
Perang buku tiba-tiba saja terjadi di ibukota. Orang-orang yang penasaran bukan tambah takut tapi mereka tambah menyukai buku seperti itu bahkan ada yang berniat untuk membeli 5-10 eksemplar hanya untuk mengkoleksinya saja.
Saat ini tidak ada yang namanya hak cipta jadi seseorang bahkan menjiplaknya dan menjual di luar kota.
.jika saja mereka tau, buku yang di tiru itu adalah milik kaisar, mereka mungkin tidak akan pernah mau melakukan itu.
Tapi sayang sekali,buku terlalu laris sehingga sulit untuk di lewatkan begitu saja.
Bukan zhang Fei yang mempopulerkan ini tapi para percetakan tiruan lah yang melakukan.
Mereka bahkan mengadakan pertemuan untuk membedah dua buku secara serius.
Tapi itu urusan nanti, yang jelas pada hari pertama laoncing, sejumlah orang yang tidak ingin di ketahui namanya.Segera berdatangan ke alamat yang sudah pun dapat sebut di dalam buku itu.
Ada yang tertarik tapi ada juga yang penasaran.Dan karena kasus buku yang terakhir kalinya.Maka beberapa bakat reporter segera datang untuk merekam kejadian dan membungkus nya menjadi sebuah buku ulasan.
Pria tua yang katanya pemilik panti asuhan sekaligus guru besar negara Dayun.Dia tidak tahu apa yang terjadi.
Karena "kerja keras" semalam,pria ini tidur mati seperti babi.
"Permisi, apakah ini panti asuhan milik guru negara?"kata seorang pejalan kaki yang sudah di bayar tentunya.Dia bertanya pada penjaga pintu gerbang.
Penjaga ini tentu saja tidak tahu apa yang dipikirkan oleh orang ini tapi ketika ditanya dia harus menjawabnya bukan ini adalah panti asuhan di mana semua sumbangan diterima.
"Ya betul, apakah kamu diutus untuk datang menyumbang?"kata penjaga itu lagi.
Penjaga tentu tahu apa yang terjadi dengan guru besar negara itu tapi itu sama sekali bukan urusannya. Namun jika panti asuhan ini makmur, bukankah itu artinya dia akan bekerja lama di tempat ini.
Bahkan uang tutup mulut dari guru besar negara juga tidak sedikit.
"Ohh hehe iya ,apa.. apakah bisa menyumbang sekarang?"Kata nya ragu ragu.
Sudah banyak yang datang untuk menyumbang dan mereka rata-rata mengirimkan pelayan budaknya.Bukan tidak mungkin juga pemiliknya juga hadir.
Mata penjaga itu tidak buta, dia bisa melihat bagaimana ,ada begitu banyak gerbong kereta kuda bersandar di area ini
Sebuah hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya.
Penjaga ini segera mencium aroma uang,dia mempersilah kan orang orang untuk masuk.
Yang tidak di sangka adalah, penjaga pintu gerbang ini segera di selipi sejumlah uang untuk informasi tambahan.
Misalnya di mana halaman bambu kuning atau halaman Giok dan sebagainya.
Bahkan ada yang bertanya apakah ada gadis di sini dengan nama si anu dan si anu.
Dengan alasan untuk adopsi, pertanyaan ini masih masuk akal.
Hari ini untuk pertama kalinya, penjaga pintu gerbang mendapatkan berkantong kantong uang dengan berat satu tael.
Setiap pertanyaan dijawab nya tanpa ragu.Mana dia tahu jika jawaban yang diberikan sudah mengkonfirmasi keaslian buku cerita anonim yang pertama.
Yang dia tau, hari ini dia akan makan enak sepulang kerja.Ahh pesan saja daging yang enak untuk di masak.
Memikirkan hal itu saja air liurnya sudah menetes kemana mana.
Di sisi lain,bagi orang yang bertanya tadi.Segera saja keraguan untuk buku anonim yang kedua mulai bertunas.
Ini adalah pembohong besar.
Berkat kantong uang yang sudah mampir di dalam sakunya .Penjaga pintu gerbang ini dengan senang hati pergi untuk membawa mereka secara pribadi ke halaman yang diminta.
Beberapa bahkan memberikan dia uang tutup mulut agar kedatangan mereka ini tidak ketahui oleh orang lain. jika pun ada pelayannya lewat mereka juga diberikan sekantong uang lagi agar pura-pura tidak tahu apa yang terjadi.
Begitu mereka tiba saja halaman tersebut, mereka semua terkejut dengan penampakan itu.
Ada begitu banyak hal yang menyebutkan jika halaman ini benar-benar sudah terjadi sebuah pesta. Bahkan anak-anak yang memakai pakaian wanita dewasa juga terbaring di sana dalam kondisi pingsan karena mabuk.
Sungguh biadab sekali guru negara ini,bagaimana mungkin anak yang masih di bawah 10 tahun , diminta untuk meminum minuman keras.
__ADS_1
Bajingan tua.
Berkaca dari pengalaman terakhir,para pengunjung yang tidak di undang ini. Tidak menetap di situ melainkan pergi dengan menerima fakta jika buku pertama lebih akurat.
Tidak perlu mereka mengintip ke dalam kamar untuk mengetahui apakah ada gadis yang pingsan di dalam . Mereka semua pergi dengan diam-diam.
Hasilnya penjaga pintu gerbang ini harus menggarukkan kepalanya yang tidak gatal.
Orang-orang yang tadinya begitu antusias untuk menyumbang rupanya tidak jadi menyumbang. Tidak tahu mengapa namun dia masih senang karena kantongnya sekarang sudah penuh.
Para bangsawan bubar dan gerbong kereta di pintu gerbang juga pergi secara bertahap-tahap.
Penjaga pintu gerbang segera berdiri lagi di tempatnya semula dan bertindak seolah-olah tidak ada kejadian.
Segera saja , kisah tentang penyerbuan hari itu segera meledak lagi.
Orang segera menjiplak kedua buku dan membuat satu buku lagi sebagai laporan untuk kejadian yang di temukan hari itu.
Uang sangat harum dan ini lah yang membuat segalanya bergerak cepat.
Buku di jual di luar kota dan buku Kaisar juga di bundel jadi satu buku pembohong.
Sebenarnya Kaisar juga sudah menurun kan penjaga bayangan ke sana, tapi ketika mereka datang semua nya sudah terlambat.
Perlu di garis bawahi, ketika informasi buku tandingan anonim tiba di meja kerja Kaisar.Ini sudah sangat siang sekali.
Itulah mengapa ketika penjaga bayangan Kaisar tiba tidak ada satu orang pun di sana. Awalnya penjaga bayangan ini sedikit lega.
Mereka menyusun laporan jika yang dikhawatirkan oleh kaisar sama sekali tidak terjadi.
Baru keesokan harinya mereka sadar ada sesuatu yang tidak beres.
Kejadian itu bukan saja tidak bisa diredam tapi malah semakin menyebar dan itu sampai ke kota lain.
Mungkin di dalam dua buku nama yang diterapkan di sana adalah nama yang berbeda.Tapi bagaimana dengan buku ulasan yang ketiga dinyatakan dengan terang, jika karakter di dalam dua buku itu adalah guru negara sendiri.
Bahkan di dalam buku ulasan yang ketiga ini jelas tertulis beberapa komentar yang terdengar ketika proses penyerbuan tersebut.
Guru negara yang awalnya tidak tahu apa apa. Masih bertindak seperti biasanya. Dia tidur di panti asuhan itu sampai 2 hari ke depan.
Tapi di hari ketiga, di waktu dia kembali ke kediamannya sendiri. Dia segera merasakan apa itu keinginan untuk bunuh diri.
Jika di tanya mengapa.
Ini karena zhang Fei tiba-tiba saja merasa uang itu sangat harum sekali.
Dengan para pengemis yang keluar masuk ibukota dia bisa menyukseskan penjualan buku itu sampai tersebar ke seluruh kota.
Para pedagang yang bernaung di bawah panji partai pengemis, segera sigap sehingga buku benar benar memberikan dampak yang tidak kecil untuk sang guru negara tadi.
Info yang membuat Kaisar gelap mata.
Rupanya dia meremehkan kekuatan sebuah buku.
Saat ini di dalam ruang kerja Kaisar. Kaisar duduk di singgasananya, wajahnya serius dan khawatir. Kasim tua berdiri di hadapannya, seperti biasa nya dia masih patuh dalam diamnya.Perasaan tegang mengisi udara karena mereka tahu bahwa tindakan yang akan mereka lakukan sangatlah serius.
"Kasim tua, seperti yang kita ketahui, reputasi guru negara hancur karena tindakan yang tak dapat dimaafkan. Untuk kehormatan negara ini, satu-satunya jalan adalah dengan memberikan hukuman mati"
Kasim tua terkejut sebentar tapi kemudian wajah nya kembali stabil lagi.
Guru negara adalah salah satu dari pendukung Kaisar lebih awal. Mereka bersama-sama mengharungi lautan kesengsaraan hanya demi untuk kaisar bisa menjadi seperti sekarang.
Dia ingin membantah tapi Kasim juga tau jika ini tidak akan mungkin sama sekali.Reputasi yang sudah dibangun selama bertahun-tahun gugur hanya karena sebuah buku.
Tapi jika kematian bisa menyucikannya, mungkin reputasi ini bisa dipertahankan untuk keturunannya nanti.
Jadi keputusan Kaisar adalah baik untuk kedua belah pihak.
Kaisar mengambil selembar kertas dan kuas .Kemudian menuliskan perintah dengan cepat. Kasim tua berdiri dengan sabar menunggu. Setelah selesai menulis, Kaisar menandatangani surat perintah tersebut dengan stempel emasnya.
__ADS_1
Dia segera menyerahkan surat perintah itu ke Kasim tua."Pastikan semuanya dilakukan tanpa kesalahan dan tanpa menyebabkan kecurigaan"
Kasim Tua segera menerima surat dengan hormat." Kasim ini akan bertindak sesuai dengan perintahmu, Kaisar. Semua ini demi kehormatan negara kita"
Kasim tua keluar dari ruangan dengan hati yang berat, membawa surat perintah dari Kaisar. Dia hanya bisa berlangsungkawa dengan sahabat Lama nya itu .
Tidak lama kemudian,di kediaman guru negara yang megah dan indah. Kasim tua yang mengenakan pakaian penyamaran, tiba dengan hati-hati untuk memastikan jika kedatangannya tidak diketahui oleh siapapun. Dia berjalan dengan langkah lembut dan wajah teguh seperti biasanya.
Guru Negara cukup senang ,dia juga dengan mengharapkan kehadiran Kasim tua untuk memberikan bantuan. "Kasim Tua, apakah ada berita bagaimana aku dapat menyelamatkan reputasiku?"
Kasim tua tanpa berkata apa-apa, mengeluarkan surat perintah dari Kaisar.
Guru Negara dengan hati-hati menerima surat perintah itu, namun tangannya gemetar ketika menggenggamnya. Dia membuka surat perintah tersebut dengan ragu, takut akan isinya.
Dia yang paling tahu perilaku asli dari Kaisar. Bahkan ketika muda dulu dia jugalah yang mengajari langkah-langkah apa yang harus dilakukan oleh kaisar demi meningkatkan posisinya.
Ketika Kasim datang,dia masih berharap banyak tapi dengan surat di tangan .Tiba tiba saja dia merasa kedinginan seluruh tubuh.
Guru Negara masih membaca surat perintah dengan suara gemetar.Tapi apa yang tertulis di dalam surat ini, benar benar menghapus kan segala harapan nya
"Ini... ini apa artinya? Apakah maksud dari perintah ini?"
Kasim tua tetap diam, dia memberi waktu kepada guru negara untuk memproses isi dari surat itu. Tapi diam nya Kasim tua membuat Guru negara gemetar di tempat.
" Ini... ini adalah hukuman mati... bagi diriku...
Guru negara merasa dunia berputar, dia hampir pingsan di tempat. Dia merasa kebingungan, tidak percaya bahwa Kaisar benar-benar memberikan hukuman mati untuknya. Keringat dingin mengalir di dahinya, dan tangannya yang gemetar menahan surat perintah itu dengan kuat.
"Guru Negara, ini memang tugas yang berat. Tapi aku percaya, kau bisa menyelesaikannya dengan bijaksana. Ingatlah bahwa ini adalah tugas untuk kehormatan negara dan kita harus bertindak dengan hati-hati"
Guru negara mencoba mengatur pernapasannya, mencoba untuk mengatasi perasaan shock yang menyerangnya.
Dulu sekali dia juga sudah pernah meminta beberapa orang untuk melakukan hal yang sama.
Dia membujuk dengan berkata ini adalah untuk negara dan untuk keturunan mereka sendiri.
Jika tidak mau, pada akhirnya akanada hukuman mati untuk tujuh keturunan dari atas sampai ke bawah.
Mengingat keluarga nya sekarang,itu berkisar lebih dari empat ratusan orang.Guru negara harus melakukan sekarang jika tidak mau 400 nyawa tadi terkorban.
Ini semua adalah berasal dari nafsunya sendiri. Jadi sebagai seorang laki-laki dan kepala rumah tangga dia juga harus bertanggung jawab dengan konsekuensi apa yang sudah dia lakukan.
"Aku... aku akan bertindak sesuai dengan perintah Kaisar. Tapi aku membutuhkan waktu untuk merenungkan dan merencanakan tindakan selanjutnya"
Kasim tua mengangguk mengerti, menghormati keputusan guru negara. Dia tahu bahwa ini adalah momen yang menegangkan dan guru negara membutuhkan waktu untuk mengatasi semua ini.
Kasim tua segera bersiap untuk pergi, tapi sebelum itu dia memeluk guru negara. Memang berat untuk melakukan ini tapi mereka berdua sudah memiliki hubungan yang begitu lama. jika dikatakan tidak ada perasaan di sana itu adalah bohong.
Tapi sahabat adalah sahabat dan negara adalah negara. Tentu saja hubungannya akan menjadi berbeda. "Tentu saja, Guru Negara. Ambillah waktu yang kau perlukan. Aku akan menunggu berita darimu.Teman jangan khawatir, cepat atau lambat aku juga akan menyusulmu"
Guru negara tidak bisa tersenyum sekarang, tapi dia menerima pelukan itu dengan rasa yang tidak berdaya.
Perlahan lahan, Kasim tua pergi meninggalkan kediaman guru negara.
Sementara itu guru negara meletakkan surat perintah itu di atas meja dan duduk dengan lemas. Dia harus mencari cara untuk menyelamatkan dirinya sendiri dan menghadapi hukuman yang begitu berat ini. Tetapi dia tahu, ini tidak akan ada gunanya sama sekali.
keesokan harinya ibukota gempa lagi. kegemparan ini bukan dikarenakan kehadiran buku baru tapi gempar karena guru besar negara ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Dia menggantung dirinya sendiri di langit-langit rumahnya. Di dalam kamar tertutup itu juga ditemukan sebuah surat yang mengatakan jika dirinya tidak melakukan hal yang dituduhkan di dalam buku.
Di sana juga dia mengatakan aksi bunuh diri adalah tindakan untuk menyelamatkan reputasi dirinya sendiri.
Beragam komentar didapatkan dari adegan ini. Bahkan orang-orang yang melihat langsung kejadian penyerbuan itu tidak bisa tidak menganggukkan kepala karena tahu jika ini hanyalah kamuflase atau pengalihan perhatian.
Tapi apapun komentar orang-orang Itu semua tidak lagi menjadi masalah karena yang bersangkutan sudah pun meninggal dunia.
Hanya saja negara kembali mengatakan jika kekaisaran saat ini sedang berduka atas hilangnya Putra berbakat.
Dengan cara itu kebusukan yang terjadi kemarin benar-benar ditutupi dengan kematiannya.
__ADS_1
Sungguh taktik yang sempurna.