katanya jenderal su mengundurkan diri,dia ingin lihat apakah ini kebenaran atau sebuah penghindaran saja.


"Dia sudah keluar dari ibukota tadi pagi.Kediaman nya kosong Pangeran"


Tidak tahan lagi, ia melompat dari kursinya, dan segala sesuatu yang ada di dekatnya menjadi korban. Mangkuk pecah dan jatuh di atas kepala penjaga bayangan, tetapi penjaga bayangan itu tetap diam.


Segera ada darah segar mengalir di kening nya, tapi dia masih diam seribu bahasa.


Batin Pangeran ketiga berkecamuk dalam kekacauan. Dia merasa benar-benar terjepit, seperti seorang serigala yang terkepung oleh musuhnya. Kehilangan dukungan dari Jenderal Su, serta heli dengan adik perempuan Jenderal tersebut yang berarti ,dia tidak bisa lagi meraihnya.


Ini sama seperti semua kekuatannya telah diambil dari dirinya.


Ahhh,sialan.


"Apakah aku benar-benar harus menyerah begitu saja?" Pikiran itu menderu di dalam pikirannya. Dia merasa seperti tubuhnya tidak bisa menahan lagi, kekuatannya hampir habis.


Bruk...


Seketika suasana segera berubah mencekam , seseorang dengan pakaian serba hitam jatuh di tanah kondisinya tidak baik bagi saja karena jelas pakaian hitamnya sudah terkontaminasi dengan darah.


"Pengeran,kami... ada seseorang yang mencurigakan di luar ibukota.Kami berniat untuk menyelidikinya, Tapi musuh lebih kuat dari kami duga semuanya tewas di tempat "kata nya dengan menahan rasa sakit.


Darah mengalir terus menerus tanpa jeda bisa dipastikan pria ini akan segera mati karena kehabisan darah.


Rapi Pangeran ketiga tidak peduli dengan kondisinya namun dia bertanya dengan nada ringan. Seolah-olah nyawa penjaga bayangan itu lebih murah daripada nyawa seekor anjing

__ADS_1


"berita apa yang akan kalian sampaikan?"


penjaga bayangan ini jelas menyadari arti dari pandangan Pangeran ketiga. tapi dirinya sudah biasa diperlakukan tidak seperti manusia.


Segera dia menyerahkan sebuah surat dari balik pakaiannya dan surat itu sudah berumur dengan darah miliknya sendiri.


Pangeran ketiga berjongkok sebentar untuk mengambil surat tersebut.


"Pangeran..!"


Hanya satu kata yang dikeluarkan oleh penjaga bayangan itu dan dia tidak bergerak lagi dengan mata yang melotot. Jelas dirinya tidak tahan dengan rasa sakit itu dan memaksakan diri untuk menelan racun yang sudah disimpan di gigi nya sendiri.


Pangeran ketiga sama sekali tidak peduli atas pengorbanan seorang penjaga bayangan menurutnya itu sudah takdir mereka sejak mereka mengabdikan diri menjadi penjaga bayangan.


Yang dipedulikan olehnya sekarang adalah surat yang dilumuri dengan darah ini.


" dua kelompok berpisah untuk menemukan dua ramuan langka, setelah diindifikasi 2 ramuan itu adalah ramuan penting untuk membuat penawar racun bagi Kaisar"


Suratnya singkat namun padat, hanya saja kabar ini membuat Pangeran ketiga jadi murka lagi.


Mimik wajah Pangeran Ke-3 seketika berubah menjadi ekspresi kemarahan yang mendalam. Matanya menyala dengan intensitas api yang menggelap, memberi tahu dunia seberapa besar amarah yang sedang meluap dalam dirinya. Alisnya mengecil tajam, membuat wajahnya tampak lebih tajam dan mendominasi. Bibirnya yang biasanya tenang, kini terlipat erat menjadi garis yang mengesankan ketegasan dan keputusan.


Dalam keadaan marah ini, tangannya tidak bisa lagi menahan diri. Dia menggenggam sesuatu dengan keras, kuku-kukunya seakan hendak menembus objek yang ada di tangannya.


Darah mengucur dari telapak tangannya yang terluka akibat ketegangan yang tidak terbendung. Dia menggenggam dengan begitu kuat, seolah-olah mencoba mengontrol amarahnya yang meluap-luap.


Tidak ada lagi ruang untuk pertimbangan atau keterlibatan emosional. Pangeran Ke-3 merasa seperti telah dihina oleh keberanian musuh-musuh yang mengancam nyawanya .


Kehadiran penjaga bayangan yang terluka ini hanya membuatnya semakin yakin bahwa ada intrik besar yang sedang berlangsung di balik layar.


"Sialan,siapa dia??"


Brak...brak...


Dia merasa marah dan kecewa atas kenyataan bahwa Kaisar yang keracunan sudah diketahui oleh seseorang.Dengan demikian rencananya sendiri, telah terancam oleh kelompok yang tidak dikenal ini.


Tanpa sadar,dia.sedang mengemggam belati tajam yang secara langsung melukai tangan nya sendiri.


Darah terus mengalir dari tangannya yang terluka, tapi Pangeran Ke-3 tidak mempedulikannya. Amarahnya lebih kuat daripada rasa sakit fisik.


Dia pikir langkah-langkah yang harus diambil sekarang harus lebih hati-hati dan lebih tegas daripada sebelumnya. Sekarang tekadnya yang bulat untuk mengungkap dan menghancurkan musuh-musuhnya, sekaligus memastikan "keamanan" Kaisar dan tahta yang sedang dia incar.


"Sebarkan berita jika, rencana A akan di percepat dan tutup lalu periksa siapapun yang ingin masuk ke ibukota"katanya geram.


Semua hal yang sudah direncanakan sebelumnya akan gagal .jika dia tidak bergerak lebih cepat dari yang seharusnya.


Menurut surat tersebut, kelompok ini gagal menghentikan orang-orang itu. Artinya penawar racun untuk Kaisar sudah akan dibuat dan kemungkinan besar akan siap dalam 3 atau 4 hari kedepan.


Jadi pikirkan jalan, agar ramuannya itu tidak sampai ke ibukota.Penjaga bayangan yang tersisa menganggukkan kepala dan menghilang dengan cepat selagi membawa penjaga bayangan yang sudah mati.


Beberapa pelayan segera datang untuk membersihkan lokasi agar tidak ada bau darah.


"Kali ini jangan ada kesalahan lagi"gumam pengeran ke tiga.


Malam itu juga, beberapa penjaga bayangan milik Pangeran Ketiga, mencatat dengan hati-hati informasi penting yang akan dikirim melalui anak panah .


Segera mereka berbagi tugas untuk mengirim kan pesan pesan dari pengeran ke tiga.


Tap...

__ADS_1


Orang yang dituju oleh anak panah itu adalah seorang pejabat kerajaan yang berpakaian dalam jubah merah tua dengan lambang keluarganya yang tersemat di lehernya.


Saat ia melihat anak panah melayang menuju ke arahnya dan tertanam di dinding, ia segera menyelamatkannya dan membaca pesan dengan cepat. Tetapi, ia segera membakar pesan tersebut di tempat ,untuk melindungi diri dari kemungkinan pengejaran atau pengintaian.


Ada juga pesan yang menancap di rumah mewah,penerima pesan dari anak panah tersebut adalah seorang wanita muda . Dia mengenakan pakaian tradisional putih dengan bordiran bunga melati di pinggiran roknya. Ketika anak panah itu menghampirinya, dia merasa ketegangan yang mendalam.


Dengan cemas , gadis tadi pergi mencari tuan nya . Segera surat di serahkan pada majikannya yang langsung membuka tabung itu .Dia membaca pesan dengan perasaan kehati-hatian yang tinggi. Sesudahnya, raut mukanya menegang dan dia tahu bahwa dia harus segera merespons pesan tersebut dengan hati-hati.


Sementara itu,malam yang sepi di istana kecil, seorang pria membungkuk dengan penuh kelincahan saat memasuki gerbang rahasia dengan hati-hati. Ia adalah paman pangeran.Dia berpakaian gelap dengan tatapan yang penuh perhitungan. Dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh, ia dengan lincah meluncur melintasi koridor yang gelap menuju kamar Zhang Fei, istrinya.


Hanya dengan sekali gerakan ringan saja,dia sudah berhasil masuk ke kamar tidur.


Di kamar tersebut, Zhang Fei yang terkejut sedang menyikat rambutnya di depan cermin berbingkai emas. Suara perlahan yang berasal dari balik kamar mengalihkan perhatiannya. Matanya sedikit menyipit ketika ia melihat pria itu memasuki kamar dengan penampilan gelap.


"Suamiku,kau sudah pulang?" tanyanya pelan.


Paman Pangeran menghentikan langkahnya dan tersenyum penuh kelembutan." Putri, jangan bangun.Ini hanya sebentar saja"


Zhang Fei menahan napas, tangan yang memegang sisir sedikit dingin.Dia bangkit untuk mencari pakaian ganti untuk Paman pangeran.


Dia membantu paman Pangeran mengganti pakaian lamanya dengan pakaian tidur yang lembut, sementara Paman Pangeran memandanginya dengan penuh kehangatan dan rasa syukur.


Cuaca dingin di luar, sudah diredam dengan teknologi pemanas kang, jadi kamar tidur mereka masih hangat.Karena itu zhang Fei mencari pakaian tidur dari sutra berwarna putih untuk nya.


Meskipun demikian ,ini masih sopan jika anda memakai nya pada abad dia satu.Tapi di Dayun, mengunakan pakaian ini sama seperti anda pergi melihat seseorang dengan pakaian dalam.


Zhang Fei tidak heran tapi tidak begitu untuk Paman pangeran,dia masih berpikir agak memalukan jika ini di lihat oleh wanita lain.Hanya saja mereka adalah pasangan yang sudah menikah kan.


Dengan cepat Paman pangeran memeluk zhang Fei ,dia pikir zhang Fei sudah mengubah hidup nya yang selalu monoton.


"Paman pangeran,apa apaan ini?"kata zhang Fei sedikit tidak siap dengan pelukan ini.


Paman pangeran hanya memeluk nya dan meletakkan dagunya di atas kepala zhang Fei dengan ringan.Doa ingin bertanya beberapa hal lagi, tapi sepertinya istrinya ini sedang ingin beristirahat.Jadi dia akan menunggu untuk besok pagi.


" Terima kasih, Putri.Kamu selalu ada untukku, aku harap kedamaian ini akan ada selama lamanya "katanya sambil mengeluh.


Mereka damai sekarang tapi siapa yang tau, jika posisi kaisar sudah berganti.Akan kah mereka akan sedamai sekarang.Paman pangeran sekarang agak khawatir dengan Pangeran keempat.


Dia adalah calon kaisar di masa depan , tapi dia tidak siap secara mental,bagaimana itu.


Zhang Fei balas merangkul paman Pangeran dengan lembut."Suamiku,Kita adalah satu jiwa dalam dua tubuh. Aku akan selalu ada untukmu, tanpa ragu atau keraguan.Dunia ini luas, jika tidak di sini, kita bisa pergi ke mana saja Hem?"


Paman pangeran tidak tahu kebenaran makna dari dunia yang luas ini.Dia tidak tahu jika Zhang Fei sedang serius jadi dia menertawakan kan ide ya tadi.


"Hahaha, putri,kau benar sekali,dunia ini memang luas,Hahahah"


Dengan pelan, keduanya berbaring di atas ranjang, saling berhadapan. Paman Pangeran menarik Zhang Fei ke dalam pelukannya, merasakan kehangatan tubuhnya dan kelembutan hatinya.


"Dunia ini akan terasa indah, tidak peduli dimana yang penting ada putri Peipei bersama ku"


"Hem aku Peipei kan hehehe "


Mereka menggenggam erat tangan satu sama lain, saling memberikan ketenangan dan keyakinan saat malam semakin larut.


Dalam keheningan malam,. paman Pangeran dan Zhang Fei saling menyelimuti dalam kasih sayang dan suasana yang ambigu. Mereka melupakan semua kesulitan yang mereka hadapi saat itu dan menikmati saat-saat spesial ini bersama dalam pelukan yang saling memeluk satu sama lain.


Hanya ada suara ******* saja yang kedengaran dari luar.


Ah lagi lagi, gadis persik harus mengisi telinga nya dengan kapas.Ini adalah giliran nya untuk jaga malam di halaman sang putri.

__ADS_1


__ADS_2