Sistem Gosip Putri Ke Empat

Sistem Gosip Putri Ke Empat
170


__ADS_3

Di tengah musim salju yang dingin, taman kecil di Zhang mansion dihiasi dengan beragam bunga yang tahan terhadap cuaca dingin. Bunga-bunga tersebut termasuk bunga camellia yang indah dengan kelopak merah muda dan putih yang mekar cantik di tengah lapisan salju putih. Selain itu, terdapat juga bunga winter jasmine yang menambah pesona dengan bunga kuning cerahnya yang mencuat di antara salju.


Taman kecil itu juga dihiasi dengan beberapa pohon holly yang berdaun hijau yang kontras dengan salju putih. Bunga-bunga salju juga menambah sentuhan indah di taman tersebut, dengan kelopak putih yang menyerupai helai salju yang lembut.


Zhang Fei yang datang dari luar yang dingin segera berpakaian sesuai dengan musimnya. Dia mengenakan mantel yang tebal dan berwarna hangat, terbuat dari bahan berkualitas tinggi yang mampu melindunginya dari udara dingin. Di dalamnya, dia mengenakan pakaian lapisan dalam yang nyaman, termasuk sarung tangan syal dan topi yang dipilih dengan cermat untuk menjaga kehangatan tubuhnya.


Pelayan budaknya, termasuk gadis Persik, Mawar dan Melati, juga mengenakan pakaian musim dingin yang sesuai dengan pangkat mereka. Mereka mengenakan mantel berwarna senada dengan warna-warna musim dingin dan juga dilengkapi dengan sarung tangan dan syal untuk melindungi diri dari suhu yang dingin.


Saat Zhang Fei berjalan di tengah taman kecil yang indah itu, dia merasa hangat di hatinya. Keindahan bunga-bunga yang mekar di tengah musim salju membawa pesan harapan dan kegembiraan.


Di tengah-tengah taman kecil ini di emang ada sebuah gazebo luas. setahu zhang Fei, keluarga Zhang memang biasa mengadakan acara di tempat ini.


Ketika dia sampai ke tempat itu sudah ada beberapa orang yang notabene adalah keluarga Zhang sendiri dan juga keluarga dari Jiang tentunya.


Mereka yang tadinya berbicara keras dan tertawa, tiba-tiba menutup mulut masing-masing ketika melihat Zhang Fei datang yang diikuti oleh tiga pelayan maharnya.


Jiang moyun melihat kedatangan sampai sebagai kedatangan musuh yang tidak diinginkan. Jiang moyun dalam kondisi bahagia dengan itu mulutnya tersenyumlah ketika Zhang Fei datang menyapa.


Zhang Mei sedang duduk di samping ibu nya, ketika dia melihat siapa yang datang secara pelan dia mengelus perutnya yang belum juga mencapai usia 3 bulan.


Orang-orang di tahun ini tidak memiliki kebiasaan untuk mengabari orang luar tentang kehamilannya. Jika pun mereka berani membicarakannya itu adalah di atas usia tiga bulan ke atas .


Seharusnya ketika keluarga Zhang diberitahu tentang kondisinya yang hamil dia sudah melewati waktu 3 bulan itu.


Tapi Mentri kanan berani memproklamirkannya bahkan langsung ke depan Kaisar dengan begitu kehamilan yang baru saja melewati bulan pertama ini sudah diketahui oleh umum.


Mungkin beberapa orang memujinya tapi sebenarnya mereka mengkritiknya di belakang .Wanita mana yang tidak pernah hamil tapi kenapa ketika giliran selir Zhang yang hamil ,ini dibuat heboh sehingga Kaisar juga mengetahuinya, ckckck.


"Ibu, selamat atas kehamilan Kakak perempuan tertua, ibu akan segera menjadi nenek" kata Zhang Fei.


Sebagai seorang anak seharusnya dia menundukkan kepalanya dengan itu tapi sekarang identitas mereka jauh berbeda .Jadi dia harus melewati penghormatan seperti yang disebutkan tadi.


Jiang moyun juga tahu itu dan dia tidak mungkin mempermasalahkannya karena itu dia hanya bisa tersenyum dan berkata,"Putri, kasih sayang seorang ibu itu masih sama untuk setiap anak-anaknya. Tidak tahu bagaimana kabar dari zhang muhua tapi ibu belum bisa melihat jika perutmu sedang bergerak. Apakah ibu perlu memanggil kan kamu tabib?"


Zhang Fei hampir saja mencebir tapi tetap tersenyum senang.


"Ibu,aku terharu dengan kasih mu ibu, tapi ibu tidak perlu khawatir.Tanpa anak Paman pangeran, selalu bersikap seperti anak-anak. Terkadang dia terlalu manja sehingga membuat putrimu ini risih.Ahh Hari ini aku bisa kembali ke rumah dan menghindari dia hahaha setidaknya aku harus berterima kasih kepada kakak perempuan tertua"


Jawaban ini langsung memudarkan senyum Zhang Mei. Dia sangat ingin membuat malu sang Putri karena bisa hamil duluan.


Tapi jawabannya tadi benar-benar menyindir dirinya yang ditinggal pergi oleh suami pada hari ke 5 setelah mereka menikah.


Ahh dia bilang Paman Pangeran begitu manja apakah dia meletakkan kondisinya sebagai Paman pangeran yang selama 24 jam selalu mengikutinya tanpa jeda.


Apakah dia ingin pamer?


"Adik perempuan, tidak apa-apa, tahan lah.Dia hanya bertindak seperti anak-anak hehehe"kata Zhang Mei.


Bukankah kata-kata ini hanya untuk mengingatkan Zhang Fei jika suaminya itu memiliki otak anak-anak. Zhang Mei berpikir dia pasti akan marah dan kesal. Tapi entah kenapa tidak ada reaksi seperti itu di wajah Zhang Fei.


"Kakak perempuan,kau yang paling mengerti aku kan. Terkadang aku iri dengan kehidupan kakak perempuan sekarang. Masih kehidupannya rileks dan santai tanpa beban.Ah tidak seperti aku .Harus mengurus suami dan juga istana yang begitu besar.aku lelah kakak"


Zhang Fei tidak berniat untuk berhenti bicara dia juga mengatakan berapa besarnya ukuran istana itu dan berapa banyaknya toko dan Zhuangzi yang harus dia urus.


Dengan nada bicara yang sedikit mengeluh dia juga mengatakan betapa kesibukan itu membuat dirinya repot sendiri.


Tapi jelas pembicaraan ini membuat beberapa tamu yang hadir memiliki wajah sehitam pot.

__ADS_1


Siapa wanita yang tidak ingin menikah dan jadi tuan di rumahnya sendiri.


Walaupun seseorang menikah di rumah bangsawan sekalipun mereka tetap harus melayani wanita tua di rumah itu. juga harus memikirkan tentang para selir dan ipar perempuan di rumah.


Itu adalah kehidupan yang paling memuakkan dan menyakitkan tapi apa katanya tadi...


"Ah aku khawatir di rumah tidak akan ada selir jadi semua harus kulakukan sendiri, Ckckck kakak perempuan pertama begitu beruntung sekali"


Wajah zhang Mei semakin jelek saja,dia diam-diam mengepalkan jadi jemarinya dan tanpa sadar kuku menancap pada daging dan membuat goresan berdarah.


Dulu dia bisa mengintimidasi adik perempuan yang manapun .Tapi sekarang kenapa dia harus jatuh dalam posisi selir sehingga diinjak-injak seperti sekarang.


Dia adalah orang yang harus mengintimidasi adik-adik yang lain bukan sebaliknya.


"Oh ya kakak, aku sebenarnya bingung harus memberikan hadiah apa untuk kakak. Ada begitu banyak hal di gudang kan.Tapi ku pikir lagi kakak baru saja hamil dan mungkin perlu beberapa suplemen tambahan.Jadi aku mengirimkan kakak ginseng liar ini.Maaf kakak aku benar-benar bodoh sehingga tidak tahu usia dari ginseng ini Tapi harap kakak tidak memasukkan ke dalam hati dan mengambilnya sebagai bagian dari hatiku"kata Zhang Fei dengan menyerah kan sebuah kotak.


Dia sendiri tidak tahu apa yang di kemas oleh Stewart, tapi dia cukup pintar berbicara tentang itu bukan.


Lagi lagi Jiang moyun dan putri nya di buat kesal ,jelas saja zhang Fei ingin pamer dengan kekayaan istana kecil di sini.


Tapi zhang Mei tidak akan kalah,dia berkata."Adik perempuan , kakak berterima kasih atas hadiah nya tapi sebenarnya tidak perlu juga.Di istana pengeran, ginseng di makan seperti lobak.Sayang nya kakak perempuan sedikit bosan dengan itu"


sebagai seorang ibu yang mau Yun tentu tahu tujuan dan makna dari perkataan putrinya ini jadi dia ikut menimpali dengan nada bangga.


"Putri ku, meskipun kau hanya menjadi selir tapi dengan kandungan ini kau juga bisa dikatakan sebagai mengandung emas. Bagaimana mungkin kau kekurangan ginseng Hem. tapi ini adalah kebaikan dari adik perempuanmu ,maka terimalah"


"Ibu. Aku sebagai seorang kakak tertua juga harus memperhatikan adik-adiknya.hen kita tau bagaimana dengan kondisi Paman pangeran , Mungkinkah ini disimpan demi kesehatan Paman pangeran?"


"Oh benar , putri , paman Pangeran tidak sehat apakah kau mengambil ginseng itu tanpa izin? Ahh jangan terlalu dimasukkan ke dalam hati kakak perempuanmu tidak kekurangan ginseng di istananya"


Mengambil tanpa izin baik itu sama dengan pencuri. tapi kata-kata ini juga bisa ditepis mengingat tidak ada tuan di istana itu kecuali sang Putri sendiri.


Dan ginseng sendiri hehehe.


Mereka semua jelas sudah berpengalaman dan tahu apa yang dirasakan oleh seorang selir meskipun itu hidup di dalam sebuah istana.


Selir adalah selir dan istri adalah istri. Itu adalah kehidupan yang mirip seperti surga dan neraka.


Ditambah lagi Pangeran ketiga tidak ada di istana jadi ginseng apa yang bisa diterima oleh seorang selir meskipun dirinya sekarang sedang hamil.


Bahkan kehamilan juga bisa menjadi sumber dari iri dan dengki dari istri sah.


Nenek tua Zhang menambahkan satu kerutan lagi di dahinya. dia tidak berpikir jika menantu perempuan ini rupanya bodoh jika sudah berhadapan dengan putrinya.


Walaupun demikian menantu perempuan adalah milik zhang, dan putri yang sudah menikah adalah milik keluarga suami.


Jadi di sini dia harus memberikan wajah untuk menantu perempuannya yaitu Jiang moyun.


"Putri, kemari lah,nenek sudah lama tidak melihatmu datang. mata tua nenek melihatmu semakin cantik dan kulitmu semakin putih. rupanya menikah dengan paman Pangeran adalah berkat untukmu "kata nenek tua itu dengan melambaikan tangan seolah-olah dia benar-benar mengharapkan untuk datang mendekat.


Meskipun agak menjijikan tapi sebenarnya kata-kata ini benar-benar mengalihkan pemikiran orang lain tentang apa yang sedang dibicarakan oleh zhang Mei tadi.


Sebelum menikah Zhang Mei adalah sosok gadis paling cantik di ibukota. Kulitnya yang putih bening dengan bentuk tubuhnya begitu mempesona setiap kali dia pergi ke berbagai acara.


Kecantikan dari Zhang Mei benar-benar menjadi bahan pembicaraan begitu banyak pemuda bangsawan. Mungkin ada juga yang memimpikan kecantikan itu di malam hari.


tapi sekarang ketika Zhang Mei berdiri bersama dengan Zhang Fei, jelas perbedaannya yang begitu mencolok sekali.

__ADS_1


Zhang Fei sekarang sedikit lebih tinggi bahkan kulitnya juga lebih putih dari sebelumnya.


Bukan itu saja bokong dada nya sedikit gemuk sehingga memamerkan pinggangnya yang kecil.


Sejak kapan kecantikannya begitu memancar mengalahkan kakak perempuan tertuanya.


Dan kenapa orang-orang di zhang mansion sama sekali tidak berpikir jika putri ke-4 dari Zhang mansion ini sebenarnya bisa bertransformasi menjadi seorang gadis yang cantik dengan kulit yang begitu adil sekali.


Selir Fei, yang mendengar kata-kata itu hanya bisa tersenyum masam .Itu adalah putrinya sendiri Tapi ketika mereka bertemu bahkan putrinya tidak berhak untuk menyapa dirinya sebagai seorang ibu.


Jika ada sesuatu yang membanggakan maka akan dikatakan itu adalah Nona keempat dari sang mansion dengan ibunya Jiang moyun.


Tapi siapa dia.


Meskipun begitu selir Fei masih bisa menata putrinya dari kejauhan dengan pandangan yang bangga.


"Selir Fei, seharusnya kau senang dan bangga Putri yang sudah kau lahirkan begitu mempesona dan mengalahkan dari Putri tertua.Ahh kapan putriku bisa secantik itu?'


Selir Fei tidak menjawab tapi terus-menerus mengarahkan pandangan ke satu titik saja.


Ya putri ku memang cantik sekali.


Sementara itu Jiang moyun dan putrinya malah semakin geram mendengar pembicaraan dari nenek tua. Mereka tidak pernah berpikir jika sang nenek sebenarnya berbicara untuk menyelamatkan wajah mereka berdua. Tapi di sini mereka berpikir jika nenek sekarang memang sedang mengalihkan kekasih sayangnya pada Zhang Fei.


Jadi nenek tua ini tidak memiliki perasaan selain daripada kebutuhan semata mata.


Zhang Mei tidak bisa menahan emosi,dia marah dan menatap ke arah Zhang Fei seperti seekor banteng yang terluka.


Apakah Zhang Fei peduli, jawabannya adalah tidak sama sekali.


" nenek, cucu ini tidak berbakti, cucu menantu begitu nakal sehingga sulit untuk dilepaskan.ohh cucu ini tidak tahu jika memiliki suami berarti langkahnya akan begitu sempit. untuk bisa pergi aku harus sembunyi-sembunyi jadi lupa untuk membawa hadiah untuk nenek.ohh Persik ini semua salahmu kenapa kau tidak mengingatkan aku" kata Zhang Fei mengeluh.


Bertamu ke rumah orang tidak baik jika datang dengan tangan kosong, tapi Zhang Fei hanya membawa hadiah untuk Zhang Mei saja.


Bukan dia lupa tapi sengaja hehehe.


Gadis Persib yang disalahkan tidak marah tapi justru menundukkan kepalanya dan mengakui kesalahan.


Nenek tua itu tidak berharap banyak tentang alasan lupa, tapi bisakah dia marah jika orang sudah mengatakan jika dia lupa.


"Tidak apa apa, kita masih nada waktu lain untuk berkumpul Ohh kenapa para pelayan ini diam saja Bawa makanan cepat. Pelayan tambah kan lagi api pada pemanas.Semua orang akan beku jika dingin begini"katanya lagi.


Nenek tua itu berkata begitu dan dengan alasan dingin dia juga mengundurkan diri. Padahal jauh di dalam hatinya dia memang dongkol dengan yang datang zhang Fei dengan tangan kosong.


Tapi tidak apa-apa untung saja Zhang Mei tidak kekurangan ginseng di istananya .Jadi ambil itu untuk simpanan di gudang.


Zhang Mei sebenarnya juga masih memikirkan masalah ginseng gitu dia masih hamil kurang dari 2 bulan dan tentu membutuhkan beberapa suplemen untuk menguatkan janin.


dia malu mengatakan jika istri sah benar-benar tidak memberikan makanan tambahan untuknya di istana.


Tapi ginseng yang sekarang didapatkan dari adik perempuannya adalah hal yang berharga untuk bayinya yang belum baru tumbuh di dalam rahimnya saat ini.


Namun begitu sekarang dia tidak perlu memikirkannya lagi .Karena ginseng juga sudah diambil alih oleh sang nenek untuk disimpan di dalam gudang dengan alasan, Zhang Mei tidak kekurangan ginseng di istana.


Walaupun bisa tersenyum tapi Zhang Mei tetap ingin pingsan ketika nenek tua Zhang meninggalkan ruang acara dengan ginseng di tangannya.


Oh ginseng ku

__ADS_1


__ADS_2