Sistem Gosip Putri Ke Empat

Sistem Gosip Putri Ke Empat
235


__ADS_3

Zhang Fei terbaring dengan tenang dan sesekali meringis. Di sisinya, gadis Persik dengan rambut hitam pekat dan wajah tertekan tengah sibuk memijat dan mengompres lututnya.


Gadis Persik duduk di sebelah ranjang Zhang Fei, matanya fokus pada tugasnya. Dia memijat pelan lutut Zhang Fei, berusaha membuatnya lebih nyaman. Dia kemudian mengambil kain yang sudah direndam dalam air panas, mengekstrak panasnya, lalu mengkompresnya di sekitar lutut Zhang Fei. Gerakan hati-hati gadis itu membuat Zhang Fei merasakan sensasi hangat yang lumayan untuk meredakan ketegangan di lututnya.


Zhang Fei tak kuasa menahan ******* ketika gadis itu menekan lebih dalam atau melakukan gerakan yang lebih intens.


"Aw...aw is...


"Putri, ini lecet kan"kata gadis persik sedih. Jika Gadis persik bisa, dia ingin menggantikan posisi sang putri yang berlutut sepanjang pagi di aula. Tapi apa daya dia tidak bisa melakukan itu.


"Uh ini baru hari ke empat kan,ooh jika lama lagi, lutut bisa pecah mah"


("sayang, hari ini ada dua selir lagi yang pingsan. Sebenarnya cukup beruntung pernah menelan yang bisa menjaga kesehatan seumur hidup. dengan itu kau tidak perlu takut gemuk selalu muda dan apalah artinya dengan sakit lutut hehehe ")


"aahh sakit memang tidak bisa di bohongi.Ahh siapa yang mau gantikan aku,ohh lutut ku"


"Sial, siapa sih yang membuat tradisi seperti ini? Ahhh mama...


("sabar say jika dekrit kedua turun maka dijamin kau tidak perlu berlutut hehehe")


"uh dekrit nya?ohh habislah aku "kata Zhang Fei melenguh.


Setelah empat hari menghabiskan waktu berlutut di aula, lutut Zhang Fei terasa sangat lelah dan sakit. Meskipun dia sempat beristirahat di malam hari, rasa sakit masih mengganggu. Lututnya terasa kaku dan bengkak karena tekanan yang terus-menerus. Bahkan ketika dia berbaring, dia masih merasakan sedikit ketidaknyamanan.


Untung saja,perawatan gadis Persik masih bisa memberinya sedikit harapan. Tapi acara berlutut ini masih tidak bisa dihentikan.


Sepuluh hari lagi.


Ketika semua orang pergi berlutut lagi,para selir di istana Kaisar masih saja tulus untuk menangisi kepergian kaisar ke alam baka.


Mereka semua sudah menjadi bagian dari sistem istana yang sangat terstruktur, di mana banyak dari mereka dipilih pada usia muda dan dilatih untuk melayani Kaisar. Keluarga berharap dengan ini, selir yang di kirim akan mendapatkan perhatian dan status tertentu.


Dari mulai naik tahta sampai meninggal Kaisar memiliki 1847 selir. Dari selir sebanyak itu hanya sekitar 200 orang saja yang pernah benar-benar bertemu dengan Kaisar.


Namun dari 200 orang itu tanya segelintir yang benar-benar mendapatkan gelar seperti yang diinginkan oleh keluarga mereka.


200 selir itu dikatakan beruntung bisa bertemu Kaisar dan menghabiskan malam dengan Kaisar walaupun hanya sekali dalam seumur hidup.


Jika mereka bisa hamil mereka akan mendapatkan gelar dan gelar akan meningkat jika melahirkan seorang Putra.


Jadi ketika melahirkan mereka juga berharap itu adalah putra bukanlah Putri.


("pertarungan di istana belakang lebih menyeramkan dibandingkan dengan pertarungan di perbatasan sana. di perbatasan pertarungan adalah berdarah tapi di istana belakang pertarungan tidak berdarah sama sekali tapi bisa menghancurkan satu keluarga sekaligus")


"Hem itulah mengapa aku menghindari hidup di istana. Bukan lagi menghindari tapi aku benci. Tapi terkadang aku bertanya-tanya ,dengan wanita sebanyak itu kenapa Kaisar tidak mengidap penyakit HIV Hem, apa jangan-jangan penyakit ini belum diciptakan di era sekarang?" keluh zhang Fei.


Sistem berbicara banyak untuk menghiburnya selagi dia berlutut tapi bukan hiburan yang didapat tapi cerita yang menyedihkan tentang para selir.


("Hem belum pernah ada penelitian ke situ tapi kebanyakan dari Kaisar jarang yang melewati usia 45 tahun. lagi pula penelitian HIV belum ada zaman sekarang jadi tidak bisa dipastikan Apakah kaisar yang mati muda itu terkena penyakit HIV. tapi iya juga sih kan, salahkan saja Kaisar Kenapa serakah")


"tapi mereka tidak sepenuhnya disalahkan ini hanyalah tradisi di mana Kaisar tidak bisa menolak ketika dia dikirimin para selir yang berlaku seolah-olah barang. selir juga tidak bisa disarankan karena mereka tidak memiliki pilihan lagi.ahh hidup di istana tidak semudah kelihatannya"


("Hem situ tau tapi Ckckck terkadang sesuatu yang kita hindari adalah hal yang kita dapatkan")


"ya .. sedih nya gitu sih "


Ketika Kaisar meninggal dunia, situasinya sudah berubah dramatis. Para selir yang memiliki hubungan lebih dekat dengan Kaisar, biasanya yang memiliki gelar atau yang hamil, mungkin menghadapi nasib yang lebih sulit setelah kematian Kaisar.


Mereka akan dikirim ke kuil atau tempat lain dan hidup terpisah dari kehidupan sebelumnya.Di kuil, rambut panjang akan dicukur pakaian akan serba sederhana, makanan juga ada makanan vegetarian.


Ini harus mereka jalani sampai mati.


Jadi pada acara berlutut kali ini ada begitu banyak selir yang menangis. Selir yang menangis paling kuat adalah selir yang kemungkinan besar akan dikirim ke kuil setelah Kaisar dimakamkan.


Sementara selir yang tidak pernah disentuh Kaisar bisa keluar dan hidup bebas seperti biasanya. Tapi jika mereka mendapatkan sertifikat dari departemen, maka status mereka di mata masyarakat juga akan semakin tinggi. Tapi masalahnya tidak semua seluler akan mendapatkan sertifikat.


Sertifikat ini mirip trofi dengan the best selir in forbidden city.

__ADS_1


Jadi mereka ini , yang akan dikembalikan ke rumah kelahiran semuanya memiliki senyum tulus di sela sela tangisan itu.Menangis pun mungkin hanya karena sedih meninggalkan tempat yang sudah beberapa tahun mereka tinggali.


"Jadi benar kata orang tidak akan ada cinta sejati di istana ckckck.eh apa kabarnya dengan Ratu saat ini kemarin dia menolak untuk menangis dan lutut kupikir dia akan menangis berdarah sekarang hahaha"


("Oh Oke mari kita cek tentang keadaan ratu,ya Hem ahh oh tuhan, putri, dia...dia..")


"eh ada apa mah sistem kok bisa buku juga"


("Is Gimana nggak mau gugup coba, itu si Ratu, barusan dia menangis tapi sekarang tertawa mungkin udah gila tapi....")


Tapi sebenarnya Ratu sedang berbicara tentang keinginan nya untuk menegakkan semangkuk sup beracun.


Ratu merasa putus asa dan mengambil keputusan drastis. Dia memanggil salah satu pelayan maharnya ke ruang pribadinya.


Ratu berkata,"Ratu ini sudah memutuskan. ratu ini tidak akan pernah setuju untuk dimakamkan bersama Kaisar.Ratu ini ingin mengakhiri hidup dengan cara yang lebih baik. Pergi,siapkan racun yang paling kuatx


Pelayan maharnya terkejut, entah itu suka atau duka pelayan mahal ini sudah mengikuti Ratu sejak dia masih menjadi selir Kaisar sampai dia berhasil menjadi seorang Ratu yang dihormati di dayun.


Menghadapi permintaan itu tentu saja dia tidak bisa mencernanya dengan baik karena baginya Ratu adalah wanita nomor satu di dayun ini.


"Ratu ku,mohon pertimbangkan lagi. Masih ada jalan lain...


"Tidak ada jalan lain. Ini adalah perintah terakhirku. Ratu ini tidak akan menerima penolakan"


Pelayan itu merasa putus asa karena tidak ingin melaksanakan perintah , tetapi dia tahu bahwa Ratu telah membuat keputusan yang tidak bisa dibantah.


Pelayan dengan hati berat berkata "Baiklah, ratu , rendahan ini akan mencarikan racun yang Ratu inginkan"


Beberapa waktu kemudian, pelayan itu datang lagi dengan semangkuk sup yang telah dicampur dengan racun yang mematikan. Ratu duduk dengan anggun di atas kursi dan pelayan maharnya , menyerahkan mangkok itu dengan penuh kepedihan.


"Ratu, rendahan ini berharap , di kehidupan selanjutnya rendahan ini masih akan melayani Ratu"


Ratu mengambil mangkuk dengan tangan gemetar."Ya kita sudah bersama sejak kecil dan wajar menginginkan itu tapi jika ada kehidupan selanjutnya aku tidak ingin menjadi ratu lagi lebih baik menjadi istri dari petani miskin. Jika saja ada kehidupan lain"


Ratu meminum sup beracun itu dengan tegukan besar. Setelah meminum seluruhnya, dia berbaring di atas ranjangnya dengan pandangan yang lemah. Pelayan itu berdiri di sisinya, mencoba menahan air mata.


"Dang riong ,aku...aku ingin... terlihat cantik... saat aku pergi. nanti... pastikan aku... tampak indah, di alam baka aku takut Kaisar mengejek aku.. hehehe dia.. dia selalu menyukai gadis-gadis yang cantik"


Pelayan itu mengangguk dengan sedih, menahan tangisnya. Dia berada di samping Ratu yang mulai merasakan efek racun merambat.


Dang riong adalah nama pelayan mahar dari ratu tapi sudah lama sekali Ratu tidak memanggilnya dengan panggilan itu.


Satu hal lagi Ratu tidak pernah menyebut dirinya sebagai aku melainkan "Ratu" di dalam setiap perkataannya.


Jelas Ratu sudah menyerah.


"Uhuk..dang riong, ambil ...ambil kain putih dan letakkan di atas tubuhku.Aku... aku tidak ingin pakaian ini dikotori dengan darahku nantinya...


seorang pelayan di belakang dang riong dengan cepat mengambil apa yang diinginkan oleh Ratu.


Dang riong, dengan lembut melipatnya beberapa kali dan meletakkan di sekitar tubuh bagian atas Ratu.


segera Ratu merasakan efek dari racun tersebut.Matanya yang biasanya cerah kini tampak redup penuh dengan ketidakberdayaan yang melingkupi dirinya.


Racun yang telah ia minum merembes ke dalam tubuhnya, membuat sensasi yang tak tertahankan. Rasa sakit melingkupi perutnya, menyebabkan tubuhnya bergetar dalam kepedihan.


Dan...


Huek....


beberapa suap darah keluar dari mulutnya dan itu membuat kain putih tadi ternoda dengan darah.


"Ratu...!"


Dang riong segera membersihkan kain putih tersebut setelah itu dia berlutut menyebut nama ratu beberapa kali seraya menangis.


"Ratu!"

__ADS_1


"tidak apa-apa....uhuk tidak apa-apa, aku...aku akan segera bertemu Kaisar. Dan...dan bertanya kenapa dia melakukan hal ini padaku,...ti.. tidak apa-apa dang riong"


Napas pendeknya terputus-putus, dan tangan lemahnya meraih selimut dengan erat saat ia berjuang melawan efek mematikan racun itu.


Wajahnya yang cantik segera terlihat begitu menderita. Dalam detik-detik terakhirnya, dia tidak berjuang sama sekali.Tidak ada kedamaian dalam ekspresinya, hanya rasa sakit dan ketidakberdayaan yang terlihat jelas.


"Dang riong...aku ..aku ingin ...tampil cantik, ingat itu...


"Baik , Ratu,hiks..hiks..


"jangan sedih, dang riong,aku...aku ..


Dalam kesedihannya yang mendalam, Ratu mungkin merenung tentang kehidupan yang dia jalani. Meskipun dia memegang gelar Ratu dan memerintah di istana yang megah, hatinya merasa hampa dan kecewa. Dia mungkin memikirkan tentang bagaimana harapannya dan impian-impiannya terhancur di tengah intrik politik dan keterbatasan kehidupan di istana.


"Ratu... ratu ..!"


"Huhuhu... Ratu...!


Isak tangis dan kekecewaan mendalam memenuhi ruangan yang hening. Ratu mungkin mengenang momen-momen di mana dia berusaha mencari arti dan tujuan dalam hidupnya, hanya untuk menemui kekecewaan dan penderitaan. Dia merasakan patah hati yang mendalam atas apa yang dia alami dan ketidakmampuannya untuk mengubah takdirnya.


Dalam suasana kamar yang penuh dengan kesedihan, Dang Riong mengambil langkah lembut mendekati ranjang Ratu yang telah pergi. Dia melihat dengan penuh kepedihan pada wajah yang dulu begitu anggun dan penuh kekuatan, kini beristirahat dengan damai dalam kematian. Bibir Ratu masih memiliki bekas sisa racun yang memudarkan dan Dang Riong dengan lembut mengambil sepotong kain halus untuk membersihkannya.


Air mata yang tidak tertahankan bergerak turun di pipi Dang Riong saat ia merasakan kehilangan yang mendalam. Dia menghapus air mata dengan belahan tangannya dan kemudian memulai tugas terakhirnya sebagai pelayan mahar.


Dengan hati-hati, dia mulai mengaplikasikan lapisan tipis make up pada wajah Ratu, menutupi bekas-bekas lelah dan rasa sakit yang telah dia alami.


Setiap gerakan sikat make up, setiap sapuan lembut adalah penghormatan terakhir yang diberikan Dang Riong kepada Ratu yang pernah dia layani dengan setia. Dia ingin memastikan bahwa Ratu akan pergi dengan kecantikan dan martabat yang pantas baginya.


Saat dia menyelesaikan make up terakhir, dia menatap wajah Ratu dengan penuh rasa haru. Dang Riong tahu bahwa dia tidak akan pernah lagi melihat wajah Ratu yang hidup. Dia mengambil nafas dalam-dalam, mengumpulkan kekuatan dalam hatinya dan dengan tangan yang gemetar, dia menutup mata Ratu dengan lembut.


Dang Riong berbalik menghadap para pelayan lainnya, memegang semangkuk racun di tangannya. Dia berkata dengan suara yang tulus, "Jika ada kehidupan selanjutnya, maka izinkan aku menjadi pelayanmu lagi, wahai Ratu ku."


Para pelayan lainnya menyaksikan adegan ini dengan perasaan campuran antara kagum dan rasa hormat. Tindakan Dang Riong dianggap sebagai pengabdian yang tak ternilai kepada Ratu yang telah tiada. Tidak ada yang mencoba menghentikannya, karena mereka memahami bahwa ini adalah ekspresi kesetiaan dan penghargaan yang tulus dari seorang pelayan kepada penguasa yang mereka layani dengan setia.


Dang Riong segera merasa lututnya lemah dan dalam detik-detik terakhirnya, dia jatuh ke samping ranjang Ratu. Tubuhnya tergeletak di sana, tangan kirinya menggenggam erat jari-jemari Ratu yang mulai dingin.


"Ratu,aku..aku datang..Ra..tu"


Mata Dang Riong yang penuh kesetiaan dan cinta masih memandang wajah Ratu dengan penuh rasa. Dia merasakan hembusan napas terakhirnya yang lemah dan kehidupan di matanya perlahan-lahan memudar. Kini, dia bergabung dengan Ratu di alam yang lain ,tak lagi terikat oleh tugas dan kesetiaan yang telah mengikatnya dalam hidupnya.


Segera pelayan budak pergi melaporkan hal ini pada Kasim


Tapi berkat sistem gosip yang dimilikinya, zhang Fei mengetahui masalah ini lebih awal.


Dengan posisi yang masih berlutut, zhang Fei benar-benar tidak tahu harus berkomentar seperti apa.


("Jika dia pergi dengan mayat Kaisar ke makam dalam kondisi hidup-hidup, itu pasti tidak tertahankan. dia akan segera mati lemas kesunyian dan sebagainya Sebelum meninggal. Jadi keputusan untuk melakukannya dengan racun, mungkin adalah hal terbaik. Jadi dia tidak menderita begitu banyak, ah di setiap daerah wanita pasti adalah seorang yang paling menderita ckckck")


"Hem Tapi yang aku tidak habis pikir , untuk pelayan kenapa bego amat sih. seumur hidup dia sudah jadi pelayan mahar untuk ratu, tapi malah berdoa jika ada kehidupan lain pengen jadi pelayan lagi,bodoh kan?"


Entah apa yang dipikirkan oleh pelayan itu .Sehingga dia berani melakukan tindakan bunuh diri ,padahal dia masih bisa menikmati hidup secara wajar setelah Ratu meninggal.


Jangankan jadi pelayan budak,jadi pembantu aja Zhang Fei ogah.


("Hei pola pikir antara pelayan mahar itu dengan Putri tentu aja beda,say, kalian itu lain jaringan oke")


"Heh entah lah "


Seperti yang dikatakan oleh sistem , Zhang Fei sama sekali tidak akan pernah mengerti pikiran seorang pelayan yang setia.


Bahkan kata setia saja tidak ada di dalam kamus hidupnya. Dalam kehidupan sebelumnya zhang Fei telah dikhianati oleh papa dan saudara laki-lakinya sendiri.


Jadi dari mana asalnya kesetiaan itu.


Semua orang hanya hidup untuk kepentingan masing-masing. Seperti partai pengemis dan Paviliun anggrek, mereka setia karena pil kesetiaan yang sudah ditelan. Tanpa pil itu, mana mungkin mereka akan memiliki pikiran untuk setia.


Ya kan.

__ADS_1


__ADS_2