
Partai Pengemis, yang awalnya hanya terdiri dari sekitar 3000 orang yang berasal dari ibukota, telah menjadi sebuah rahasia umum sejak berdirinya. Namun, cerita ini adalah semacam mimpi bagi banyak orang yang berjuang menghadapi berbagai bencana.
Contohnya adalah provinsi X, yang dilanda kekeringan dan musim dingin yang panjang, tanpa hasil yang memuaskan dari usaha para pangeran yang dikirim ke sana selama hampir setahun. Gagal panen, perang perbatasan, dan kesulitan ekonomi lainnya menyebabkan banyak rakyat terpinggirkan dan menjadi pengemis.
Di Dayun, menjadi pedagang adalah tindakan yang merendahkan, bahkan petani lebih dihormati daripada para pedagang. Tradisi ini juga diperkuat oleh kebijakan perpajakan yang memberatkan para pedagang.
Tetapi, hidup terlunta-lunta di jalanan mengubah pandangan banyak orang. Dukungan ekonomi yang akan mereka terima membuat, banyak orang yang tertarik menjadi anggota Partai Pengemis. Koneksi dan jaringan partai pengemis berkembang dengan pesat, mereka juga bisa menjadi prajurit jika mau.
Dalam waktu singkat, jumlah anggota Partai Pengemis meningkat dengan cepat, bahkan mencapai 200 juta jiwa dalam satu tahun. Mereka memiliki struktur organisasi yang terorganisir dan saling berkaitan di seluruh wilayah.
Meskipun Partai Pengemis tetap misterius, anggotanya tahu siapa pemimpin sebenarnya. Pil kesetiaan yang mereka telan memastikan kerahasiaan ini tetap terjaga.
Terlepas dari semua pencapaian mereka, tidak ada satu pun anggota yang bisa berterima kasih kepada Sang Putri.
Paviliun Anggrek, yang sekarang berfungsi sebagai pusat informasi independen, telah berhasil mengumpulkan dan menyebarluaskan informasi ini dengan cepat ke seluruh penjuru Dayun, meskipun jaraknya jauh dari ibukota.
Paviliun Anggrek telah menjadi jaringan informasi yang sangat efisien, mengungguli sistem komunikasi lain yang ada di Dayun. Dalam waktu singkat, informasi ini menyebar ke berbagai kota di seluruh Dayun, mengesankan kecepatan yang hampir setara dengan internet pada zaman sekarang.
Segera kabar mengenai kehamilan sang Putri tersebar.Tangkapan yang diterima begitu mencengangkan sekali.
Pangeran Ke-4 baru saja terbangun dari tidurnya setelah perjalanan yang cepat, di mana penjaga bayangan menjaga kesehatannya dengan baik. Saat ia bangun, ia memerintahkan penjaga dan prajurit untuk mencari penginapan.
"Dapatkan pakaian bersih untuk semua orang, kita akan beristirahat di penginapan terdekat," perintahnya begitu ia bangun.
Semua orang segera mengganti pakaian, termasuk Pangeran Ke-4 sendiri. Mereka memesan tempat di penginapan dan prajurit lain diminta untuk mencari informasi dengan berbaur dengan warga lokal.
Tidak lama setelah Pangeran Ke-4 duduk di sebuah kedai teh, ia mendengar bisikan dan tangisan dari orang-orang di sekitarnya.
"Oh, apakah benar Putri Peipei hamil? Dewa, aku harus pergi ke kuil untuk memohon berkah," ujar seorang wanita, tampaknya hampir menangis mendengar berita tentang kehamilan Putri Peipei.
"Wah, benar-benar kabar baik, terima kasih, Tuhan. Akhirnya, Putri Peipei hamil juga dengan Tuan Muda," bisik beberapa orang dengan penuh kebahagiaan. Beberapa wanita bahkan tidak bisa menahan tangis. Tidak seperti putri yang hamil, Putri mereka sendiri sedang mengandung.
Sebelum mereka bisa meresapi berita ini, tiba-tiba seorang pelayan datang.
"Mohon maaf, Tuan-tuan, kami harus menutup kedai teh ini selama 3 hari karena situasi mendesak. Maaf atas ketidaknyamanannya," ucap pelayan dengan serius.
Pangeran terkejut dan ingin bertanya lebih lanjut, tapi pelayan hanya menggelengkan kepala dan mengakui bahwa dia tidak tahu alasan pastinya.
Dengan itu, Pangeran dan rombongannya harus meninggalkan kedai teh. Meskipun Pangeran Ke-4 merasa agak kesal, dia tetap ingin tahu mengapa orang-orang begitu antusias dengan kehamilan Putri Peipei.
"Apakah mereka memiliki hubungan dengan Paman Pangeran?" pikirnya dalam hati.
Namun, di luar sana, suasana tampak aneh. Beberapa pengemis tertawa dan menari dengan riang, beberapa toko tutup secara mendadak.
"Ada apa ini?" batin Pangeran.
Prajurit yang tadi pergi sebentar kemudian kembali dengan berita. "Banyak toko yang tutup telah mendengar berita bahwa Putri Peipei sedang hamil. Hari ini ada rencana ziarah ke kuil untuk mendoakan kelahiran seorang putra."
Kabar ini juga datang dari prajurit lain dan bahkan dari penjaga bayangan Paman Pangeran. Yang paling aneh, penjaga bayangan yang dikenal tanpa emosi sekarang tersenyum.
Tidak merasa nyaman dengan situasi tersebut, Pangeran Ke-4 memutuskan untuk segera melanjutkan perjalanannya. Namun, ketika mereka menuju perbatasan ibukota, kejadian aneh lainnya terjadi.
Beberapa orang berdiri di jalan dan membagikan roti kukus secara gratis sebagai ekspresi kebahagiaan mereka mendengar kabar Putri hamil. Prajurit Pangeran Ke-4 pergi untuk berbicara dengan warga.
"Apa kalian merayakan sesuatu? Kaisar baru saja meninggal, bukan?" tanya seorang prajurit kepada seseorang yang membagikan roti kukus di pinggir jalan.
"Hidup dan kematian selalu berdampingan. Kami bersedih atas kematian Kaisar yang agung, tetapi juga gembira dengan kehidupan yang akan datang," jawab seseorang dengan antusias.
Pemberian makanan ini tidak dianggap sebagai perayaan, sehingga tidak ada alasan untuk menangkap mereka. Namun, perasaan Pangeran Ke-4 menjadi semakin aneh. Selama perjalanan, mereka melihat orang-orang yang tidak dikenal membagikan makanan di jalan dan toko-toko yang tutup mendadak.
__ADS_1
"Pertama kali aku merasa suasana lebih meriah dari pada ulang tahun Kaisar," gumam Pangeran Ke-4, terkejut oleh antusiasme warga.
Seorang prajurit dengan cepat menangkap warga yang tengah membagikan bubur gratis. Pria itu digiring ke hadapan Pangeran Ke-4 yang menatapnya dengan tajam.
"Siapa kau dan apa yang kau lakukan?" tanya Pangeran Ke-4 dengan nada tegas.
Warga yang ditangkap itu menundukkan kepala ,dia pikir orang yang bertanya adalah seorang bangsawan bukan seorang pangeran terhormat. " rendahan ini hanya membagikan bubur gratis kepada warga sebagai ungkapan kebahagiaan karena Putri Peipei sedang hamil."
"Kalian melakukannya atas perintah siapa?" Pangeran Ke-4 menatapnya dengan tajam.
Orang tersebut dengan cepat menggeleng, "Tidak ada perintah dari siapa pun, Tuan. Kami...kami melakukannya sukarela."
Pangeran Ke-4 merasa semakin heran, "Apakah kalian memiliki hubungan dengan Paman Pangeran?"
"Maafkan rendahan iniTuan, tapi siapa Paman Pangeran?" tanya orang tersebut dengan ekspresi bingung.
Pangeran Ke-4 agak kesal, "Kenapa kau berbohong? Jangan berani-berani kalian bohong."
Orang tersebut tetap menundukkan kepala dan menjawab dengan rendah hati, "Tuan, rendahan ini tidak berbohong. Kami melakukannya karena kami menyukai Putri Peipei. Kami tidak tahu siapa itu Paman Pangeran."
Paman Pangeran tidak memiliki rasa keberadaan .Jadi wajar jika begitu jarang orang yang tahu siapa itu Paman pangeran.
Orang-orang dari partai pengemis hanya tahu bos mereka adalah seorang wanita dengan gelar Putri peipei.
Jadi ketika ditanya mereka juga bingung siapa itu Paman pangeran.
Pangeran Ke-4 merasa semakin marah dan tidak percaya."Kenapa kalian semua melakukan ini jika bukan atas perintah dari Paman Pangeran? Apa yang kalian harapkan dengan tindakan ini?"
Orang tersebut masih tetap dengan sikap rendah hati, "Tuan, kami melakukannya karena kami ingin memberikan doa dan dukungan kepada Putri Peipei. Kami tidak mempunyai niat lain."
Pangeran Ke-4 tidak bisa memahami kata-kata orang tersebut. Tampaknya warga tersebut tidak memiliki hubungan dengan Paman Pangeran seperti yang ia duga. Namun, tindakan mereka tetap mengundang keheranan.
"Baiklah, pergilah," ucap Pangeran Ke-4 dengan sedikit ekspresi bingung. Orang tersebut segera pergi dengan kepala tertunduk.
"Apakah Paman Pangeran memiliki rencana tersendiri? Apakah dia berharap aku hanya akan menjadi sebatas kaisar boneka dalam tangannya?" batin Pangeran Ke-4 dengan keraguan.
Saat ini, dia semakin merasa bahwa tindakan-tindakan yang telah dilakukan oleh Paman Pangeran mungkin memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekadar membantunya menjadi penguasa. Rakyat bahkan mengenal Putri Peipei sebagai sosok yang kuat dan berpengaruh, dan itu bisa mengancam posisinya.
"Bahkan paman pangeran menarik nama istrinya untuk reputasi?"
"Ketika rakyat mulai memandang Putri Peipei sebagai pahlawan dan harapan, apa artinya itu bagi kuasa yang aku pegang?" pikir Pangeran Ke-4 dengan cemas.
Pangeran Ke-4 semakin merasa cemas seiring berlalunya waktu. Keraguan dan kecurigaannya terhadap motif Paman Pangeran semakin dalam. Ia merasa perlu untuk bertindak cepat dan menghindari situasi yang semakin sulit.
"Demi keamanan dan stabilitas, kita harus tiba di ibukota sesegera mungkin," perintah tegas Pangeran Ke-4 kepada pasukannya. "Tidak ada istirahat, tidak ada perhentian. Kita harus terus bergerak."
Prajurit dan penjaga bayangan dengan sigap mendengarkan perintahnya, siap melanjutkan perjalanan. Pangeran Ke-4 merasa waktu menjadi faktor penting dan dia ingin memastikan mereka tiba di ibukota dengan secepatnya.
Di sepanjang jalan, dia semakin merasa geram karena melihat antusiasme warga yang semakin bertambah. Setiap orang yang mereka temui sedang membicarakan tentang kehamilan Putri Peipei dengan senyum di wajah mereka. Pemandangan ini semakin memicu ketidaknyamanan Pangeran Ke-4.
Tidak puas dengan situasi itu, Pangeran Ke-4 memutuskan untuk mencoba memahami lebih lanjut. "Berhenti sejenak," perintahnya kepada pasukannya. "Biarkan pangeran ini mendengar apa yang mereka katakan."
Dalam sekejap, mereka berhenti di dekat sekelompok warga yang sedang berbicara antara satu sama lain. Pangeran Ke-4 merasakan frustrasinya semakin bertambah saat mendengar percakapan mereka.
"Oh, Putri Peipei hamil? Ini adalah berita yang luar biasa!" ucap seorang wanita dengan antusias. "Akhirnya, ada kebahagiaan di tengah semua kekacauan."
"Betul sekali, Putri Peipei pasti akan membawa keberuntungan baru bagi kerajaan," tambah seorang pria. "Ini adalah berkah yang tak terduga untuk Dayun."
Pangeran Ke-4 mengernyitkan dahi, kesal dengan ketidakpedulian warga terhadap situasi yang sedang sulit di kerajaan. Tapi dia ingin memahami lebih lanjut. "Mengapa begitu banyak antusiasme tentang kehamilan Putri Peipei?" tanyanya kepada warga yang sedang berbicara.
__ADS_1
Warga-warga itu saling berpandangan sebentar sebelum salah seorang dari mereka menjawab, "Putri Peipei adalah Putri negara yang berhati luhur jadi kabar tentang kehamilannya memberikan harapan . Dengan dia kami percaya bahwa masa depan kerajaan Dayun akan lebih baik."
Pangeran Ke-4 merasa semakin kesal, dan dia hampir tidak bisa menyembunyikan perasaannya. "Lanjutkan perjalanan," ucapnya kepada pasukannya dengan suara tegas. "Kita harus segera sampai di ibukota."
"Baik yang mulia"kata prajurit
Mereka melanjutkan perjalanan dengan suasana yang aneh dan Pangeran Ke-4 semakin yakin bahwa situasi ini semakin rumit dan sulit diatasi.
Karena ingin cepat tiba, pangeran ke empat tidak berhenti di jalan meskipun hari gelap.
Dia memerintahkan semua orang untuk mengganti kuda dan perjalanan dilanjutkan kembali setelah nya.
Dengan cara itu Pangeran Ke-4 akhirnya tiba di gerbang ibukota, dan pemandangan yang meriah segera menyambutnya ,ini membuat dia merasa sedikit lega.
Dari jauh penjaga pintu gerbang melihat kedatangan pangeran jadi suara lonceng di bunyikan sebagai tanda.Jadi kedatangan pangeran ke empat menjadi buah bibir dalam sekejap.
Begitu caranya sehingga begitu banyak warga yang menunggu di pintu masuk .Mereka berbaris dan beberapa di antaranya adalah para gadis muda yang cantik badan pemalu.
"Pangeran keempat tiba...!!"
"Pangeran... pangeran, akhirnya pulang!!"
"Pangeran keempat begitu tampan"
"Wahhh ...... pangeran ...!!"
Sorak-sorai dan kegembiraan warga serta bangsawan yang berkumpul di sana memotong rasa cemasnya sejenak.
"Selamat datang, Yang Mulia Pangeran Ke-4!" seru seorang bangsawan dengan penuh antusiasme. "Kami telah menantikan kedatanganmu dengan penuh harap."
Pangeran Ke-4 mencoba tersenyum, meskipun kecemasannya belum sepenuhnya hilang. " sambutan yang bagus," ujarnya.
Kali ini dia tidak duduk di dalam gerbong kereta kuda tapi langsung naik ke atas kuda dengan gaya penuh kemenangan.Senyum nya tidak lepas dari bibirnya yang pucat.
"Apa yang terjadi di ibukota, apakah benar terjadi pemberontakan?"
Walaupun dia dalam perjalanan tapi kabar mengenai pemberontakan pangeran ketiga masih tiba di telinganya.
Dia juga mendengar jika keluarga Selir ibu bahkan selir ibunya juga tewas dalam aksi pemberontakan ini.Ini lah kenapa dia menjadi curiga dengan paman pangeran.
"Itu benar yang mulia, tapi pemberontakan bisa di rendam berkat bantuan dari rakyat jelata "
"Syukurlah, rakyat bersatu padu dan ini bagus untuk Dayun, tapi ku dengar putri Peipei sedang hamil?" kata pangeran ke-4 dengan lugas,dia ingin tau pandangan mereka tentang ini.
Bangsawan lain tersenyum dan menjawab, "Kabar yang sangat membahagiakan, Yang Mulia. Putri Peipei memang sedang hamil.dan kabar ini telah menyebar dengan cepat di seluruh ibukota. Ini adalah berita yang membawa berkah bagi Dayun."
"Oh apakah putri begitu populer akhir-akhir ini?" ketika dia bicara, tangan nya memecut kuda dengan keras,dia pikir para bangsawan juga sedang berpihak dengan paman pangeran juga.
"Jadi aku hanya lah batu loncatan saja, hehehe betapa bodohnya aku"pikir pangeran ke empat di dalam hati.
Bangsawan lain tidak tau apa yang di pikir kan oleh pangeran ke empat,dia salah satu bangsawan yang menelan pil kesetiaan itu,jadi dia tahu kinerja sang Putri di balik layar.
Di sini dia tersenyum lebar. " Semua orang berharap Putri Peipei dapat membawa berkah baru bagi Dayun."
Pangeran Ke-4 melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah para bangsawan tersebut. Namun, pandangan itu kembali memicu keraguan dalam hatinya.
Dia merasa seolah-olah dia menjadi bagian dari rencana yang lebih besar, dan perasaan itu semakin menguat ketika dia melihat betapa antusiasnya para bangsawan menyambut kabar tersebut.
"Kami harus segera melaporkan kedatanganmu kepada Paman Pangeran," kata salah satu bangsawan dengan penuh semangat. "Dia pasti sangat senang mendengarnya."
__ADS_1
Pangeran Ke-4 mengangguk setuju, tetapi di dalam hatinya keraguan semakin besar. Apakah dia benar-benar berada dalam kendali atas situasi ini, ataukah dia hanya menjadi boneka dalam rencana Paman Pangeran?
Dia melangkah menuju istana utama dengan perasaan tidak menentu.Dia pikir masa depannya akan ditentukan oleh permainan politik yang lebih rumit dari yang pernah dia bayangkan.