Sistem Gosip Putri Ke Empat

Sistem Gosip Putri Ke Empat
197


__ADS_3

Suasana di dalam ruangan itu begitu hening, hampir seperti waktu telah membeku. Jenderal Su dan 20 orang perwakilan lainnya duduk dalam keheningan yang penuh tegangan. Tidak ada suara, hanya helaan napas yang teratur dan pergerakan mata yang tajam yang mengungkapkan kerja keras pikiran mereka.


Wajah-wajah yang mengelilingi meja pertemuan itu mencerminkan perjuangan batin yang dalam. Ada kerutan di dahi, bibir yang merentangkan dan mata yang kadang-kadang melirik satu sama lain dengan ekspresi yang penuh pertimbangan.


Mata Jenderal Su, yang biasanya begitu tajam dan tegar di medan perang, sekarang terlihat sedikit lelah. Dia melihat ke arah wajah-wajah yang penuh harap, mencoba mencari tanda-tanda jawaban dalam ekspresi mereka. Namun semua yang dia temui hanyalah raut wajah yang penuh dengan tanda tanya.


Waktu berlalu tanpa ada kata yang diucapkan. Meskipun keheningan itu bisa membuat orang tidak nyaman, di ruangan ini, itu adalah manifestasi dari usaha keras para prajurit lama yang mencoba memecahkan teka-teki yang ada di depan mereka.


Di sudut ruangan, lilin-lilin yang menyala dengan lembut membentuk bayangan yang bergerak di dinding, menciptakan suasana yang hampir magis.


Akhirnya, setelah beberapa saat yang terasa seperti berjam-jam, Jenderal Su mengangkat kepalanya.


"Xu tua, Meskipun aku belum begitu percaya dengan informasi yang kau katakan tapi aku percaya dengan karakter mu. Bisakah kau katakan sekarang siapa dia dan apa ide mu?" tanya nya.


Xu tua mendesah tapi menggiringkan kepala yang artinya dia tidak bisa menyebutkan nama orang tersebut.


Tapi dia memaksakan diri untuk berkata."jenderal mengingat dari karakter Pangeran ketiga Aku tidak yakin prajurit kita akan selamat. dia hanya akan menjadikan kami sebagai batu loncatan dan tidak akan menganggap kami sebagai manusia"


"aku pikir dia juga tidak akan pernah membiarkan jenderal pergi hidup-hidup. Tidak sekarang tapi lambat laun dia pasti akan mengejarmu ditambah lagi jika dia berhasil menjadi seorang Kaisar. Masih bisakah kita hidup?" kata Xu tua.


Jendral Su sudah pun memikirkan hal ini sebelumnya. Dia mengatakan jika dia akan kembali ke tanah kelahiran tapi sebenarnya dia sudah mempersiapkan diri untuk pergi ke sebuah gunung.


Mungkin harus senang dengan identitas sebagai bandit gunung nantinya seandainya Pangeran ketiga menjadi Kaisar.


Tapi itu masih lebih baik daripada mati.


Nyawanya tidak berharga tapi jika ini sudah menyangkut dengan 20.000 prajurit di bawahnya dia tidak akan pernah rela.


"apakah maksudmu aku harus pergi ke bawah sayap nya?"kata jendral.


"Jendral, Tuan adalah seseorang yang berpikir positif dan dia memiliki begitu banyak ide. sejauh ini aku tidak memaksakan diri untuk kalian percaya tapi ini hanya sebuah usulan"kata Xu tua.


Sebagai seseorang yang sudah mengikuti jenderal sejak lama dia juga tidak ingin sang jenderal berakhir dengan kekalahan telak lewat seorang pangeran yang berhati hitam.


Tapi dia juga tidak ingin jenderal memaksakan diri untuk melakukan segala sesuatu di luar keinginannya.


Setelah memperkenalkan sosok ini terserah jenderal apakah dia ingin mengikuti atau tetap dengan tujuannya untuk pergi menjadi bandit gunung .


Terlepas dari segalanya, Xu tua, akan selalu mengikuti jenderal Su. Identitasnya sekarang tidak bisa melakukan itu tapi mengganti identitas hanya satu jentikan jari saja untuk Tuan nya kan.


"jendral, sepertinya ide Xu tua, tidak buruk. bagaimana jika kita minta bertemu dulu dan melihat pendapatnya jika baik maka kita ikuti jika tidak pergi lah menjadi bandit gunung"


"Ya jenderal, Pangeran ketiga bukanlah orang baik. Aku tidak pernah menduga jika karakter aslinya seperti ini.Ah maafkan aku jenderal karena aku dulu yang menyarankan agar kita mendukungnya"


semua orang tiba-tiba mengungkapkan pendapat masing-masing.


melalui kejadian dari buku jelas dikatakan jika karakter dari pangeran ketiga tidak lebih baik dari kaisar yang saat ini menjabat.


Kau tau, menjadi jenderal bertahun-tahun di lapangan dia mengerti bagaimana membaca karakter seseorang. Dia juga melihat bagaimana perkembangan di negara lain. Dari situ dia menyadari jika Kaisar saat ini benar-benar orang yang sedikit aneh.


Entah apa yang dipikirkan oleh kaisar tapi yang jelas negara tidak pernah berkembang bahkan terkesan para pangeran sering bertarung demi memperebutkan tahta.


Ah Untung saja akhir-akhir ini ada teknologi pemurnian garam beryodium jika tidak mungkin negara sudah bangkrut lebih awal.


Xu tua, memanggil seseorang dan membisikkan sesuatu. kemudian orang itu pergi dengan cepat.


Jendral su tidak tahu ke mana arah yang jelas mungkin orang itu melaporkan masalah ini kepada orang yang disebut "Tuan" oleh xu tua.


Dan itu benar sekali.


pria yang dikirim juga penjaga bayangan yang telah menelan pil kesetiaan jadi dia sampai dengan cepat di istana kecil.


cukup mengatakan beberapa patah kata kepada penjaga satu dan penjaga satu pergi.


saat ini belum ada jam tapi jika disebutkan ini kira-kira jam 09.00 malam. karena tidak ada hiburan sama sekali jadi Zhang Fei sudah beranjak untuk tidur.


Eh sebenarnya dia sedang kabur ke rumah kosnya ketika penjaga satu mengetuk pintu.

__ADS_1


Merasa sedikit kesal pada akhirnya dia bertanya tujuan dari kedatangan nya. baru kemudian penjaga kiriman tadi masuk ke halaman sang putri dan menyampaikan isi pembicaraan jenderal su.


"Ahh Mama, padahal sing penting ini tapi karena mama tidak membicarakannya sih?"


("eh emang situ nanya?")


"His mama,ah lain kali , aku bakalan buat daftar nama orang-orang yang perlu Mama ikutin. dan itu harus dilaporin setiap hari oke"


Sudah beberapa kali zhang Fei kecolongan informasi.Jadi kali ini dia harus bikin daftar nama orang-orang penting.


Jadi nggak bakalan kecolongan lagi kan.


"Oke mah, laporkan informasi terkini dari jenderal su"


("Huh sayang, kalau ada kejadian Mama yang disalahin tapi kalau ada keuntungan nggak pernah dipuji.ah dasar tuan rumah egois")


Meskipun sedikit kesal dia langsung saja mengatakan hal-hal yang terjadi ke belakangan ini dan hal yang terjadi malam ini.


Segera Zhang Fei mendapatkan inti dari cerita ini.


"Hahaha jadi ini semua gara-gara buku? Pangeran ketiga tidak percaya lagi dengan jenderal su dan jendral ini sepertinya orang yang memiliki karakter kuat dan teguh pada pendirian? Hem sepertinya dia bukan orang yang buruk"


("Ya say,di era ini sebenarnya tidak sulit untuk menemukan orang-orang yang setia. sekali mereka setia maka akan setia sampai mati dan itu terkesan membabi buta lho")


"Hem itu benar mah, jadi gimana ya? apa dia harus diberi pil kesetiaan juga?"


("Hem terserahlah kan")


Saat ini Zhang Fei dudukdi ruangan yang redup, dengan tatapan yang penuh pemikiran.


Sebenarnya wajah serius itu didapatkan ketika dia sedang berbicara dengan sistemnya. tapi bagi gadis bersih dan yang lain itu adalah sikap serius dengan cara untuk memikirkan solusi.


Sebuah kesalahpahaman yang indah.


Di hadapannya, seorang penjaga bayangan berdiri dengan sikap yang patuh, menunggu dengan sabar untuk menerima perintah berikutnya. Penjaga satu dan penjaga dua berdiri tegak di sampingnya, siap untuk melaksanakan tugas dengan ketepatan dan kewaspadaan.


Tiba-tiba, Zhang Fei mengalihkan pandangannya dan menganggukkan kepala ke arah Gadis Persik yang setia menunggunya. "Bawakan kertas," ucapnya dengan suara tegas namun lembut.


Gadis Persik memang selalu siap membawa selembar kertas di tangannya.


Sudah terbiasa dengan rutinitas jadi dia tidak menyerahkan kertas ,melain kan mengambil posisi untuk siap-siap menulis sesuatu.


Zhang Fei duduk di meja kayu yang terletak di tengah ruangan yang redup, wajahnya terfokus pada pemikiran yang mendalam.


"Uh harus menulis apa ya?"pikir nya.


Gadis Persik yang duduk di sampingnya dengan kertas kosong di tangan, sudah siap untuk menuliskan apa pun yang akan diucapkan oleh Zhang Fei. Di dekatnya, penjaga satu tengah sibuk menggiling batu tinta dengan hati-hati, menciptakan suara berirama yang mengisi ruangan.


*Oh jadi begini..bla.... bla... bla.. bla...


Dalam suasana yang hening, penjaga bayangan kiriman dari Jenderal Su diam-diam mengamati situasi, kadang mengangguk, kadang menggelengkan kepala sebagai tanggapan terhadap apa yang terjadi di depannya.


Apa yang diinginkan oleh zhang fei sudah dituliskan gadis Persik, namun isinya jelas bisa didengar oleh penjaga bayangan ini.


Hasilnya dia sama terkejutnya dengan penjaga satu dan penjaga 2. Bahkan gadis Persik terkadang berhenti untuk menulis dan menulis lagi ketika dia sudah sedikit sadar.


Setelah beberapa saat berbicara, Zhang Fei menghentikan kata-katanya, dan Gadis Persik menyelesaikan tulisannya. Dia merapikan kertas dengan hati-hati dan menyerahkannya kepada Zhang Fei. Zhang Fei membaca hasil tulisan tersebut dengan seksama, melihat setiap kata dan kalimat yang tertulis.


"Kerja yang baik, Gadis Persik," ucap Zhang Fei dengan suara hangat. "Sekarang, tulisan ini harus sampai kepada Jenderal Su dengan segera."


Gadis Persik mengangguk, dan dengan perlahan ia mendekati penjaga bayangan yang telah berdiri di sisi ruangan. Dia menyerahkan kertas tersebut, sementara penjaga bayangan menerima d dan menyimpannya di balik lengan.


Penjaga bayangan mengangguk dan berbicara dengan suara lembut, "Pesan akan sampai pada tujuannya."


Namun sebelum penjaga bayangan meninggalkan ruangan, Zhang Fei berbicara lagi. "Bawa juga kotak pil kesetiaan itu," ucapnya dengan serius.


Penjaga bayangan mengangguk dan pergi meninggalkan ruangan dengan langkah yang lembut dan hati-hati.

__ADS_1


Setelah penjaga bayangan itu tidak lagi terlihat di ruangan itu , Zhang Fei segera menguap dan berkata."Ah Putri ini mengantuk kalian pergilah tidur nya"


Jadi semua orang bubar begitu saja sementara sampai melanjutkan waktu tidur yang sudah tertunda penjaga bayangan tiba dalam sekejap di kediaman jenderal.


Segera surat berpindah tangan,dan isinya dibaca oleh semua orang karena surat itu diletakkan di atas meja.


Isi dari surat yang dituliskan oleh Zhang Fei kepada Jenderal Su memuat tiga pilihan yang seharusnya bisa dipilih oleh sang jenderal.


Pilihan Satu,Tetap Menjadi Jenderal di Dayun, adapun bagaimana caranya itu akan menjadi tugas orang lain.


Sebenarnya surat masih berada di tangan seseorang yang juga menelan pil kesetiaan. Jadi surat itu tidak akan pernah sampai di meja Kaisar jika tidak ada perintah dari Zhang Fei


Artinya, jendral sebelum pernah mengirimkan surat itu secara resminya


Tapi konsekuensinya dia harus berdepan secara langsung dengan pangeran ketiga.


Pilihan Dua.


Mengganti Identitas dan Keluarga Beserta 20.000 Pasukan.


Jenderal Su dapat memilih untuk mengganti identitas dirinya dan keluarganya, serta membawa 20.000 pasukan untuk membentuk sebuah identitas yang baru. Identitas baru ini akan memberinya kebebasan untuk bergerak dan bertindak tanpa keterkaitan dengan masa lalu.


Ini sulit untuk orang lain tapi mudah untuk zhang Fei. Ditambah lagi di musim dingin ini ada begitu banyak orang yang meninggal dunia tanpa sebab.


Oleh karena itu dia bisa mengambil identitas orang mati dan disematkan pada identitas 20.000 prajurit beserta keluarganya, begitu juga dengan sang jenderal sendiri.


Tapi jika dia mengambil pilihan ini ,maka dia dan para prajurit mungkin harus berserakan di berbagai penjuru negeri. Tidak mungkin anda menemukan 20.000 identitas berikut dengan keluarga masing-masing dalam satu lokasi yang sama.


Jadi untuk pilihan kedua perpisahan masih tidak mungkin dielakan.


Pilihan Tiga.


Pergi dan Menjadi Penguasa Baru di Negara yang baru.


Jenderal Su dapat memilih untuk pergi meninggalkan Dayun dan menciptakan identitas baru sebagai penguasa di sebuah negara baru.


Zhang Fei di dalam surat itu menyebut dirinya sebagai tuan. Dia mengatakan menemukan sebuah tanah yang tidak memiliki manusia sama sekali.


Dan ini agak jauh,anda harus melakukan perjalanan dengan kapal.


Hal ini bisa dilakukan dengan identitasnya sebagai mantan jenderal. jadi tidak perlu mengganti identitas sama sekali .Karena kepergian dan pengunduran dirinya diketahui secara langsung oleh kaisar nantinya.


Berikan saja alasan jika kau ingin berjalan-jalan keliling dunia setelah pensiun.


Namun 20.000 prajurit harus pergi secara bertahap-tahap tidak boleh sekali jalan .Karena token mereka sudah berada di tangan Pangeran ketiga.


Seandainya sang jenderal memilih pilihan ketiga dia akan memberikan beberapa buku yang bisa diikuti agar mampu membuka jalan perbaikan di tempat tersebut .Dan Tuan ini sewaktu-waktu akan mengirimkan bantuan berupa informasi yang diperlukan di sana.


Misalnya apa yang harus dilakukan untuk memulihkan ekonomi atau bagaimana cara membangun beberapa teknologi yang belum pernah dikenal di dunia ini dan diterapkan di sana sebagai teknologi milik pribadi.


Tanah tidak bertuan itu sebenarnya mirip dengan sebuah pulau yang kisaran besarnya mungkin sebesar pulau Sumatera.


hanya saja belum pernah dihuni oleh manusia Jadi ada begitu banyak hewan dan pepohonan besar di sana Namun karena yang datang adalah prajurit elit itu adalah hal yang mudah untuk mereka membuat tempat tinggal.


Ditambah sewaktu-waktu sampai akan mengirimkan informasi relevan tentang tempat tersebut bahkan dia juga sudah siap membuat peta daerah itu.


Ini artinya jenderal su akan menjadi Kaisar di tanah tersebut bersama 20.000 prajuritnya dan juga keluarga mereka.


Jika jenderal su memilih pilihan ini maka kirimkan seseorang untuk membuat peta lokasi tersebut.


"Xu tua, katakan padaku siapa orang ini?" dalam 3 pilihan ,semuanya adalah sesuatu yang tidak pernah dibayangkan oleh jenderal Su.


Xu tua tidak bisa bicara dan dia harus tutup mulut jika ingin hidup.


Sementara penjaga bayangan itu berkata, "kata tuan dia mengerti karakter dari jendral. jadi dia percaya dengan jenderal dan menyerahkan pilihan tersebut. Tapi Tuan tidak ingin jenderal tahu siapa dirinya. Namun jika jenderal masih ingin mengetahuinya maka masih ada persyaratan lain untuk itu"


Selagi dia berbicara penjaga bayangan itu menyerahkan satu kotak pil kesetiaan. Isi di dalam kotak pil ini adalah 19 butir yang artinya cukup untuk setiap mereka.

__ADS_1


Pil kesetiaan.


__ADS_2