
Di ruang kerja Kaisar, suasana yang megah dan mewah memenuhi ruangan tersebut. Dinding-dindingnya dihiasi dengan kain sutra bergambar naga, menggambarkan kekuatan dan keagungan Kekaisaran. Di tengah ruangan terdapat sebuah meja besar berukiran indah, di atasnya terletak berbagai dokumen dan laporan dari seluruh penjuru kerajaan. Di satu sudut ruangan, ada kursi besar yang dihiasi dengan emas dan permadani halus, tempat Kaisar duduk untuk memimpin negaranya.
Sementara itu, Kaisar duduk di kursi besar itu dengan pandangan serius, membaca sebuah buku tebal yang datang dari anonim. Setelah membaca beberapa halaman, tatapan matanya berubah menjadi semakin tajam dan ekspresi wajahnya berubah menjadi murka. Isi buku itu membawa berita yang tidak menyenangkan, mengungkapkan rahasia-rahasia yang hanya sedikit yang mengetahuinya.
Kaisar merasa pengkhianatan dan amarah memuncak di dalam hatinya.
"Siapa anonim ini, kenapa tidak ada yang tau hah"
Kasim tua yang berdiri di sampingnya diam saja tidak mengeluarkan kata apapun. Mungkin karena sudah hafal dengan perilaku Kaisar dia juga mengerti dengan tempramennya.
Jadi lebih baik tutup mulut daripada mengundang kecelakaan untuk diri sendiri.
"Tapi bagaimana mungkin dia mengetahui sesuatu yang tidak Kaisar ini sendiri ketahui, Kasim tua, pergilah cari informasi. Apakah kisah di dalam buku ini adalah kebenaran cerita isi juga tentang alamat yang tertera di dalamnya"kata kaisar
Kasim tua menundukkan pinggangnya lagi dan pergi untuk mencari apa yang di inginkan oleh kaisar.
tapi sebelum ke SIM tua itu benar-benar meninggalkan lokasi Kaisar memanggilnya lagi.
"apakah kau pikir ada penghianat dalam tim pembukuan kali ini?"
Kasim tua yang awalnya akan pergi mundur lagi dan membalikkan tubuhnya. Dia berkata dengan kepala yang masih menunduk,"orang-orang itu adalah orang yang setia sejak awal jadi kemungkinan untuk berkhianat itu sama sekali tidak ada "
"Huh semakin tua otakmu juga semakin berkarat. Coba bandingkan isi penulisan ini, dalam dua buku karakternya mirip dan ide ceritanya juga mirip. sama-sama mengedepankan rumah panti asuhan itu. Tapi yang satu menenggelamkannya dalam reputasi buruk yang lainnya menyanjungnya sampai ke langit. Menurutmu jika tidak ada penghianat bagaimana mungkin anonim ini mengetahui apa yang akan kita tulis?"kata Kaisar.
Dari saat penulisan bahkan sampai edit terakhir, orang-orang ini di sembunyikan dan dikurung dalam suatu ruangan. Mereka bahkan tidak keluar sebelum buku itu diterbitkan.
Jadi dari mana penulis anonim mendapatkan ide cerita jika tidak ada penghianat di dalam tim tersebut.
Kasim tua yang ditanyakan juga tidak memiliki jawaban untuk pertanyaan itu. Jadi dia tetap diam di situ tanpa bergerak sama sekali.
"Pergilah"kata kaisar sangat geram.
Kasim tua baru berani bergerak ketika dia diminta pergi oleh kaisar.
Setelah Kasim tua itu pergi Kaisar tinggal sendirian dengan begitu banyak pertanyaan di kepalanya.
Beberapa bulan yang lalu dia masih fokus dengan bangganya memperhatikan perkembangan Pangeran ketiga dalam meraih tahta putra mahkota.
Tapi sekarang kondisi tubuhnya terkadang begitu lemah, namun pikirannya terfokus kepada siapa itu anonim.
Siapa dia dan apa tujuannya.
Tiba-tiba, terdengar suara berteriak dari luar ruangan
"Ratu ingin masuk bertemu Kaisar!"
Kaisar menegakkan kepalanya, sedikit terkejut oleh kedatangan Ratu yang tiba-tiba. Dia dengan cepat merapikan diri dan mengatur sikapnya sebelum Ratu memasuki ruangan.
Kaisar berdehem sebentar sebelum menjawab dengan suara tenang "Izinkan Ratu masuk."
Pintu segera terbuka perlahan dan Ratu masuk ke dalam ruangan dengan langkah anggun. Sosoknya memancarkan kecantikan yang memesona, ditambah dengan senyuman yang memuja untuk Kaisar. Ratu mengenakan pakaian yang megah dengan desain sutra yang indah dan hiasan permata yang berkilauan.
Ratu menatap kaisar sambil tersenyum manis "Kaisar, aku merindukan hadirmu. Apa kabarmu hari ini?"
"Aku baik-baik saja, Ratu. Bagaimana denganmu? Apakah ada sesuatu yang ingin kau bicarakan denganku?"
"Kaisar, aku mendengar kabar bahwa kesehatanmu menurun sedikit belakangan ini. Aku membawa semangkuk tonik kesehatan untukmu. Semoga ini dapat membantumu pulih dengan cepat."
Kaisar melirik sebentar pada sup yang di katakan oleh Ratu nya Mereka adalah pasangan yang sudah menikah selama bertahun-tahun. sejauh ini di permukaan Ratu adalah seorang ibu negara yang sangat penyayang dan tidak pernah membedakan para pangeran.
__ADS_1
Tapi sebagai seorang pria yang sudah bersamanya selama kurun waktu tersebut. Kaisar juga menyadari jika sikap yang ditampilkan di depannya Ini adalah sebuah topeng.
"Terima kasih, Ratu. Kamu selalu begitu perhatian padaku. Aku sangat menghargai perhatianmu." Walaupun dia menjawab seperti itu tapi Kaisar sama sekali tidak mencoba meneguk sup kesehatan itu.
Sang ratu mengeryitkan dahinya sedikit dan mengerti apa yang dipikirkan oleh suaminya ini. dia mengangkat mangkuk sup itu dan mengaduknya dengan sumpit dari perak.
Melihat jika tidak ada perubahan dari sumpit itu ini mengindikasikan jika ini tidak mengandung racun atau sesuatu yang mengkhawatirkan. Dalam gerakan yang mengaduk sup wajah Ratu sama sekali tidak memiliki perubahan apapun.
Dia berkata,"Kesehatanmu adalah prioritasku, Kaisar. Aku ingin kau tetap sehat dan kuat untuk menjalankan tugas-tugasmu sebagai pemimpin Kekaisaran."
Kaisar hendak mencibir mendengar kata-kata itu tapi dia masih menahannya dan tersenyum "Tentu saja, Ratu. Aku akan menghargai tonik ini dan mengonsumsinya dengan baik."
Ratu masih duduk di samping Kaisar dan menyerahkan semangkuk tonik dari dalam wadah yang terbuat dari porselen berwarna putih ke depan Kaisar. Tonik ini terlihat seperti sup sarang burung dengan beberapa ramuan herbal Cina yang tercampur di dalamnya. Aromanya harum dan menyegarkan.
"Tonik ini terbuat dari bahan-bahan herbal alami yang telah terbukti berkhasiat untuk meningkatkan stamina dan vitalitas tubuh. Semoga ini bisa membantumu mengatasi rasa lelah dan meningkatkan kesehatanmu."
Ada sendok perak dalam mampan itu, Ratu mengambil sendok perak itu dan menggunakannya untuk mencicipi.
Dia ingin Kaisar mengetahui jika tidak ada apa-apa di sana. Jika ada racun mustahil Ratu mau mengkonsumsinya lebih dulu bukan.
"Aku yakin tonik ini akan sangat bermanfaat. Terima kasih, Ratu.karena telah begitu memperhatikanku. Tapi lebih baik Ratu beristirahat lebih awal. kudengar kesehatan Ratu juga sedang menurun saat ini karena merindukan Pangeran kedua"
Kata Kaisar dengan nada menyindir ratu.
Tapi Ratu bertindak seolah-olah dia tidak mengerti tujuan perkataan itu , Ratu berkata sambil tersenyum lembut. "Tidak ada perlu untuk berterima kasih, Kaisar. Kesehatanmu adalah harta yang paling berharga bagi Kekaisaran ini. Aku akan selalu berusaha untuk menjaga kesehatanmu dengan sebaik-baiknya."
Kaisar menarik sesendok sebagai simbolis saja. Setelahnya dia menolak tonik itu dan meminta Ratu mengundurkan diri dengan alasan dirinya masih begitu banyak pekerjaan yang harus dihabiskan.
Ratu juga tidak menolak, dia menundukkan pinggangnya sedikit sebelum benar-benar keluar dari ruang kerja Kaisar.
Satu saat ini tidak benar-benar mengkhawatirkan kondisi Kaisar tapi dia ingin memastikan apakah kesehatan Kaisar memang menurun seperti yang dikatakan oleh para tabib di istana.
Hal-hal mengenai Kaisar adalah satu topik yang akan dia bahas oleh orang-orang yang tinggal di dalam istana terlarang ini.
Sejahat jahat nya Ratu, dia sendiri tidak pernah ingin mencelakakan Kaisar saat ini. Mereka berdua adalah pasangan yang sudah diikat dengan tali yang sama.
Apapun yang terjadi pada Kaisar dirinya juga akan disangkut pautkan dengan itu.
Misalnya Kaisar meninggal bukan tidak mungkin dirinya akan disingkirkan dengan cepat. ada tradisi di mana seorang istri layak dikuburkan bersama kaisar yang sudah mati.
Katanya ini adalah bukti jika istri itu adalah istri yang setia.
Meskipun tradisi ini sudah tidak dilakukan lebih dari tiga Kaisar, namun Ratu memang belum berencana untuk mati lebih awal.
Seandainya Pangeran kedua yang duduk di kursi putra mahkota mungkin hidupnya masih akan aman.
Tapi melalui intelijen yang dimilikinya, saat ini Pangeran ketiga adalah calon yang dinilai lebih cocok untuk posisi itu.
Hem bagaimana mungkin ratu tidak tahu tentang sifat asli dari pangeran ke-3.Dia adalah versi kaisar saat ini yang lebih kejam.
Jika dia yang akan menggantikan Kaisar kera bukan tidak mungkin tradisi itu akan dihidupkan lagi dan dia adalah calon yang cocok untuk mendampingi Kaisar di akhirat.
Tentu dia ingin menjadikan selir ibunya sebagai seorang ibu suri.
"Ratu...
Beberapa pelayan budak yang tadi tertahan di pintu masuk ruang kerja Kaisar, segera menyapa Ratu yang sudah pun keluar dari sana.
Ratu berjalan pergi sementara para pelayan budaknya mengikuti dari belakang yang gaya jalannya terorganisir.
__ADS_1
Benar-benar pantas disebut pelayan budak dari istana.
Dalam perjalanan kembali Ratu masih saja berpikir tentang kesehatan Kaisar. Mengapa ada desa khusus yang menyatakan Kaisar sekarang naik sedang tidak sehat tapi sebenarnya dia masih baik-baik saja di ruang kerjanya.
Apakah desa-desa itu terkait dengan kepergian Pangeran ketiga.
Hem si tua itu...
Setelah selesai bertemu dengan Kaisar, Ratu dan rombongannya kembali ke kediaman Ratu. Ratu naik ke tandu yang berdiri megah di halaman istana. Tandu tersebut dihiasi dengan hiasan emas dan kain sutra berwarna merah mewah yang melambangkan kebesaran dan keagungan Ratu.
Beberapa laki-laki kuat dari istana berdiri di sisi tandu, siap untuk mengangkat dan membawa tandu sang ratu.Tandu itu diberi kain penutup putih di atasnya untuk melindungi Ratu dari terik matahari.
Saat Ratu naik ke tandu, dia duduk dengan anggun di atas kursi yang empuk dan dilapisi dengan bantal sutra berwarna emas. Di sekitarnya, bunga-bunga harum dan hiasan-hiasan berkilauan menyelimuti tandu, menciptakan aura kemewahan di sekitarnya.
Tandu kemudian diangkat oleh laki-laki kuat dengan hati-hati, bergerak perlahan menuju kediaman Ratu yang berada di tengah istana.
Sementara itu,dua puluh pelayan budak tadi mengiringi perjalanan itu dengan berjalan kaki.
Setelah tiba di halaman kediaman Ratu, tandu dihentikan dengan hati-hati. Ratu turun dari tandu dengan dibantu oleh beberapa pelayan budaknya yang setia. Pelayan dengan lembut menolong Ratu agar bisa turun dengan lancar, mengurusinya dengan penuh perhatian layaknya seorang ratu.
Ratu berjalan dengan anggun melintasi halaman yang indah, langkahnya lembut dan penuh martabat. Dia mengenakan gaun mewah berwarna merah dengan hiasan permata yang memancarkan keanggunan dan kemegahan.
Setelah Ratu masuk ke dalam ruangan pribadinya, suasana di sana begitu tenang dan mewah. Ruangan ini dihiasi dengan hiasan-hiasan indah dan lampu-lampu berwarna hangat yang memberikan sentuhan kemewahan. Di tengah ruangan terdapat singgasana yang empuk dan dikelilingi oleh tirai sutra yang berwarna merah marun.
Ratu duduk di atas singgasana dengan anggun, memancarkan kehadiran yang kuat dan mengesankan. Di sekelilingnya, beberapa pelayan setia berdiri dengan sikap hormat, siap untuk memenuhi setiap keinginan Ratu.
Tiba-tiba, seorang pelayan datang menghadap dan menyerahkan sebuah surat kepada Ratu. Ratu mengambil surat itu ddan membacanya dengan perasaan campur aduk. Ekspresi wajahnya berubah dari penasaran menjadi marah yang tak terbendung.
Dengan perasaan marah yang memuncak, Ratu menggenggam kertas itu dengan kuat dan akhirnya membentuk bola kecil.
"Haha hamil? selir Zhang hamil?"gumam nya tidak jelas.
Selir zhang di mulut Ratu adalah Zhang Mei.Ratu yang marah tiba-tiba tersenyum dengan lebar, wajah cantiknya benar-benar terlihat lebih bercahaya ketika dia tersenyum dengan cara seperti itu.
Bagaimana mungkin sang ratu tidak bahagia dengan kabar ini.
Awalnya Ratu mengirim mata-mata di kediaman Pangeran ketiga. Apapun yang terjadi istri dari pangeran ketiga tidak boleh hamil.
Ada banyak hal yang dilakukan agar istri pangeran ketiga tidak hamil tapi pada kenyataannya malah giliran selir nya.
Ini artinya obat itu tidak bekerja?
Ratu sudah mengirim kan ramuan Pangeran ketiga sebuah ramuan secara teratur sehingga tidak mungkin untuk dia bisa punya anak di masa depan.
Ramuan ini terbuat dari campuran beberapa tumbuhan dan herbal langka yang hanya ditemukan di wilayah tertentu di Cina. Beberapa bahan yang digunakan antara lain akar ginseng yang sudah berumur puluhan tahun, akar rumput Chuanxiong, ekstrak dari tanaman Selaginella, serta bubuk dari tanduk rusa yang langka.
Ramuan ini harus diminum oleh targetnya secara teratur, terkadang dalam jangka waktu yang cukup panjang, untuk efek yang diinginkan.
Bahan-bahan dalam ramuan ini dikatakan memiliki efek merusak pada sistem reproduksi pria dan mengganggu kesuburan. Dengan ini pangeran ketiga yang tidak sengaja meminum ramuan ini akan mengalami penurunan kualitas ****** yang mengakibatkan kehilangan kemampuan untuk memiliki keturunan.
Tapi sekarang selir nya sedang hamil.
Atau kah...
Tanpa ragu Ratu meletakkan kertas itu di atas wadah dupa yang berada di dekatnya.
Wadah dupa ini terbuat dari perak dan berukiran indah, dengan lubang-lubang kecil di bagian atas untuk membiarkan aroma dupa menyebar ke seluruh ruangan.
Ratu kemudian mengambil sebatang kayu dupa yang sudah menyala dari pelayan, dan ddia membakar kertas itu hingga habis. Dupa mulai memancarkan aroma harum yang khas, mengisi ruangan dengan aroma terapi yang menenangkan.
__ADS_1
Pangeran yang hebat seharusnya akan. bahagia dengan kabar ini kan.
Ah tiba tiba saja ratu tidak sabar untuk melihat kegembiraan itu.