Sistem Gosip Putri Ke Empat

Sistem Gosip Putri Ke Empat
227


__ADS_3

Paman Pangeran merasa hampa atas kepergian Kaisar. Dia berdiri tegak di depan halaman Kaisar, diam dan tidak bergerak sejak saat Kaisar wafat. Tatapannya kosong, namun di balik mata itu, ada perasaan yang begitu dalam dan tak terungkapkan. Dia memandang ke arah kamar Kaisar dengan wajah tanpa ekspresi, tangan berada di belakang punggungnya.


Tidak k seorang pun yang berani mendekati atau menyapanya. Aura dingin yang melingkupi Paman Pangeran terasa lebih tajam daripada angin malam yang menusuk tulang. Seperti es yang membeku dalam keheningan, kehadirannya terasa begitu membatu, menghalangi siapa pun yang berniat mendekat.


Meskipun rasa duka yang mendalam mengisi hatinya, Paman Pangeran masih menunjukkan tekad yang kuat, tidak bisa ditembus oleh siapa pun. Keputusan dan tindakan selanjutnya mungkin akan memperlihatkan sisi lain dari Paman Pangeran yang begitu tegar.


"Tuan, ada pesan dari Putri Istana Kecil," kata seorang penjaga bayangan yang tiba-tiba muncul di depan Paman Pangeran yang berdiri tegak.


Jika diperhatikan, ternyata penjaga bayangan ini adalah orang yang tadi menulis informasi pendek dan padat dari zhang Fei.


Paman Pangeran tidak melirik, tetapi membiarkan penjaga bayangan itu menyerahkan kertas yang dipegangnya.


Dengan tenang, Paman Pangeran membaca pesan tersebut. Ekspresi wajahnya tiba-tiba berubah menjadi tersenyum menyeringai, menciptakan tampilan yang menakutkan setelah membaca pesan itu.


"Baguslah, sekarang aku akan menghabisi musuh sampai ke akar-akarnya," ujar Paman Pangeran dengan nada tegas sambil meremas kertas tersebut.


Ini adalah kali pertama setelah kematian Kaisar, ia berputar badan dari hadapan kamar Kaisar.


"Ayo pergi, ada pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini juga. Hari yang penuh darah akan mengiringi pemakaman Kaisar," tambahnya tanpa melirik lawan bicaranya, sang penjaga bayangan.


Dengan gerakan ringan, Paman Pangeran seakan menghilang dalam kegelapan. Penjaga bayangan itu juga mengikuti langkahnya, dan seketika keduanya lenyap dari tempat itu.


Tempat di mana Paman Pangeran tadi berdiri seolah kembali menjadi hening, seakan tak pernah ada sosok yang berdiri di sana.


Dengan begitu, Zhang Fei yang sedang tertidur di istananya .Tidak mengetahui jika Paman Pangeran juga mengadakan rapat dadakan yang mengagendakan informasi yang dikirim oleh Zhang Fei.


Paman Pangeran menunggu hingga aula pertemuan penuh sebelum akhirnya ia mengeluarkan sebuah peta yang menggambarkan ibukota.


Di dalam ruangan itu, para Pangeran memiliki kelompok bawahan yang terdiri dari bangsawan dan menteri kepercayaan mereka. Namun, berbeda dengan Paman Pangeran, ia hanya memiliki sejumlah penjaga bayangan elit yang telah ia latih sendiri bersama ibu selirnya sebelum kematiannya.


Mengingat keberadaan mereka yang eksklusif, Paman Pangeran melatih dan mengembangkan kemampuan para penjaga bayangannya sendiri, serta meningkatkan jumlah mereka seiring berjalannya waktu. Kini, para penjaga bayangan elit yang hadir dalam pertemuan ini berjumlah lebih dari 20.000 orang, tersebar di berbagai titik yang difungsikan sebagai mata-mata.


"Dengan cermat, perhatikan peta ini. Lihatlah titik-titik ini, ini, dan ini. Ada 6 titik yang harus menjadi perhatian kita, dan tugas kalian adalah mencegah siapapun dari keluar dari sana," ujar Paman Pangeran dengan tegas.


Ia menunjuk ke beberapa lokasi yang ditandai pada peta, menjelaskan strategi yang akan dilakukan di setiap titik. Ada lokasi berbentuk lorong-lorong yang akan disulap menjadi perangkap dengan asap obat bius, serta lokasi lain yang akan menjadi titik pertahanan melawan prajurit pemberontak.


Paman Pangeran merencanakan berbagai hal secara simultan dan para penjaga bayangan elitnya harus membentuk 6 kelompok yang bekerja sama untuk menjalankan rencana tersebut.


Pergerakan mereka diperuntukkan untuk mencegah orang-orang terkait melarikan diri, sementara yang lainnya bertugas menghadang prajurit pemberontak agar tak dapat merebut kembali kendali atas ibukota.


"apakah kalian semua sudah mengerti apa yang harus dilakukan?"

__ADS_1


"baik Tuan kami mengerti "


"baik kalau begitu pergilah dan aku tidak ingin melihat kesalahan apapun"kata Paman Pangeran lagi dengan wajah yang serius.


Pada malam yang pekat, sekitar pukul 04.00 pagi, Paman Pangeran masih memimpin rapat dadakan yang sedang berlangsung.


Tak lupa, Paman Pangeran juga telah menginstruksikan pasukan rahasia untuk menjemput Pangeran ke-4. Ia ingin memastikan agar Pangeran ke-4 tiba di ibukota dengan selamat dan tak terganggu oleh pergerakan prajurit pemberontak.


Seluruh pergerakan ini dilakukan dengan rahasia, suara rapat hanya terdengar dari dalam aula tertutup. Namun, dalam gelapnya malam, Paman Pangeran tak pernah menyangka bahwa ada satu kelompok lain yang juga rapat dadakan diam-diam di ibukota, selain daripada kelompoknya sendiri.


Kelompok tersebut adalah Paviliun Anggrek, sebuah kelompok tidak ada hubungannya dengan politik di Dayun.


Mereka juga tengah mengadakan rapat dadakan, bergandengan tangan dengan partai pengemis yang kini memiliki ketuanya sendiri.


Rencana awal adalah, bagaimana cara pembagian pil penjaga stamina dan kitab pembersihan yang dibagi secara gratis bagi orang-orang yang ingin mempelajarinya.


Setelah mengirimkan produk dan memberikan beberapa percakapan yang mewakili sang Putri . Gadis Persik tidak tinggal melainkan langsung kembali ke istana kecil untuk bertugas di posisinya.


Gadis persik sama sekali tidak menyadari ,begitu dia pergi ketua partai Paviliun langsung memberikan beberapa kode yang menyerankan pertemuan dadakan yang ditujukan kepada ketua partai pengemis yang baru saja diangkat.


Pil yang diberikan oleh Putri benar-benar ditujukan kepada partai pengemis yang sudah bertindak secara spontan untuk menyelamatkan ibukota.


Namun di sini Paviliun anggrek juga menginginkan hal yang sama karena mereka juga pernah menjadi seorang pengemis di masa lalu.


Dalam rapat dadakan yang tengah berlangsung, ketua partai pengemis mengangkat tangannya dengan hormat, menunjukkan penghormatannya kepada Putri yang jelas-jelas tidak ada di tempat.


Suaranya terdengar tulus ketika ia berbicara, "Saya tak bisa berbicara banyak, tapi saya harus mengatakan ini. Hadiah yang Putri berikan kepada kami, sungguh luar biasa. Kami tak pernah membayangkan hal semacam ini sebelumnya. Ini adalah tindakan kemurahan hati yang tak terkira, dan aku mewakili partai pengemis,berterima kasih sebesar-besarnya."


Tersenyum penuh kebahagiaan, ketua partai pengemis melanjutkan, "Pil penjaga stamina dan kitab pembersihan diri ini tak hanya memberikan harapan bagi kami, tetapi juga melambangkan kepedulian dan perhatian Putri peipei terhadap mereka yang terpinggirkan."


Wajah senang dan penuh apresiasi terpancar dari ketua partai pengemis saat ia mengucapkan kata-kata ini. Ekspresinya menjadi refleksi dari perasaan yang mendalam atas kedermawanan dan perhatian Putri istana kecil ini.


Ketua pertama dari Paviliun Anggrek dengan lembut melanjutkan setelah ketua pengemis selesai berbicara, "Kami semua di Paviliun Anggrek juga berpikir begitu. Kita semua menyadari betapa berharganya hadiah ini .Namun, mengenai hak dan penggunaan yang sama terhadap pil penjaga stamina dan kitab pembersihan, saya rasa pavilion anggrek juga memiliki hak yang sama"


Ketua kedua Paviliun Anggrek menambahkan dengan penuh hormat, "Sebenarnya, kita adalah dua partai yang berbeda, tapi sebenarnya masih di bawah didikan sang Putri. Namun karena dua hadiah ini ditujukan ke atas pengorbanan dari partai pengemis maka kami perlu meminta izin terlebih dahulu"


Ketua ketiga Paviliun Anggrek menganggukkan kepala setuju, " Jika pil dan kitab ini bisa membantu semua orang, maka kita harus bekerja bersama untuk memastikan manfaat ini tersebar merata."


Ketua partai pengemis dengan setuju mengangguk, mereka merasa terikat dalam suatu perjalanan bersama di bawah bimbingan Putri Peipei. Pembicaraan mereka menjadi semakin dalam dengan tindakan terpuji sang putri.


Namun, obrolan mereka pun beralih pada satu fakta yang melingkupi sang Putri. Nasibnya yang bersama Paman Pangeran, seorang pria yang oleh banyak orang dianggap memiliki keterbelakangan mental. Pada akhirnya, percakapan mereka merosot ke arah rasa penyesalan yang dalam.

__ADS_1


"Kita tahu, Paman Pangeran sebenarnya bukanlah seperti yang ia pura-purakan," ucap salah seorang ketua Paviliun Anggrek dengan raut wajah penuh penyesalan.


Ketua pengemis menimpali dengan suara penuh kekhawatiran, "Sungguh, kita telah terjebak dalam pandangan semu ini. Paman Pangeran adalah seorang pria yang cerdas dan kuat. Tetapi demi tujuan pribadi, ia memilih untuk menyembunyikan diri di balik tirai penurunan mental."


Brak...


Hentakan meja ketua partai pengemis terdengar begitu keras, dan dia berdiri dengan mata berkobar penuh semangat.


"Selama ini kita hanya membiarkan Paman Pangeran tampil bodoh dengan IQ rendah di mata semua orang. Kita harus mengubah situasi ini. Kita memiliki kekuatan untuk membentuk opini dan mengendalikan pandangan masyarakat terhadap Putri," serunya, suara berapi-api.


Beberapa orang di dalam ruangan bingung, mereka tidak sepenuhnya mengerti arah pembicaraannya. Ketua 1 dari Paviliun Anggrek akhirnya bangkit juga, ekspresinya memperlihatkan kebingungan.


"Ketua partai pengemis, mengapa kita tidak langsung mengungkapkan niat mu? Berbicaralah dengan terang-terangan jangan berbelit-belit, agar kami mengerti," desaknya dengan sedikit kekesalan.


Ketua partai pengemis tertawa kecil,dan dia berkata lagi"Maaf, aku kadang terlalu semangat. Kekuatan utama kami, baik dari Pavilion Anggrek maupun partai pengemis, terletak pada kemampuan kami dalam menyebarkan rumor dan mengendalikan informasi. Bagaimana jika kita mulai menyebarkan rumor bahwa Paman Pangeran sebenarnya tengah dirawat oleh seorang tabib jenius?"


Brak...


Meja kembali dihentak, kali ini oleh Ketua 2 dari Pavilion Anggrek. Ekspresinya penuh semangat, seolah-olah menyatu dengan ide tersebut.


"Betul sekali! Jika kita memberikan rumor baru dan mengembalikan martabat Paman Pangeran, Putri Peipei akan memiliki panggung yang lebih baik di mata kaum bangsawan. Ide ini brilian!" ucapnya dengan tawa bersemangat.


Suasana yang tadinya serius kini berubah menjadi ceria dan bersemangat. Mereka setuju untuk menjalankan rencana ini, percaya bahwa rumor dan informasi yang mereka sebarkan dapat merubah pandangan publik dan memberikan posisi yang lebih baik bagi Putri Peipei.


Jadi pada jam empat pagi,ada 3 rapat dengan 3 agenda yang berbeda dan tentu saja dengan 3 lokasi yang berbeda pula.


lokasi pertama adalah Pangeran ketiga yang mengadakan rapat membahas bagaimana mengambil alih kembali ibukota dengan sisa-sisa kekuatan yang ada.


Juga bagaimana mengeluarkan keluarga mereka keluar dari ibukota.


Rapat kedua adalah di sisi Paman pangeran yang membahas bagaimana mencegah pengambil alih kekuasaan oleh pangeran ketiga.


Dia juga membahas bagaimana caranya mengawal Pangeran ke-4 untuk kembali secepat mungkin ke ibukota, untuk mengambil alih tampuk kekuasaan secara otomatis.


Jadi dua rapat di atas benar-benar hal yang saling berhubungan namun saling menghancurkan pada akhirnya.


Rapat terakhir adalah di paviliun anggrek di mana, para pemimpin itu berencana untuk membersihkan nama dan reputasi Paman Pangeran sebagai pria bodoh.


Partai pengemis dan Paviliun Anggrek, dua entitas yang berbeda, namun memiliki hubungan yang saling mendukung. Mereka bekerja secara sistematis dan responsif, memiliki ribuan anggota yang tersebar di seluruh negara Dayun.


Seiring matahari mulai terbit, anggota partai pengemis sudah bersiap untuk menyebarkan berita tersebut melalui mulut ke mulut. Pedagang yang meninggalkan ibukota juga membawa berita tersebut, dan merpati pengirim surat dihembuskan ke udara, membawa berita itu ke berbagai penjuru dengan cepat.

__ADS_1


Sebelum langkah pertama Pangeran Ketiga bisa diambil untuk merealisasikan hasil rapat malam sebelumnya, seluruh negeri, termasuk ibukota, telah mendengar berita yang sama, Paman Pangeran telah pulih dan menjadi seorang pria normal berkat tabib jenius yang muncul entah dari mana.


Rumor ini juga memberikan sentuhan ekstra, menyebut bahwa kesembuhan ini merupakan berkah dari pernikahan Paman Pangeran dengan Putri Peipei, istri dari Paman Pangeran. Informasi ini sudah menyebar dengan cepat, memberikan dampak yang diinginkan oleh partai pengemis dan Paviliun Anggrek.


__ADS_2